Pemerintah Venezuela Gunakan Cara Halus Untuk Tekan Gereja

Venezuela telah membentuk aliansi besar dan hubungan perdagangan yang signifikan dengan Kuba sejak terpilihnya Presiden Hugo Chavez pada 1999.

Chavez menggambarkan diktator Kuba, Fidel Castro, sebagai mentornya. Hubungan hangat yang terus terjadi diantara keduanya ternyata membawa pengaruh terhadap kebebasan beragama di negara yang mencetak banyak “Ratu Kecantikan” dunia tersebut.

Juru Bicara Voice of Martyrs Canada Greg Mussleman yang sempat berbicara dengan Kolonel Nelson Castro (tidak ada hubungan dengan Fidel Castro), pemimpin salah satu gereja di Venezuela, mengatakan bahwa pemerintah yang berkuasa disana menggunakan cara yang halus untuk menekan pastor, pendeta dan pemimpin Kristen lainnya.

Menurut Mussleman, pemerintah tidak melakukan penganiayaan secara fisik terhadap gereja seperti pembakaran gedung ibadah atau penangkapan hamba-hamba Tuhan ke penjara, tetapi mereka melakukan upaya yang membuat orang-orang percaya menjadi kompromistis.

“Apa yang Anda lihat disini adalah situasi di mana pendeta telah dikompromikan, dan Kolonel Castro mengatakan kepada saya bahwa penganiayaan akan semakin meningkat bagi mereka yang berdiri dan memberitakan Injil.”

“Anda dapat memiliki stasiun radio Kristen di Venezuela JIKA Anda setuju dengan beberapa peraturan yang sangat ketat dimana salah satu peraturannya adalah bahwa Anda tidak dapat membicarakan pemerintah dalam bentuk apapun.”

"Beberapa ajaran Kitab Suci, seperti kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus Kristus, akan dipandang sebagai penghinaan terhadap pemerintah. Jadi, jika Anda tidak dekat dengan pemerintah dan berjalan bersama dengan apa yang mereka katakan, Anda tidak akan diberikan lisensi untuk mengoperasikan stasiun radio. "

Hal yang sama berlaku bagi orang yang mencoba untuk menjaga gereja-gereja mereka di atas tanah. Namun, kata Mussleman, “Jika Anda tidak dekat dengan pemerintah atau Anda dilihat di luar kendali mereka, mereka tidak akan memberikan izin untuk membangun struktur baru atau merenovasi struktur yang ada.” Akibatnya, banyak gereja yang akan berada di bawah tanah.

Mengutip peringatan Castro yang diucapkan kepadanya, “Saya sangat percaya bahwa akan ada hukum yang disahkan yang akan mengubah cara gereja berkumpul”

Oleh karena itu, lanjut Castro, gereja saatnya harus berhenti berkompromi. “Mengkhotbahkan Injil memang akan selalu membawa konsekuensi, tetapi kita harus terus memberitakan Yesus sebagai Kristus sebagai Raja kita, tak peduli apa akibatnya.”

Iblis memiliki banyak metode untuk membungkam pemberitaan injil. Ia tidak selalu menggunakan hal-hal yang sadis agar orang-orang percaya tidak lagi menceritakan Yesus. Lewat hal yang mengenakkan secara manusiawi, ia dapat menjebak umat Tuhan agar tak lagi mengabarkan Kabar Baik kepada orang-orang belum percaya. Oleh karena itu , berjaga-jagalah dan mintalah hikmat agar Anda tidak terjeremus di dalam tipu muslihatnya !

Source : charismamag