Pemahaman Matius 22:1-14

kan yang sedikit yg ditolak… cuma satu
sisanya (banyak orang) yang tidak ditolak

shalom

Satu orang itu hanya menggambarkan contoh bagaimana Kristen yang ditolak

Apakah dalam kasus perumpamaan 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh , sodara ingin mengatakan bahwa hanya 5 orang yang ditolak ? :coolsmiley:

Saudara secara tidak langsung sudah mengedit isi injil

“Dipilih” sodara rubah menjadi “ditolak”

Salam

seperti yang saya tulis sebelumnya : - yang ditolak ada berapa? satu

22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

kalau yg ditolak hanya satu harusnya berbunyi
22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit(satu) yang ditolak

Shalom

Hal seperti ini berbahaya sekali

Di alkitab tertulis "dipilih " tapi yang bersangkutan merubahnya menjadi "ditolak "

Bahkan arti kata "sedikit " yang bersangkutan menafsirkan itu “satu” , hanya karena pada contoh perumpamaan hanya ada satu orang yang tidak memakai pakaian pesta

“Sedikit” untuk orang-orang yang dipilih bagaiman mungkin bisa sama maknanya dengan “satu” untuk yang ditolak ?

Bagaimana mungkin kata "satu yang ditolak " bisa di subtitusi ke “sedikit yang dipilih?”

Tentu hal ini tidak bisa dibenarkan , yang bersangkutan merubah bunyi ayat itu yang seharusnya berbunyi

22:14 "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

berubah menjadi

22:14 "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit(satu) yang ditolak"

Hal ini berbahaya sekali

Ciri-ciri yang sudah terjebak oleh ajaran dunia adalah ketidakjujurannya dalam menafsirkan ayat alkitab , terkesan ingin merubah makna ayat itu , bahkan merubah kata-katanya

Jadilah pribadi yang bisa menerima keseluruhan injil

Shalom

5 gadis bodoh dan bijaksana tidak ada kata2 “banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” atau sejenisnya
sehingga tentu saja angka 5 disana tidak berarti apa2, karena Tuhan tidak menerangkan jumlah disana
tetapi hanya pembanding bahwa sebagian bodoh sebagian bijaksana

maaf bro, bukan saya yg menggantinya, tetapi anda sendiri yg melakukannya…

jika anda menyimpulkan ayat “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” mengarah kepada yg tidak berpakaian pesta yg hanya sedikit (satu dlm perumpamaan tsb),
konsekuensi logisnya anda mengganti perumpamaan tsb menjadi : “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit(satu yg tidak pakai baju pesat) yang tidak dipilih”
sebab dalam perumpamaan tsb hanya seorang yg dituliskan tidak pakai baju pesta

karena itu saya menyimpulkan “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” merujuk kepada orang israel,
semua israel dipanggil tetapi sedikit dari israel yg dipilih

Shalom

Sejujurnya saya sudah tidak tertarik lagi melanjutkan

Sudah saya katakan kata kuncinya adalah "perjamuan kawin "

Orang kristenlah yang menantikan perjamuan kawin , bukan orang -orang yang hidup di dalam hukum taurat / yahudi yang menantikannya

Dari awal ayat saja sudah sangat jelas ini untuk siapa

Matius 22 : 2

22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.

Perjamuan kawin yang dimaksudkan adalah “perjamuan kawin Anak Domba”

Wahyu 19 :7

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Wahyu 19;9

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke ]perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Sekarang saya tanya bro , ada berpaa jenis perjamuan kawin di alkitab ? setau saya hanya ada "perjamuan kawin Anak Domba "

Jika sodara mentafsirkan itu sebagai yahudi , bukankah jadi sangat kacau bahwa umat yahudi menantikan “perjamuan kawin Anak Domba ?”

Yang menantikan "perjamuan kawin Anak Domba " adalah orang-orang Kristen , bukan orang-orang yahudi

Orang yahudi bahkan masih menantikan mesias sampai sekarang :coolsmiley:

Jadi sudah jelas , perumpamaan itu untuk orang Kristen , bukan untuk orang yahudi

“Atau sodara ingin mengatakan bahwa umat yahudi sekarang sedang menantikan perjamuan kawin Anak Domba ? Umat Yahudi bahkan masih menantikan mesias , mana mungkin mereka sedang menantikan perjamuan kawin Anak Domba ?” :coolsmiley:

Salam

Lihat lagi penjelasan saya tentang di atas tentang perjamuan kawin Anak domba

Salam


bro dalam menafsirkan perumpamaan anda tidak boleh literal asal pakai kata sama maka pasti berhubungan

kalau anda hubung2kan sebetulnya juga tidak cocok
Matius 22 : jemaat / gereja adalah tamu yang diundang
Wahyu : jemaat / gereja adalah mempelai wanita
kan tidak sinkron…

kesamaannya cuma kata pejamuan kawin jadi sangat lemah sekali dasarnya

Tidak bisa membantah berarti selesai diskusinya

Satu2nya perjamuan kawin adalah “perjamuan kawin anak domba”

Tidak ada perjamuan kawin yang lain

Biarlah pembaca yang menilai

Jurus terakhir yang dipakai bersangkutan adalah "mengatakan bahwa lawan diskusinya itu lepas konteks tanpa memberikan sanggahan ayat sama sekali "

Salam

Shalom

Dimana tidak sinkronnya ? Mungkin hanya sodara yang satu-satunya mengatakan bahwa perjamuan kawin yang dimaksudkan itu bukanlah perjamuan kawin Anak Domba :char11:

kalau anda hubung2kan sebetulnya juga tidak cocok Matius 22 :[b] jemaat / gereja adalah tamu yang diundang[/b] Wahyu : jemaat / gereja adalah mempelai wanita kan tidak sinkron....... [b]kesamaannya cuma kata pejamuan kawin jadi sangat lemah sekali dasarnya[/b]
Perhatikan kata -kata sodara yang saya bold

Wahyu 19:9

19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang DIUNDANG ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Masih ingin mengelak bro ? :coolsmiley: , tuh jemaat yang di wahyu juga "diundang " tuh :coolsmiley:
Justru tafsiran ini sangat sinkron :coolsmiley:

Kesamaannya ada 2

-Perjamuan kawin

-Diundang

Masih mau mengelak bro ? karena ada 2 yang sama , maka tafsiran ini jadi sangat kuat dasarnya :coolsmiley:

Yang tidak sinkron itu sewaktu sodara mensubtitusi "satu yang ditolak " kepada "sedikit yang dipilih "

Sehingga bunyi ayatnya menjadi

22:14 "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit(satu) yang ditolak"

Mungkin hanya sodara yang menafsirkan ayat dengan cara menambah-nambahkan kata yang tdak ada menjadi ada

Bahkan tafsiran seperti ini tidak mempunyai dasar sama sekali

Apakah tafsiran yang mempunyai dasar adalah tafsirna yang mengatakan bahwa “dipilih” bisa disubtitusi dengan “ditolak ?” :coolsmiley:

Salam

Udah pada hapal ya? :onion-head2:

konteks memang sangat penting, salah konteks pasati salah arti
karena tidak sesuai dg maksud sipenulis dalam menuliskan kitab suci
dan saya bukan mengada-ada untuk pembenaran diri

ini saya copykan dari http://sabda.org/learning/baca.php?b=hermeneutik , semoga bisa bermanfaat

PENJELASAN TENTANG PRINSIP-PRINSIP HERMENEUTIK UMUM MENAFSIRKAN MENURUT KONTEKSNYA. Prinsip pertama adalah menafsirkan kata/frasa/ kalimat/ayat dengan lebih dahulu mempertimbangkan konteksnya.

Konteks berasal dari 2 kata, yaitu: kon (bersama-sama) dan teks (tersusun)

Jadi secara khusus konteks diartikan sebagai ayat-ayat sesudah atau sebelum ayat (bagian) yang dipelajari. Tapi secara umum konteks diartikan sebagai hubungan pikiran yang menyatukan sebagian (konteks dekat) atau keseluruhan tulisan (konteks jauh). Sehubungan dengan Alkitab, konteks diartikan sebagai hubungan pikiran yang menyatukan satu bagian perikop tertentu, atau satu pasal tertentu atau satu kitab tertentu dalam Alkitab, atau bahkan keseluruhan Alkitab.

Secara terperinci konteks dapat dibagi dalam empat tingkat:

  1. Konteks Seluruh Alkitab
    Konteks dari setiap ayat adalah seluruh Alkitab. Tidak boleh ayat ditafsirkan lepas di luar Alkitab. “Alkitab menafsir Alkitab”.
  2. Konteks Perjanjian
    Dalam seluruh Alkitab, konteks dari setiap ayat adalah Kitab Perjanjian dimana ayat itu berada. “PB ada didalam PL, PL diterangkan oleh PB”
  3. Konteks Kitab
    Dalam seluruh Alkitab dan Kitab Perjanjian, konteks dari setiap ayat adalah kitab dalam Alkitab dimana ayat itu berada.
  4. Konteks Perikop
    Dalam seluruh Alkitab, Kitab Perjanjian dan Kitab dalam Alkitab, konteks dari setiap ayat adalah perikop dimana ayat itu berada.

Mengapa mempelajari konteks sangat penting? Pertama, karena tanpa mempelajari konteksnya maka pengertian kita terhadap ayat tsb. menjadi tidak lengkap, khususnya jika ada kaitan pengertian yang tidak dapat dilepaskan satu dengan yang lain (Misalnya: janji yang bersyarat). Kedua, tanpa mengikut sertakan konteks seringkali kita tidak melihat kaitan pengertian yang lebih luas sehingga sering memberi arti yang salah (Misalnya: kata-kata yang sama tetapi memiliki arti yang berbeda).

Petunjuk mempelajari konteks:

Bacalah keseluruhan perikop (atau pasal) yang menjadi konteks ayat yang anda pelajari.
Selidiki keseluruhan data dan pelajari kaitan-kaitannya.
Carilah informasi latar belakang dari nama/tempat/peristiwa yang sedang dipelajari dengan menggunakan Kamus Alkitab.
Gunakan Referensi Silang untuk membandingkan jika peristiwa/kisah yang sedang dipelajari juga dicatat dalam kitab yang lain (memiliki kisah paralel)</blockquote>

anda sedikit kurang teliti bro, kalau kita adalah yg diundang, lalu siapa pengantin-NYA?

19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

jelas sekali orang-orang kudus = pengantin-Nya

maaf bro, sekali lagi saya tuliskan :

anda menyimpulkan “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” = kepada yg tidak berpakaian pesta = hanya sedikit (satu dlm perumpamaan tsb),

untuk cocok dengan argumentasi anda, ayat alkitab harusnya “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit(satu yg tidak pakai baju pesat) yang tidak dipilih”
supaya cocok dg kesimpulan anda

dalam arti lain “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” tidak mendukung kesimpulan anda

Shalom

Saya baca di beberapa thread sodara mengharamkan “copy paste”

Sodara sendiri ternyata hanya bisa memberikan link tanpa membantah apa-apa

Sampai saat ini saya tidak mendengar argumen sodara "perjamuan kawin " apa yang dimaksud?

Jika hanya bisa copy paste /memberikan link , saya tidak yakin anda benar-benar paham kebenaran

Salam

Shalom

“Perjamuan kawin” mana menurut sodara ?

Kalo tidka bisa menjawab ya sodara cuman muter-muter ga jelas

Salam

hehehe … copy paste tsb adalah informasi, bukan argumentasi penyanggah bro
dan saya sudah berikan argumentasi di reply#32

saya minta maaf, mungkin kelewatan, saya tidak membaca anda minta saya jelaskan maksud “perjamuan kawin”

saya jelaksan arti "perjamuan kawin " menurut saya:
sesuai link yg saya berikan, salah satu poinnya dalam menafsirkan perumpamaan adalah :
“Perumpamaan biasanya mempunyai satu pesan/berita/tujuan. Jadi kita tidak perlu mengartikan semua detailnya dengan arti rohani. Yang penting temukan tujuan utamanya (inti berita yang akan disampaikan).”

saya beri contoh:
Mat 21:33. "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
apakah setiap kata yg saya bold HARUS ada artinya? dan BOLEH diartikan?
saya rasa kalau sebuah perumpamaan setiap detailnya diartikan hasilnya akan kacau balau

seperti “lalu (tuan tanah) berangkat ke negeri lain” apakah mau diartikan Tuhan berangkat kesuatu tempat?
kalimat tsb tidak ada arti rohaninya dan tidak perlu dicari arti rohaninya

demikian juga “Perjamuan Kawin” itu tidak berarti apa2, hanya kebetulan saja sama dg di Wahyu
karena menafsirkan PERUMPAMAAN yang penting kita menangkap maksud / inti dari perumpamaan tsb
detail2nya adalah “bumbu2” yg membuat perumpamaan tsb mempunyai alur cerita

hmmmm … bukankah yg anda jelaskan “Perjamuan kawin” di wahyu 19?
dan bukankah ayat yg saya kutip diatas juga Wahyu 19

tentu saja Wahyu 19, kok saya dituduh muter-muter ga jelas ?

Shalom

Sayangnya dari penjelasan di atas , saya tidak menemukan adanya penjelasan mengenai perjamuan kawin apa yang dimaksud

Melainkan hanya

demikian juga "Perjamuan Kawin" itu tidak berarti apa2, hanya kebetulan saja sama dg di Wahyu

Bisa dijelaskan lagi secara singkat , jelas , dan padat bro ?

Perjamuan kawin apakah yang dimaksud ?

Salam

Shalom

Bisa dijelaskan bro secara singkat , jelas , dan padat

perjamuan kawin mana yang terdapat di matius ? bukan yang di wahyu

Salam

jawaban saya cukup jelas : bukan perjamuan kawin yg di Wahyu

kalau bukan di Wahyu berarti yg dimana? tidak ada dimana2

lho kok bisa “tidak ada dimana2”? kan tertera di perumpamaan tsb?

  • karena kata “perjamuan kawin” adalah “bumbu” yang mengakibatkan perumpamaan punya alur cerita
  • kata “perjamuan kawin” bukanlah inti perumpamaan
  • “Perumpamaan biasanya mempunyai satu pesan/berita/tujuan. Jadi kita tidak perlu mengartikan semua detailnya dengan arti rohani. Yang penting temukan tujuan utamanya (inti berita yang akan disampaikan).”

bila anda mengharuskan saya mengartikan “perjamuan kawin”,
maka sebelumnya anda harus bisa mengartikan “lalu (tuan tanah) berangkat ke negeri lain” di Matius 21:33

saya harap anda mengerti poin saya

Tuhan memberkati