Pembakaran jenazah dalam pandangan Kristen

Hai Guyz, saya denger banyak kontroversi tentang orang Kristen yang dikremasi…

Wahyu 20:13
Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya

Apa orang Kristen yang dikremasi dan abunya dibuang ke laut, akan dihakimi sama seperti orang yang tidak percaya??

Yesaya 26:19
Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali

Terus gimana dengan nasib mayat yang udah jadi abu?? :ashamed0004:

Tolong dijawab yah! tengkyu :happy0025:

Shalom,

Perbuatan yang membakar mayat dan melarungnya ke laut bukan perbuatan yang mati itu. Yang mati itu sudah mati, tidak bisa berbuat apa2 (Pkh 9:5, Maz 115:17, Maz 146:2,4).

Yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan pada akhir zaman (Yoh 6:40,44,54; 11:24,25) saat kedatangan Yesus ke2x (1 Kor 15:50-54, 1 Tes 4:16,17).

Demikian, semoga bermanfaa.
Salam, JBU, Jericho, J.

Dear TS,

menurut saya tidak ada apa-apa. Mengenai tubuh yang sudah jadi abu apakah bisa dibangkitkan, menurut saya juga bisa. Tidak perlu dikremasikan untuk menjadi abu, mayat jaman perjanjian lama pun sudah jadi abu semua, bukan berarti mereka akan ketinggalan penggenapan kitab Wahyu khan ? :slight_smile:

Shalom Bro,
Jadi menurut pak Pdt Jericho hehehe :happy0025: boleh dong dikremasi … ? karena kan Tubuh jasmani tidak mendapat tempat di Sorga ? melainkan Tubuh Rohani ? CMIIW
Karena yang kontra bilang itu adalah budaya KAFIR untuk mengkremasi mayat ?
GBU

Shalom,

Bro Susanto, yg saya tanggapi adalah ttg yg matinya, bukan yg memperlakukan yg mati itu.

Ttg memperlakukan yg mati, kita ikut saja Bro bagaimana dalam Alkitab. Misalnya bagaimana Abraham melakukan hal atas istrinya yg mati.

Mengenai umat tebusan tidak mempunyai tubuh di sorga dan di bumi yg baru, boleh jadi kita berbeda pemahaman.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Adakah kisah pembakaran mayat dalam Alkitab?
Jawabnya ada di Amos 6.

Salam.

Katanya orang udah mati ngga perlu lagi di doakan segala macam. Mengapa untuk dikubur atau dikremasi, atau bahkan di mummy masih diurusin? Biarin aja, orang mati mengubur orang mati. Bukannya begitu?

:smiley:

Shalom,

Mendoakan orang mati dan menguburkan orang mati berbeda kan?

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Apa bedanya? Kalau mendoakan saja tidak boleh, buang aja ke kali, ngapain diurusin.

Shalom,

Bagaimanapun mendoakan orang yang sudah mati tetap berbeda dengan menguburkan orang yg sudah mati.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Manusia hidup di dunia, suatu saat akan mati, itu pasti. Sebagai orang Kristen, lebih utama adalah roh/jiwa nya. Mati secara badani tidak membuat roh/jiwanya mati, tetapi dia yang percaya Jesus akan tetap hidup. Kita boleh dan wajib mendoakan mereka yang telah beralih ke keidupan rohani. Sementara tubuh badaninya sudah tidak penting lagi. Mau di kremasi, mau dikuburkan, mau di mummy sekalipun tidak berpengaruh apapun terhadap roh/jiwanya.

Jangan terbalik, dimana tubuh badaninya yang sudah mati diurus dengan segala aturan, sementara roh/jiwanya tidak dipedulikan. Itu suatu kesalahan yang fatal.

mayat dikremasi tidak dilarang.

sementara mayat harus dikubur lebih untuk KESEHATAN saja, agar tidak bau dan menimbulkan penyakit untuk yang masih hidup.

sedangkan upacara penguburan mungkin lebih dimaksud untuk menghormati almarhum, juga untuk keluarga bagi teman dan handai taulan.

sekian.

= konsultasi gratis 24 jam =

dikit-dikit budaya KAFIR he he…

yang jelas-jelas tuh, makan pake nasi juga budaya kafir…

BTT,Boleh aja dikremasi, asal keluarga yg ditinggalkan setuju…

sodara saya dikremasi, tetapi kagak dibuang kelaut tetapi di-kubur…

bagusnya dikubur atau dibuang kelaut bro …

bukan apa.
kalau di simpan takutnya tertukar dengan BUMBU DAPUR :ashamed0004:

:cheesy:

= konsultasi gratis 24 jam =

ha ha… dikira merica yahhh :slight_smile:

Ceng, dikubur biar irit yaaa… sewa rumah abu makin bawah makin mahal , beda ama apartement makin tinggi makin mahal hehehe :cheesy:

Kalu di bakar (di kremasi ) gen (Dna) nya sejauh ini menurut ilmu pengetahuan ikut mati juga jadi engga bisa lagi berbiak sescara vegetatif (pembiakan diluar system pembuahan sel telur )
tapi kalau untuk dibangkitkan oleh Tuhan itu siH pasti bisa karena Tuhan Maha kuasa

Tuhan Yesus memberkati
Han

Shalom,

Bro Bruce, mengapa kita saling menanggapi ttp tdk langsung menyapa? Ttg perlakuan thd orang mati berdasarkan keadaan orang mati, bukan hanya tubuhnya yg mati, tetapi manusianya yg mati.

JIWA bukan bagian dari manusia; jiwa adalah manusia itu sendiri (Kej 2:7).

Allah menghembuskan nafas hidup ke hidung debu tanah menjadi jiwa yg hidup (Kej 2:7).

Yang dihembuskan Allah bukan jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh; yg dihembuskan Allah adalah nafas hidup.

Yang dihembuskan Allah bukan roh yg bisa hiduo tanpa tubuh; yg dihembuskan Allah adalah nafas hidup.

Ketika nafas hidup itu terpisah dari tubuh debu tanah manusia mati.

Yang kembali ke Allah adalah nafas hidup (Maz 146:4, Ayb 27:3, Pkh 12:7), bukan jiwa, sebab jiwa adalah manusia itu sendiri, dan yg dihembuskan Allah bukan jiwa.

Yang kembali ke Allah adalah nafas hidup (Maz 146:4, Ayb 27:3, Pkh 12:7), bukan roh yg bisa hidup tanpa tubuh, sebag yg dihembuskan Allah melalui hidung adalah nafas hidup bukan roh yg bisa hidup tanpa tubuh.

Jadi ketika manusia (saleh/jahat) mati, tdk ada roh apalagi jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh yg kembali kpd Allah. Yang kembali kpd Allah nafas doang.

Namun ada yg mengajukan ayat2 yg bukan ttg t.d. apa manusia itu diciptakan dlm upaya mengetahui t.d. apa manusia itu. Utk mengetahui dgn benar t.d. apa manusia itu, harus merujuk ayat ttg t.d. apa manusia itu diciptakan, yakni Kej 2:7 tadi.

Satu ayat yg konteksnya tdk ttg t.d. apa manusia diciptakan Allah yg sering diajukan ialah 1 Tes 5:23 (sila dibaca) dalam ucapan salam penutup Paulus ke jemaat Tesalonika. Salam ini menegaskan pentingnya kesegenapan tdk bercacat cela atau kesempurnaan orang Kristen pada kedatangan YESUS ke2x. Ayat yg lain yg juga tdk ttg t.d. apa manusia diciptakan yg sering diajukan ialah Ibr 4:12 ttg firman Allah (sila dibaca).

MANUSIA YG MATI seperti tidur (Yoh 11:11,14) tidak tahu apa2 (Pkh 9:5), lenyap maksud (Maz 146:4), lenyap kenangan (Pkh 9:5), tdk bisa memuji Allah/tdk ada aktivitas rohani (Maz 115:17; 146:2), tdk kemana2 tapi dlm kubur (Kis 2:29,34).

Lazarus mati selama empat hari, tdk mempunyai cerita apa2. Pdhal, jika betul saat mati ia ke sorga, itu kesaksian kisah nyata yg menakjubkan. Nyatanya Lazarus bungkam, karena memang ia tak pergi kemana2.

YESUS juga tdk pergi ke sorga ketika mati; YESUS berkata kpd Maria “Aku belum pergi kepada Bapa” (Yoh 20:17).

Jadi pencuri yg mati di salib juga belum pergi bersama YESUS ke sorga.

Itu sesuai dgn permintaan pencuri itu dlm Luk 23:42 “YESUS, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”. Itu belum terjadi, tapi nanti di akhir zaman.

YESUS berkata penjahat yg menjadi percaya itu “AKAN” bersama dgn YESUS di sorgal; bukan sedang dan bukan telah. Sayangnya susunan kata/tanda baca koma dlm Luk 23:43 itu tdk sbgmana semestinya, sehingga ayat itu bisa dibaca bertentangan dgn permintaan pencuri itu. Perhatikan berikut ini.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Dgn letak kata/tanda baca koma seperti ini, ayat 43 ini bertentangan dgn ayat 42 dan Yoh 20:17 (YESUS belum pergi ke Bapa) dan ayat2 ttg keadaan Lazarus saat mati dan ayat lainnya ttg keadaan orang yg mati. Cermati bila kata/tanda baca koma diletakkan pd tempatnya sbb:

“Aku berkata sesungguhnya kepadamu hari ini juga, engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Dgn letak yg benar seperti ini, maka ayat 43 ini selaras dgn seluruh ayat ttg keadaan orang mati. Letak kata/tanda koma yg ada sekarang dlm Alkitab biarlah itu urusan penerjemah, toh hal itu bisa diteliti umat2 Tuhan dlm bahasa aslinya.

Nah begitu jelas, tdk ada roh/jiwa orang saleh yg mati yg pergi ke sorga, selaras dgn yg berikut ini:

YOH 11:25 Jawab YESUS: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,”.

Ayat ini jelas berkata, meski sudah mati, AKAN hidup; ayat ini bukan berkata tetap hidup meski sudah mati.

Ayat ini lanjutan dari ayat 24 (utk menjawab Marta yg) berkata: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”

Ini selaras dgn perkataan YESUS pd Yoh 6:40, 44, 54, yakni orang yang saleh yg mati akan dibangkitkan pada akhir zaman.

Perkataan YESUS ini diulangi oleh Paulus dlm 1 Kor 15:51-53.

51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

Pada suratnya yg lain Paulus juga mengatakan kebangkitan pada kedatangan YESUS ke2x:

1 Tes 4:13-17
13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
14 Karena jikalau kita percaya, bahwa YESUS telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam YESUS akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
15 Ini kami katakan kepadamu dengan Firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam KRISTUS akan lebih dahulu bangkit;
17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Fakta2 Alkitab ini menunjukkan dgn sangat jelas, tdk ada roh apalagi jiwa orang yg mati dlm KRISTUS pergi ke sorga saat mati.

Perhatikan lagi 1 Tes 4:17, orang saleh diangkat bersama2 (yg masih hidup dan dibangkitan) diangkat dalam awan menyongsong YESUS di angkasa setelah diubahkan. Bukan mayat2 orang yg mati dlm KRISTUS yg bersama2 menyongsong YESUS di angkasa utk dipertemukan dgn yg dianggap roh/jiwanya.

MEMANG yg mati ya mati, baik fisik (Kej 3:19), kesadaran (Maz 146:4) dan rohani (Maz 115:17; 146:2). Tdk ada bagian dari manusia yg tetap hidup ketika mati. Manusia atau jiwa terdiri dari tubuh debu tanah dan nafas hidup (Kej 2:7).

Setelah manusia jatuh dlm dosa, manusia MORTAL, bisa binasa/tidak baka. Namun Allah Maha Kasih, menjanjikan manusia akan IMMORTAL saat kedatangan YESUS ke2x (Yoh 6:40,44,54; 11:24,25, 1 Kor 15:51-53, 1 Tes 4:13-17).

Setelah berdosa, manusia MORTAL hingga dibakakan pd akhir zaman. Allah berkata “jangan makan buah…pastilah engkau mati” (Kej 2:17). Setan menentang perkataan Allah ini dan berkata “sekali-kali kamu tidak akan mati” (Kej 3:4).

Nyatanya Adam mati. Dari dulu hingga kini manusia bermatian. Perkataan Allah “pastilah engkau mati (engkau MORTAL)” terbukti. Sebaliknya setan berkata: “engkau tdk akan mati (IMMORTAL) atau ada bagian dari dirimu yg tdk akan mati”.

Inilah penipuan pertama setan kpd manusia. Sbgmana sifatnya, ia akan terus menipu.

Disayangkan, Yoh 11:25 ini tdk dibaca cermat, sehingga berpikir org yg mati dlm KRISTUS sudah immortal saat mati, pdhal YESUS berkata dlm ayat itu “AKAN” immortal saat dikenakan yg tdk dapat binasa pd akhir zaman pd saat kedatangn YESUS ke2x (1 Kor 15, 1 Tes 4 tadi).

Bbrp ayat yg dianggap seolah2 berkata manusia sdh immortal sblm dibakakan pd akhir zaman, misal, Rom 8:38,39. Ayat ini berkata “maut pun tdk sanggup memisahkan orang percaya dari kasih Allah”. Sayangnya, ayat sebelumnya diabaikan. Jika dibaca lengkap, kita tahu, kematian pun tdk akan sanggup menggagalkan pemuliaan yg akan diberikan Allah (ayat 17,18). Pd Rom 8 ini Paulus menegaskan kepastian keselamatan/ pemuliaan/kebakaan yg dijanjikan YESUS, meski org Kristen harus mengalami penderitaan/kesusahan. Paulus menguatkan hati penerima suratnya dgn kepastian kasih karunia pemuliaan/mahkota abadi yg akan diterima orang yg setia sampai akhir (1 Kor 9:25, 2 Tim 4:7,8).

Mat 10:28 yg berkata "jangan takut yg dapat bunuh tubuh tp tak bisa bunuh jiwa, ttp takutlah kpd yg berkuasa membinasakan jiwa juga dianggap berkata jiwa immortal, pdhal kalau ayat ini dibaca baik, justru ayat ini menunjukkan dgn jelas bhw jiwa bisa binasa. Allah yg baka (1 Tim 6:16). Manusia mencari kebakaan (Rom 2:7) yg akan diterima pd kedatangan YESUS ke2x (1 Tim 4:16,17, 1Kor 15:51-57),

Karena kasih karunia Allah (pemuliaan, hidup/mahkota abadi), semestinya orang Kristen tdk perlu berduka seperti org yg tdk berpengharapan (1 Tes 4:13). Berpengharapan artinya, PEMULIAAN ITU AKAN TERJADI.

Sbgn yg mempercayai yg mati dlm KRISTUS (setia) langsung pergi ke sorga, tdk merasa perlu adakan kontak apa2 pun lagi dgn yg sudah mati itu (misalnya berdoa, mendoakan, dsb).

Nah, karena kepastian janji pemuliaan AKAN diterima, maka orang percaya ini, sebetulnya, tdk punya kepentingan teologis apapun utk memegang anggapan yg mati langsung ke sorga. Langsung atau via dibangkitkan (sesuai Alkitab), tdk berpengaruh pd kepastian akan dibakakan.

Yg punya kepentingan teologis akan anggapan yg mati langsung ke sorga/suatu tempat adalah (1) yg menganggap perlu kontak dgn yg mati itu (misal berdoa kpdnya/dgn perantarannya), (2) yg menganggap perhitungan kpd yg mati itu belum selesai sehingga perlu treatment (misal didoakan).

Yg pertama “menerabas” ajaran berdoa hanya kpd YESUS dan atau hanya dlm nama YESUS (Yoh 14:14, Ibr 8:1,2,6), menerabas ttg penghormatan lebih dari penghormatan kpd manusia hanya kpd PENCIPTA (Why 4:11; 14:7), menerabas eksklusivitas Allah yakni tdk boleh ada yg lain (Mat 4:10, Kel 20:1-5) dan menerabas kesegenapan hati kpd Allah (Mat 22:37, Ul 6:5).

Yg kedua menerabas doktrin keselamatan hanya oleh kasih karunia oleh iman, ajaran hubungan manusia dan Tuhan adalah personal individual dan lainnya. Jadi anggapan yg mati langsung ke sorga/suatu tempat, berdampak kompleks kpd ajaran lainnya dlm Kekristenan. Ini yg tdk disadari, seolah2 ttg keadaan org mati ini tdk punya dampak thd pokok2 iman lainnya.

Dan, anggapan yg mati pergi ke suatu tempat hanya logis jika dianggap ada bgn manusia itu yg tdk mati meski sudah mati (immortal sbgmana dikatakan setan dlm Kej 3:4), menentang apa yg dikatakan Allah dlm Kej 2:17 (mortal) hingga dibakakan (1 Kor 15). Tipuan dlm Kej 3:4 ini menyerang urat nadi besar iman Kekristenan.

Jadi baik yg mati dlm KRISTUS maupun keluarga/kerabatnya tdk ada urusan dgn jiwa atau roh yg mati (berdoa, mendoakan, dsb), sebab tdk ada roh apalagi jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh. Urusan yg hidup adalah menguburkan tubuh debu tanahnya dan membagi harta warisannya kalau ada.

JADI MENGUBURKAN tubuh debu tanah bukan hal yg terbalik. Justru mengurusi yg dianggap roh/jiwa yg mati itu adalah kesia-sian, sebab tdk ada roh apalagi jiwa manusia yg mati dlm KRISTUS pun yg tetap hidup (immortal). Yg mati dlm KRISTUS AKAN dibakakan pd akhir zaman pd saat kedatangan YESUS ke2x. Jadi salah fatal mengurusi yg tdk ada.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Lho, jika anda lebih memilih untuk mengubur, itu tidak salah. Begitu juga yang memilih dikremasi, tidak ada yang salah. Mendoakan roh orang yang telah meninggal itu bagus, tidak mendoakan itu juga pilihan. Gampang kan?

Mau dikasih ikan paus juga boleh,dibuang ke luar angkasa juga boleh
yang menentukan kamu masuk surga itu bukan mayatmu di simpan/dibuang dimana, imanmu kepada Kristus yang menyelamatkanmu