Pemahaman mengenai Kepengantaraan Kristus.

Bermula dari,

Koreksi dikit, yang diatas itu bukan Ulangan 10:8 tapi Roma 10:8.

Yang menjadi point saya adalah bahwa kepengantaraan Kristus dianggap DIGESER, DIGANTI atau DISAINGI dengan sesuatu yang umum lainnya, seperti pengantaraan Maria, kepengantaraan doa orang suci dll, umumnya oleh non- katolik. Dalam hal ini, yang saya maksudkan dengan katolik adalah iman yang katolik yang dipegang oleh umat Katolik Roma ataupun Orthodox Timur(, dan juga Orthodox Oriental, CMIIW).

Yang saya pahami adalah bahwa kepengantaraan Kristus sebagai pengantara kepada Bapa adalah unik dan tidak tergantikan, sesuai dengan iman katolik. Masalahnya adalah, ketika seorang katolik memohon bantuan doa orang kudus atau Bunda Allah, hal ini dianggap menggantikan kepengantaraan Kristus yang unik tdai, dan demikian, menurut non-katolik, kepengantaraan Kristus tersebut sudah menjadi sesuatu yang bisa disaingi oleh manusia lain.

Apakah benar demikian? Tentu saja setiap umat katolik yang paham akan imannya sendiri akan menjawab TIDAK. Sebaliknya seorang katolik bisa balik bertanya kepada non-katolik yang menantangnya dengan balik bertanya, "jika demikian pemahaman anda (non-katolik) terhadap kepengantaraan doa, maka apa yang anda (non-katolik) pahami tentang kepengantaraan Kristus? Apakah menurut anda (non-katolik) Kepengantaraan Kristus itu sesuatu yang unik, kekal dan tak tergantikan, atau justru sesuatu yang bisa berubah-ubah dan digeser, bahkan disaingi?

Silakan…

http://ancientfaith.com/podcasts/namesofjesus/jesus_-_mediator_and_intercessor

Yesus - Mediator and Pengantara

Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Tuhan kita Yesus Kristus di beberapa tempat disebut Mediator. Dalam bahasa Yunani disebut mesitēs, mediator. Dan Dia disebut Mediator dalam beberapa cara yang berbeda: sebagai kata benda. Istilah “intercessor” atau “pengantara” sebagai kata benda sebenarnya tidak ada, setidaknya, saya (Fr Thomas Hopko) tidak bisa menemukannya, tapi fakta bahwa Yesus, sebagai Mediator, hidup kekal untuk bersyafaat, untuk membela atau menjadi Perantara demi kita, jelas merupakan suatu ajaran dalam Kitab Suci. Meskipun kata benda “perantara” tidak digunakan, ungkapan “untuk membuat syafaat” digunakan, dan kata kerjanya adalah “entynchanein, untuk membuat syafaat, untuk bertindak sebagai inter-mediator.”

Saat berpikir tentang Yesus sebagai Pengantara, mungkin, bagi kebanyakan orang Kristen, kebanyakan orang yang akrab dengan Kitab Suci, ayat yang segera terbersit di pikiran adalah I Timotius, dan memang itu adalah ayat yang sering dikutip, dan kadang-kadang bahkan teks ini dikutip oleh mereka yang tidak ingin menegaskan keilahian Kristus, karena ayat dalam Timotius berkata (I Timotius 2:5):

1Ti 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

…bersambung terjemahannya… (kalo bisa bhs inggris, silakan baca sendiri dulu…)

Thanks koreksinya, bro rode. :slight_smile:

Yang menjadi point saya adalah bahwa kepengantaraan Kristus dianggap DIGESER, DIGANTI atau DISAINGI dengan sesuatu yang umum lainnya, seperti pengantaraan Maria, kepengantaraan doa orang suci dll, umumnya oleh non- katolik. Dalam hal ini, yang saya maksudkan dengan katolik adalah iman yang katolik yang dipegang oleh umat Katolik Roma ataupun Orthodox Timur(, dan juga Orthodox Oriental, CMIIW).
Yoh. 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. * Tuhan Yesus TIDAK berkata: "orang2 bisa datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku."

Bagaimana bro menanggapi sabda Tuhan diatas ?

Yang saya pahami adalah bahwa kepengantaraan Kristus sebagai pengantara kepada Bapa adalah unik dan tidak tergantikan, sesuai dengan iman katolik. Masalahnya adalah, ketika seorang katolik memohon bantuan doa orang kudus atau Bunda Allah, hal ini dianggap menggantikan kepengantaraan Kristus yang unik tdai, dan demikian, menurut non-katolik, kepengantaraan Kristus tersebut sudah menjadi sesuatu yang bisa disaingi oleh manusia lain.
[i]* Kasusnya: BERDOA KEPADA almarhum agar almarhum mendoakan kita.[/i] Perumpamaan yang diungkapkan Tuhan Yesus mengenai almarhum... Poin2 selain yang dalam perikop yang terungkap:

16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
* Great Gulf between almarhum yang diparadise dan di gehana.

16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
* Almarhum tidak dapat ke dunia kecuali mendapat ijin dari Allah (musa,elia… dan seteloahnya pun hilang dalam awan lagi… tidak bisa tinggal selamanya dibumi)

16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

* Tafsir logic: ALMARHUM TIDAK MAU MENDOAKAN dan TIDAK MAU KEMBALI KEPADA YANG BELUM ALMARHUM… ALMARHUM ORANG KAYAPUN TIDAK DAPAT MENDOAKAN SAUDARANYA, SEBAB IA MEMINTA ABRAHAM MENYURUH LAZARUS KEMBALI KEBUMI

Apakah benar demikian? Tentu saja setiap umat katolik yang paham akan imannya sendiri akan menjawab TIDAK.
* Jika bro rode mengamini bahwa Tuhan Yesus satu2nya pengantara yang ESA.... kenapa mesti pake doa kepada almarhum ? * Sedangkan Tuhan Yesus HIDUP SENANTIASA menjadi pengantara bagi kita kepada Allah (GOD/CHRIST dwell in us) ? * Apakah Tuhan Yesus saja TIDAK CUKUP, sehingga mesti pake Mother Mary (sy sangat menghormatinya), santo2 sebagai pengantara selain Tuhan?

Thanks tanggapannya.

Saya coba urai dulu ya. Menurut pemahaman anda, apa makna ‘Melalui Aku’ yang dikatakan oleh Kristus di Yoh 14:6 itu? Bagaimana anda memaknainya?

Pengantara kepada Bapa itu Yesus.

Pengantara kepada Yesus itu orang-orang kudusNya.

Kita dilayani oleh hamba Tuhan untuk ibadah kita, untuk pemberitaan Firman, untuk membantu dalam doa dan pelayanan kasih. Agar kita bertemu dengan Yesus secara pribadi dan melalui Yesus kita sampai kepada Bapa.

Didalam iman Katolik, orang kudus yang telah mati, mereka hidup untuk selama-lamanya, bukan vakum atau idle sampai Akhir Zaman, karena itu mereka percaya masih dapat melewati mereka menjadi perantara kepada Kristus.

Semoga dapat mendinginkan pikiran yang kebingungan… (Khususnya tentang perantara alm orang kudus).

Pengantara manusia dan Allah cuma satu, yaitu manusia Kristus Yesus.

GBU

Lalu pengantara kepada orang kudus siapa? :slight_smile:

Ga nyampe2…musti lewat banyak pengantara…birokratis sekali…
Perlu reformasi birokrasi…

Tafsir John 14:6 berserta padanan agar memperjelas:

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. => (YESUS = Jalan, Kebenaran, Hidup Kekal)
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui (Jalan, Kebenaran, Hidup Kekal = YESUS)

5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat –hakikat, kemuliaan– Allah.

So, Tidak ada seorangpun yang datang dan dapat melihat/mengenal –hakikat, kemuliaan– Allah kalau tidak suci hatinya… dan tidak ada seorangpun yang dapat suci hatinya kalau TIDAK MELALUI (Jalan, Kebenaran, Hidup Kekal = YESUS)

Rm. 6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.
1Kor. 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

“MELALUI YESUS” = mengikatkan diri pada Jalan, Kebenaran, Hidup Kekal… menjadi hamba KEBENARAN yang membawa kepada PENGUDUSAN sehingga dapat datang pada BAPA, dapat melihat –hakikat, kemuliaan– Allah.

Jika ada orang yang datang kepada BAPA melalui saint, maka jadilah hamba saint… bukan hamba Yesus ?
Lalu yang menebus kita dari dosa adalah para saint atau hanya darah suci kudus TUHAN YESUS KRISTUS saja ???

Yang belum dapat sy pahami adalah: Tuhan Yesus kan maha kuasa 3omni dalam BAPA… trilyunan doa manusia tiap detikpun Dia dapat mendengarnya sekaligus serentak, dan dapat menjawabnya serentak sekaligus sesuai kehendak-Nya…

kenapa mesti ada protokol; doa lewat saint dulu… baru disampaikan ke protokol lain… lalu disampaikan lagi kepada Tuhan Yesus ???

Perantara ke Yesus itu bisa lewat pastor khan? Masa langsung akses ke Yesus… Khan udah jelas disebutkan, “bagaimana mereka mendengar tentang Dia (Yesus)?” Kalau tidak ada yang menjadi calonya.

Pastir itu calonya Yesus, begitu, kalau digelari saint (santo) artinya calo yang aksesnya ke atas lebih dekat. Jadi apa salahnya minta tolong mereka? Begitulah iman Katolik. Bedanya sama protestan hanya di iman tentang orang kudus yang sudah mati. Kalau katholik menganggapnya mereka hidup sampai sekarang di Surga, kalau protestan, mereka sudah cuci tangan, duduk di sebelah Yesus.

Ya gereja itu birokrasi, juga iman itu serumit birokrasi pemerintah NKRI. Saat seorang berdosa, jauh dari Tuhan, diluar iman, doanya ga didengar dan merupakan kekejian dihadapan Tuhan. Nah pada saat itu maka doa orang benar untuk mereka menyelamatkannya, istilah kerennya doa syafaat. Mereka berdoa kepada Bapa, lewat Yesus. Jadi kalau diurut, pendosa itu pakai calo orang benar untuk memintakan sesuatu kepada Bapa. Mintanya juga tidak langsung, tetapi lewat Yesus.

Moga mengerti…

:afro: Bro…

Oke, sampe sini dulu ya sis.

Pertanyaan saya, anda sudah melihat hakekat, kemuliaan Allah atau belum? Jika belum, maka anda BELUM MELALUI Yesus.

Jika sudah, makan anda tidak sendiri. Musa pun sudah pernah, bahkan berhadapan muka seperti dengan seorang teman.

Kel 33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.

Saya jujur saja, masih jauh dibawahnya Musa sis. Jujur loh itu. Saya itu kalo dibanding Musa bukan apa-apanya sama sekali.
:slight_smile:

Jadi disini bisa anda lihat sendiri kesulitan yang anda timbulkan sendiri dengan menghubungkan Mat 5:8 dengan Yoh 14:6.

Kalo saya sih tidak berani dengan gampang menghubung-hubungkan seperti itu sis.

Waduh, saya koq belum pernah dengar ada umat katolik atau Gereja Katolik mengajarkan “datang kepada BAPA melalui saint” ya?

Anda dapat frase tersebut dari mana? Atau mungkin ada yang mengajarkan demikian kepada anda? Yang mengajarkan seperti itu kepada anda bisa saya pastikan bukan umat Katolik. Saya sendiri Orthodox, dan tidak pernah selama saya diajar oleh romo-romo saya ada ajaran mengenai “datang kepada BAPA melalui saint” ini.

Apakah anda yakin kemahakuasaan Tuhan PASTI menjawab SELURUH doa umat manusia?
Bagaimana dengan Gabriel yang terhalang membawa jawaban Allah kepada Daniel?

Saya kira agak naif kalo anda membawa isu protokoler dalam hal ini. Kerajaan manakah di SEPANJANG SEJARAH yang tidak mengenal tata aturan protokoler? Preman pasar saja ada protokolernya, masa ini yang katanya Tuhan, Raja semesta alam, tidak mengenal protokoler?
:slight_smile:

Maaf sis, namun pola berpikir inilah yang selalu saya temui jika saya berdiskusi dengan rata-rata umat protestan. Mohon jangan salah tanggap, saya sendiri dulu protestan sis. Dan, saya kira, tidak semua umat protestan juga setuju dengan cara berpikir atau tafsir anda.
:slight_smile:

Pertanyaan saya belum tersentuh,

Puji Tuhan… sudah. :slight_smile:
Sy tidak mengatakan bahwa sy telah melihat ALLAH atau Tuhan Yesus as HIS TRUE FORM
Yang ingin sy sampaikan adalah: Tuhan berkenan membuka selubung sehingga sy dapat melihat “hakikat, kemuliaan Allah”

  • “hakikat, kemuliaan” disini maksudnya = tidak nampak. is not a FORM…

  • Dia adalah KASIH yang didalamnya ada KEBENARAN, TERANG, KEADILAN, HIDUP, FIRMAN IMAN (SUARA ROH KUDUS), etc… (hakikat, kemuliaan) yang sy tahu… Sy belum ditemui face to face oleh “ALLAH as FORM”

  • Dapatkah bro melihat formnya “kasih”, formnya “kebenaran”, formnya “SUARA ROH KUDUS” sedangkan ketika SUARA tersebut terdengar, orang2 disamping sy tidak mendengar SUARA itu yang membisikkan apa yang harus sy lakukan/tidak ?

Jika sudah, makan anda tidak sendiri. Musa pun sudah pernah, bahkan berhadapan muka seperti dengan seorang teman. [i]Kel 33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. [/i]

* Perbedaan antara “hakikat, kemuliaan Allah” dengan “ALLAH as FORM”:
- Kemuliaan:
33:18 Tetapi jawabnya: “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.
33:19 Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.

- Hakikat:
Allah adalah Kasih, Kebenaran, Hidup Kekal, Keadilan, Hikmat, Pengertian, etc…

- SUARA TUHAN (FIRMAN IMAN):
Suara yang didengar Abram, musa, salomo, daniel, ayub, rasul2 etc… yang menyuruh mereka menugasi mereka begini begitu.
Firman itu ada dihati, diujung bibir, diujung telinga untuk di LISTEN - BELIEVE - OBEYING = seluruh pengikut Kristus dapat mendengar-Nya sesuai kehendak-Nya.

Kel. 33:11 telah dikatakan bahwa musa berhadapan muka… bagaimana pula bro mengartikan bahwa “kemuliaan” = “form Allah” pada ayat. 33:18 ?
Sedangkan diayat 33:19 telah jelas maksud “kemuliaan” dan diayat 33:20,23 telah jelas maksud “form”:
33:20 Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."
33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

[i]* adakah murid2 Tuhan mati setelah melihat wajah jasmani Tuhan Yesus ?

  • Murid-Nya jelas2 melihat wajah jasmani Tuhan Yesus, namun belum dapat melihat Hakikat maupun TRUE FORM of BAPA maupun ANAK sehingga dia menanyakan agar ditunjukkan dimana BAPA pada Tuhan.
  • Tuhan juga belum memperlihatkan TRUE FORM-NYA kepada sy.[/i]

Semoga bro dapat mengerti perbedaannya sekarang.

bersambung…

Jadi disini bisa anda lihat sendiri kesulitan yang anda timbulkan sendiri dengan menghubungkan Mat 5:8 dengan Yoh 14:6.
Hubungan yang sy paparkan adalah: tentang pengantara yang ESA, yaitu antara Allah - ANAK - manusia.. as hakikat (sebab yang diperlihatkan pada sy baru tentang hakikat.. jadi sy sharing apa yang sy tahu saja.. kelak kalo sy diperlihatkan yang baru, sy sharing lagi)

Repeat:

[font=trebuchet ms]Again… as Hakikat.

11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

  • musa meninggalkan mesir karena KRISTUS… karena KEBENARAN, karena KASIH, karena KEADILAN…
  • musa rela dihina karena LISTENING - BELIEVING- OBEYING (apapun FIRMAN IMAN, FIRMAN ALLAH, ALLAH YANG BERFIRMAN… DAN HAKIKAT FIRMAN ITU SENDIRI yaitu ALLAH = YESUS KRISTUS yang menjadi manusia MESIAS yang mana musa memberi kesaksian)

So, sejak semula pun PENGANTARA antara manusia dengan “ALLAH BAPA” adalah Tuhan Yesus Kristus (as Hakikat)

Perhatikan pula (as TRUE FORM):
1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,
6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa
6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Hanya Tuhan Yesus saja Pengantara yang Esa… yang 3omni dalam BAPA…
Jadi, hendaknya berdoalah kepada BAPA dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Para saint almarhum tidak INTERFERING kehendak BAPA dalam ANAK soal menentukan manusia.
Jika bro berdoa pada saint untuk mendoakan bro, bukankah bro minta agar almarhum saint INTERFERING kehendak Allah pada kehidupan bro ?
Sedangkan segala kuasa langit bumi berada ditangan Tuhan YEsus… Dialah satu2nya HAKIM… para patriach, apostle hanya diberi kuasa selama masa tugas dibumi… dan mungkin mengadili malaikat juga ?

Salah ya bro ? maafin sy ya… dan tolong jelaskan yang benar dari ajaran katolik mengenai hal tersebut agar dapat mencerahkan sy…
Frase itu sy dapat dari asumsi yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus bukan satu2nya pengantara, takut digeser, etc…
Jika ayatnya berbunyi: Tuhan Yesus pengantara yang ESA kepada BAPA.
lalu objection: takut digeser, etc…
Yang sy tangkap adalah menggeser posisi Yesus sebagai pengantara Tunggal kepada BAPA a.k.a adanya pengantara lain selain Yesus kepada BAPA.
==>

Me: disini bro menegaskan bahwa kepengentaraan Kristus kepada BAPA adalah unik dan tak tersaingi manusia lain… so idem dengan keyakinan sy… jika kita sama2 meyakini keesaan kepengantaraan Yesus kepada BAPA…

  • apa alasannya mesti berdoa kepada saint ?
  • apa alasannya bro membalikkan pertanyaan:
    Apakah menurut anda (non-katolik) Kepengantaraan Kristus itu sesuatu yang unik, kekal dan tak tergantikan, atau justru sesuatu yang bisa berubah-ubah dan digeser, bahkan disaingi?
  • kan sudah sepakat bahwa kepengantaraan Kristus itu unik, kekal, tak tergantikan… kenapa mempertanyakan lagi tentang “JUSTRU SESUATU YANG BERUBAH2 DAN DIGESER, BAHKAN DISAINGI ?”

memangnya ada pengantara lain dipihak kristen yang selain Kristus ?

Batasannya antara hidup dan mati.

Kita yang memohon dan berbicara kepada Fransiskus Xaverius waktu ia hidup agar dibantu dalam doa-doanya kepada Allah, dan Fransiskus mendoakan kita dalam biliknya, Tuhan mendengarkan dan menyelamatkan kita. Kemudian Fransiskus meninggal dan mendapat gelar santo karena pelayanannya. Maka mereka yang biasa memohonkan pertolongan Fransiskus tetap meminta bantuannya agar didoakan. Sebab mereka percaya Fransiskus tetap hidup walau sudah mati.

Mengapa tidak berdoa sendiri? Sebab mereka sadar kekurangannya…

Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. (Yohanes 9:31 TB)

Karena itu sering kita jumpai baik di gereja katolik, protestan, advent, babtis, pentakosta, jemaat yang meminta didoakan pendetanya padahal juga bisa doa sendiri. Saya kira tidak ada yang menyangkali hal ini.

Bedanya dengan katolik, bahwa mereka memiliki iman bahwa yang sudah mati masih hidup di atas sana dan juga masih melayani mereka yang meminta tolong didalam doa-doa mereka kepada Allah. Bagaimana iman protestan terhadap pendetanya yang saleh yang sudah mati, apa yang dilakukan mereka di Surga sana?

Sy yakin kemaha kuasaan Tuhan PASTI dapat menjawab doa seluruh umat manusia trilyunan secara serentak JIKA Dia menghendaki (sesuai kehendak-Nya)

Ada perbedaan antara: dikabulkan vs menjawab.
“Tiada Jawaban dari Tuhan” itupun disebut juga JAWABAN DARI TUHAN a.k.a Tuhan mendengar isi doa, namun sengaja cuek. ;D

Jadi pertanyaan: kemahakuasaan Tuhan PASTI menjawab SELURUH doa umat manusia (sesuai Kehendak-Nya)?
Me: Absolute YES. Dia 3omni. :slight_smile:

Soal Gabriel - Daniel:
10:12 Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.
10:13 Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.
10:14 Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.”
[i]* perkataan Daniel telah didengarkan sejak hari pertama, dan Allah mengutus gabriel memberi wahyu pada daniel.

  • terjawab kan bro, doa daniel ?[/i]
Saya kira agak naif kalo anda membawa isu protokoler dalam hal ini. Kerajaan manakah di SEPANJANG SEJARAH yang tidak mengenal tata aturan protokoler? Preman pasar saja ada protokolernya, masa ini yang katanya Tuhan, Raja semesta alam, tidak mengenal protokoler? :)

Boleh kasi gambaran/contoh bro kalo doa kepada saint ?

@ bro rode: as counter Q

bro mengajukan tentang Gabriel - Daniel… tentang “Tuhan menjawab”

Q: Daniel TIDAK berdoa kepada Gabriel.

Bagaimana bro menanggapi hal tersebut.

Thanks.

Syalom

Damai bagimu Zay

Saudariku Zay, kata kuncinya adalah pada PERSATUAN. Saudara-saudari umat yang telah meninggal itu tidak mati, melainkan tetap hidup. Sebab yang mati hanya tubuhnya, tetapi jiwa orang- orang kudus tersebut tetap hidup bersama Tuhan, karena itulah yang dijanjikan oleh Kristus sendiri. Saudaraku, (1) umat Tuhan di bumi yang masih hidup adalah berjiarah, sementara (2) saudara-sudari kita yang telah mennggal namun menyisakan kekhilafan kecil berada dalam pemurnian, dan ada pula (3) saudara-saudari kita yang telah layak untuk masuk ke rumah Bapa. Ketiganya adalah kesatuan dan masih dapat berhubungan serta saling membantu sebagai sesama anggota tubuh mistik kristus.
Kita mendoakan yang telah tiada yang membawa kekhilafan kecil mereka agar jiwa mereka tenang di alam sana, dan mengurangkan beban penderitaan mereka di api penyucian, kelak, ketika mereka telah bersih, mereka akat berterima kasih dengan cara mendoakan kita pula kelak ketika kita tiada.
Sebaiknya kita pula dapat meminta dukungan doa kepada para kudus yang telah tiada yang telah ditetapkan oleh gereja karena kedekatan mereka kepada Ilahi. PADA AKHIRNYA SEMUA TERTUJU PADA KRISTUS TUHAN.

YANG DIMAKSUD PARA KUDUS SEBAGAI PERANTARA ADALAH : Para Kudus berdoa BERSAMA kita dan mendoakan kita kepada Tuhan, sumber segala rahmat.

KGK 955
“Persatuan mereka yang sedang dalam perjalanan dengan para saudara yang sudah beristirahat dalam damai Kristus, sama sekali tidak terputus. Bahkan menurut iman Gereja yang abadi diteguhkan karena saling berbagi harta rohani” (LG 49).

KGK 957
Persekutuan dengan para orang kudus. “Kita merayakan kenangan para penghuni surga bukan hanya karena teladan mereka. Melainkan lebih supaya persatuan segenap Gereja dalam Roh diteguhkan dengan mengamalkan cinta kasih persaudaraan. Sebab seperti persekutuan kristiani antara para musafir mengantarkan kita untuk mendekati Kristus, begitu pula keikut-sertaan dengan para kudus menghubungkan kita dengan Kristus, yang bagaikan Sumber dan Kepala mengalirkan segala rahmat dan kehidupan Umat Allah sendiri” (LG 50).
“Kita menyembah Kristus karena Ia adalah Putera Allah. Tetapi para saksi iman, kita kasihi sebagai murid dan peniru Tuhan dan karena penyerahan diri yang tidak ada tandingannya kepada raja dan guru mereka. Semoga kita juga menjadi teman dan sesama murid mereka” (Polikarpus, mart. 17).

Sungguh indahnya persatuan umat beriman ini, demikianlah, syalom