Pembajakan dalam ke kristenan

Kali ini saya membicarakan soal pembajakan itu sendiri.
menurut saya sesuatu peristiwa disebut pembajakan adalah kalau ada pihak yang kehilangan suatu barang yang nyata karena ancaman/paksaan ,ataupun kalau di kembalikan minta tebusan

Contoh nyata adalah bajak laut somalia yang meminta tebusan kepada pemerintah RI untuk pelepasan kapal yang disandera
jadi copy CD Original bukanlah pembajakan.

Tetapi point yang saya tekankan kali ini adalah pembajakan dalam ke Kristenan.
Contoh ; seusai saya mrngikuti kebaktian di gerejaNon katolik (denom saya Katolik tetapi teman saya non katholik dan saya menemani dia ke gereja ) diluar halaman gereja, tepatnya didepan pintu masuknya ada orang membagikan brosur, setelah sampai dirumah saya baca ternyata brosur itu adalah brosur undangan untuk menghadiri kebaktian kebaktian dari denom lain (kristen juga ) diluar dari denom non K yang saya ikuti kebaktiannya itu (denom teman saya).
maaf denom denomnya tidak saya sebutkan untuk tidak mendiskreditkan…dan jangan ada yang minta bukti karena brosurnya sudah tak ada lagi pada saya percaya saja bahwa ini bukan hoax,
danjika tidak percaya juga tidak apa anggaplah sebuah per-andaian.

nah yang seperti ini apakah layak disebut Pembajakan dalam ke kristenan ??

GBU

No comment dulu untuk sementara ini, namun saya tertarik dengan pendapat anda yang bold italic green. hanya tertarik, tidak untuk diperpanjang, okey?

monggo master2 pendapatnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

ba·jak (v), – laut penyamun atau pengacau di laut atau di dekat pantai; perompak;

mem·ba·jak

1 (v) melakukan perompakan (di laut); merompak: perompak sering - kapal dagang yg lewat di Selat Malaka;

2 mengambil alih kapal terbang (kapal laut, bus, dsb) dng paksa dng maksud tertentu;

3 mengambil hasil ciptaan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizinnya: banyak perusahaan kaset dan piringan hitam yg - lagu-lagu yg sedang populer;

pem·ba·jak (n) orang yg melakukan pembajakan: - pesawat udara itu menyandera penumpang dan pilotnya;

pem·ba·jak·an (n) proses, cara, perbuatan membajak;

ba·jak·an (n) hasil membajak: banyak buku - beredar di pasaran


Jadi tindakan diatas yang anda sebutkan tidak dapat dikategorikan pembajakan karena tidak ada unsur pengambil alihan atau perampokan. Brosur yang dibagikan tidak ada unsur memaksa hadir, tetapi sekedar dibujuk atau mengajak untuk hadir.

Biasanya di tempat kami, acara diluar gereja ataupun dari denom lain dapat membagikan brosur dan menempel poster bahkan jika materinya melengkapi terkadang saya lihat di slide power point saat ibadah sebagai bagian dari materi pengumuman. Hampir setiap bulan selalu ada acara dari denom atau gereja lain yang diumumkan di gereja tempat saya beribadah. Terkadang brosur dibagikan penerima jemaat (usher) dipintu masuk.

Saya kira itu wajar saja sebab kita semua satu tubuh KRISTUS, bukan satu dengan yang lain saling bermusuhan dan mendirikan negara sendiri-sendiri.

Mari kita tinggalkan benteng keangkuhan denominasi dan gereja, siapa yang mengatakan YESUS hanya ada di gereja anda sendiri?

Thank,'s bro ktispus atas sharing pendapatnya, Alangkah tolerannya denom/gereja bro. :afro: :afro: ada hal/ kejadian lain yang saya mau tanyakan lagi: saudara misan saya bekerja disatu perusahaan kristen A (owner dan staffnya kristen kemudian karena sdr misan saya cukup terpakai/piawai maka ada perusahaan kristebn lainnya (B) bermaksud merekrutnya dengan iming iming gaji yang berlipat

Bagaimana pandangan bro dan fk"er lainnya ,apakah perusahaan kristen B telah membajak ??
dan apakah saudara misan saya menjadi berdosa/ bersalah karena tidak setia dengan Tuannya ( A)?

mohon pendapat dari fk’er
GBU

Jika kasus di atas berarti melibatkan orang-orang upahan yang pofesional.

bahasa kasarnya jual tenaga untuk mendapatkan upah.

Jika pekerja mendapatkan training atau upgarde selama bekerja untuk meningkatkan skill, yang dibiayai perusahaan, biasanya diikat kontrak minimal bekerja (mis. 3n+1, dimana n = masa lama menimba training/biaya yang dikonversikan menjadi waktu) yang disepakati kedua belah pihak, employee dan employer.

Jika pekerja ingin keluar sebelum masa perjanjian, biasanya dikenakan sanksi administrasi berupa pembayaran uang yang nilainya biasanya sudah ditentukan sebelumnya dalam kontrak kerja.

Jika batasan masa kerja sudah dipenuhi, dan yang berlaku hanya kontrak kerja profesional, maka sebagai seorang profesional, pekerja tersebut berhak untuk menerima tawaran kerja dari pihak manapun (masalah loyalitas hanya bersifat pandangan pribadi). Sebab pada dasarnya, pekerja profesional adalah pekerja yang mendapatkan upah bayaran sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya dari employer-nya.

Jika di satu perusahaan pekerja profesional mendapat bayaran dengan kategori under-paid, maka dapat dikatakan kalau perusahaan tersebut sudah tidak profesional dalam mengelola penggajian karyawannya dan dapat mengakibatkan pekerja untuk tidak bekerja secara profesional.

demikian pandangan singkat saya, CMIIW.

dan untuk menyelesaikan sengketa antara employer - employee ada pihak ketiga (serikat pekerja/ disnaker lokal) dimana prinsip musyawarah untuk mufakat dikedepankan di sana. (hanya menambahkan)

Thanks bro mantika atas posting nya.
sdr sepupu saya itu tidak terikat kontrak beasiswa, semua pendidikan nya didapet dari biaya ortu sendiri dan perusahaan hanya training mengenai jobnya saja misalnya mengenalkan dengan relasinya/ nasabah/clienya
dan juga pengenalanndengan rekan kerja dan job yang harus di hadapi i nanti setelah bekerja, cuma itu saja
dan perusahan A juga sudah menggaji sedikit diatas UMR
masalahnya adalah disampinng masalah gaji ,yang dijanjikan lebih besat, juga kedudukannya dinaikan jadi menjadi sebagai salah satu pengambil keputusan/ kebijakan perusahan.
sedangkan perusahaan A dan Perusahaan B merupakan saingan bisnis.
apakah sdr misan saya itu tidak berdosa karena tidak setia kepada tuan masa mudanya ?

GBU

Perhatikan yang saya bold italic green:

Frase itu memiliki kemiripan dengan Mal 2: 15,

“Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.” (Mal 2:15)

namun sepertinya frase tersebut tidak bisa dipadankan dengan Mal 2: 15.

Terkecuali tuan perush A adalah istri dari saudara misan Anda. Namun kemudian, logika akan menjadi berputar: Kerja di perush istri sendiri koq digaji? Itu perush pribadi (private company) atau perush go public?

Muncul lagi Logika:
Jika nanti kerja di perush B, mengapa harus jadi saingan bisnis? Istri owner perush A, saudara misan anda kerja di perush B sebagai decission maker. Mengapa tidak bergandengan tangan dan bersinergi lalu dijadikan joint partner saja? Lautan peluang begitu besar, cooperation makes it easier. Dunia profesional melihatnya sebagai: Power that combines.

Jadi di mana sisi berdosanya?

bukan pembajakan istilahnya, tapi istilahnya adalah "hijack "…mohon maaf jika saya salah ya…?? Artinya mengambil potensi yang sudah jadi untuk didayagunakan ditempat yang lain tanpa permisi dan izin.
Di bidang pekerjaan pun seperti itu…nah…ini dibidang spiritual bukan…??
Semuanya pasti didasari oleh suatu iming-iming…yang dapat mengiurkan dan mendatangkan harapan yang mungkin lain ditempatnya yang lama… Tapi itu suatu kewajaran hidup dalam tataran sosial maupun tataran spiritualitas.

Adakah yang harus dipersalahkan disitu…?? Tentu tidak AD bukan…?? KARENA SEMUA ORANG DI FASILITASI OLEH TUHAN DNG FREEWILL…dAN SETIAP ORANG MEMPUNYAI POTENSI UNTUK MEMILIH MENURUT PANDANGAN PRIBADINYA MASING-MASING. Terlepas disitu apakah nantinya semuanya itu dapat memenuhi segela harapannya…?? Ya kembalikan saja pada penilaian masing-masing orang bukan…Disitulah namanya demokrasi berjalan pada diri si manusianya… dalam menentukan pilihan hatinya.

Namun jika brosur tsb dari denom yang lain…?? dalam konteks masih berorientasi beribadah kepada Tuhan Yesus KRISTUS JUGA…YA TIDAK MENGAPALAH MENURUT SAYA…Jalankan dan lakukan saja…kenapa harus merasa bersalah disitu…?? atau menjadi disalahkan oleh anda misalnya…?? hehehhe

Saya pernah melakukan beribadah / bergereja di berbagai denom loh…dng teman-teman saya…yang berlainnan demom juga dng saya…tapi ga menjadi saya harus berpindah dari denom saya semula…begitupula dng teman-teman saya itu…Malahan nya kami / saya merasakan sukacita dan damai sejahtera disitu…seruu…seru…!!

Jadi sikapilah dng positip dan sukacita jika ada brosur semacam itu…bukannya malah bernegatip thingking segala dengan menyebutkan itu dng istilah pembajakan segala atau hijack segala…!! Malah pelebelan itu yang dibuat oleh kaum komunitas kristen sendiri…maalah…itu melukai hati Tuhan…dan itu menurut saya pengistilahan yang menyesatkan umat. Biaralh orang beribadah dimanapun juga jika disitu juga mereka memulyakan tuhan allahnya dalam nama Tuhan Yesus Kristus broo.??

Salam GBU

istilahnya memang “pembajakan”, tapi ini bukan hal yang salah, dan wajar. Everyone deserves the best in life.

Mengejar karir dan pendapatan tinggi tidak salah.
Tidak bekerja di perusahaan keluarga juga bukan kejahatan.
Pindah kerja karena ada harapan lebih baik seperti gaji dan karir, bukankah itu bagus?

Kasih itu tidak menghakimi, kasih itu mengharapkan kebahagiaan yang kita kasihi.
Seorang pemuda yang sedang berjuang meniti karirnya dan membangun masa depannya, adalah kewajiban bagi bos Kristen untuk mendukungnya. Mungkin anda melihat dari sisi anda yang segan atau seakan berkianat, tetapi disisi owner Kristen yang mengasihi anda, anda akan dibukakan jalan lebar untuk berkarir dan maju, bukan selamanya bekerja dengannya sampai tua ya begitu-begitu saja.

Saya pernah mendukung seseorang pemuda yang hendak pindah kerja dengan kondisi yang lebih baik. Bahkan saya sempat mendatangi tempat kerjanya untuk berbincang dengan bos barunya dan melihat apakah benar berprospek untuk masa depannya. Hari ini dia sudah mengendarai mobil barunya yang dibeli dari keringatnya sendiri.

Saat ini saya sedang memikirkan support lebih untuk orang-orang saya, seperti memberikan masa depan yang lebih baik, entah masih belum menemukan cara yang paling tepat.

klo semua customer di dunia setuju dgn pemikiran anda maka dijamin usaha CD dan sejenisnya akan punah dari dunia(perusahaannya bangkrut semua krn ga balik modal).kok semua negara di dunia disamakan dgn indonesia,gimana logikanya coba??klo anda terang2an support pembajakan cd di negara maju(misalnya amrik) dijamin anda bukan debat disini lagi tp debat di pengadilan(duel sama pengacara kondang).anggap saja anda dapat kasih karunia karena tinggal di indonesia.tapi sekali lagi terlalu naif klo anda menilai segala sesuatunya dari kacamata indonesia.klo anda jalan2 ke negara maju anda pasti akan heran kenapa sulit sekali menemukan orang yg jual cd bajakan terang2an disana.

sesuai dengan Topic semula saya tidak mau membahas tentang cd bajakan disini karena akan melebar dan jadi OOT untuk itiu saya mengajak br4o jegan untuk pindah bersama saya ke topik " Ada apa dibalik HAKI"

GBU

Thank’s atas pendapatnya mrngenai contoh brosur gereja
lalu bagaimana dengan yang dialami saudara misan saya ??
GBU

Bro Krispus dan Fk,er saudara misan saya itu bukan bekerja di perusaan family (perusahan A dan perusahan b juga tidak ad hubungan Familys) yang jadi masalah adalah kedua perusahaan bergerak dalam bisnis yang sama dan merupakan saingan dagang

karena kedudukan yang dijanjikan oleh perusahan B adalah kedudukan yang bisa menentukan arah, maka jika sdr misan saya bekerja secara profesional tentunya juga kan menarik/ membujuk langganan /nasabah/ client lamanya untuk memakai produk diperusaan B dan kalu ini berhasil (banyak langganan beralih product) bukankah perusahaan A akan kehilangan omzet disebabkan misan saya ??
apakah misan saya termasuk membajak

atu Dosa itu milik perusahan B yang sudah menarik saya dari perusahaan A ??

Gbu

Kalau menurut saya:

  • Si misan tidak membajak.
  • Perusahan B tidak berdosa.

Hanya tentu saja berkaitan dengan etika berbisnis.

GBU.

kalau sdr misan saya dalam rangka profesionalisme kerjanya lalu membujuk / menawarkan untuk "membeli "produk perusahaan B kepada langgnan/ klient lamanya (langganan waktu dia kerja di perusahaan A)
apakah bisa dikatakan dia membajak perusahanA karena perusahaan A menjadi “kehilangan” langganan. ?

GBU

jadi ini ceritanya pembajakan jemaat antar sesama denom karismatik ya bro ? CMIIW

selain brosur, ada juga yg menggunakan umpan lain spt indomie, beras atau makanan lainnya

bersambung

sambungan…

Ya saya mau nanyakan ke Fk’er yang seperti itu pembajakan atau bukan ??

Permisi Saya mampir sebentar ya Bro repento
kalau menurut saya ,yang sepaerti ini bukan menginjil melainkan Mentauratkan, ujung ujungnya kan income perpuluhan bukan ??
atau kalau yang digambarkan om Han adalah kaum 3M
Permisi

GBU

Kehilangan pelanggan, kehilangan jemaat, bukan kasus pembajakan. Karena yang begitu-begitu itu bukan hak milik.

GBU