pelayanan di gereja

Dear all ,
saya sangat respek pada orang orang yg ditunjuk atau diangkat menjadi pengurus gereja yg menyelenggarakan pelayanannya . Tapi kadang kita dapati sikap sikap yg kurang sesuai dg misi pelayanannya thdp gereja ada yg arogan dan bahkan penerima tamupun tampak kurang ramah . kenapa bisa seperti itu dan bgmn menyadarkannya yah ? Padahal saya dulu menganggap orang orang itu adalah orang yg dikenan Tuhan untuk “melayani” bukan untuk berkuasa apakah misi pelayanannya yg demikian masih dikenan Tuhan ?

Salam

Masalah yang kamu hadapi sama persis dengan saya, dan saya yakin banyak juga yang senasib dengan kita.

Dulu waktu pertama bertobat, saya pikir semua orang gereja baik2, ternyata justru yang paling banyak menyakitkan hati itu adalah orang gereja, beberapa kali saya pengen menjauh dari Tuhan juga itu semua gara2 orang gereja.

Namun saya akhirnya sadar, itu karena saya berharap banyak pada orang di gereja, saya berharap mereka baik, sesuai dengan apa yang saya gambarkan, firman Tuhan pun bilang .“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.”

Banyak orang bisa seperti itu karena mereka hanya datang aja ke gereja, melakukan tugasnya, tidak benar-benar mencari Tuhan, tidak berusaha melakukan Firman Tuhan.

Saya sarankan kamu ikut Tuhan, jangan lihat manusia, oknum yang ga bener dimanapun pasti ada. Kalau ada yang salah tegurlah dengan kasih, kalau sudah ditegur tak mau berubah ya sudah itu urusan dia dengan Tuhan.

Bener , sy beberapa kali sempat kecewa dan sempat mogok juga , thanks mengingatkan sy bahwa manusia mmg tak sempurna dimanapun ya sama saja selama mengandalkan manusia . Tp kadang perasaan kecewa itu msh sy rasakan hingga hrs direfresh terus.

Salam

Tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin, mereka melayani tanpa didasari dulu dengan pertobatan, manusia lama mereka belum mati. Mungkin juga, mereka telah terbelit suatu rutinitas dan tidak ada yang mengawasi. Untuk penerima tamu yang kurang ramah, mungkin hatinya sedang tidak bersuka cita. Senyum untuk banyak orang itu lelah juga loh… So gimana ya sebaiknya ? Jika ada mekanisme penyampaian saran, kirimlah email/ sms/ dst sesuai mekanisme yang ada. Akan lebih baik jika menegur langsung dengan sopan. Moga2 nyadar. Hee… Kelakuan seperti itu memang bisa menjadi batu sandungan sehingga pindah ke tempat laen bahkan enggak mau jd kristen lagi. Tapi, jika fokus kita pada Firman yang ada di sana, ngefek/tdknya ibadah, keakraban yg tjd dalam forum jemaat maka akan menutupi kekurangan yang ada.

Tidak semua yang melayani berkenan dan dikenal Tuhan. Matius 22-23 (versi BSD, Bahasa yang disederhanakan) ditulis, Pada Hari Kiamat, banyak orang akan berkata kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan! Atas nama Tuhan, kami sudah menyampaikan pesan Allah kepada orang-orang dan dengan nama Tuhan kami sudah mengusir roh-roh jahat dan mengadakan banyak keajaiban.’Tetapi, Aku akan menjawab begini, ‘Aku sama sekali tidak mengenal kamu! Pergi dari sini! Kamu jahat!’ ” Apakah yang sodara tulis termasuk dalam ucapan Tuhan Yesus ? Saya tidak berani menghakimi. Hanya Tuhan yang tahu.

Salam dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Sy cm menyayangkan seupama mrk melayani dg baik maka bukankah mrk mendapatkan dua hal keharuman .harum dimata jemaat dan pastinya persembahan yg harum bg Tuhan . klu yg tidak baik kan sia2 saja pelayanan itu baik dunia / akhirat pdhl tujuannya kan utk mengasihi bagi kemuliaan Tuhan

di dunia ini di mana2 sama semua manusia tidak sempurna
bisa salah lihat salah dengar salah pikir salah kata salah buat

aku pernah kunjung hampir semua gereja (50+ jenis gereja)
semua gereja hampir sama masalah manusia tidak sempurna

sehingga saya pikir inisiatif harus mendirikan gereja sendiri
saya dirikan gereja nama : GEREJA TUHAN YESUS di hati saya

@tobat
ide cemerlang jadi ada jemaat dihati sendiri , ya kesimpulannya ketidak sempunaan itu mmg hrs diterima dg hati lapang ya , kalau disadari seperti ada ayat ( lupa ayatnya tp surat Rasul Paulus )yg bebasnya mengatakan kalau kita menghendaki yg sempurna maka kita salah tempat mestinya bukan didunia ini yah ? Thanks all for the responses

Regards

@tobat,
Oh ya anda kunjungi 50 lebih gereja kalau boleh tahu apa saja gereja itu ya ? Terus mana yg paling baik atau yg paling lumayan ramah pelayanannya .

Salam

Waduh, jangan gara-gara oknum langsung judge gereja seperti itu…Menurut saya, kalau ada gereja yang ajarannya bertentangan/tidak sesuai dengan Alkitab, baru bisa dikritik, diuji dan beri saran dengan motivasi yang murni dihadapan ALLAH dan di sertai oleh KASIH tentunya…Kalau penerima tamu kurang ramah, mungkin penerima tamu tersebut ada mengalami berbagai masalah didalam hidupnya dan kondisi yang membuat hidupnya tertekan, sebaiknya kita berdoa atau berdoa dan menunggu waktu yang sesuai dengan berbuat sesuatu agar kondisi dan masalah penerima tamu tersebut terselesaikan (tentunya tindakan kita perlu bimbingan dari ALLAH sehingga tidak menimbulkan masalah yang baru)…Jjikalau sifat penerima tamunya seperti itu dan kita mengharapkan ingin orang lain ramah kepada kita, sebaiknya kita terlebih dahulu ramah kepada orang lain…Untuk menyadarkannya, itu pasti perlu Kuasa ALLAH, ketaatan, dan waktu yang sangat panjang/seumur hidup agar orang tersebut atau diri kita sendiri dapat berubah…Namun, berbeda dengan dosa yang saat kita bertobat kita tidak lagi mau melakukannya…
Misi pelayanan yang dikenan oleh Tuhan sehingga/atau orang tersebut menjadi cahaya/pelita bagi orang lain, yang hanya bisa menilai tersebut yaitu ALLAH, orang tersebut dan orang lain
Untuk gerja atau hamba-hamba Tuhan yang dinilai arogan, didoakan saja agar ALLAH yang menegur mereka…

@jari
Positif thinking mmg dpt jg dipakai shg dpt memahami kekurangan ramahan , arogansi atau hal hal tak enak lainnya menjadi bs diterima dg nyaman . Pe relasi an memang kadang sulit dipahami secara normatif dibutihkan toleransi yg tinggi utk dpt berpikir positif ya ,
Melayani / mempelajari firman memang tidak selalu berujung kepatuhan thdp Firman banyak yg ujungnya jadi paradok alih2 jadi pahlawan firman yg mengasihi Allah kadang malah jadi pengkritik Alkitab yg menyesatkan .

Salam

Maaf, saran dan postingan saya bukan lah dari hasil positif thingking tapi saya menganjurkan dalam hal perbuatan…Kalau kita hanya positif thingking tapi tidak berbuat seperti : berdoa untuk memberkati orang yang kurang ramah sama kita atau berdoa kepada ALLAH agar setiap hari kehidupan maupun karakter kita diubahkan dan kita terlebih dahulu ramah kepada orang lain maka tidak akan terjadi apa-apa kalau kita hanya positif thingking

Maaf, jika kata-kata saya kurang berkenan dan saudara tidak memahami tulisan saya akibat kelemahan dan keterbatasan saya…

@jari
Masukan anda sungguh sy hargakan dan menginspirasi sy untuk berbuat minimal doa , tetapi persepsi lanjut saya mungkin kita sendiri harus berubah tetap ramah walau kepada orang yg tidak ramah sekalipun .
Terima kasih banyak jangan ragu memberi masukan karena setiap masukan bagi saya memberi wawasan baru

Iya tepat sekali, minimal berdoa adalah langkah yang paling dasar…Dan untuk merubah diri kita, memang dari kita sendiri harus merubah itu akan tetapi bukan dengan kekuatan kita melainkan Kuasa ALLAH…Agar proses perubahan itu tidak akan terasa berat sehingga kita mampu melewatinya…Oh iya sama-sama…Saya juga membutuhkan masukkan dari anda…Karena pada dasarnya kita sama-sama belajar dan hanya ada satu Guru kita yang Agung yaitu Yesus Kristus
Apabila sewaktu-waktu saudara tidak berkenan dengan tulisan saya, janganlah sungkan dengan mengatakan tidak dan berikanlah masukkan agar saudara-saudara di FK dapat membacanya juga…Semoga ALLAH memampukan apa yang anda jalani saat ini…

@jari
Semoga Roh Kudus membimbing dan menguatkan kita semua
Tuhan memberkati !

Salam

Amen…Tuhan memberkati saudara juga.

Yang penting, kita jangan memandang manusia di Gereja, tetapi kita berfokus pada Tuhan.
Saat kita memandang manusia, kita akan menjadi kecewa. Karena mereka juga bukan makhluk yang sempurna.
Jangan sampai gara" memandang manusia, kamu keluar dari Gereja, tetapi ingat tujuan dan fokus kita kepada Tuhan bukan manusia. Kita mencari Tuhan, bukan manusia. :slight_smile:
Walaupun banyak orang yang melayani dengan tidak sungguh", tetapi dimana ada kegelapan, disitulah kita ada untuk membawa Terang.
1 Timotius 4:12 “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

@Mulio W : Kalo “manusia” yg dimaksud itu “gembala sidang”, gimana?

@mulio,
Bergereja adalah berkelompok bersama yg seharusnya sehati bersuka cita beramah ramah dalam beribadah memuliakan Tuhan , tetapi ada benarnya juga bahwa beribadah tanpa saling mengenalpun bisa terjadi yg berarti tidak memandang manusia .
Perhatian utama tulisan ini adalah sangat menyayangkan bhw mereka2 yg menerima tugas pelayanan( termasuk majelis dan pendeta) . Tujuan pelayanan terutama adalah untuk menabung harta di surga dan mendapat rahmat Tuhan . Tetapi dengan sikap sikap yg tidak ramah ato arogan ato merasa diri orang besar , bukankah sangat disayangkan bahwa karena sikap2 yg tidak dikenan Tuhan spt itu malah mendatangkan dua kebencian sekaligus yaitu dari manusia dan dari Tuhan. Sungguh seharusnya mereka menambahkan kasih dalam pelayanan mereka agar mempetoleh 2 pahala sekaligus yaitu dikasihi Tuhan dan dicintai sesama semoga!

Salam

iya kak, thx ya masukannya, sy yang salah :slight_smile:

@mulio
Masukan anda baik dan benar tak ada yg salah kok , semua masukan / komen / tanggapan sangat dihargakan .

Semoga tetap semangat menanggapi di forum ini JBU
Salam