Pelajaran dari Jepang

Banyak Pelajaran yang Bisa Kita Ambil dari Jepang

Acungan jempol buat Jepang memang bukan hanya omong kosong dan hal yang biasa. Penduduk dan pemerintah Jepang dengan disiplin melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka mengantri dengan tertib. Bahkan, ada lima puluh orang yang tergabung dalam misi ‘bunuh diri’ untuk mencegah nuklir merajalela ke seluruh Jepang.

Banyak pekerja kembali ke pekerjaan mereka sehari setelah gempa dan tsunami dan beberapa perusahaan di daerah terparah kembali dibuka. Pemerintah juga secara luar biasa melakukan tugasnya. Ibu-ibu di Tokyo diperingatkan untuk tidak memberikan air keran pada bayi mereka. Mobil dengan pengeras suara berkeliling jalan-jalan ibukota setelah tingkat radiasi dari pembangkit nuklir yang rusak di Fukushima, hampir 150 mil jauhnya, mencapai lebih dari dua kali tingkat keselamatan untuk anak usia satu tahun atau kurang. Supermarket dengan cepat mengosongkan air kemasan di banyak bagian kota. Orangtua juga diperintahkan untuk memastikan susu tidak berasal dari sapi di distrik Fukushima.

Kesigapan masyarakat Jepang begitu mencolok. Gempa berkekuatan 9 skala ritcher itu telah meluluhlantakkan sebuah ruas jaln raya di Jepang. Hebatnya, rekonstruksi di dalam enam hari telah membuat jalan itu mulus kembali. Jalan Raya Kanto Naka itu telah mulus seperti baru dan sudah siap dibuka kembali. Begitu luar biasa dan mengagumkan sikap dan tindakan mereka dalam menghadapi bahaya.

Pemulihan Jepang telah mendorong beberapa investor, termasuk salah satu orang terkaya Amerika Serikat, Warren Buffet, yang menyatakan bahwa bencana yang telah meninggalkan 23 ribu korban meninggal dan hilang itu merupakan ‘kesempatan membeli’ di pasar uang, hal itu terutama dikarenakan sikap positif masyarakat Jepang.

Tidak hanya itu, Jepang secara khusus memberikan penghargaan kepada Rita Retnaningtyas (35) seorang perawat asal Semarang karena dedikasinya terhadap pekerjaannya sebagai perawat dan kemanusiaan. Di kawasan Miyagi, Aomori, Fukushima, Ibaraki, dan Iwate, terdapat 35 perawat asal Indonesia. Dari semua yang selamat, Rita termasuk salah satu yang bertahan dan tidak bersedia mengungsi, agar bisa mengabdikan diri pada kemanusiaan.

Dan juga Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto baru-baru ini mengungkapkan bahwa Korsel adalah tetangga sejati. Menurutnya, Korsel bersikap cepat tanggap memberikan bantuan kepada Jepang. “Atas nama rakyat Jepang, saya berterima kasih kepada Korea Selatan,” katanya sebagaimana diberitakan warta Yonhap dan Kyodo. Meski mereka menderita, namun ungkapan tulus terima kasih mereka kepada mereka semua yang terlibat tidak mereka lupakan. Jepang adalah negara yang patut dicontoh.
Source : berbagai sumber/lh3

YA,Jepang
bukan omong kosong dan isapan jempol belaka…tapi survey membuktikan
bahwa filosofi bushido benar benar di resapi seperti alairan darah dalam
daging…yang mati biaralah mati tapi yang hidup menjunjung kehormatan
sebegai manusia untuk melannjutkan kehormatan negaranya yang harus tetep
hidup dinamis menghidupi semuanya yang masih hidup.
Perlu di contoh…?? perlu…!! perlu dicoba…?? pasti ga mampu kita…!!
harus belajar lama lagi kitanya…mengenai hidup ini.hhemmm.

he3
kalo semangat sih tiru jepang
kalo jalan hidup ikut Tuhan Yesus

Jepang pantang menyerah ya… :o

GILA YA JEPANG , PERBAIKIN TOL JADI BENER CUMAN 6 HARI… INDONESIA BERTAHUN TAHUN !!! EBUJUUUDDDD… :smiley:

bukan 50, tapi 200. itu ada 4 shift, 1 shiftnya emang 50.