Pemain basket yang hampir putus asa setelah berserah pada Tuhan jadi bintang.

pada waktu bersaksi di Taiwan, Jeremia Lin menceritakan bagaimana waktu dia dipanggil untuk main basket pada regu basket terkenal di amerika, MBA pemain2 di regu ini akan jadi jutawan. Dia sekolah di universitas terkenal yaitu Harvard University sambil main basket. Bulan2 pertama dia sangat putus asa, waktu mau main tidak bisa tidur karena tidak pernah main dengan baik. Dia putus asa dan tidak bisa makan dan tidak bisa tidur. Dalam buku hariannya dia menulis bahwa dia sedang depresi, dia tidak suka lagi main basket dan kalau dia tidak main bagus kali ini dia akan kehilangan kerjaan. Dan pada suatu hari ketika dia pikir adalah main terakhir kalinya sebelum dia dikeluarkan, dia berdoa kali ini dia akan main untuk Tuhan, pada permainan terakhir ini. Pada waktu itu ada orang yang seharusnya main tapi sakit jadi dia yang di pilih. Bahkan dia ditolak untuk masuk lapangan karena dipikir dia bukan pemain.

Akhirnya dia berdoa dan dia akan bermain untuk Tuhan apapun hasilnya.

http://youtu.be/moHmcK1u524

Dalam youtube ini kita lihat betapa dia dipuji2 oleh wartawan sebagai bintang baru dengan gerakan2 mujizat. bahkan pelatihnya sampai tanya dari mana kamu belajar gerakan itu.

Dia merasa Tuhan yang menggerakan dan dia menang 7 kali berturut2 dan ratingnya tertinggi. dari pemain yang hampir di keluarkan karena performance tidak bagus jadi pemain ter bagus.

Tapi dia bilang kebahagiaan ini berkurang, karena dia mulai fokus pada keberhasilan dan bukan pada Tuhan.

Oleh sebab itu dia mengatakan bahwa uang yang berkelimpahan yang dihasilkan dari basket, sekolah terbagus di amerika tidak membawa kebahagiaan kalau tidak dekat dengan Tuhan.

wah si Jeremy Lin :smiley:
baru tau saya kalau ternyata dia Kristen
saya juga ingin seperti dia, tapi di sepak bola bukan di basket, bisa gak yaa ??

yang penting akhirnya bro dia bilang kesuksesan ternyata kalau tidak disertai Tuhan tidak membuat dia bahagia bahkan stress.