pelayan, pelayanan dan melayani

“hidup untuk melayani” ;
“melayani untuk hidup”.

kedua pernyataan diatas hanya berbeda susunan kata yang depan dan yang terakhir.

akan tetapi mempunyai arti yg sangat jauh berbeda.

Yohanes 12:26
" Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. "

apakah yang terlintas dalam benak saudara atas kedua pernyataan diatas?
apakah pernah menemukan tindakan2 yg seperti pernyataan2 diatas?

thanks

Gbu.

“hidup untuk melayani”, orang yang berdedikasi dengan pekerjaannya, contoh Alfred Pennyworth (karakter DC Comic)

“melayani untuk hidup”, orang yang opportunitis dan hanya loyal dengan dirinya sendiri, contoh Beni Gabor (The Mummy, 1999)

Yang jadi pertanyaan dimanakah TUHAN YESUS biasanya berada…???

“hidup untuk melayani” ;+======> ADALAH murid murid yesus

“melayani untuk hidup”.;=========> MEMUNGUT PERPULUHAN

gbu

shallom…

ada salah seorang teman saya, dulu kami main band bareng2(sekuler) trs akhirnya dia berkembang cukup luar biasa sehingga dia mulai melakukan pelayanan di persekutuan2. saya sendiri wkt itu jg ingin bisa melayani di persekutuan doa cuma msh blm ada kesempatan sampai akhirnya saya diajak sama teman saya itu dan beberapa kali kami pelayanan bersama.

awalnya adalah kerinduan untuk melayani, tapi setiap akhir dari acara, kami para pemusik mendapat “sesuatu” sbg pengganti lelah kami. untuk awal2 saya sering menolak. tapi karena teman saya dan panitianya bilang “ga apa2 ini berkat dari Tuhan” ya akhirnya saya terima setiap “berkat” itu dengan sukacita.

sampai akhirnya saya tau bahwa teman saya bukan hanya melayani di persekutuan2 doa Katolik, tapi jg di kebaktian2 gereja2 Kristen yg lain dan dia menjadikan hal itu sebagai sebagian dari sandaran hidupnya ( profesi ).

menurut saya motivasinya sudah berbeda.

memang “melayani” adalah panggilan setiap manusia, mengenai kapan kita menjawab panggilan itu, kita sendiri yg menentukan.

hal diatas yg saya katakan “melayani untuk hidup”

jika ada yg berpendapat berbeda, monggo disajikan.

thanks

Gbu all

shallom

ada seorang anak yg masih kecil ( sekitar kelas 6 sd ), setiap kali diajak orang tuanya misa di gereja Katolik, orang tuanya selalu bertanya ke anaknya, apakah mau menjadi putra altar.

akhirnya si anak tersebut mau untuk mengikuti pembinaan untuk menjadi putra altar dan menjadi melayani sebagai putra altar setelah masa pembinaan selesai.

setelah sekian lama menjadi putra altar, tergeraklah hati si anak tersebut untuk panggilan masuk ke seminari dan akhirnya menjadi pastur.

hidupnya sekarang telah terfokus untuk menjadi pelayan umat dalam gereja katolik sebagai seorang pastur dengan tanpa imbalan apapun.

menurut saya, kasus seperti ini dapat dikatakan “hidup untuk melayani”

thanks

Gbu.

Hidup untuk melayani ===>> oh Takdir
melayani untuk hidup =====> kacian deh loe

GBU