Pemilihan yang bersyarat

2. Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah (1 Yohanes 5:1).

Seseorang yang sudah dilahirkan kembali atau sudah di perbaharui oleh Roh Kudus percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu satunya Juruselamat yang dapat menyelamatkan jiwanya, bahwa Ia adalah pribadi ilahi yang ditunjuk oleh Allah Bapa untuk tujuan ini, dan di samping-Nya tidak ada Juruselamat sama sekali. di dalam dirinya dia tidak melihat apapun selain ketidaklayakannya. Tapi dia mempunyai keyakinan yang penuh di dalam Kristus dan percaya kepada-Nya, dia percaya bahwa semua dosa dosanya telah di ampuni. Dia percaya akan hal itu karena dia menerima karya Kristus yang sudah diselesaikan-Nya dengan kematian-Nya di kayu salib menyebabkan dia benar di hadapan Allah, dan dia sekarang dapat menghadapi kematian dan penghakiman tanpa rasa takut

Dia mungkin memiliki ketakutan dan keraguan. Dia kadang-kadang akan memberi tahu anda bahwa dia merasa seolah-olah tidak memiliki iman sama sekali. Tapi tanyakanlah kepada dia, apakah dia akan percaya pada apa pun, selain percaya kepada Kristus, dan dengarkanlah jawabannya. Tanyakanlah kepadanya apakah dia dapat menggantungkan harapannya untuk kehidupan kekal berdasarkan kebaikannya, apa yang dilakukannya, doa doanya, pelayanannya atau gerejanya. Tanyakanlah kepadanya apakah dia tidak akan bergantung kepada Kristus, dan malah menaruh kepercayaannya kepada hal-hal lain selain Kristus untuk jalan keselamatannya. Atas pertanyaan itu dia akan menjawab, meskipun dia merasa lemah dan buruk, dia tidak akan menukarkan Kristus dengan seisi dunia ini. atas pertanyaan itu- dia akan menjawab dia menemukan sesuatu yang sangat berharga di dalam Kristus, dia menemukan jiwanya nyaman di dalam Kristus yang mana dia tidak dapat mendapatkan itu di manapun juga dan dia harus melekat kepada-Nya.

3. Setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya. (1 Yohanes 2:29)

Seseorang yang telah dilahirkan kembali atau telah di perbaharui oleh Roh Kudus adalah seorang yang kudus. Dia berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, dia akan melakukan hal-hal yang menyenangkan Allah dan menolak segala hal yang di benci Allah. tujuan dan keinginannya adalah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwanya dan dengan segenap akal budi dan kekuatannya dan juga mengasihi sesamanya manusia seperti dia mengasihi dirinya sendiri. keinginannya adalah untuk terus melihat Kristus sebagai teladan dan juga sebagai Juruselamatnya dan menunjukkan dirinya adalah sahabat kristus dengan melakukan apa yang Kristus perintahkan. Tidaklah ragu kalau dia tidak sempurna, tidak seorang pun yang dapat mengatakan hal itu terlebih dahulu selain dirinya sendiri. dia merintih atas beban dosa yang begitu membebaninya. Di mendapati adanya sebuah kuasa jahat yang bekerja di dalam dirinya yang terus menerus berperang melawan anugerah Allah dan berusaha menarik dia menjauh dari Allah.

Terlepas dari segala kekurangannya, secara keseluruhan dapat dikatakan dia memiliki kehidupan yang kudus – apa yang dia lakukan adalah kudus – perasaannya kudus – kebiasaannya kudus. Terlepas dari hidupnya yang kadang suka melenceng dan berbalik arah, seperti sebuah kapal yang melawan angin, secara keseluruhan hidupnya hanya mempunyai satu arah-hanya terarah kepada Allah dan untuk Allah. Meskipun kadang dia mungkin suka merasa gagal dalam kehidupan kristennya sampai-sampai dia bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia seorang kristen, di saat dia tenang dia bisa merenungkan dan mampu berkata bersama John Newton yang sudah tua. ‘’ saya tidak seperti sebagaimana saya seharusnya, saya tidak menjadi seperti yang saya inginkan, saya tidak seperti yang saya harapkan di dunia yang lain-tapi bagai manapun saya tidak saya seperti saya yang dahulu dan oleh anugerah Allah saya adalah sebagaimana adanya saya.’’

Bersambung

4. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita ’’. (1 Yohanes 3:14)

Seseorang yang telah dilahirkan kembali mempunyai kasih untuk semua murid-murid Kristus yang sejati. Seperti Bapanya di surga, dia mengasihi setiap orang dengan kasih sejati – tapi dia mempunyai sebuah kasih sejati yang khusus bagi orang yang mempunyai satu pikiran dengan dirinya. Seperti Tuhan dan Juruselamatnya, dia mengasihi orang berdosa yang paling buruk dan dapat menangis buat mereka-tapi dia memiliki sebuah kasih yang khusus bagi mereka orang-orang percaya yang sama sepertinya. Dia tidak pernah begitu merasa seperti di rumahnya sendiri selain pada saat dia berada di tengah orang-orang percaya ini. dia tidak pernah merasa sebegitu bahagia selain saat dia berada di tengah-tengah orang-orang kudus.
Banyak orang mungkin menghargai kepintaran, kesepahaman, kekayaan, atau status - di tengah-tengah pergaulan mereka. Tapi seorang yang telah diperbaharui oleh ROH KUDUS akan menghargai anugerah. Mereka yang menerima anugerah dan mereka yang seperti Kristus adalah yang paling dia kasihi. Dia merasa mereka berasal dari sebuah keluarga yang sama seperti dirinya, mereka adalah saudara saudaranya, anak-anak dari Bapa yang sama. Dia merasa bahwa mereka adalah teman seperjuangannya yang sama-sama bertempur di bawah pimpinan yang sama. Dia merasa bahwa mereka adalah teman seperjalanannya, yang sedang mengarungi perjalanan iman yang sama, mengalami pencobaan dan kesulitan yang sama, dan sebentar lagi mereka akan tenang bersamanya di kediaman abadi yang sama. Dia mengerti mereka, dan mereka mengerti dia. Ada semacam persaudaraan secara rohani di antara mereka. dia dan mereka mungkin banyak berbeda dalam banyak hal – seperti status, kedudukan, kekayaan. Tapi apakah itu sebuah masalah ? mereka adalah orang orang-Nya Yesus Kristus. Mereka adalah putra dan putri Bapanya, oleh karena itu dia tidak dapat berhenti untuk mengasihi mereka.

5. sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia (1 Yohanes 4:5)

Seseorang yang telah lahir baru tidak membuat opini dunia ini sebagai penentu, apakah tindakan yang dilakukannya itu benar atau salah. Dia melawan arus dunia ini, pendapat-pendapatnya dan kebiasaan kebiasaannya. Apa yang orang katakan ? tidak lagi menjadi masalah buat dia. Dia tidak lagi mengasihi dunia ini. Dia tidak lagi menemukan kesenangan yang menurut orang-orang di sekitar dia adalah sebuah kebahagiaan. Dia tidak dapat lagi menikmati kesenangan-kesenangan mereka – apa yang disebut kesenangan-kesenangan itu cuma membuatnya lelah ; kesenangan-kesenangan itu adalah sia - sia bagi dia, tidak menguntungkan dan tidak mempunyai nilai yang kekal. Dia mengalahkan rasa takut akan dunia ini. Dia puas melakukan hal-hal yang menurutnya penting tapi menurut orang sekelilingnya itu adalah tidak perlu. Kalaupun mereka menemukan kesalahan di dalam dirinya, itu tidak masalah baginya. Mereka mengejeknya – tapi dia tetap tidak bergeming. Dia lebih menyukai pujian dari Allah dari pada pujian dari manusia. Dia lebih takut kepada Allah daripada takut kepada manusia.

Dia telah menghitung harganya. Dia telah menetapkan pendiriannya. Adalah hal kecil baginya sekarang apakah dia disalahkan atau dia dipuji. matanya tertuju kepada Dia yang tidak kelihatan. Dia memutuskan untuk mengikuti Yesus ke mana pun. Apabila memang diperlukan dalam mengikut Yesus ini berarti harus keluar dari dunia ini dan dipisahkan, seseorang yang telah lahir baru ini tidak akan menolak untuk melakukan apa yang diperlukan, cara pandangnya bukanlah cara pandang orang secara umumnya lagi dan itu akan membuatnya menjadi sendirian dan aneh – anda tidak dapat mengguncangkannya. Dia bukan lagi budak dunia ini. Menyenangkan dunia bukan tujuannya lagi. tujuan utama dia sekarang adalah menyenangkan Allah.

Bersambung

[color=blue]6. Tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya (1 Yohanes 5:18)

Seseorang yang telah dilahirkan kembali sangat berhati hati dengan jiwanya sendiri. dia tidak hanya berusaha untuk tetap tidak melakukan dosa- tapi juga menjaga dirinya dari segala sesuatu yang mana bisa mempengaruhinya untuk berbuat dosa. Dia berhati hati dengan siapa dia bergaul. Dia merasa bahwa pembicaraan yang jahat akan merusak hatinya, dan yang jahat adalah lebih menarik daripada yang baik. Sama halnya seperti penyakit lebih menular daripada kesehatan. Dia berhati hati dalam mempergunakan waktunya- keinginan utamanya adalah menghabiskan waktunya dengan berguna atau bermanfaat. Dia berhati hati tentang buku apa yang akan dia baca-dia takut pikirannya akan diracuni oleh tulisan-tulisan yang jahat. Dia berhati hati dengan persahabatan yang dia ingin jalani-tidaklah cukup bagi dia bahwa orang-orang itu sopan, ramah, baik hati-semuanya ini adalah baik-tapi apakah mereka akan berguna bagi jiwanya?
Dia berhati-hati atas kebiasaannya sehari-hari dan perilakunya - dia mencoba untuk selalu mengingat bahwa hatinya selalu menipu, dan bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan, bahwa iblis selalu bekerja untuk menyakitinya, dan karena itu ia sungguh-sungguh menjaga dirinya sendiri. Dia ingin hidup seperti seorang prajurit yang hidup di negeri musuh, mengenakan persenjataannya secara terus menerus, dan selalu siap untuk pencobaan. Oleh pengalamannya dia tahu bahwa jiwanya selalu dalam bahaya dan oleh karena itu dia belajar untuk waspada, rendah hati dan menjadi orang yang selalu berdoa.

Pembaca saya telah memberitahukan tanda-tanda ini kepada anda. apakah yang akan dikatakan rasul-rasul tentang anda? apakah anda sudah dilahirkan kembali?

Ini adalah tanda-tanda paling jelas dari seorang Kristen yang telah dilahirkan kembali
Ada sebuah perbedaan besar bagaimana tanda-tanda ini dapat terlihat dalam banyak orang. Di beberapa orang tanda-tanda ini terlihat secara samar-samar dan sangat sulit untuk di lihat. Di beberapa orang lainnya tanda-tanda ini terlihat sangat jelas dan tidak diragukan keberadaannya, jadi siapapun dapat melihat tanda-tanda ini dalam kehidupan mereka. beberapa dari tanda-tanda ini mungkin terlihat lebih jelas daripada tanda-tanda yang lain di setiap orang. Jarang semuanya dapat di kenali dengan jelasnya pada setiap orang.
Tapi tetap, bagaimanapun kita mencoba untuk menurunkan standar kelahiran kembali, kita tidak dapat menyangkal bahwa ke enam tanda di atas adalah tanda-tanda kelahiran kembali yang benar.

Bagaimanakah kita menyikapi hal-hal ini? secara logika kita dapat mengambil kesimpulan- mereka yang telah lahir baru adalah mereka yang memiliki ke enam tanda ini, dan mereka yang tidak memiliki ke enam tanda ini belum mengalami kelahiran baru. Dan ini sepertinya adalah kesimpulan yang mana Rasul-rasul ingin supaya kita memahaminya. Apakah anda mempunyai ke enam tanda-tanda ini? apakah anda sudah dilahirkan kembali

Kalau belum ya sebaiknya kita mencari Tuhan dan berdoa…

Kalau seseorang di pilih Tuhan orang tersebut suatu saat pasti tidak akan santai dengan kehidupan rohaninya dan dia akan mencari kebenaran.

Jangan mendistorsi sifatNya, kemuliaanNya, keagunganNya dgn ajaran Total Depravity. Para bapa Gereja tidak mengajarkan doktrin Total Depravity.

Buat sebagian orang yang dari kecil ke gereja “hidupnya baik-baik saja dan lurus” akan sulit menyadari kalau dirinya totally depraved. Saya ingat pernah dengar kotbahnya Yakub Susabda, dia menceritakan kisah seorang ibu yang begitu baik sehingga dia bertanya buat apa Yesus mati bagi dia? Kaya Yakub Susabda ibu itu harus menanyakan pertanyaan itu jutaan kali, hingga Roh kudus meyakinkan dia kalau dirinya bukan baik tapi “brengsek”.
Bagi mereka yang latar belakangnya rusak sangat mudah untuk menerima kalau manusia memang totally depraved. Coba tanya kepada bekas pecandu narkotik, pelacur dll, mereka akan dengan mudah menerima kalau manusia totally depraved.

Calvinism Declared By The Church Fathers

TOTAL DEPRAVITY

Barnabas (A.D. 70): “Learn: before we believed in God, the habitation of our heart was corrupt and weak.”

Ignatius (A.D. 110): “They that are carnal cannot do the things that are spiritual…Nor can the unbelievers do the things of belief.”

Justin Martyr (A.D. 150): “Mankind by Adam fell under death, and the deception of the serpent; we are born sinners…No good thing dwells in us…For neither by nature, nor by human understanding is it possible for me to acquire the knowledge of things so great and so divine, but by the energy of the Divine Spirit…Of ourselves it is impossible to enter the kingdom of God…He has convicted us of the impossibility of our nature to obtain life…Free will has destroyed us; we who were free are become slaves and for our sin are sold…Being pressed down by our sins, we cannot move upward toward God; we are like birds who have wings, but are unable to fly.”

Clement Of Alexandria (A.D. 190): “The soul cannot rise nor fly, nor be lifted up above the things that are on high, without special grace.”

Origen: “Our free will…or human nature is not sufficient to seek God in any manner.”

Eusebius (A.D. 330): “The liberty of our will in choosing things that are good is destroyed.”

Augustine (A.D. 370): “If, therefore, they are servants of sin (2 Cor. 3:17), why do they boast of free will?..O, man! Learn from the precept what you ought to do; learn from correction, that it is your own fault you have not the power…Let human effort, which perished by Adam, here be silent, and let the grace of God reign by Jesus Christ…What God promises, we ourselves do not through free will of human nature, but He Himself does by grace within us…Men labor to find in our own will something that is our own, and not God’s; how can they find it, I know not.”

Tidak juga, mereka menerima koreksi dari orang lain dan bisa salah. Tidak seperti infabilitasnya Pope di Katolik.

wa gak tau, coba ceritakan.. kenapa jengah dgn bbrp doktrin Katolik….
Ya banyak di antaranya masalah Paus. Ada thread yang membahas ini, tapi rekan Katolik kalau menurut saya tidak dapat menjawab tapi kebanyakan jawabannya tidak nyambung atau mengalihkan dari apa yang ditanya,

Sejarah Terbentuknya ke-Pausan

Kalau mau di tulis banyak, saya kasih linknya saja:

Roman Catholicism

https://carm.org/roman-catholicism

Gimana anehnya ?
Saya bukan orang yang cukup “peka” tapi dalam beberapa peristiwa Tuhan seperti memberikan semacam warning kepada saya. Di alkitab juga di sebutkan ada karunia membedakan roh (1 Korintus 12:10) yang membuat orang yang memiliki karunia tersebut bisa membedakan roh.
Atas dasar apa punya Otoritas apakah si Leonard Ravenhill menyatakan “the greatest forgery Lucifer ever made” ?
Leonard Ravenhill tidak asal ngomong, orang ini hamba Tuhan beneran IMO. Kenapa sih orang suka mempertanyakan otoritas, kaya orang farisi saja. Memangnya harus punya otoritas apa seseorang bisa mengatakan demikian? Harus jadi pemimpin gereja sedunia?

Tentang beberapa orang suka mengklaim kalau merekalah yang apostolik Leonard Ravenhill berkata “The best evidence of apostolic succession is apostolic success!” Apostolik success disini tentu saja berkaitan dengan gereja mula-mula, bagaimana mereka memberitakan injil, kuasa apostilik dsb nya.

Bersambung

Anaknya David Ravenhill juga serupa pendapatnya tentang GKR.

David Ravenhill on Pope John Paul II

David shared these with me today and I wanted to share them here. One is 18 points, another is a poem, another is an article. As a rejoicing former Catholic, it is my honor to share these things.

What the Pope has learned since he died
Mack Tomlinson/David Ravenhill

  1. That he was never the Vicar of Christ
  2. That he had no claim to the title Holy Father
  3. That there is no such place as Purgatory
  4. That infant baptism does not make you a part of the Body of Christ
  5. That Mary never heard any of his prayers
  6. That the rosary never worked
  7. That the pope was never God’s mediator, only Christ
  8. That all the burning of candles will do, is produce smoke
  9. That he was never infallible
  10. That all his righteousness was as filthy rags before God
  11. That his church and HIS church were totally distinct
  12. That even the ‘elect’ can be deceived
  13. That Romanism was wrong in persecuting true Christians
  14. That man’s approval and God’s approval are not the same
  15. That he did not hear “well done thou good and faithful servant”
  16. That he lead millions into false faith and a false system
  17. That he received a much hotter welcome than he expected
  18. That he will receive greater judgment

Now for the poem:

Holy Smoke
By David Ravenhill

Holy smoke - it’s black again
As it pours from the Vatican
It’s clear the cardinals can’t agree
On who their choice Pope should be
There is no doubt, the man they pick
Was chosen based on politic’
This ritual still amazes me
Their Pope’s infallibility?
The Church’s head is Christ alone
He reigns from heaven not from Rome
So search the Scriptures and you’ll see
With God there is ‘no vacancy’
Position filled.
So let’s forget the Papacy
It’s nothing but IDOLATRY!

Now for the article:

The Pedophile Pontiff: Pope John Paul II
By David Ravenhill

I’ve been stunned over the past few days following the death of Pope John Paul II by the overwhelming outpouring of praise for his life and legacy. Both Evan
gelicals as well as one prominent Charismatic leader have expressed their remorse at his passing.
What has shocked me that most is the way they have spoken about him. One Charismatic leader refers to him as, and I quote, “A true Saint”, “The most remarkable leader of our time”, “a man of God”, “a leader who blessed and advanced the whole Church and indeed, the cause of Christianity itself” and “one of the greatest men of God of our time”.

Let me ask you, are these the type of accolades we reserve for the leader of the world’s largest pedophile ring in human history, the Roman Catholic Priesthood? Keep in mind it was under the leadership of this “true saint” that some 100,000 young boys were sodomized. This is in the United States alone. One can only imagine the mind boggling numbrs when you calculate the third world countries where the young have no legal means of protection or recourse for such heinous acts. This “man of God” had the power with one stroke of his Papal pen to repeal this demonic doctrine and forever overturn the traditions of men by permitting priests ‘to marry rather than to burn’. Instead he chose to “bind” instead of “loose” and so released upon the world tens of thousands of pedophile ‘piranha priests’ who preyed upon the lives of innocent children leaving them scared and scarred, their lives forever destroyed. Jesus said “It would be better to have a millstone tied around your neck and to be thrown into the sea rather than cause one of these little ones to perish.”
How can anyone in their right mind call this man, “the most remarkable leader of our time”? Conservative estimates report that close to twenty five percent of Roman Catholic priests are practicing homosexuals, not to mention their lesbian counterparts. I didn’t hear the ‘pontiff’ publicly repent for his actions and the actions of ‘his church’ in this regard.

We also need to keep in mind that prior to Pope John Paul II apologizing for the Catholic Church’s persecution of both Protestants and Jews he warned his faithful flock in Mexico to be wary of all Evangelicals. God forbid they should embrace the true gospel of faith in Christ and find themselves free from the chains of sin as well as that of Rome. This man was a true chameleon who knew how to change his colors to suit his audience.
Jesus warned us that in these last days we would see a rise of false prophets and teachers which lead me to ask, where does this Charismatic leader really recieve his ‘revelations’ from? He has certainly left me with some questions. The only real tragedy that has resulted from the death of John Paul II is this: They will appoint another Pope in his place.

Katolik disini bukan menunjuk ke gereja Katolik Roma…

The Question:

How would you handle the following part of the Apostle’s Creed?
“I believe in the holy catholic church: the communion of saints.”
As it says in those university things, “discuss.”

UK Apologetics Reply:

It means what it says. All Christians must support the concept of one holy catholic church. Always remember that ‘catholic’ simply means universal. Later on, the word was also used to denote purity of doctrine to separate itself from those who held heretical doctrines (such as the ‘Arianists,’ which doctrine is now alive and kicking within the so-called ‘Jehovah’s Witnesses’).

The church are ‘the called out ones.’ This refers to a certain body of people, it most certainly does not refer to any place of worship. There is one such body of people, guided and led by the Holy Spirit, they will be found in various groupings and denominations none of which greatly matter to God, for the people themselves are in spiritual union (whether they realise it or not). This is the ‘communion of the saints.’ That same creed also mentions ‘one baptism,’ something which was also important to Paul. Again, that does not rule out various groupings (see 1 Corinthians 12:7-30; Ephesians 4:4-6,11-13), but there is one body and one mode, system, or reason for/of baptism. In theory at least, all the major denominations accept this. The important thing about baptism is the faith which should be present, obviously this calls into very serious question paedo-baptism.

Much later on in Christian history, “catholic” came to change in meaning referring to a certain emphasis upon a specific grouping of ritualistic doctrines, headed by a leader who was celebrated and invested with great power. Mostly such groups have held on to the vital things of the Gospel but an over-emphasis on ritual does call their overall Christian understanding into question. Today we have Eastern Orthodoxy and Roman Catholic, considered to be the two major arms of Christian Catholicism. Even in addition to that we have the so-called ‘high church’ section of Anglicanism which also considers itself to be catholic. It can get very confusing but the original understanding of ‘catholic’ was very different.

When we read the Apostle’s Creed, we should understand the original meaning of the words used.

Let us close with some very wise words of Paul:

As a prisoner for the Lord, then, I urge you to live a life worthy of the calling you have received. Be completely humble and gentle; be patient, bearing with one another in love. Make every effort to keep the unity of the Spirit through the bond of peace. There is one body and one Spirit, just as you were called to one hope when you were called ; one Lord, one faith, one baptism; one God and Father of all, who is over all and through all and in all. But to each one of us grace has been given as Christ apportioned it. (Ephesians 4:1-7).

So Christ himself gave the apostles, the prophets, the evangelists, the pastors and teachers, to equip his people for works of service, so that the body of Christ may be built up until we all reach unity in the faith and in the knowledge of the Son of God and become mature, attaining to the whole measure of the fullness of Christ. Then we will no longer be infants, tossed back and forth by the waves, and blown here and there by every wind of teaching and by the cunning and craftiness of people in their deceitful scheming. Instead, speaking the truth in love, we will grow to become in every respect the mature body of him who is the head, that is, Christ. From him the whole body, joined and held together by every supporting ligament, grows and builds itself up in love, as each part does its work. (Ephesians 4: 11-16. NIV throughout).

http://www.ukapologetics.net/12/catholic.htm

IMO Leonard Ravenhill bukan seorang teolog, dia seorang penginjil. Ada juga beberapa yang bilang dia seorang nabi beneran dari begitu banyaknya nabi palsu yang muncul. seperti pendapatnya David Wilkerson.

“Leonard Ravenhill was one of the few men I have ever known who was a true prophet." - David Wilkerson

Powerful sih khotbahnya, kalau belum pernah dengar coba dengar sekali-kali seperti yang ini. Durasinya Cuma 6 menitan:

AGONY & SACRIFICE - Compilation - Leonard Ravenhill - Holiness - Repentance - Revival

Btw, Yesus itu "Lucifer"

Jika Anda berpendapat Lucifer itu nama Iblis, bisakah Anda memberikan buktinya dari naskah Alkitab bahasa asli?


Lucifer itu Morningstar dan ini memang di tujukan kepada Yesus di Wahyu 22:16. Tapi kebanyakan orang saat mendengar Lucifer pasti identik dengan setan (Yesaya 14:12) yang dikatakan Morningstar. Di Yesaya 14:12 KJV memakai kata Lucifer.

Lantas Katolik mana menurut anda?

;D ;D ;D

Apakah kebenaran berdasarkan “kebanyakan”, kayak voting di DPR ajah

Kata “Lucifer” adalah akata pinjeman yg originalnya dari St Jerome abad 4 Masehi.
Lha kok pakai “istilah”-nya Katolik sih :slight_smile:

Mau nunjuk sesuatu, tapi takut kenak kick balik, Bro :slight_smile:

Jadi kenapa sodara komplain kalo dibilang sbg “penganut TULIP”, jika sodara memang penganut TULIP:


ayat dan interpretasi ayat sudah diberikan - “banyak yg dipanggil, sedikit yg dipilih” - tetapi sodara menolak pendapat bhw ayat tsb mengindikasikan pemilihan berkondisi, bukan mengindikasikan pemilihan tanpa kondisi.

[quote="J_P post:703, topic:186594"] b) Regenerasi terjadi karena kebangkitan Kristus (1 Petrus 1:3) [/quote] [quote="J_P post:539, topic:186712"] Lahir baru.

Tuhan Yesus sendiri berkata kalau Nikodemus harus dilahirkan kembali, dan Tuhan Yesus mengisyaratkan kalau Nikodemus tahu mengenai kelahiran kembali karena dia pengajar Israel (Yohanes 3:3-10). Dari hal ini kita bisa mengetahui bahwa kelahiran baru juga terjadi di PL. Dan ada beberapa ayat di PL yang berbicara tentang kelahiran kembali.

Contohnya mungkin seperti Yohanes Pembaptis yang sudah penuh ROH KUDUS dari rahim ibunya. Abraham juga sudah mendengar injil dan dia dibenarkan (Galatia 3:8-9; Roma 4:9). People in the OT looked forward to the coming Messiah to atone for their sins. We look backwards to the Messiah who came. But we are both made right with God by the same means: by grace, through faith.
[/quote]

Coba sodara jelaskan bagaimana logika dari konsep sodara sendiri yakni: "Regenerasi terjadi karena kebangkitan Kristus, tapi Regenerasi terjadi sebelum kebangkitan Kristus."

But if you believe people can respond to the gospel using their free will, most calvinist would condemned you as a heretic and unregenerated goat ?

[quote="Seek d Truth post:520, topic:186712"] Begimana caranya agar sso 'born again' ? [/quote] [quote="J_P post:540, topic:186712"] Yang pasti bukan dengan sakramen baptisan seperti yang di ajarkan gereja Katolik

[color=blue]Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius (Yohanes 3:8). Tapi kita dapat mengetahui tanda-tanda kalau kita telah dilahirkan kembali. Berikut ini adalah tanda-tandanya menurut J,C Ryle.
[/quote]

Untuk apa sodara nulis panjang lebar tetapi tidak menjawab pertanyaan SdT yg sangat singkat itu ?

Yg gak logis juga statemen anda:
J_P: Yang pasti caranya agar sso ‘born again’ bukan dengan sakramen baptisan seperti yang di ajarkan gereja Katolik sebab Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius.

Jika anda sudah bilang bhw “Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius” yg artinya adalah anda tidak tau dgn pasti bgmn caranya sso “born again”… namun anda berani memastikan bhw caranya sso “born again” adalah bukan dgn sakramen baptisan…
Maka statemen anda menggiring pada opini bhw: tidak ada seorangpun yg “born again” ketika ia menerima sakramen baptisan…

So… tugas anda adalah buktikan bhw tidak ada seorangpun yg “born again” ketika ia menerima sakramen baptisan dan kenapa sebagian reformed mempraktekkan baptisan bayi ?

Resume:

  1. J_P mengajarkan bhw semua orang yg belum ‘born again’ tidak mampu mencari Allah.
  2. J_P tidak tahu caranya sso ‘born again’
  3. J_P tau tanda2nya sso telah ‘born again’
  4. J_P menganjurkan bagi orang2 yg belum memiliki tanda2 telah born again (orang2 yg belum born again) tsb untuk mencari Tuhan dan berdoa… padahal in the first place, mereka tidak mampu mencari Allah dan mengharuskan Allah untuk melahirbarukan orang2 tsb terlebih dahulu barulah mereka mampu untuk mencari Allah.

Pertanyaannya: How could they believe ON THEIR OWN if THEY are totally depraved and unable to believe ON THEIR OWN in the first place ?

IMO: opini sodara itu tidak logis… opini sodara itu justru very confusing to unbelievers….and everyone else.

[quote="J_P post:514, topic:186712"] tapi predestinasi bisa memberikan penghiburan bagi orang percaya di tengah-tengah dunia yang gelap dan penuh kesengsaraan ini. [/quote] [quote="Seek d Truth post:520, topic:186712"] Waiting around for God to regenerate me so I can believe is not HOPEFUL, its HOPELESS since God saves very few. [/quote] [quote="J_P post:544, topic:186712"] Kalau seseorang di pilih Tuhan orang tersebut suatu saat pasti tidak akan santai dengan kehidupan rohaninya dan dia akan mencari kebenaran. [/quote]
J_P bilang bhw ajaran unconditional election/predestination versi calvinism itu memberi penghiburan.. [i]* ajaran unconditional election/predestination versi calvinism: orang2 ibarat wayang yg dimainkan oleh dalangnya, orang2 tsb gak punya pilihan selain menjalankan apa yg telah dipredestinasikan pada mereka.[/i]

Poin SdT adalah mengkritik ajaran predestinasi versi calvinism (unconditional election versi calvinism) dgn memberi tanggapan: “Waiting around for God to regenerate me so I can believe is not HOPEFUL, its HOPELESS since God saves very few.”

Kemudian respon JP gak nyambung dan gak sesuai alur diskusi sebelumnya.

Terbalik… Roh Kudus justeru meyakinkan bhw ciptaan Allah itu baik… nature manusia itu baik… manusia diciptakan upright; dosa itu in a sense dapat dideskripsikan sbg ‘melawan nature sendiri’
Nah Roh Kudus itu menginsafkan manusia akan kejahatan2nya, dosa2nya, perbuatan2nya yg melawan naturenya sendiri…
beda ama ajaran calvinism dimana tersirat bhw seolah nature manusia itu evil.

Jangan asal kutip catatan para bapa Gereja.
saya ulang sekali lagi statemen saya: TIDAK ADA SEORANG bapa Gereja PUN yg mengajarkan Total Depravity, bahkan St Augustine pun TIDAK!

Consequently, if there are many possible interpretations of Scripture, by definition there is no ultimate interpretation. And if there is no ultimate interpretation, then a person cannot know whether or not his own interpretation is objectively true.


So…if any given denomination claims that its interpretations are correct above those of the other denominations, it has effectively set itself up as a final authority. The problem here is that such an act violates Sola Scriptura, setting up an authority outside Scripture.

On the other hand, if any given denomination would grant that it’s interpretations are no more correct than those of other denominations, then we are back to the original dilemma of never knowing which interpretation is correct and thus never having the definitive truth.

But Our Lord said, “I am the way, and the truth, and the life.” (John 14:6).

Pemimpin = pelayan.
Paus seperti Paus francis tidak menganggap dirinya seolah2 ‘raja dlm konteks kayak raja firaun, dll’ dari umat Katolik, melainkan menganggap dirinya sebagai ‘figur ayah bagi umat Katolik’ dan ‘pelayan’ bagi sodara2nya yg lain… demikian halnya dgn para Uskup, Pastor, bahkan bruder…

Gereja mula2 dan Gereja Perdana itu bukan modal self-claimed, melainkan melalui tahbisan yg valid dan sah…
Kalo modalnya cuman self-claimed, gnostic juga bisa bahkan mereka ngarang “kitab suci” sendiri mengatas namakan rasul2.

Pernah dengar ayat berikut dan mengerti maksudnya ?
Tit. 1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.

Bukan konsep saya tapi alkitab yang mengatakan demikian.

Alkitab memberikan penjelasan regenerasi itu memang terjadi karena inisiatif Allah dimana manusia pasif.

1.Regenerasi terjadi karena kebangkitan Kristus

Ayat di bawah ini mengatakan demikian:

1Pe 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

2.Regenerasi terjadi sebelum kebangkitan Kristus

Ayat dibawah ini memang menyiratkan demikian:

Joh 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Percakapan Tuhan Yesus dengan Nikodemus ini terjadi sebelum kematian dan kebangkitan-Nya. Tapi di ayat ini Tuhan mengatakan Nikodemus harus dilahirkan kembali. Tidaklah mungkin Tuhan mengatakan demikian kalau kelahiran kembali tidak dapat terjadi saat itu.

1Pe 1:10 Of which salvation the prophets have enquired and searched diligently, who prophesied of the grace that should come unto you:

1Pe 1:11 Searching what, or what manner of time the Spirit of Christ which was in them did signify, when it testified beforehand the sufferings of Christ, and the glory that should follow.

Menurut ayat di atas nabi-nabi di PL juga memiliki Roh Kristus, yang memungkinkan mereka juga mengalami regenerasi.

Bisa kasih contoh siapa orang yang mengatakan demikian yang anda tahu?

Saya juga pernah baca ada Calvinist / Reformed yang arogan sih kata saya, tidak seperti Kristus, saya juga agak ragu kalau orang seperti itu benar-benar sudah mengalami regenerasi.

Saya posting itu karena di beberapa postingan saya sebelumnya saya suka menekankan tentang regenerasi, dan saya pikir itu berguna supaya yang membaca postingan saya sebelumnya memahami apa yang saya maksud dengan orang yang telah mengalami regenerasi.

Dan itu bukan tulisan saya, saya cuma menerjemahkannya, kali-kali aja di forum ini ada orang yang kesulitan baca tulisan dalam bahasa Inggris, kiranya bisa jadi berkat.

Yg gak logis juga statemen anda: J_P: Yang pasti caranya agar sso 'born again' bukan dengan sakramen baptisan seperti yang di ajarkan gereja Katolik sebab Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius. Jika anda sudah bilang bhw "Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius" yg artinya adalah anda tidak tau dgn pasti bgmn caranya sso "born again".. namun anda berani memastikan bhw caranya sso "born again" adalah bukan dgn sakramen baptisan.. Maka statemen anda menggiring pada opini bhw: tidak ada seorangpun yg "born again" ketika ia menerima sakramen baptisan...

Regenerasi adalah suatu perintah, tapi Tuhan Yesus sendiri tidak memberikan penjelasan bagaimana caranya agar seseorang, mengalami regenerasi, Dia hanya menjelaskan prosesnya. Tapi janji tentang regenerasi memang ada seperti yang terdapat di PL.

Apa yang di tulis J.C Ryle untuk mengajak orang “Kristen” menguji diri mereka apakah mereka sudah mengalami regenerasi atau belum menurut saya adalah alkitabiah, karena Paulus di 2 Korintus 13:5 juga mengatakan hal yang serupa. Dan kebanyakan di gereja yang saya tahu, kebanyakan pengkhotbah takut / “chicken” untuk memberitakan kepada mereka yang hadir di gedung gereja apa tanda-tanda regenerasi yang benar, karena kalau memang mereka melakukannya kemungkinan gereja mereka akan sepi.

Iya karena memang tidak ada dukungan ayat alkitab ketika ia menerima sakramen baptisan seseorang mengalami regenerasi. Ada seorang Katolik di forum ini sebelumnya yang mengatakan kalau Hitler Katolik dan di baptis Katolik

Harusnya kan kalau menurut katekismus gereja Katolik yang saya kutip Hitler telah mengalami regenerasi, yang mana ada ROH KUDUS di dalam hidupnya. Tapi apakah anda percaya seseorang yang telah mengalami regenerasi dan memiliki ROH KUDUS seperti Hitler (asumsi berdasarkan katekimus Katolik) bisa membunuh jutaan orang?

Bersambung