Pemadaman Listrik Jabodetabek Hingga maret

Gangguan Listrik Intai Warga Jabodetabek

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelanggan listrik di wilayah Jabodetabek harus bersiap menghadapi pemadaman hingga akhir Maret. Sistem kelistrikan Jawa bagian barat secara keseluruhan sedang defisit cadangan daya.

Akibat defisit itu, gangguan tiba-tiba pada satu pembangkit bisa mengakibatkan rentetan gangguan ke pembangkit lain. Gangguan beruntun pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Rabu (23/2/2011), mengakibatkan sebagian wilayah Jabodetabek mengalami pemadaman listrik.

Direktur Operasi Jawa Bali PT Perusahaan Listrik Negara, Ngurah Adnyana, kemarin, mengatakan, akibat gangguan itu sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya sempat kehilangan daya sekitar 975 megawatt (MW).

Gangguan berawal dari PLTU Suralaya unit 7 sekitar pukul 11.00. Unit pembangkit dengan kapasitas 575 MW itu mengalami penurunan daya karena kekacauan frekuensi transmisi listrik.

Sesuai kerja sistem kelistrikan, kekurangan daya itu langsung dibebankan ke pembangkit terdekat, yaitu PLTGU Muara Karang. Namun, PLTGU itu tidak sanggup menanggung tambahan beban. Akibatnya, tegangan turun dengan tiba-tiba dan dua unit pembangkit dengan total daya 400 MW lepas dari sistem.

”Kehilangan daya sebesar 975 MW itu besar sekali. Tetapi tadi sekitar pukul 19.00, Muara Karang sudah bisa dipulihkan. Sementara PLTU Suralaya sudah dinyalakan sekitar pukul 15.00,” ujar Adnyana.

Kondisi rawan

Diakui Adnyana, sistem Jawa Bali secara keseluruhan sedang dalam kondisi rawan gangguan karena turunnya pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling dan Cirata. Berkurangnya debit air di dua waduk itu membuat pasokan listrik ke sistem Jawa Bali berkurang 900 MW.

Saat ini total daya mampu pembangkit listrik di sistem Jawa Bali sekitar 22.500 MW. Dengan adanya perawatan rutin, daya mampu pembangkit yang tersedia hanya sekitar 20.000 MW, sementara beban puncak listrik di Jawa Bali saat ini sudah mencapai 18.000 MW. Kondisi ini menyebabkan pelanggan listrik di Jawa bagian barat rawan terkena pemadaman.

Adnyana mengatakan, kondisi kelistrikan Jawa bagian barat diharapkan bisa membaik akhir Maret 2011 setelah ada tambahan pasokan dari tiga PLTU program 10.000 MW. Sampai akhir Maret 2011, ada tiga unit pembangkit yang ditargetkan beroperasi, yaitu PLTU Indramayu 300 MW, PLTU Lontar 300 MW, dan PLTU Rembang 300 MW.

Warga terganggu

Pemadaman listrik selama beberapa jam di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mengganggu aktivitas warga. Ny Wahid, warga Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menuturkan, listrik padam di rumahnya sejak pukul 10.00. ”Baru menyala lagi sekitar pukul 17.30. Kegiatan rumah tangga jadi terganggu,” ujarnya.

Listrik padam juga terjadi di wilayah Meruya, Jakarta Barat. Tian, guru di sebuah sekolah swasta, menuturkan, dia tengah menulis soal untuk ujian saat listrik tiba-tiba padam pada siang hari.

”Sebagian tulisan belum tersimpan di komputer sehingga banyak soal yang hilang,” ujarnya. (fro/dot)

not again…haizz…
masalah yg tiap tahun terualng-ulang lagi…

jakarta gitu lho… dari kemarin saya kena pemadaman di sini… kerjaan jadi terganggu…

iya gt deh… kmrn pulang2 gelap tuh rmh tapi puji Tuhan cm bentar mati lampunya…hehe

Baru tau ni :stuck_out_tongue:

pantesan aja kmaren mati lampu mulu… kadang sampe 4 jam >_<

janji gak mati lampu setelah tarif naik minimal 1 tahun
nyata nya ?
hehe…