Pemilihan yang bersyarat

Belum lagi para imam-iman Katolik yang pedhopile atau “piranha priest” istilahnya David Ravenhill yang mensodomi anak-anak, sampai Vatikan membayar ganti rugi puluhan juta dollar kepada korban-korban kalau saya tidak salah ingat. Apakah anda percaya mereka ini telah mengalami regenerasi?

Keuskupan Los Angeles Bayar Ganti Rugi 10 Juta Dollar untuk kasus pelecehan seksual anak-anak

Cardinal Roger Mahony: Sexual abuse cases

Mantan dubes Vatikan (Jozef Wesolowski) diduga melecehkan anak-anak

Banyak lagi kalau saya mau kasih linknya…

Belum lagi apa yang saya baca di thread kemartiran yang di katakan mendukung perang salib? Apakah anda percaya mereka telah mengalami regenerasi?

Sekali saya katakan memang tidak ada dasar ayat di alkitab yang mendukung kalau seseorang menerima sakramen baptisan dia langsung mengalami regenerasi.

Kalau soal doktrin baptisan ini (sebagian reformed) saya juga tidak setuju karena memang tidak alkitabiah. Dan saya juga tidak setuju dengan kebanyakan doktrin reformed tentang Eklesiologi, Pneuamatologi dan Eskatologi. Tapi untuk doktrin Soteriologi Reformed saya rasa doktrinnnya bagus, walau tidak sempurna. Paulus saja masih samar-samar (1 Korintus 13:12)

Kita tidak bisa menghakimi keselamatan seseorang (kalau seseorang tidak dipilih Allah) sampai akhir hidupnya, siapa yang tahu orang yang kelihatannya begitu bejat bagi kita hari ini di akhir hidupnya dia percaya kepada Kristus.

Tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang kristen hanya memberitakan injil kepada mereka dan berdoa untuk mereka dan mengasihi mereka. Dan yang bisa membuat seseorang bertobat adalah Roh Kudus sendiri.

Saya pernah mendengar kesaksian ada seorang hamba Allah yang berdoa untuk keselamatan ayahnya. Mereka ini latar belakangnya bukan kristen, tapi si anak ini, hamba Allah ini suatu saat menjadi kristen, dan dia sering memberitakan injil kepada ayahnya, tapi ayahnya tidak pernah percaya, sampai suatu hari ayahnya masuk rumah sakit, disitulah dia berdoa agar ayahnya menerima Kristus, dan menurut cerita hamba Allah ini kalau lihat detik-detik terakhir raut muka ayahnya (menangis dll mungkin) ayahnya mungkin percaya kepada Kristus di akhir hidupnya. Dan saya juga pernah mendengar kisah lain yang mirip. Kedua orang tua saya sendiri dan saudara-saudara kandung saya, saya rasa juga belum mengalami kelahiran kembali walau mereka datang ke gereja hampir tiap minggu selama puluhan tahun.

Pernah saya mendengar khotbah tentang misi, salah satu alasannya si pengkotbah pergi ke unreached people karena dia percaya ada sebagian di antara unreached people itu yang di pilih Allah. Beberapa malam lalu saya juga mendengarkan khotbah bagaimana seorang misionaris di negara muslim yang radikal, dengan misionaris yang begitu sedikit bisa memenangkan banyak jiwa. Doanya dia kira-kira seperti ini “Tuhan pimpin saya atau pertemukan saya dengan orang-orang yang telah Engkau persiapkan hatinya untuk mendengar injil” . Dia berdoa seperti ini karena misionaris begitu sedikit di negara muslim yang radikal ini.

Kita tidak bisa menghakimi seseorang mereka yang kelihatannya sekarang begitu bejat atau orang “kristen” yang tidak mempunyai tanda-tanda regenerasi, kalau mereka tidak di pilih Allah, kita belum tahu akhir kehidupan mereka.

Saya menulis demikian, karena hal itu adalah hal terbaik yang dapat dilakukan orang “kristen” yang belum mempunyai tanda-tanda regenerasi. Dan bisa jadi kalau Allah bekerja di dalam kehidupan mereka sewaktu mereka berdoa dan mencari Tuhan seperti baca alkitab dsb nya. Dan bisa saja memang Allah yang mendorong mereka melakukan hal itu.

Ciptaan Allah itu memang baik, tapi kan setelah manusia jatuh dalam dosa kecenderungan hati manusia kan jahat sampai Tuhan menyesal menciptakan manusia dan ingin membinasakan mereka (Kejadian 6:6-7). Yesaya seorang nabi besar saja saat berhadapan dengan kekudusan Tuhan dia mengaku kalau dirinya adalah seorang yang najis bibir, layak binasa dan celaka (Yesaya 6:5)

Ayat Titus 1:15 yang anda kutip juga mendukung kalau orang yang tidak beriman (belum mengalami regenerasi) akal budi dan suara hatinya najis, suatupun tidak ada yang suci. Termasuk naturnya.

Eph_2:3 Among whom also we all had our conversation in times past in the lusts of our flesh, fulfilling the desires of the flesh and of the mind; and were by nature the children of wrath, even as others.

Tahbisan yang valid dan sah itu seperti apa dan bagaimana?

Apakah menurut anda imam-imam Katolik yang pedofil yang saya singgung di atas juga memiliki tahbisan yang valid dan sah?

Pernah dengar ayat berikut dan mengerti maksudnya ? Tit. 1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
Saya tidak mengerti maksud anda mengutip ayat ini dengan menghubungkannya dengan David Ravenhill dan pendapatnya tentang GKR. Bisa dijelaskan?

Sudah baca sampai habis kutipan yang saya berikan diatas?

Saya sama sekali tidak takut kena kick. Tidak masalah buat saya kalau salah atau kalah dalam diskusi dsb nya.

Tapi kalau nanti kalau ada waktu lagi akan saya jawab. terima kasih.

Silahkan saja dijawab, pertanyaan sesimple itu koq suruh baca tulisan segerbong ??

:rolleye0014:

Maksud @RITA RATINA, ketika melakukan pemanggilan kepada manusia, Tuhan tidak berdaulat sehingga tidak semua yang dipanggil itu dipilih, kemudian ketika memilih, Tuhan menggunakan kedaulatanNya, dan dengan demikian maka banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih?
Atau, apakah menurut @RITA RATINA, Tuhan itu gemar melakukan hal yang sia-sia (dalam hal ini melakukan pemanggilan), tetapi kemudian Tuhan menggunakan kedaulatanNya ketika memilih siapa saja yang diinginkanNya bertatapan muka denganNya?

Salam logika macam-macam.

lha yang memilih nomer ayat itu untuk menjawab pertanyaan mbak SdT itu siapa?
anda atau bukan?

waktu milih nomer ayat itu untuk menjawab itu, anda dalam keadaan sadar atau sedang trance?

yang membaca kumpulan huruf di alkitab itu siapa?
anda ?
atau alkitabnya bunyi sendiri??

alkitab waktu “mengatakan demikian” itu ngomongnya pake logat gimana?

hadeeh…
mulai lagi deh…
penyakit “Pengecut Spiritual” alias “interpretasi sendiri tapi buang bodi & berlindung dibalik ketiak alkitab”…
wkwkw…

salam

itu mah BUKAN karena “total depravity adalah kebenaran Tuhan” atuh mas…

itu mah strategi marketing / selling biasa aja…
Calon customer yang sedang dalam posisi kebimbangan, tembaklah pada titik kebimbangannya dengan tagline yang sesuai, maka akan sangat mudah untuk teryakinkan dan akhirnya menuruti untuk purchase produk anda…

contoh:
seseorang yang habis keluar dari hutan dan belum mandi selama 10 hari, rambutnya kucel bau, dikelilingi lalat dan segala macem sedang menggaruk-garuk rambutnya…
seorang salesman shampoo mendatangi nya…
Sales (S): mas, saya sungguh prihatin melihat kondisi anda…
Kucel (K): kenapa emangnya bro?

S: anda sadar engga, rambut anda yang begitu itu berbahaya bisa memicu kanker rambut?
anda tahu engga kalau di mikroskop, berapa banyak kuman dan jamur di kepala anda?
anda tahu engga bahwa kondisi anda itu bakal sangat sulit dibersihkan pake shampoo biasa?

K: (manggut-manggut)… o iya yah… bener juga bro… gw baru nyadar… elo bener banget

S: kebetulan, saya dulu juga penggemar adventure di hutan spt anda…
rambut saya hampir habis karena rontok terus… padahal saya udah keramas tiap hari begitu pulang rumah…
makanya saya tahu persis penderitaan anda & betapa parahnya kondisi anda…
sampai akhirnya, gw nemu shampoo cap kadal ini, yang ternyata gu keramas 3 kali aja, udah bisa kembali normal dan berkilau rambut gw…

K: ah ciyus brow?? elo engga boongin gw kan??

S: mas… buat apa saya bohongin… saya engga mau jualan kok…
anda pakai aja dulu ini shampoo sampai bersih…
gak usah bayar kok… saya masih punya banyak di rumah…

wkwkwkwkwkwkw…
ring a bell??
wkwk

Logikanya sedang bercanda ya bro.

Jawabannya anda sudah tahu , tapi tetap saja anda meragukan kedaulatan Allah yang tidak pernah berubah dari KEKEKALAN, yang tidak terikat waktu.

Kehendak Allah yang dengan kerelaan kehendakNya, memberi belas kasihan kepada siapa hendak diberi.

Rom 9
9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.”

9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

9:18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Silakan berargumen dengan Allah. :char11:

Bro , bagus sekali semua penjelasannya dan setuju.

Jangan takut menyampaikan kebenaran , takut kalau kita tidak menyatakan kebenaran. :afro:

Kenapa harus sampai double post? Siapa yang bercanda? Yang nyambung, dong, ah.

Tapi sebentar.
@Cintas Bhinneka tulis begini:

Yang dipanggil banyak, yang dipilih sedikit, merupakan indikator bahwa ada syarat untuk jadi terpilih.
Lalu @RITA RATINA menanggapi:
Syaratnya KEDAULATAN ALLAH.
Karena itu, @Cinta Bhinneka menanyakan, apakah menurut @RITA RATINA, Tuhan itu gemar melakukan hal yang sia-sia (dalam hal ini melakukan pemanggilan), tetapi kemudian Tuhan menggunakan kedaulatanNya ketika memilih siapa saja yang diinginkanNya bertatapan muka denganNya?

Mengapa @RITA RATINA lari ke Rom 9:15-16.18?

Apakah ketika melakukan pemanggilan itu, Tuhan hanya iseng-iseng?

Tidak ada yang mengatakan bahwa kedaulatan Tuhan berubah. @RITA RATINA bisa membedakan perubahan kedaulatan dari penggunaan kedaulatan, kan?

Yang @Cinta Bhinneka tanyakan, apakah ketika mengadakan pemanggilan, Tuhan tidak menggunakan kedaulatanNya dan menghasilkan banyak yang dipanggil(baik yang dikehendaki Tuhan dan yang tidak), sementara ketika memilih, Tuhan menggunakan kedaulatanNya sehingga jumlah yang dipilih lebih sedikit(hanya yang dikehendaki Tuhan saja) dari yang dipanggil?

Bisa @RITA RATINA tangkap?

Salam logika macam-macam.

Ya tidaklah. Tapi apa yang saya tulis saya rasa mudah dipahami banyak orang. Coba anda tanya kebanyakan orang Kristen yang tidak mahir alkitab (beda dengan anda yang mahir alkitab) mereka akan menganggap Lucifer itu setan. Dan ini tidak salah berdasarkan Yesaya 14:12.

Menurut saya kita harus membedakan antara Katolik dan Katolik Roma. Cuma kebanyakan orang pasti kalau sudah mendengar Katolik pasti dalam pemikiran mereka Gereja Katolik Roma dengan kepausannya.

Katolik itu sendiri apa sih? Kan artinya “universal”, Jadi di Apostle’s Creed kalimat aku percaya pada gereja Katolik yang kudus, itu bukan menunjuk kepada Gereja Katolik Roma dengan Popenya tapi menunjuk kepada semua orang kristen, semua yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2:9). Lagipula kata ekklesia (gereja) tidak menunjuk kepada sebuah institusi, organisasi, gedung atau bangunan tetapi kepada “semua orang yang telah di panggil keluar”. Kalau pengertian Katolik seperti ini saya juga termasuk Katolik.

Tapi kalau Katolik yang dimaksud maksud adalah Katolik Roma (institusi) yang memiliki doktrin seperti:

  1. Paus sebagai wakil Kristus, kepala gereja yang memiliki infabilitas
  2. Mariologi, Immaculate Conception of Mary and her Bodily Assumption; dimana Maria Hidup dan lahir tanpa dosa.
  3. Konsep seperti thesaurus meritorum, purgatory, and indulgences
  4. Konsep otoritas Gereja Katolik Roma, yang extra-biblical, revelatory or inspired “traditions” yang tidak ada di dalam alkitab.
  5. dll

Saya bukan bagian dari Katolik yang mempunyai doktrin demikian.

Bapa-bapa gereja sampai sekitar abad ke 4 setahu saya juga tidak ada yang percaya doktrin GKR di atas.

Di apostle’s creed tidak ada satupun point yang mendukung doktrin GKR yang saya tulis di atas.

Bersambung

@sarapanpagi sebelumnya sempat menyinggung konsili Nicea (tahun 325), tapi kalau dari apa yang saya baca, gereja yang ada pada waktu konsili Nicea tidak memiliki doktrin seperti GKR yang tulis di atas.

1.Masalah Paus

Di dalam Canon No 6 dari konsili Nicea jelas bahwa Bishop yang satu tidak memiliki otoritas terhadap Bishop yang lain. Tidak ada seorang Paus yang memiliki otoritas atas semua gereja seperti GKR.

Let the ancient customs in Egypt, Libya, and Pentapolis prevail, that the Bishop of Alexandria have jurisdiction in all these, since the like is customary for the Bishop of Rome also. Likewise in Antioch and the other provinces, let the Churches retain their privileges.

Biasanya kalau kita baca, kata Paus muncul abad ke 6 tapi Joseph F. Kelly seorang apologist Katolik Roma sendiri berpendapat bahwa kata Paus tidak dikenakan oleh Bishop Roma sampai abad 9:

The word “pope” was not used exclusively of the bishop of Rome until the ninth century, and it is likely that in the earliest Roman community a college of presbyters rather than a single bishop provided the leadership. - The Concise Dictionary of Early Christianity (The Liturgical Press, 1992)

2. Mariologi

Ludwig Ott seroang teolog Roma Katolik menegaskan bahwa tidak ada bapa-bapa gereja yang mengajarkan hal ini:

“Neither the Greek nor the Latin Fathers explicitly teach the Immaculate Conception of Mary.” (Fundamentals of Catholic Dogma, page-201).

Ott berpendapat doktrin ini muncul di awal abad 12 oleh seorang imam Inggris yang bernama Eadmer (Fundamentals of Catholic Dogma, page-201) yang pasti bahwa doktrin tersebut tidak ada pada abad ke 4 dan gereja-gereja Nicea.

3. Sumber kebenaran yang lain selain alkitab

Athanasius yang sesudah konsili Nicea tetap setia mempertahankan kebenaran yang dia percaya dengan melawan kebanyakan hierarki gereja yang kelihatan saat itu, termasuk Bishop Roma saat itu yang bernama Liberius yang percaya Arianisme, Athanasius mempertahankan kebenarannya hanya berdasarkan alkitab:

…for the tokens of truth are more exact as drawn from Scripture, than from other sources…. (De Decretis, 31).

But since holy Scripture is of all things most sufficient for us, therefore recommending to those who desire to know more of these matters, to read the Divine word, I now hasten to set before you that which most claims attention, and for the sake of which principally I have written these things (Ad Episcopos 4).

Vainly then do they run about with the pretext that they have demanded Councils for the faith’s sake; for divine Scripture is sufficient above all things; but if a Council be needed on the point, there are the proceedings of the Fathers, for the Nicene Bishops did not neglect this matter, but stated the doctrines so exactly, that persons reading their words honestly, cannot but be reminded by them of the religion towards Christ announced in divine Scripture (De Synodis, 6).

Kalau mau di terusin lagi masih banyak…….

Orang gereja Katolik Roma seringkali bangga kalau mereka pewaris sah dari gereja mula-mula (Apostolik) tapi seperti yang pernah dikatakan seseorang “Apostolic succession is a matter of fidelity to the truth, not historical genealogy.” Yup, kesetiaan kepada kebenaranlah yang menentukan.

Agak mirip dengan gereja Presbeterian, sewaktu mula-mula gereja-gereja tersebut berdiri mereka tidak menerima pernikahan gay di gereja, mikir ke situ saya rasa tidak, tapi sekarang gereja Presbeterian (PCUSA) menerima pernikahan gay di gereja. Apakah mereka mewarisi kebenaran yang dipercaya gereja mereka semula? Kan tidak.

Munurut saya GKR tidak jauh berbeda dengan gereja-gereja tersebut, GKR mengklaim pewaris sah gereja mula-mula tapi kebenaran yang dipercaya GKR (beberapa doktrin yang sebut di atas) adalah kebenaran yang tidak dipercaya gereja mula-mula.

jadi maksudnya anda lebih percaya orang banyak yang ga mahir alkitab daripada sedikit orang yang mahir alkitab gitu?

koq rada aneh logikanya :cheesy:

Bro J_P, saya tertarik dgn pernyataan tersebut.

dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan :

Walaupun sampai saat ini seseorang masih bejad, “jika dia sebenarnya adalah pilihan Tuhan”, maka ahirnya akan selamat.

tentu jika ditelaah lebih lanjut sebagai konsekuensi logis dari keyakinan/ pernyataan ini, maka berlaku juga :

Walaupun sampai saat ini seseorang sudah “terlihat memiliki tanda-tanda lahir baru” , “jika dia sebenarnya bukan pilihan Tuhan”, maka ahirnya akan binasa.

Jika demikian, tdk ada kepastian tentang keselamatan?
Sepertinya keselamatan jadi bersifat untung-untungan yaitu, siapa tahu kita adalah orang yg dipilih.