Pemilihan yang bersyarat

Ya tidaklah. Tapi apa yang saya tulis saya rasa mudah dipahami banyak orang. Coba anda tanya kebanyakan orang Kristen yang tidak mahir alkitab (beda dengan anda yang mahir alkitab) mereka akan menganggap Lucifer itu setan. Dan ini tidak salah berdasarkan Yesaya 14:12.

Menurut saya kita harus membedakan antara Katolik dan Katolik Roma. Cuma kebanyakan orang pasti kalau sudah mendengar Katolik pasti dalam pemikiran mereka Gereja Katolik Roma dengan kepausannya.

Katolik itu sendiri apa sih? Kan artinya “universal”, Jadi di Apostle’s Creed kalimat aku percaya pada gereja Katolik yang kudus, itu bukan menunjuk kepada Gereja Katolik Roma dengan Popenya tapi menunjuk kepada semua orang kristen, semua yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2:9). Lagipula kata ekklesia (gereja) tidak menunjuk kepada sebuah institusi, organisasi, gedung atau bangunan tetapi kepada “semua orang yang telah di panggil keluar”. Kalau pengertian Katolik seperti ini saya juga termasuk Katolik.

Tapi kalau Katolik yang dimaksud maksud adalah Katolik Roma (institusi) yang memiliki doktrin seperti:

  1. Paus sebagai wakil Kristus, kepala gereja yang memiliki infabilitas
  2. Mariologi, Immaculate Conception of Mary and her Bodily Assumption; dimana Maria Hidup dan lahir tanpa dosa.
  3. Konsep seperti thesaurus meritorum, purgatory, and indulgences
  4. Konsep otoritas Gereja Katolik Roma, yang extra-biblical, revelatory or inspired “traditions” yang tidak ada di dalam alkitab.
  5. dll

Saya bukan bagian dari Katolik yang mempunyai doktrin demikian.

Bapa-bapa gereja sampai sekitar abad ke 4 setahu saya juga tidak ada yang percaya doktrin GKR di atas.

Di apostle’s creed tidak ada satupun point yang mendukung doktrin GKR yang saya tulis di atas.

Bersambung

@sarapanpagi sebelumnya sempat menyinggung konsili Nicea (tahun 325), tapi kalau dari apa yang saya baca, gereja yang ada pada waktu konsili Nicea tidak memiliki doktrin seperti GKR yang tulis di atas.

1.Masalah Paus

Di dalam Canon No 6 dari konsili Nicea jelas bahwa Bishop yang satu tidak memiliki otoritas terhadap Bishop yang lain. Tidak ada seorang Paus yang memiliki otoritas atas semua gereja seperti GKR.

Let the ancient customs in Egypt, Libya, and Pentapolis prevail, that the Bishop of Alexandria have jurisdiction in all these, since the like is customary for the Bishop of Rome also. Likewise in Antioch and the other provinces, let the Churches retain their privileges.

Biasanya kalau kita baca, kata Paus muncul abad ke 6 tapi Joseph F. Kelly seorang apologist Katolik Roma sendiri berpendapat bahwa kata Paus tidak dikenakan oleh Bishop Roma sampai abad 9:

The word “pope” was not used exclusively of the bishop of Rome until the ninth century, and it is likely that in the earliest Roman community a college of presbyters rather than a single bishop provided the leadership. - The Concise Dictionary of Early Christianity (The Liturgical Press, 1992)

2. Mariologi

Ludwig Ott seroang teolog Roma Katolik menegaskan bahwa tidak ada bapa-bapa gereja yang mengajarkan hal ini:

“Neither the Greek nor the Latin Fathers explicitly teach the Immaculate Conception of Mary.” (Fundamentals of Catholic Dogma, page-201).

Ott berpendapat doktrin ini muncul di awal abad 12 oleh seorang imam Inggris yang bernama Eadmer (Fundamentals of Catholic Dogma, page-201) yang pasti bahwa doktrin tersebut tidak ada pada abad ke 4 dan gereja-gereja Nicea.

3. Sumber kebenaran yang lain selain alkitab

Athanasius yang sesudah konsili Nicea tetap setia mempertahankan kebenaran yang dia percaya dengan melawan kebanyakan hierarki gereja yang kelihatan saat itu, termasuk Bishop Roma saat itu yang bernama Liberius yang percaya Arianisme, Athanasius mempertahankan kebenarannya hanya berdasarkan alkitab:

…for the tokens of truth are more exact as drawn from Scripture, than from other sources…. (De Decretis, 31).

But since holy Scripture is of all things most sufficient for us, therefore recommending to those who desire to know more of these matters, to read the Divine word, I now hasten to set before you that which most claims attention, and for the sake of which principally I have written these things (Ad Episcopos 4).

Vainly then do they run about with the pretext that they have demanded Councils for the faith’s sake; for divine Scripture is sufficient above all things; but if a Council be needed on the point, there are the proceedings of the Fathers, for the Nicene Bishops did not neglect this matter, but stated the doctrines so exactly, that persons reading their words honestly, cannot but be reminded by them of the religion towards Christ announced in divine Scripture (De Synodis, 6).

Kalau mau di terusin lagi masih banyak…….

Orang gereja Katolik Roma seringkali bangga kalau mereka pewaris sah dari gereja mula-mula (Apostolik) tapi seperti yang pernah dikatakan seseorang “Apostolic succession is a matter of fidelity to the truth, not historical genealogy.” Yup, kesetiaan kepada kebenaranlah yang menentukan.

Agak mirip dengan gereja Presbeterian, sewaktu mula-mula gereja-gereja tersebut berdiri mereka tidak menerima pernikahan gay di gereja, mikir ke situ saya rasa tidak, tapi sekarang gereja Presbeterian (PCUSA) menerima pernikahan gay di gereja. Apakah mereka mewarisi kebenaran yang dipercaya gereja mereka semula? Kan tidak.

Munurut saya GKR tidak jauh berbeda dengan gereja-gereja tersebut, GKR mengklaim pewaris sah gereja mula-mula tapi kebenaran yang dipercaya GKR (beberapa doktrin yang sebut di atas) adalah kebenaran yang tidak dipercaya gereja mula-mula.

jadi maksudnya anda lebih percaya orang banyak yang ga mahir alkitab daripada sedikit orang yang mahir alkitab gitu?

koq rada aneh logikanya :cheesy:

Bro J_P, saya tertarik dgn pernyataan tersebut.

dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan :

Walaupun sampai saat ini seseorang masih bejad, “jika dia sebenarnya adalah pilihan Tuhan”, maka ahirnya akan selamat.

tentu jika ditelaah lebih lanjut sebagai konsekuensi logis dari keyakinan/ pernyataan ini, maka berlaku juga :

Walaupun sampai saat ini seseorang sudah “terlihat memiliki tanda-tanda lahir baru” , “jika dia sebenarnya bukan pilihan Tuhan”, maka ahirnya akan binasa.

Jika demikian, tdk ada kepastian tentang keselamatan?
Sepertinya keselamatan jadi bersifat untung-untungan yaitu, siapa tahu kita adalah orang yg dipilih.

Yang saya maksud dengan ‘’Ya tidaklah”, bahwa memang benar bahwa kebenaran itu tidak berdasarkan banyak-banyakan voting seperti yang dikatakan @sarapanpagi.

Dan kebanyakan orang yang saya maksud tidak mahir alkitab, mereka yang akan menganggap Lucifer itu setan juga tidak salah, karena berdasarkan Yesaya 14:12 Lucifer (Morningstar) di situ memang menunjuk kepada setan.

Maka tak salah kalau orang banyak mengidentikkan gelar Lucifer ini sebagai nama setan itu sendiri

Anda sendiri di thread Lucifer juga menganggap bukanlah kesalahan kalau orang banyak mengidentikkan gelar Lucifer ini sebagai nama setan

ya artinya anda lebih percaya kepada banyak orang yang tak mahir alkitab yang menyebut bahwa Lucifer itu adalah setan

dibandingkan dengan sedikit orang yang mahir alkitab yang menyebut Lucifer itu bukan nama setan, nama itu ga ada di bahasa aslinya, hanya masalah terjemahan saja

begitu kan?
koq jadi bolak balik aje
dengan kata lain, anda lebih percaya alkitab terjemahan daripada alkitab bahasa aslinya toh

biasanya sih orang percaya sama yang mahir bro, walaupun yang mahir itu jumlahnya (sudah pasti) lebih sedikit daripada yang tidak

tapi kasus anda ini kayaknya prinsipnya gotong royong ya, asal banyak pokoknya yang benar
benar toh anda menganut sistem voting jadinya?

:cheesy:

memang tak salah
kerena mereka memang tak mengerti
dan mungkin juga mereka ini seperti anda, memang diajar demikian

nah diantara orang2 yang tak mengerti itu ada yang mau belajar, ada yang mau diajar, ada yang ga mau berubah, ada yang sudah merasa dirinya paling benar, itu sudah pilihan masing2

Kalau menurut pendapatku bro kondisi dari predestinasi adalah unconditional,tanpa syarat.

Sedangkan iman adalah sarana yg juga ditetapkan oleh Allah utk menggenapkan rancangan keselamatan-Nya,tetapi tidak berkaitan secara langsung dengan rancangan kekal keselamatan (predestinasi).

Rancangan itu terjadi didalam dimensi kekekalan sedangkan iman itu terjadi didalam dimensi waktu didunia ciptaan.

Jadi disatu pihak ada rancangan yg non pra-syarat dan ada juga sarana yg harus ditaati.

Kita harus bisa membedakan keduanya.

wuih…
teori divide et impera nih ceritanya?

wkwkw…

hadeeh…
ini marketing kapan beresnya sih?
rebutan customer melulu pake segala cara mau mengakuisisi customer leading brand terus…

kreatip dikit ah jualannya…

Berdasarkan posting-posting Anda yang saya baca di berbagai trit, terutama untuk copas-copas ayat-ayat suci dan artikel-artikel terkait, saya pribadi mengkategorikan Anda sebagai salah satu orang yang mahir alkitab. Bagaimana menurut Anda sendiri?

Gak usah buang bodi ke alkitab.

Konsep J_P versi 1: sso bisa born again dikarenakan kebangkitan Kristus.
Logika: jika frase merah terpenuhi, maka frase biru teraplikasi.

Konsep J_P versi 2: sebelum kebangkitan Kristus terjadi, orang2 PL telah ada yg born again…
Logika: kontradiksi dgn logika dari konsep J_P versi 1.

Oleh karena itu SdT tanyakan penjelasan atas konsep yg self-contradiction itu:
Begimana anda menjelaskan bhw kebangkitan Kristus itu terjadi sebelum kebangkitan Kristus sebab syaratnya sso bisa born again adalah apabila kebangkitan Kristus telah terjadi nurut konsep J_P versi 1.

Langsung jawab saja YA/TIDAK, dan buktikan sendiri dgn mengatakan demikian kepada orang2 kayak elgaga, awaknisiapalah… kita lihat apakah anda tidak akan dituduh sbg arminian atau pelagian (heretic)

Maaf, wa bukannya merasa diberi berkat, melainkan merasa bhw pertanyaan saya dianggap angin lalu sebab anda tidak menjawab scr nyambung sesuai pertanyaan lawan diskusi…
Padahal anda kan posisinya sedang diskusi bertanya jawab dgn saya, bukan sedang ceramah sendiri toh ?
So, dlm suatu diskusi kalo saya tanya, lalu anda memberi uraian panjang kali lebar namun tidak menyentuh apa yg saya tanyakan… itu namanya ga nyambung, mas brow.

Nah, sekarang anda mulai lari dari pokok bahasan.

Saya ulang…
J_P: "Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius yg artinya adalah J_P tidak tau dgn pasti bgmn caranya sso “born again”
Kemudian…
J_P: “Yang pasti caranya agar sso born again bukan dengan sakramen baptisan seperti yang di ajarkan gereja Katolik…”

Yg saya kritik adalah ucapan anda yg tidak konsisten.
Paham ?

Jadi maksudnya:
a. anda itu MEMASTIKAN bhw anda tidak tau caranya sso born again ?
atau
b. anda itu MEMASTIKAN bhw anda tau caranya sso born again ?
(Kalau udah ngomong sekali ya udah, gak usah bolak-balik bikin bingung)

Sekarang silahkan anda pastikan deh… yg mana sih konsep anda sebenarnya sebelum dilanjut diskusinya mengenai hal ini.

  1. Atas dasar apa anda MENGHARUSKAN Allah ROH KUDUS untuk tidak pernah sekalipun melahir-barukan sso ketika ia menerima sakramen baptisan ?

  2. Apa hak anda MELARANG Allah ROH KUDUS (yg tidak menghendaki kebinasaan orang fasik tsb) untuk melahir-barukan sso ketika ia menerima sakramen baptisan ?

  3. Anda TIDAK PUNYA bukti konkrit mengenai statemen anda: tidak ada seorangpun yg pernah born again ketika menerima sakramen baptisan krn hal itu bersifat rohani… So, atas dasar statemen anda yg menyatakan KETIDAK MUNGKINAN baptismal regeneration, saya beri kesempatan pada anda untuk menunjukkan ayat yg menyatakan bhw sso tidak akan mengalami born again ketika ia menerima sakramen baptisan ?

Poinnya anda ?

Lho kok nama saya dibawa bawa,emangnya anda punya bukti kok menyebar fitnah ?

[quote="Seek d Truth post:520, topic:186712"] Begimana caranya agar sso 'born again' ? [/quote] [quote="J_P post:543, topic:186712"] ...secara logika kita dapat mengambil kesimpulan- mereka yang telah lahir baru adalah mereka yang memiliki ke enam tanda ini, dan mereka yang tidak memiliki ke enam tanda ini belum mengalami kelahiran baru. ... Apakah anda mempunyai ke enam tanda-tanda ini? apakah anda sudah dilahirkan kembali

Kalau belum ya sebaiknya kita mencari Tuhan dan berdoa…
[/quote]

Saya kurang tertarik mendiskusikan hal yang bertele-tele seperti ini. Saya sudah tulis pandangan saya mengenai resume dari tulisan anda dan memberi kritikan sepantasnya. Kalau anda niat mendiskusikan, Silakan langsung saja buktikan bhw opini sodara (lihat resume di quote atas) itu TIDAK confusing to unbelievers….and everyone else.

JANGAN MENYEBAR FITNAH SEMBARANGAN TANPA BUKTI !

TUNJUKKAN BUKTINYA APA YANG KAMU KATAKAN BUNG,KALAU TIDAK ADA ITU AD-HOMINEM !

Saya rasa saya sudah menjelaskan semua yang saudara tanya, tapi kalau saudara tidak mau menerima penjelasan saya ya tidak apa-apa.

Saya malas dengan “bertanya – minta jawaban”, “bertanya-minta jawaban” atas hal-hal yang sama lagi seperti yang saudara dan @cadangdata lakukan dengan @elgaga di thread “kalimat ter-ERROR sepanjang sejarah dari doktrin kalvin” sambil mencela satu sama lain . Berapa page habis cuma buat itu.

Dan maaf kalau kata-kata saya ada yang tidak enak. God bless…