Pembajakan dalam ke kristenan

bagaimana kalu kasus yang terjadi dlm gereja , ada seorang pengerja gereja nama dan denom tak disebutkan dalam kebaktian umum biasanya dia suka jadi tukang salam di pintu masuk (jabat tangan) tapi di luar kebaktian dia suka melayani dan banyak jiwa bisa dihasilkan untuk dibawa ke gereja tsb (mungkin dia punya karunia penglihatan atu nubuatan sejenisnya)
suatu hari ketahuan ternyata dia sudah pindah ke gereja denom lain yang tidak se-induk disini dia di gaji lebih tinggi dengan komisi perpuluhan lebih besar , juga jabatannya naik dari sekedar among tamu sekali kali juga jadi pengkotbah dengan (uang lembur ???/stipendium/tips atau entah apa istilahnya )
dan tentunya yang dikotbahkan adalah Doktrin gereja yang baru.
apakah ini pembajakan atau bukan juga ?, atau dosakah dia karena meninggalkan doktrin yang lama ??

GBU

Banyak sekali “kasus” yang dirimu hadapi.

Yakin ini kasus sungguhan, bukan kasus buatan hanya untuk mencari topik perdebatan? :happy0025:

he he he, adalagi satu kasus angap saja ini adalah kasus maya karena terjadi di dunia maya.
Ada suatu gereja maya katakanlah itu berupa blog/ mailing list/ atau lainnya dimana para anggauta (jem’at) gereja maya itu saling sharing alkitab katakanlah gereja maya "A “GMA”
kemudaian timbul gereja maya lainnya,katakanlah gereja maya B atau "GMB " l
lalu gereja maya B ( GMB) menarik ahli teknik ataupun Angauta biasa GMA ke gerejanya GMB dengan memberi jabatan tinggi , :slight_smile:

Pertanyaan nya apakh dapat disebut GMB telah membajak GMA ??
lalu karena ini menyangkut ke kristenan Apkah GMB telah berdosa ??
dan lalu berdosakah anggauta yang lain karena pindah dari gma ke gmb ??
dan apakah yang mengikuti kedua gereja itu dapat disebut anggauta Abu abu ?

GBU

Sebenarnya kalu kita lihat kasas kasus yang sudah terjadi ,
banyak hal yang “maling teriak maling” atau "pembajak " yang ditudauhkan adalah sebenarnya korban dari pembajah yang ssungguhnya
GBU

sekedar bacaan tambahan yg berkaitan dengan pembajakan

  1. Serigala Berkulit Domba

http://img8.imageshack.us/img8/8915/hambaduit6.jpg

Ini mungkin julukan yang cocok untuk diberikan kepada sebagian penginjil zaman sekarang! Wah, ini benar-benar suatu penghinaan berat bagi para pendeta dan penginjil. Sebelum menghina orang lain, bukankah sebaiknya Mang Ucup ngaca dulu siapa dirinya? Amin!

Para penginjil zaman sekarang bukan hanya agresif, bahkan sudah bisa dinilai buas. Kenapa demikian? Karena mereka menilai tiap orang non-Kristen itu wajib diinjili dan harus ditobatkan. Untuk itu, segala macam cara dihalalkan karena di mata mereka, orang-orang non-Kristen itu sama seperti “mangsa” yang harus diburu, diterkam, dan dimakan; bahkan kalau perlu dikoyak-koyak terlebih dahulu.

Acap kali kita membaca di majalah maupun iklan, pendeta A telah berhasil menobatkan sekian ratus bahkan sekian ribu orang. Apakah ini bukan berarti menyolong kemuliaan Allah? Seakan-akan ini adalah suatu prestasi yang luar biasa, seperti seorang pemburu yang telah berhasil membunuh sekian puluh ekor rusa. Bagaimana kita bisa mengukur keberhasilan seorang penginjil maupun pendeta? Apakah berdasarkan jumlah kepala yang telah ditumpanginya dengan tangan (seperti head hunter)? Apakah berdasarkan jumlah orang yang telah ditobatkan dan dipermandikan? Apakah pendeta juga bisa disamakan dengan salesman, jadi mempunyai target yang harus dicapai?

Apakah akan merupakan suatu prestasi untuk seorang pendeta kalau ia telah berhasil mempermandikan pejabat tinggi X, atau artis Y, atau konglomerat Z, atau pembunuh sadis XYZ? Kagak percaya? Dengarlah kesaksian-kesaksian mereka.

Dan lucunya lagi, mereka bukan hanya menginjili orang non-Kristen. Orang yang sudah menjadi Kristen pun masih tetap mau diinjili. Mereka berusaha men-brain washing sekali lagi agar mereka bisa mengikuti alirannya, entah dengan dalih baptisannya kagak bener, entah dengan dalih mereka memiliki ROH KUDUS yang lebih ampuh dan canggih. Yang sudah pasti, karena warna kulitnya tidak sama alias tidak sealiran.

Kalau “buaya” ditobatkan menjadi domba, masih bisa dimengerti. Tetapi yang sudah jadi domba ditobatkan untuk menjadi domba lagi, aneh bukan? Mungkin bedanya sekarang ditambah dengan merek aliran A ataupun aliran B. Berapa banyak pendeta yang berebutan dan saling menyolong domba gemuk?

Apakah salah kalau saya merasa bahagia tetap menjadi buaya maupun singa? Oleh sebab itu, kenapa harus dipaksa untuk diubah menjadi domba? Apakah orang Kristen bisa memberikan garansi 100% hitam di atas putih bahwa semua umatnya pasti akan naik ke surga, sedangkan yang lain tidak?

Jawabannya pasti: “Baca tuh Alkitab!” Tetapi ingat, baca bukanlah garansi-melainkan percaya. Agama lain pun punya alkitab. Bahkan antarsesama Kristen pun kita saling menyudutkan, dengan ucapan seperti: “Kalau Anda belum dipermandikan dengan cara yang benar, jangan harap Anda bisa masuk surga.” Jadi, antarsesama kristiani pun NO GARANSI. Tiap agama, tiap aliran, memproklamasikan “We are the one and only one and we are the best!” Lainnya adalah agama ireng atau agama sesat.
Kalau tidak bisa memberikan jaminan 100% hitam di atas putih, dengan hak apa mereka HARUS menginjili secara paksa?

Apakah Mang Ucup tidak pernah baca Alkitab di mana Tuhan YESUS menganjurkan agar kita menjadi PENUAI? Saya setuju 100% bahwa kita harus menjadi penuai, tetapi bukan jadi “maling” kan?

Apakah Tuhan YESUS mengajarkan agar kita menuai di ladang orang? Apakah Tuhan YESUS mengajarkan agar kita jadi maling? Cobalah Anda renungkan siapa yang menabur, kalau seorang anak dididik sejak kecil untuk mengikuti aliran agama A, sehingga akhirnya ia percaya akan adanya Sang Pencipta. Lalu, setelah ia percaya, tiba-tiba datang penuai/ penginjil lain untuk menuai mereka dan dimasukkan ke dalam lumbung gerejanya. Orang lain yang menabur bertahun-tahun, kenyataannya Pendeta X yang memetik dan menuainya. Apakah ini bukannya maling?

Tuhan YESUS mengajarkan agar kita menjadi nelayan-Nya, menjala ikan (non-Kristen) agar mau datang ke gereja. Ini ajaran yang sangat bagus, tetapi kalau saya memancing di kolam tetangga, apakah enggak bakalan digebukin sama orang sekampung? Boleh-boleh dan sah saja kita menjala dan menangkap ikan, tetapi bukankah sebaiknya kita memancing di kolam sendiri, bukannya di kolam orang lain yang telah mereka pelihara sejak kecil? Jadi, penginjil bukanlah tukang nyolong ikan orang.

Umpan ikan zaman modern ialah satu dus supermie atau sembako lainnya, tetapi kenapa ikan yang sudah ada di kolam sendiri tidak pernah kebagian supermie lagi? Apakah masih ada beda antara penginjil dan pencuri?

Setuju Bro sama postingan ini (yang saya Copas)

Bahwa peristiwa pembajakan itu sendiri, bukan karena kesalahan orang yang memancing ikn di kolam orang lain tapi seringnya karena Pemilik kolam tidak lagi memberikan supermi kepada ikannya sendiri malah seringkali "Mencongkel Cacing dari mulut ikan yang didapat oleh ikan dengan ichtiar sendiri di Alam.

GBU

jadi juga bukan kesalahan ikan kalau sang ikan mau supermi yang mirip cacing tapi sudah lunak karena krerendem oleh air.
dan bukan kesalahan Ikan kalau ikan yang sakit karena dipotong lidahnya dan Giginya jadi bungkam d
lalu diam diam sang Ikan Rela dipancung .dengan supermi supaya mulutnya bisa buka lagi (mudah mudahan Giginya tumbuh lagi )

GBU :afro: :afro:

Yang namanya KKR itu kan untuk supaya rohani kita kuat…kalau bro gak mau ikuti juga kan ga pa pa…toh bro gak dipaksa. Kalau bro dipaksa, bolehlah bro berreaksi dalam bentuk melaporkan kpd yg berwajib atau berbagai cara wajar lainnya…Kasus ini juga gak berhubungan dgn pembajakan…Kan klo gak ikut KKR juga, bro gak bakal ditahan olah mereka yg ngundang dengan uang tebusan dari pastor kan…???

Ngga masalah bagi saya dengan penyebaran injil dan penarikan umat sebab seperti saya katakan sebelumnya yang dituduh membajak kemungkinan adalh pembajak yang sebenarnya,

Siapa membajak siapa,
Mungkin Dulu juga Yesus dianggap membajak pengikut musa karena membolehkan muridnya bekerja sehingga para pengikut musa kehilangan perpuluhan, pada hari sabat.
makanya para ahli taurat musa sangat ingin membunuh yesus.
Dan senjata makan Tuan, yesus mati malah SELURUH TAURAT DIBATALKAN, (bukan sabat saja)

GBU
GBU

Pernyataan bro pada kalimat terakhir bertentangan dengan Roma 3:31 : Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Justru semakin teguh, bukannya batal. Memang ada sebagian yang merupakan lambang pengorbanan YESUS seperti ritual korban domba, hari2 raya Yahudi seperti Paskah dll, sudah dibatalkan. Tapi sebaliknya di gerejanya bro, ritual misa dgn menggunakan pakaian warna warni ala Yahudi itu juga perayaan Paskah adalah sesuatu yang aneh. Bro bilang Taurat keseluruhan batal tapi gerejanya bro masih menjalankan ritual yang sebenarnya justru itu yg sdh dihapuskan. Tapi kalau kita mau bahas panjang lebar ttg hal itu saya ajak bro memberi komentar lewat personal messages saja. Topik disini gak boleh melebar ke hal itu. Nanti kena tegud mbak Chriss…gw takut ditegur sama beliau tuh…

Syallom…Damai bagimu bro

Sama sekali tidak bertentangan.
dalam Roma 3:31 paulus menegaskan bahwa batalnya hukum taurat bukan disebabkan iman PAULUS
dan ini tidak bertentangan dengan Efesus 2:15 yang memberitahukan taurat telah BATAL oleh KEMATIAN KRISTUS bukan oleh Iman Paulus ,atau oleh iman siapapun juga

ngga aneh kalau da yang mempertahankan taurat, yang meskipun sudah BATAL OLEH KEMATIAN KRISTUS,
karena kepentingan utama dari tetap mempertahankan taurat adalah demi RITUAL PERPULUHAN yang merupakan Income POKOK dari para murid musa.
GBU

nah kalau sudah malah bahas hukum Taurat ya jadi OOT dong

BTT ya,
@TS marcell ini topik yang anda buat lho!