Pemilihan yang bersyarat

Bagi mereka yang kristen dan merasa di pilih Allah tapi tidak setuju kalau pemilihan itu unconditional dan percaya kalau pemilihan itu bersyarat yang mana ada kondisi dan syarat yang harus dimiliki seseorang untuk membuat dia di pilih Allah. Bisa berikan penjelasan:

  1. Syarat dan kondisi apa yang telah di penuhi sehingga Allah memilihnya?
  2. Dukungan ayat alkitabnya.

Menurut logikaku, syaratnya adalah:
Dibaptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus;
Menerima dan percaya pada ajaran rasul dan penerus rasul;
Melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Yesus Kristus melalui para rasul;
Dan percaya bahwa Yesus adalah Guru, Tuhan, dan Juru Selamat.

Walaupun seseorang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Yesus Kristus, tidak akan selamat. Yak 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Ayat tersebut menyatakan bahwa setan percaya hanya satu Allah, dan setan gemetar di hadapan Allah, tetapi tidak menerima Yesus sebagai Juru Selamat, maka setan tidak selamat.

Salam logika macam-macam.

Ada pemilihan yang “tidak bersyarat”, contohnya Yesaya mengatakan, sejak semula Allah telah memanggilnya.

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. (Yesaya 49:1)

Frasa “dipanggil sejak di kandungan” tentu ini tentang predestinasi, pemilihan Allah sejak semula dan tanpa syarat, namun apakah semua golongan umat Allah memiliki posisi, tugas khusus dan kewajiban khusus seperti Yesaya? Anda tentu dapat menjawabnya sendiri.

Tentu ada orang-orang yang dipilih-Nya sejak semua, dipilih-Nya tanpa syarat, untuk melaksanakan misi-misi Allah.
Tetapi tidak semua umat Allah dalam posisi tugas yang khusus seperti misalnya, Abraham, Musa, Samuel, Daud, Yohanes dll.

Seperti disinggung di atas, memang ada orang-orang yang dipilih secara khusus “unconditional” seperti contohnya Yesaya, tapi apakah semua anggota umat memiliki posisi seperti Yesaya? Tentu tidak!

Secara umum “pemilihan” itu berkaitan dengan “syarat.” Mari kita bandingkan dengan Perjanjian Lama, Allah memilih bangsa Israel menjadi “bangsa pilihan” bagi-Nya:

* Ulangan 7:6-9
7:6 LAI TB, Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.
KJV, For thou art an holy people unto the LORD thy God: the LORD thy God hath chosen thee to be a special people (LE’AM SEGULAH) unto himself, above all people that are upon the face of the earth.
Hebrew,
כִּי עַם קָדֹושׁ אַתָּה לַיהוָה אֱלֹהֶיךָ בְּךָ בָּחַר יְהוָה אֱלֹהֶיךָ לִהְיֹות לֹו לְעַם סְגֻלָּה מִכֹּל הָֽעַמִּים אֲשֶׁר עַל־פְּנֵי הָאֲדָמָֽה׃ ס
Translit, KI {sebab} 'AM {bangsa} QADOSH {yang kudus} 'ATAH {engkaulah} LAYEHOVAH {dibaca: La’donay, bagi TUHAN } 'ELOHEIKHA {Allah-mu} BEKHA {di dalam kamu} BAKHAR {memilik} YEHOVAH {dibaca: 'Adonay, TUHAN} 'ELOHEIKHA {Allah-mu} LIHEYOT {kamu akan menjadi} LO {kepada} LE’AM SEGULAH {bangsa kesayangan, bangsa spesial, bangsa pilihan} MIKOL {diantara semua} HA’AMIM {bangsa-bangsa} 'ASYER {yang} 'AL-PENEI {berada di hadapan} HA’ADAMAH {manusia (di atas tanah/bumi)}

7:7 LAI TB, Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –
KJV, The LORD did not set his love upon you, nor choose you, because ye were more in number than any people; for ye were the fewest of all people:
Hebrew,
לֹא מֵֽרֻבְּכֶם מִכָּל־הָֽעַמִּים חָשַׁק יְהוָה בָּכֶם וַיִּבְחַר בָּכֶם כִּֽי־אַתֶּם הַמְעַט מִכָּל־הָעַמִּֽים׃
Translit, LO MERUB’KHEM MIKOL-HA’AMIM KHASYAK YEHOVAH (dibaca: Adonay) BAKHEM VAYIV’KHAR BAKHEM KI-'ATEM HAME’AT MIKOL-HA’AMIM

7:8 LAI TB, tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
KJV, But because the LORD loved you, and because he would keep the oath which he had sworn unto your fathers, hath the LORD brought you out with a mighty hand, and redeemed you out of the house of bondmen, from the hand of Pharaoh king of Egypt.
Hebrew,
כִּי מֵֽאַהֲבַת יְהוָה אֶתְכֶם וּמִשָּׁמְרֹו אֶת־הַשְּׁבֻעָה אֲשֶׁר נִשְׁבַּע לַאֲבֹתֵיכֶם הֹוצִיא יְהוָה אֶתְכֶם בְּיָד חֲזָקָה וַֽיִּפְדְּךָ מִבֵּית עֲבָדִים מִיַּד פַּרְעֹה מֶֽלֶךְ־מִצְרָֽיִם׃
[/size]Translit, KI ME’AHAVAT YEHOVAH (dibaca: Adonay) ET’KHEM UMISYAM’RO 'ET-HASYEVU’AH 'ASYER NISY’BA LA’AVOTEIKHEM HOTSI YEHOVAH (dibaca: Adonay) 'ETKHEM BEYAD KHAZAQAH VAYIF’DEKHA MIBEIT 'AVADIM MIYAD PAR’OH MELEKH-MITS’RAYIM

bersambung–

7:9 LAI TB, Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,
KJV, Know therefore that the LORD thy God, he is God, the faithful God, which keepeth covenant and mercy with them that love him and keep his commandments to a thousand generations;
Hebrew,
וְיָדַעְתָּ כִּֽי־יְהוָה אֱלֹהֶיךָ הוּא הָֽאֱלֹהִים הָאֵל הַֽנֶּאֱמָן שֹׁמֵר הַבְּרִית וְהַחֶסֶד לְאֹהֲבָיו וּלְשֹׁמְרֵי מצותו לְאֶלֶף דֹּֽור׃
Translit, VEYADATA KI-YEHOVAH (dibaca: Adonay) 'ELOHEIKHA HU HA’ELOHIM HA’EL HANE’EMAN SYOMER HABERIT VEHAKHESED LE’OHAVAV ULESYOMREY MITS’VOTAV LE’ELEF DOR

Dari ayat-ayat di atas, kelihatannya memang anugerah itu hanya bagi bangsa Israel, dengan pemilihan itu kelihatannya tidak ada kesempatan bangsa lain menerima anugerah. Namun apakah benar demikian?

Buktinya dalam Perjanjian Lama pun terjadi pula “undangan” bagi orang2 non-Israel masuk ke dalam Jemaat Allah. Mereka ini disebut kaum proselit yaitu kaum non-Israel yang masuk bagian dalam umat Allah. Bangsa Israel dalam Perjanjian Lama merupakan typology bagi Gereja Kristus pada Perjanjian Baru. Typology adalah gambaran orang, tempat, benda, atau kejadian dalam Perjanjian Lama yang pada masa silam telah melukiskan sesuatu yang lebih besar dalam Perjanjian Baru. Gambaran itu sendiri bukanlah simbol fiktif melainkan sungguh terjadi secara historis.

Bahkan Alkitab menulis bahwa pemilihan kepada Bangsa Israel sebagai “Bangsa Pilihan” tidak bersifat Unconditional Election versi John Calvin, sebab pemilihan Allah versi Alkitab yang benar adalah memiliki kondisi-kondisi. Mari kita baca bukti-bukti Alkitabiahnya:

* Keluaran 19:5
LAI TB, Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
KJV, Now therefore, if ye will obey my voice indeed, and keep my covenant, then ye shall be a peculiar treasure unto me above all people: for all the earth is mine:
Hebrew,
וְעַתָּה אִם־שָׁמֹועַ תִּשְׁמְעוּ בְּקֹלִי וּשְׁמַרְתֶּם אֶת־בְּרִיתִי וִהְיִיתֶם לִי סְגֻלָּה מִכָּל־הָעַמִּים כִּי־לִי כָּל־הָאָרֶץ׃
Transit, VE’ATAH {dan sekarang} 'IM-SYAMOA {apabila sungguh} TISY’ME’U {kalian menaati} BEQOLI {suara-Ku} USY’MAR’TEM {dan memegang} 'ET-BERITI {pada perjanjian-Ku} VIH’YITEM {dan kalian akan} LI SEGULAH {menjadi harta-Ku} MIKOL-HA’AMIM {di antara seluruh bangsa} KI-LI {kepada-Ku} KOL-HA’ARETS {di seluruh bumi}

–bersambung–

Allah berfirman kepada Bani Israel , bahwa jika mereka berpegang pada perjanjian-Nya, mereka akan menjadi bangsa yang Dia sebut: סְגֻלָּה - SEGULAH. Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa keunikan bangsa ini bukan sesuatu yang yang dimiliki sebelumnya atau yang lahir dari sono-nya, tetapi sesuatu kekhususan/ keunikan yang akan terjadi dan diberikan kepada bangsa Israel sesuai dengan kehendak Allah di dalam perjanjian-Nya. Dengan kata lain, hanya jika Allah berkenan dengan bangsa itu (yaitu apabila mereka mendengarkan firman-Nya dan memegang perjanjian-Nya), maka Ia akan membuat mereka menjadi bangsa khusus (spesial), yang unik, yang berbeda dari antara bangsa-bangsa lain. Ayat ini juga menyatakan bahwa, Allah “tidak benar-benar mengatakan” bahwa Yahudi, adalah “bangsa pilihan”. Sebaliknya, Firman Allah berkata bahwa orang-orang Israel memiliki kesempatan untuk menjadi “bangsa yang berharga” bukan karena mereka dilahirkan sebagai seorang Israel (keturunan Abraham), tetapi keturunan Abraham harus memiliki kualitas hidup dengan cara tertentu yang telah dituntut Allah: Bahwa mereka harus taat pada Firman-Nya dan berpegang pada perjanjian-Nya. Jelas disini ada kondisi-kondisi yang ditetapkan Allah. Dan hal-hal ini dapat menyanggah logika “Unconditional Election” ciptaan theolog baru abad 16 John Calvin, yang tidak berasal dari pengajaran para Rasul maupun pengajaran bapa-bapa Gereja.

John Calvin mencoba "melogika"kan Allah, tapi sayangnya dia memakai ukuran logikanya sendiri yang sempit. Saya heran orang seperti ini di"nabi"kan secara membabi-buta oleh kalangan tertentu yang dengan bangga menyebut diri mereka paling “Sola Scriptura”, padahal sebenarnya mereka adalah “Sola Calvin” :slight_smile:

Berarti anda percaya kalau anda di pilih Allah karena melakukan sesuatu ya bukan karena kasih karunia. Terima kasih buat jawabannya.

Berarti percaya juga ya adanya pemilihan tidak bersyarat

Tentu ada orang-orang yang dipilih-Nya sejak semua, dipilih-Nya tanpa syarat, untuk melaksanakan misi-misi Allah. Tetapi tidak semua umat Allah dalam posisi tugas yang khusus seperti misalnya, Abraham, Musa, Samuel, Daud, Yohanes dll.

Seperti disinggung di atas, memang ada orang-orang yang dipilih secara khusus “unconditional” seperti contohnya Yesaya, tapi apakah semua anggota umat memiliki posisi seperti Yesaya? Tentu tidak!

Bisa berikan contoh di alkitab orang-orang yang tidak mempunyai tugas khusus seperti mereka yang di pilih Allah dengan bersyarat?

Keluaran 19:5 LAI TB, Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.

Kalau menurut saya sih ayat ini tidak ada hubungannya dengan pemilihan Allah. Dan pada akhirnya toh Israel juga akan di selamatkan (Roma 11:26) walau mereka sering murtad di seperti di kisahkan di PL dan apa yang menjadi tujuan Allah dari semula tetap terlaksana.

Dan kalau menurut anda, anda pribadi di pilih Allah karena apa? apakah karena anda telah memenuhi syarat tertentu atau bagaimana?

Tentang Keluaran 19:5

Kalau dalam sajian terjemahan, memang tidak kelihatan. Perhatikan Keluaran 19:5 dalam bahasa asli tentang frasa yang diterjemahkan “harta kesayangan-Ku” dalam bahasa Ibrani-nya “LI SEGULAH”

Istilah “Bangsa Pilihan”, dalam bahasa asli Ibrani adalaj “AM SEGULAH” dan Israel untuk menjadi “AM SEGULAH”, mereka harus melakukan syarat: “sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku”. Bukannya tanpa syarat!

Penjelasan tentang ini, bisa dibaca di http://www.sarapanpagi.org/bangsa-pilihan-am-segulah-vt7434.html#p33115

Saya sering ngomong, kalau mau belajar Sejarah Mojopahit, bacalah buku Negara Kertagama, dari sumber yang asli. Jangan baca tafsirannya orang Perancis :slight_smile:

John Calvin me"logika"kan Allah dalam pemikiran "Eropah"nya, dia tidak paham Allah semitik. Maka, belajar Alkitab jangan dari John Calvin :slight_smile:

Sama-sama @J_P.

Tapi, bolehkah @J_P kemukakan apa atau bagaimana latar pikir @J_P hingga menyimpulkan yang bergaris bawah? Sebab, pada post @Cinta Bhinneka itu, tidak mengkait-kaitkan dengan kasih karunia, bukan berarti bahwa dalam hal pemilihan itu tidak berperan kasih karunia. Post @Cinta Bhinneka lebih ditujukan untuk menanggapi ada kondisi dan syarat yang harus dimiliki seseorang untuk membuat dia di pilih Allah.

Dan, meurut logikaku, post dari @SarapanPagi di Reply#2, 3, & 4 sangat jelas menjawab pertanyaan @J_P selaku TS.

Salam logika macam-macam.

Hmm… hebat sekali. Langsung menyimpulkan tanpa terlebih dulu meminta kejelasan.

Aku jadi penasaran dengan kelanjutan diskusi (baca: debat) di trit ini selanjutnya.

Ou, ya. @Cinta Bhinneka ingin menyampaikan penjelasan tambahan.

Kondisi dan syarat yang @Cinta Bhinneka maksudkan itu, yaitu baptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan ROH KUDUS; percaya pada ajaran rasul dan penerus rasul; melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus; dan percaya bahwa Yesus adalah Guru, Tuhan, dan Juru Selamat; terjadi karena aksi positip yang diberikan seseorang terhadap ajaran yang diterimanya. Walau Allah memilih seseorang, jika orang itu tidak memberi aksi positip, akhirnya, orang itu tidak akan terpilih. Contoh fenomenal ialah Yudas Iskariot, yang dipilih menjadi termasuk bilangan 12 rasul, tetapi dengan kehendak bebas menyerahkan Yesus kepada alim ulama Yahudi. Yesus Kristus katakan, “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”

Yang ingin @Cinta Bhinneka sampaikan ialah, orang teerpilih ialah orang yang memberi tanggapan positip pada panggilan Tuhan. Contoh fenomenal ialah sikap Bunda Maria ketika mengatakan, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu,” pada saat Bunda Maria menanggapi Malaikat Gabriel.

Salam logika macam-macam.

Ou, ya. Masih ada yang belum terjawab oleh @Cinta Bhinneka, ya? Tentang ayat Alkitab?

Kalo tentang baptis, di antara ayat yang terkait ialah Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus;

Tentang percaya pada ajaran rasul dan penerus rasul, dan melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Yesus Kristus melalui para rasul, di antara ayat yang terkait ialah Mat 28:20 “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”;

Tentang percaya bahwa Yesus adalah Guru, Tuhan, dan Juru Selamat, di antara ayat yang terkait ialah Yoh 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan, dipadukan dengan Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Menurut logikaku, itulah sebagian syarat dan kondisi untuk menjadi terpilih oleh Tuhan. Secara merdeka, menanggapi positip segala sesuatu yang diajarkan oleh Yesus Kristus melalui para penerus rasul. Penyertaan Yesus kepada para penerus rasul dilaksanakan oleh Roh Kudus.

Salam logika macam-macam.

Tidak ada syarat dan kondisi yang harus dipenuhi sehingga Allah memilih kita. Itu murni atas pilihan Allah didalam keadilan, kebenaran, kesetiaan dan kasih sayangNya atas orang-orang yang TUHAN berkehendak menyayangi.

Roma 9:11-18 (jo Ulangan 7:6-8)
11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, — supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya —
12 dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,”
13 seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”
14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”
16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.
17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: “Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.”
18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Setelah kita dipilihNya, kita akan menunjukan perbuatan-perbuatan yang dikehendaki Allah sesuai pilihanNya, dimana Mazmur 90:17 katakan sebagai “perbuatan yang diteguhkan Allah”. Demikian dituliskan, “Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.” Perbuatan-perbuatan itulah yang tampaknya seperti sebuah syarat, tetapi sebenarnya itu hanyalah buah, yang muncul karena pilihan Allah. Bukan karena perbuatan itu maka kita dipilihNya, tetapi karena pilihanNya maka kita berbuah-buah bagiNya (Efesus 2:10).

Jadi Allah bukan memilih orang jahat, tetapi orang-orang yang berkenan di hatinya. Bedakan antara orang jahat dan orang berdosa. Yesus datang untuk mencari orang berdosa, bukan mencari orang jahat untuk ditobatkan. Sebab itu maka disampaikan kepada kita bahwa Allah melihat hati manusia, bukan apa yang dilihat manusia.

1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Demikian Allah memilih karena Allah melihat hati manusia, setiap dari kita. Sebelum kita dilahirkan, Allah telah melihat hati kita dalam KemahatahuanNya. Seperti yang dikatakan dalam 2 Tawarikh 16:9, “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Demikian mereka yang dicari Allah yang dipilihNya, adalah orang-orang yang hatinya bersungguh-sungguh mencari Allah dan KebenaranNya. Mereka hidup dalam tawanan dosa, terkurung dalam daging dan hawa nafsu, karena itu Yesus datang mencari dan membebaskan mereka dari tawanan dosa dan melepaskan mereka dari kedagingan dan hawa nafsunya, sehingga dapat hidup seperti kerinduan hatinya, menyenangkan Allah. Mereka adalah Abraham, Henock, Musa, Daud, Daniel, anda dan saya.

Terhadap orang-orang jahat dikatakan demikian:

Matius 3:7
Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Tetapi terhadap Zakeus seorang pemungut cukai yang pendosa dikatakan:

Lukas 19:9
Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

Semoga dapat membedakannya…

Allah tidak menyelamatkan secara kolektif, tetapi masing-masing pribadi. Ada sebagian Israel binasa sebagian tidak. Ibrani 4:6 disebutkan demikian saat bercarita tentang Israel, “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.”

Jadi kata “toh” yang anda pakai sangat tidak tepat menggambarkan apa yang telah, sadang dan akan dilakukan Allah. Bahwa bukan semua Israel akan diselamatkan, tetapi hanya sebagian dari mereka saja yang dipilihNya.

Tanpa banyak basa-basi, Fren. Yoh 3:16.

Terima kasih buat linknya, nanti akan saya coba baca.

Saya sering ngomong, kalau mau belajar Sejarah Mojopahit, bacalah buku Negara Kertagama, dari sumber yang asli. Jangan baca tafsirannya orang Perancis :)

John Calvin me"logika"kan Allah dalam pemikiran "Eropah"nya, dia tidak paham Allah semitik. Maka, belajar Alkitab jangan dari John Calvin :slight_smile:

Saya baca bukunya Calvin gak pernah sampai habis :). apa yang jadi pemikiran saya lebih banyak di dapat dari alkitab, walau tidak memungkiri adanya pengaruh dari orang lain.

Gak mau jawab pertanyaan saya yang ini:

“Dan kalau menurut anda, anda pribadi di pilih Allah karena apa? apakah karena anda telah memenuhi syarat tertentu atau bagaimana?”

“Bisa berikan contoh di alkitab orang-orang yang tidak mempunyai tugas khusus seperti mereka yang di pilih Allah dengan bersyarat?”

Saya menulis itu berdasarkan jawaban anda pertama kali (tidak ada kasih karunia).

bangsa Israel contohnya
kalau memegang perjanjian mereka akan hidup, kalau melanggar mereka akan binasa
mereka dipilih Allah, dan syarat mereka tetap dipilih Allah adalah mereka memegang perjanjian dengan Allah


as for myself
saya ga tahu dipilih Tuhan atau tidak
tapi saya tahu saya diundang, dan saya menerima undangan itu

Saya memberikan contoh sosok individu Yesaya, saya setuju jika sosok Yesaya ini “dipilih sebelumnya”, dia “dipilih tanpa syarat” untuk suatu Tugas Tertentu (Yesaya 49:1).

Tapi tidak semua orang Israel pada posisi seperti Yesaya, bukan?

Israel adalah Typology dalam PL untuk Gereja Kristus di PB
Israel sebagai bangsa pilihan (AM SEGULAH), mereka harus melakukan syarat-syarat. Sepanjang mereka “sungguh-sungguh mendengarkan firman-Nya dan berpegang pada perjanjian-Nya” (Keluaran 19:5).

Saya barangkali tidak seperti Yesaya.
Tapi saya Yakin bahwa saya telah masuk di dalam Umat Pilihannya oleh karena Iman kepada Kristus. Yaitu masuk ke dalam Jemaat kristus secara korporat.
Saya pasti selamat sepanjang saya tetap teguh di dalam Iman dan berpegang pada Firman-Nya.

Jawaban saya persis seperti HenHen, ini adalah jawaban dari Jemaat, Sang Mempelai Kristus!

Saya mengibaratkan Keselamatan itu bagai naik kapal.

Saya menerima Undangan dari Tuhan Yesus untuk datang kepada-Nya menerima keselamatan, saya masuk ke dalam kapal. Saya tetap berjalan bersama dia, di dalam “kapal” yang dinahkodai Tuhan Yesus.
Sepanjang saya tidak keluar dari Kapal yang yang dinahkodai Tuhan Yesus menuju ke Rumah Bapa, niscaya saya pasti selamat.

Dalam perjalanan hidup saya, saya menjalankan syarat (bukan tanpa syarat). Syaratnya adalah tetap di dalam kapal yang Dia nahkodai, saya tidak akan berenang sendiri, sebab kalau berenang sendiri, saya tahu saya pasti akan tenggelam.

Selama selalu bersama Tuhan Yesus, saya selamat! Amin!

Haleluyah.

Note:
Alkitab itu mudah dipahami, dan sederhana sekali.
Jadi pikiran Anda gak usah dirumitkan dengan Doktrin buatan seorang Teolog Eropa abad 16 yang tidak paham Allah Semitik: John Calvin.

Btw:

Albumnya STING yang terakhir “THE LAST SHIP” dengerin bagian pertama dan bagian reprise…
Dia memberikan analogi2 “salvation” seperti naik kapal, bahkan The Queen of England datang sendirian naik taxi, trus ngantre untuk masuk kapal.
So Beautiful… Sting itu seorang Sastrawan sekaligus seorang yang sering memasukkan unsur2 “rohani” di dalam lyric2 lagunya, buat saya dia adalah “the best lyricist” bahkan dalam beberapa lagu, sangat religius, seperti lagu “Mad About You” :slight_smile:

O, begitu.

Menurut logikaku, kerelaan Tuhan mengampuni dosa seseorangpun merupakan kasih karunia. Sebab, memang siapa manusia itu hingga Tuhan 'wajib mengampuninya? Manusia itu hanya debu bagi Tuhan. Bukan kewajiban bagi Tuhan mengampuni manusia. Maka, apabila Tuhan rela mengampuni manusia, itu karena kasih karunia Tuhan.

Maka, setelah Tuhan datang dan menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus, Dia sudah memberi contoh dan perintah sebagai syarat agar seseorang dipilih. Dengan demikian, menurut logikaku, syarat agar dipilih Tuhan ialah bila orang itu melakukan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya melalui para rasul atau penerus rasul.

Salam logika macam-macam.