Pemilihan yang bersyarat

Yang saya maksud dengan ‘’Ya tidaklah”, bahwa memang benar bahwa kebenaran itu tidak berdasarkan banyak-banyakan voting seperti yang dikatakan @sarapanpagi.

Dan kebanyakan orang yang saya maksud tidak mahir alkitab, mereka yang akan menganggap Lucifer itu setan juga tidak salah, karena berdasarkan Yesaya 14:12 Lucifer (Morningstar) di situ memang menunjuk kepada setan.

Maka tak salah kalau orang banyak mengidentikkan gelar Lucifer ini sebagai nama setan itu sendiri

Anda sendiri di thread Lucifer juga menganggap bukanlah kesalahan kalau orang banyak mengidentikkan gelar Lucifer ini sebagai nama setan

ya artinya anda lebih percaya kepada banyak orang yang tak mahir alkitab yang menyebut bahwa Lucifer itu adalah setan

dibandingkan dengan sedikit orang yang mahir alkitab yang menyebut Lucifer itu bukan nama setan, nama itu ga ada di bahasa aslinya, hanya masalah terjemahan saja

begitu kan?
koq jadi bolak balik aje
dengan kata lain, anda lebih percaya alkitab terjemahan daripada alkitab bahasa aslinya toh

biasanya sih orang percaya sama yang mahir bro, walaupun yang mahir itu jumlahnya (sudah pasti) lebih sedikit daripada yang tidak

tapi kasus anda ini kayaknya prinsipnya gotong royong ya, asal banyak pokoknya yang benar
benar toh anda menganut sistem voting jadinya?

:cheesy:

memang tak salah
kerena mereka memang tak mengerti
dan mungkin juga mereka ini seperti anda, memang diajar demikian

nah diantara orang2 yang tak mengerti itu ada yang mau belajar, ada yang mau diajar, ada yang ga mau berubah, ada yang sudah merasa dirinya paling benar, itu sudah pilihan masing2

Kalau menurut pendapatku bro kondisi dari predestinasi adalah unconditional,tanpa syarat.

Sedangkan iman adalah sarana yg juga ditetapkan oleh Allah utk menggenapkan rancangan keselamatan-Nya,tetapi tidak berkaitan secara langsung dengan rancangan kekal keselamatan (predestinasi).

Rancangan itu terjadi didalam dimensi kekekalan sedangkan iman itu terjadi didalam dimensi waktu didunia ciptaan.

Jadi disatu pihak ada rancangan yg non pra-syarat dan ada juga sarana yg harus ditaati.

Kita harus bisa membedakan keduanya.

wuih…
teori divide et impera nih ceritanya?

wkwkw…

hadeeh…
ini marketing kapan beresnya sih?
rebutan customer melulu pake segala cara mau mengakuisisi customer leading brand terus…

kreatip dikit ah jualannya…

Berdasarkan posting-posting Anda yang saya baca di berbagai trit, terutama untuk copas-copas ayat-ayat suci dan artikel-artikel terkait, saya pribadi mengkategorikan Anda sebagai salah satu orang yang mahir alkitab. Bagaimana menurut Anda sendiri?

Gak usah buang bodi ke alkitab.

Konsep J_P versi 1: sso bisa born again dikarenakan kebangkitan Kristus.
Logika: jika frase merah terpenuhi, maka frase biru teraplikasi.

Konsep J_P versi 2: sebelum kebangkitan Kristus terjadi, orang2 PL telah ada yg born again…
Logika: kontradiksi dgn logika dari konsep J_P versi 1.

Oleh karena itu SdT tanyakan penjelasan atas konsep yg self-contradiction itu:
Begimana anda menjelaskan bhw kebangkitan Kristus itu terjadi sebelum kebangkitan Kristus sebab syaratnya sso bisa born again adalah apabila kebangkitan Kristus telah terjadi nurut konsep J_P versi 1.

Langsung jawab saja YA/TIDAK, dan buktikan sendiri dgn mengatakan demikian kepada orang2 kayak elgaga, awaknisiapalah… kita lihat apakah anda tidak akan dituduh sbg arminian atau pelagian (heretic)

Maaf, wa bukannya merasa diberi berkat, melainkan merasa bhw pertanyaan saya dianggap angin lalu sebab anda tidak menjawab scr nyambung sesuai pertanyaan lawan diskusi…
Padahal anda kan posisinya sedang diskusi bertanya jawab dgn saya, bukan sedang ceramah sendiri toh ?
So, dlm suatu diskusi kalo saya tanya, lalu anda memberi uraian panjang kali lebar namun tidak menyentuh apa yg saya tanyakan… itu namanya ga nyambung, mas brow.

Nah, sekarang anda mulai lari dari pokok bahasan.

Saya ulang…
J_P: "Kelahiran kembali adalah sesuatu yang misterius yg artinya adalah J_P tidak tau dgn pasti bgmn caranya sso “born again”
Kemudian…
J_P: “Yang pasti caranya agar sso born again bukan dengan sakramen baptisan seperti yang di ajarkan gereja Katolik…”

Yg saya kritik adalah ucapan anda yg tidak konsisten.
Paham ?

Jadi maksudnya:
a. anda itu MEMASTIKAN bhw anda tidak tau caranya sso born again ?
atau
b. anda itu MEMASTIKAN bhw anda tau caranya sso born again ?
(Kalau udah ngomong sekali ya udah, gak usah bolak-balik bikin bingung)

Sekarang silahkan anda pastikan deh… yg mana sih konsep anda sebenarnya sebelum dilanjut diskusinya mengenai hal ini.

  1. Atas dasar apa anda MENGHARUSKAN Allah ROH KUDUS untuk tidak pernah sekalipun melahir-barukan sso ketika ia menerima sakramen baptisan ?

  2. Apa hak anda MELARANG Allah ROH KUDUS (yg tidak menghendaki kebinasaan orang fasik tsb) untuk melahir-barukan sso ketika ia menerima sakramen baptisan ?

  3. Anda TIDAK PUNYA bukti konkrit mengenai statemen anda: tidak ada seorangpun yg pernah born again ketika menerima sakramen baptisan krn hal itu bersifat rohani… So, atas dasar statemen anda yg menyatakan KETIDAK MUNGKINAN baptismal regeneration, saya beri kesempatan pada anda untuk menunjukkan ayat yg menyatakan bhw sso tidak akan mengalami born again ketika ia menerima sakramen baptisan ?

Poinnya anda ?

Lho kok nama saya dibawa bawa,emangnya anda punya bukti kok menyebar fitnah ?

[quote="Seek d Truth post:520, topic:186712"] Begimana caranya agar sso 'born again' ? [/quote] [quote="J_P post:543, topic:186712"] ...secara logika kita dapat mengambil kesimpulan- mereka yang telah lahir baru adalah mereka yang memiliki ke enam tanda ini, dan mereka yang tidak memiliki ke enam tanda ini belum mengalami kelahiran baru. ... Apakah anda mempunyai ke enam tanda-tanda ini? apakah anda sudah dilahirkan kembali

Kalau belum ya sebaiknya kita mencari Tuhan dan berdoa…
[/quote]

Saya kurang tertarik mendiskusikan hal yang bertele-tele seperti ini. Saya sudah tulis pandangan saya mengenai resume dari tulisan anda dan memberi kritikan sepantasnya. Kalau anda niat mendiskusikan, Silakan langsung saja buktikan bhw opini sodara (lihat resume di quote atas) itu TIDAK confusing to unbelievers….and everyone else.

JANGAN MENYEBAR FITNAH SEMBARANGAN TANPA BUKTI !

TUNJUKKAN BUKTINYA APA YANG KAMU KATAKAN BUNG,KALAU TIDAK ADA ITU AD-HOMINEM !

Saya rasa saya sudah menjelaskan semua yang saudara tanya, tapi kalau saudara tidak mau menerima penjelasan saya ya tidak apa-apa.

Saya malas dengan “bertanya – minta jawaban”, “bertanya-minta jawaban” atas hal-hal yang sama lagi seperti yang saudara dan @cadangdata lakukan dengan @elgaga di thread “kalimat ter-ERROR sepanjang sejarah dari doktrin kalvin” sambil mencela satu sama lain . Berapa page habis cuma buat itu.

Dan maaf kalau kata-kata saya ada yang tidak enak. God bless…

Gini lho…
Konsep anda itu kan: “semua orang yg belum ‘born again’ tidak mampu mencari Allah.”
Akan tetapi anda menganjurkan pada orang2 yg belum born again untuk mencari Allah.

Padahal menurut logika dari konsep anda: in the first place, mereka tidak mampu mencari Allah dan mengharuskan Allah untuk melahirbarukan orang2 tsb terlebih dahulu barulah mereka mampu untuk mencari Allah.

Makanya saya tanya yg belum anda sentuh sampe sekarang:
How could they believe ON THEIR OWN if THEY are totally depraved and unable to believe ON THEIR OWN in the first place ?

Bisa jawab to de poin tanpa perlu muter2, tidak ?

Saya konfirmasi sekali lagi untuk memastikannya:
Apakah konsep anda dan konsep denom reformed mengenai nature seluruh manusia keturunan adam: bernatur EVIL ?

Cukup jawab: YA atau TIDAK.

Kalo anda sudah mengerti bhw Gereja mula2 sampe sekarang itu bukan modal self-claimed, maka anda bisa jawab sendiri, gak perlu dijawabin.

Coba jelaskan dulu pengertian anda ttg tahbisan untuk menyamakan persepsi atas apa yg dibahas.

ya udah gpp kalo gak ngerti hubungannya, kalo anda ngerti pesan rohani dari ayat tsb… maka anda dgn sendirinya udah tau hubungannya.

KAMU SUDAH MENYEBAR FITNAH DAN TIDAK ADA YG SUKA DIFITNAH,MAKANYA BUKTIKAN FITNAHANMU ITU !

KAMU SUDAH MELEMPAR TUDUHAN KEPADAKU TANPA BUKTI DAN ITU FITNAH NAMANYA MAKA JELASKAN APA BUKTI TUDUHANMU ITU !