Pemuridan

Shallom semuanya…

saya mau mendiskusikan tentang pemuridan dengan kalian semua…

Matius 28 :19
yang biasa kita kenal dengan amanat agung dari Tuhan sudah sering kita" dengar dan baca kan :slight_smile:

saya juga mendapat kehormatan dari Tuhan untuk ikut berperan dalam pemberitaan injil Tuhan, walaupun saya masih kuliah.

saya terlibat dalam pembapaan (dibapai dan membapai secara rohani).

saya memiliki beberapa anak rohani, dan saya bersyukur Tuhann memercayai mereka kepada saya.
tetapi akhir-akhir ini saya makin yakin bahwa makin kita terlibat jauh, makin banyak intimidasi dan gangguan yang datang.

Saya tidak merasa nyambung dengan salah satu anak rohani saya (tidak terbuka dan tidak nyaman bila berbicara 4mata), ada yang mau jalan dengan cara dirinya sendiri tidak mau menerima masukan, ada yang tiba-tiba tidak mau terlibat dalam komunitas lagi, namun sebagian ada juga yang terus berjalan besama-sama dengan saya…

Bagaimana menurut kalian?
kalau ada saran atau mau cerita boleh dong berbagi disini… ;D

*saya ga salah forum kan?

saya paling ga suka sama pemurid yg ngomongnya aja mau memuridkan tp kenyataannya cuma ingin memuaskan egonya sendiri(memanfaatkan muridnya sbg ‘batu pijakan’),biasanya pemurid model gini suka kepo abis,muridnya bakal diwanti-wanti ga boleh ini itu(biarpun si murid ga salah apa2) dgn tujuan supaya ga bikin malu sang pemurid.klo kek gitu sih bukan memuridkan namanya tp mau cari popularitas(dgn menjadikan murid sbg ‘batu pijakan’).klo si pemurid(personally) ga ngerasa puas dgn pencapaian murid2nya nanti dia bakal cari2 alasan(termasuk yg rohani) untuk membubarkan pemuridan tsb(plus bikin acara penghakiman segala dgn si pemurid sbg ‘hakim agung’ wkwkwk).pahit rasanya waktu tahu pemurid saya orangnya seperti itu,saya jd merasa dibohongi plus ‘diperalat’.

so guys beware ya klo ketemu pemurid model begitu,sebaiknya segera jaga jarak sebelum kalian sendiri yg kepahitan nantinya.

Tantangan baru dimulai, jalani hidup sebagai bapa rohani, belajar dari mentor anda bagaimana menangani anak binaan yang berjalan dengan caranya sendiri. Tanpa tantangan anda tidak benar-benar dapat merasakan bagaimana menjadi bapa yang sebenarnya. Selama ini sudah cukup jadi tuan yang disegani bawahan saatnya menjadi bapa yang sesungguhnya.

Saya lebih suka dengan cara pemuridan orang yahudi sekalipun saya tidak begitu simpatik dengan orang yahudi karena mereka memiliki Talmud, pada sistem pemuritannya ada komunikasi 2 arah antara yang memimpin dengan muridnya jadi tidak menunggu selesai pembahasan, kemudian murid boleh bertanya karena murid cenderung bertanya pada bab terakhir sedangkan bab yang awal kebanyakan sudah lupa. Kedua belah pihak harus saling mendengar jangan yang memimpin hanya maunya didengarkan saja sedangkan untuk mendengar sangat sulit apalagi kalau muridnya melampaui si pemurid ga peduli itu benar atau tidak pasti langsung ditepis dan apa yang mereka pelajari dari FT ayatnya cuma itu² aja diluar ayat itu mereka nol. Untuk Matius 28 :19 tolong di perjelas sehingga mengandung makna yang benar dalam arti dijadikan muridnya Tuhan Yesus atau muridnya manusia itu? karena pada prakteknya justru terkadang mengandung makna sebaliknya dari Matius 28 :19. Semoga bisa menjadi kontribusi yang positif…Haleluya Amin :happy0025:

Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,

liat yg dibold,udah jelas kok maksudnya jadi murid Kristus.jadi klo ada pemuridan(dlm konteks gerejawi/Kekristenan) yg melenceng dari ayat ini bisa dipastikan sesat tuh.supaya bisa menjadikan orang lain murid Kristus maka dari pemuridnya sendiri juga musti lebih dulu belajar menjadi serupa dengan Kristus.jadi mustinya pemuridan ga bisa dibatasi denominasi/golongan(selama yg terlibat sama2 percaya Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juru Selamat).

ya emang klo yang dibold itu pasti tau tapi kadang tetep aja bolot, klo ga percaya coba aja ikuti salah satu bentuk pemuridan en kamu akan mngerti hehehehehehehe
Makanya hati² segala yang keluar harus tetap diuji dulu itu bagian penting dalam segala pemuridan…oretttt :smiley:

iya ngerti,dulu pemurid saya juga termasuk golongan pemurid seperti yg anda bilang kok.pemuridan yg sesat gitu(murid dipaksa ngikutin maunya pemurid supaya si pemurid terkesan ‘rohani banget’ di depan orang lain) biasanya rentan jd ajang saling menghakimi(ujung2nya konflik).makanya skrng saya ga mau sembarangan ikut pemuridan.Yesus aja waktu memuridkan ke 12 rasul kaga pake acara maksa2/nuntut2.

hehehehe…dah tau rupanya, maksud saya serupa dengan Kristus adalah “Ketika Tuhan Yesus mengajar murid²nya pada waktu itu, sang murid langsung bertanya ketika mereka tidak mengerti kemudian Tuhan Yesus menjelaskannya tidak menunggu selesai mengajar baru murid boleh bertanya” kan seperti itu apa yang sudah ada tertulis didalan Alkitab :happy0025:

klo bicara serupa dengan Kristus sih menurut saya itu bicara karakter/tingkah laku /perbuatan kita sehari-hari lho ya,krn kadang karakter/perbuatan/tingkah laku itu lebih banyak bicara lho ketimbang perkataan.

Gitu juga boleh kok santai aja, saya hanya terlalu fokus pada pemuridan jadi saya mengambil samplenya ketika Tuhan Yesus mengajar murid²nya, itu aja hehehehe…

sayangnya banyak mereka yg merasa sdh melaksanakan Amanat Agung terlalu banyak menuntut,
padahal tidak ada keharusan seseorang utk tetap patuh pada yg memuridkannya,
banyak contoh mereka yg kemudian menjadi HT (besar) tanpa mengetahui siapa yg memuridkannya,
dan yg memuridkannya tdk pernah menuntut sesuatu apapun, krn hanya utk Kristus dia bekerja
salah satu contohnya adalah Choo Yonggi, dia tdk pernah mengenal yg membuatnya bertemu dgn Yesus
sadarlah bahwa segala penjangkauan/pelayanan yg kita lakukan adalah hanya untuk Kristus
GBU all