Pelaku Pemboman di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton tertangkap di Ciputat

Jakarta - Acara Diniyati menonton televisi bareng bersama dua rekan sekamarnya sontak berantakan. Rentetan tembakan membuyarkan keasyikan mereka, berganti dengan rasa takut. Apalagi setelah petugas Densus 88 menyuruh mereka segera mengungsi.

Peristiwa ini terjadi Jumat (9/10/2009), menjelang salat Jumat. Diniyati menyewa kamar nomo 14 di rumah kos dua lantai 300 meter dari kampus UIN, di Jl Semanggi, Kel Cempaka Putih, Kec Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Mahasiswa semester awal UIN ini tinggal bersama Useop dan Baharudin.

Sementara itu, di kamar 15, dihuni oleh dua orang yang diduga sebagai Syahrir dan SZ, keduanya kakak beradik.

“Saya trauma banget karena waktu kejadian kamar saya di sampingnya persis,” ujar Diniyati usai diizinkan mengambil barang-barangnya oleh Densus 88. Sejak Jumat siang itu dia tidak bisa kembali ke kosnya, sehingga terpaksa menumpang makan, tidur, mandi, di rumah temannya. Baru hari ini penghuni kos diizinkan masuk mengambil barang seadanya, di bawah pengawalan aparat.

Bersama dua rekannya, Diniyati merupakan penghuni kos yang paling terakhir dievakuasi. Yang lain sudah ada di luar semua. Begitu sudah keluar semua, saya dengar 2 suara ledakan kecil," cerita anak muda ini.

(her/nrl) detikNews - Berita hari ini di Indonesia dan Internasional


Jakarta - Kondisi kamar kos nomor 15 yang diduga dihuni oleh tersangka Syaifudin Zuhri dan M Syahrir terlihat berantakan. Pecahan kaca berhamburan. Kamar itu kini ditutup tripleks dan dipalang kayu.

Kondisi kamar itu diceritakan oleh Harun, mahasiswa UIN jurusan Manajemen Dakwah semester awal. Harun indekos di rumah kos yang sama, di nomor 11. “Kamar 15 ditutup tripleks, di sekitarnya banyak pecahan kaca. Pintunya dipalang kayu,” ujar Harun usai turun dari kamarnya sembari membawa barang-barang keperluan sehari-hari, di Jl Semanggi, Ciputat Timur, tangerang Selatan, Minggu (11/10/2009).

Sejak Jumat (9/10/2009) siang, Harun terpaksa mengungsi ke rumah temannya karena rumah kos itu digaris polisi pasca penggerebekan pada tersangka terorisme.

Harun menyatakan, ada bekas tembakan di kamar 15. “Tapi nggak ada bercak darah atau selongsong peluru,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Diniyati, penghuni kamar 14, yang bertetangga pas dengan kamar yang dihuni tersangka teroris. “Di situ banyak pecahan kaca, tembok juga bolong kena peluru,” ujarnya.

(her/nrl) detikNews - Berita hari ini di Indonesia dan Internasional


Jakarta - Polisi masih menjaga lokasi penggerebekan dua buronan teroris yang diduga SZ dan Syahrir, di Ciputat, Tangerang. Olah tempat kejadian perkara akan digelar Senin besok.

“Besok mungkin. Karena fokus hari ini hanya memberikan izin kepada anak kos untuk mengambil barang-barangnya,” ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dihubungi wartawan, Minggu (11/10/2009).

Sulistyo menjelaskan polisi akan memberikan fasilitas bagi anak kos yang ingin mengambil barang mereka. Namun dia belum bisa memastikan bentuk fasilitas tersebut.

“Sampai sekarang memang belum diberikan fasilitas apa-apa. Tapi nanti saat dilakukan olah TKP pasti akan diberi fasilitas, tapi belum tahu seperti apa,” katanya.

Sejak Jumat (9/10) siang, puluhan anak kos yang menetap di rumah kos Jl Semanggi, Kel Cempaka Putih, Kec Ciputat Timur, Tangerang Selatan, tidak bisa kembali ke kosnya. Mereka terpaksa menumpang makan, tidur, dan mandi di rumah temannya. Baru siang tadi mereka diperkenankan mengambil barang-barang seperlunya seperti HP, uang, baju dan buku kuliah. (nal/nrl)
detikNews - Berita hari ini di Indonesia dan Internasional

:mad0261: Itu deket bgt ma lokasi Daerah aku…

Puji Tuhan…

Ayub 3:17
Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat. :char17:

jangan… jangan… curigationmodeon