Pemberkatan Nikah

ada yang ingin saya tanyakan di apakah untuk pemberkatan pernikahan umumnya kedua pasangan harus Jemaat dari gereja tersebut?
apakah ada gereja yang menerima memberkati pernikahan bagi yang bukan jemaat atau belum memiliki KAJ(kartu anggota jemaat)

Setahu saya, salah satu pasangan sih biasanya jemaat dari gereja ybs. Klo tidak, ya ada surat pengantarnya dari gereja calon mempelai berjemaat.
Klo yang kedua, nggak tau… maap… :ashamed0004:

berarti seperti surat pengantar ari gereja sebelum nya ya?

Berdasarkan kasus-kasus yg ane ketahui, jika kondisi keduanya adalah bukan jemaat tetap, cabang atau denom dari gereja yg bersangkutan (dengan kartu jemaat sebagai bukti terdaftar) maka jika gembala sidang gereja tersebut menerima atau bersedia memberkati pasangan tersebut lebih dikarenakan hal-hal khusus.

Secara alkitabiah semua org percaya bisa menikah di gereja manapun, namun pada praktek masa kini, gereja telah membuat regulasi2 yang membatasi, tetapi masih ada juga gereja yang bisa menikahkan tapi dengan syarat2 tertentu misalnya menjadi jemaat di gereja tersebut.

Alkitab tidak memerintahkan gereja/pendeta/hamba Tuhan manapun untuk memberkati perkawinan. Perkawinan sah bila ayah gadis memberikan anaknya itu kepada lelaki yang menjadi suaminya, kecuali kalau sudah janda, dia bebas kawin dengan siapa saja.

Upacara pernikahan di gereja pada awalnya tidak ada, tetapi kemudian berkembang suatu aturan gereja agar pasangan yang mau kawin harus meminta restu dari uskup, dengan tujuan supaya orang Kristen kawin secara bertanggung jawab dan melakukannya sesuai ajaran yang benar dengan motivasi yang benar. Pada perkembangan selanjutnya, restu uskup ini menjadi suatu upacara formal yang sekarang kita kenal sebagai “pemberkatan nikah” atau di gereja tertentu disebut “sakramen pernikahan”.

Kembali ke topik, apakah harus satu jemaat? Tentu tidak, tetapi biasanya gereja lokal tersebut akan meminta surat pengantar dari gereja tempat pasangan yang satu itu berjemaat. Misalnya si A, lelaki yang berasal dari gereja di Ambon menikahi B, gadis yang berjemaat di gereja di Bandung dan mereka hendak melangsungkan pemberkatan di gereja tempat B berjemaat itu. Maka gereja di Bandung akan bersedia melangsungkan pemberkatan itu bila ada surat pengantar dari gereja di Ambon.

Perlu diperhatikan, bila perkawinan itu dalam suatu sinode gereja yang sama atau denominasi yang sama, umumnya tidak ada permasalahan, tetapi bila berbeda sinode apalagi beda denominasi, masing-masing gereja punya aturan masing-masing. Misalnya ada yang mensyaratkan harus baptis selam dulu atau ikut katekisasi sidi dulu dsb.

Kalau kedua pasangan bukan dari gereja tersebut, sepanjang saya tahu tidak ada gereja yang akan memberkati perkawinan tersebut. Tapi bisa saja, misalnya kedua pasangan tersebut dari gereja X di kota Jakarta lalu hendak menikah di pulau Bali, maka pemberkatan nikahnya “dititipkan” ke gereja X cabang Bali.