penasaran beberapa hal

saya tiba2 penasaran dengan beberapa hal

  1. apa bedanya meminta tanda dan mencobai Tuhan? apakah yang gideon lakukan di kitab hakim2 itu termasuk meminta tanda atau mencobai Tuhan? apakah bedanya dengan orang farisi dan saduki meminta tanda di kitab matius?
  2. sewaktu Yesus di pernikahan di kana, seharusnya waktu Yesus belum tiba, tapi ibu Yesus meminta Yesus membantu yang berpesta, akhirnya Yesus tetap melakukan mujizat di sana. pertanyaan saya adalah apa makna dari cerita ini, apakah Tuhan Yesus itu mencontohkan ketaatan pada orang tua atau menunjukkan saat manusia meminta, meskipun belum waktunya Tuhan, akan mendapatkannya?
  3. apakah orang kristen diperbolehkan jual kebutuhan ibadah agama lain? seperti hio, patung2 sembahyangan, kitab suci agama lain, sajadah dan alat2 sholat dan sebagainya.
    terima kasih.
    Gbu

Minta tanda itu agar tdk salah memilih jalan, spt contohnya Gideon
Mencobai itu cuma mau menguji apa benar2 Tuhan berkuasa spt dilakukan org Farisi dan Saduki

Waktu Tuhan berbeda dgn waktu manusia, Tuhan tahu waktu yg terbaik,
Tuhan Yesus tdk bisa diperintah siapapun termasuk Maria yg adalah ibunya.

Alkitab tdk berbicara dgn jelas mengenai hal2 spt itu.
IMO, tujuan kita adalah mendorong setiap org spy bisa diselamatkan melalui Kristus,
dgn menjual brg2 tsb kita berarti mendorong mereka ke arah sebaliknya yaitu tetap tdk percaya Kristus.
Gbu Bro

Mencobai adalah meminta tanda tetapi bukan untuk meneguhkan melainkan untuk memuaskan hasrat “apa kamu bisa” seperti itulah kira-kira bedanya. Gideon meminta tanda agar ia mendapat peneguhan bahwa jalannya sudah benar, sedangkan ahli Taurat dan Farisi meminta tanda untuk memuaskan hasrat “apa kamu bisa membuktikan” sama seperti iblis waktu mencobai YESUS, tujuannya adalah menjawab tantangan, “apa kamu bisa”.

Jangan kita mencobai Allah dengan meminta sesuatu seakan Allah tidak bisa dan kita menantangNya (sehingga kita mendapat manfaatnya). Tetapi kalau kita membutuhkan tanda mujizat, mintalah dengan iman, karena Tuhan akan menyatakan pertolongan dan peneguhan dengan tanda-tanda dan mujiat (Ibrani 2:4)

Kalau kita cermat membaca Yohanes 2:3-5, disana tersirat bahwa YESUS sudah biasa melakukan mujizat didepan Maria, sehingga dengan yakin Maria meminta YESUS seakan tahu Ia pasti dapat melakukan mujizat seperti biasanya dan ayat 5 tanpa pakai lama, Maria menyuruh para pelayan melakukan apa saja yang disuruh YESUS. Gambaran tersebut membuat kita dapat menafsirkan YESUS mengadakan mujizat sering kali di keluarganya, mujizat di Kana bukan yang pertama dilakukanNya. Jadi demikian apa yang dimaksudkan “Saat-Ku belum tiba”. Lukas 5:14-15, membantu kita memahami bahwa waktu yang dimaksud adalah waktu-Nya untuk menyatakan diri kepada dunia. Jika YESUS melakukan mujizat didepan umum, maka akan segara menjadi buah bibir dan banyak orang akan datang kepadaNya. PalayananNya kepada bangsa Israel belum dimulai saat YESUS di Kana bersama IbuNya, Ia baru saja mengumpulkan murid-muridNya. Memang tidak dicatat dengan tepat usiaNya waktu di Kana, tetapi diperkirakan YESUS menunggu saat ia genap berusia 30 tahun sesuai adat Yahudi baru Ia dapat menyatakan diriNya kepada orang banyak (Lukas 3:23) didepan umum dan mengajar di Bait Allah (Bilangan 4:3).

Jika kita paham yang dimaksudkan adalah hal itu, maka mengadakan mujizat di Kana bukan sebuah pelanggaran terhadap apa yang ditetapkan terhadap diriNya oleh Allah Bapa, tetapi karena Ia tidak ingin orang banyak mencariNya karena tanda-tanda ajaib yang diperbuatNya. Permintaan Maria, YESUS sebagai anak Ia mentaati perintah ibuNya, mengadakan mujizat didepan umum, walau beresiko orang banyak akan mengetahui seorang nabi ada ditengah-tengah mereka.

YESUS tidak datang kedunia untuk mendirikan agama dan menghapus agama-agama lain dimuka bumi ini. Berhala tidak sama dengan agama. Didalam perjanjian lama kita mengenal berhala sebagai patung atau sesuatu yang menyerupai mahluuk hidup atau ciptaan Tuhan lainnya yang dianggap tuhan dan disembah. Setelah kita masuk dalam jaman Perjanjian Baru dimana meterainya dibuka oleh Darah KRISTUS, maka kita tidak lagi menerima perintah Firman Tuhan membunuh sebagai perintah membunuh tubuh jasmani, demikian juga berhala bukan lagi patung buatan tangan tetapi segala sesuatu yang disembah dan diagungkan dan ditakuti sebagai tuhan, itulah berhala.

Kitab suci agama lain, adalah buku hasil cetakan di percetakan, isinya juga bukan sesuatu yang ajaib yang kalau dibaca bisa langsung terjadi sesuatu, demikian juga dupa yang dipakai oleh agama-agama lain, bukanlah sebuah tindakan menyembah berhala, sebab berhala itu bukan lagi bersifat jasmani tetapi rohani.

Jadi dengan kata lain, anda tidak berdosa menjual perlengkapan upacara budaya, keagamaan atau kepercayaan dari suatu bangsa, tetapi mengingat pesan dalam 1 Korintus 8:9-13 ada baiknya kita tidak menjual barang-barang seperti itu, supaya jangan kita berdosa karena telah membuat saudara kita jatuh imannya (bukan berdosa karena kita menjual barang).

Emang ada ya mujizat sebelum perjamuan di Kana itu? :slight_smile:
di ayat yg mana ya? :azn:
tlg dong ayat2 nya :smiley:
Yohanes 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
GBU

Yohanes 21:24-25, menjelaskan bahwa Injil Yohanes ditulis berdasarkan kesaksian pribadi Yohanes, dan tidak semua hal dituliskan Yohanes sebab maksud penulisannya agar kita percaya bahwa YESUS adalah Anak Allah, bukan hendak membuat biografi YESUS dari berbagai sumber. Yohanes memulai suratnya bukan dari masa bayi dan kecilNya YESUS tetapi langsung sejak awal pelayananNya, saat YESUS menyatakan diriNya untuk dibabtis dan mencari murid-muridNya (Yahanes 1). Matius 15:24, menyebutkan bahwa pelayanan YESUS hanyalah untuk orang Israel saja, berkeliling hanya diantara suku-suku Israel, dan pelayanannya itu dimulai sejak berusia 30 tahunan (Lukas 3:23). Diluar usia tersebut Yohanes tidak mencatat sebab didalam Ilham ROH KUDUS apa yang dilakukanNya sebelum masa itu bukan bagian dari pelayanan dan tanda-tanda yang dinyatakanNya kepada dunia bahwa YESUS adalah Anak Allah.

“Memang masih banyak tanda lain yang dibuat YESUS di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”
Yohanes 20:30-31

Ayat dalam Yohanes 2:11 seperti yang anda sebutkan, dituliskan untuk menyatakan mujizat yang diadakan YESUS sebagai tanda-tanda yang pertama kali dinyatakan YESUS di hadapan banyak orang sebagai awal pelayananNya. Didalam KJV, dituliskan ,“This beginning of miracles did JESUS in Cana of Galilee, and manifested forth his glory; and his disciples believed on him.” Tanda-tanda itu dibuat oleh YESUS yang disaksikan oleh murid-muridNya, sebagai tanda yang pertama bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah, bukan hendak menyatakan bahwa itu adalah mujizat yang pertama kali diadakan oleh YESUS sejak bayi sampai dewasa, (ingat Injil bukan buku biografi YESUS). Karena konsentrasi penulisan injil Yohanes adalah sejak pelayanan YESUS dan menuliskan hanya hal-hal yang menyatakan bahwa YESUS adalah Mesias, Anak Allah, bukan menulis keseluruhan riwayat hidupNya.

Memahami Alkitab kita tidak bisa bermain dengan penggalan ayat-ayat tanpa memahami keseluruhan kitab dan maksud serta tujuan ditulisnya kitab tersebut, tentang latar belakang dan kepada siapa surat tersebut dituliskan. Dengan melihat keseluruhan kitab suci maka kita akan terhindar dari ekstrim dan fanatik. Teks-teks kitab suci tersebut kadang berbicara gamblang, kadang mengambarkan sesuatu yang buruk, kadang juga menuliskan pemikiran daging atau dunia, kadang berupa kiasan dan perumpamaan, jadi tidak semuanya ditulis dapat dicomot sepenggal ayat begitu saja.

Kita semua tahu, masa kecil YESUS memang tidak dituliskan oleh keempat penulis Injil, sebab kisahNya bukan bagian dari pelayananNya untuk bangsa Israel dan juga bukan sebagai dasar berdirinya gereja Tuhan. Tetapi dengan memahami percakapan antara YESUS dan Maria di perkawinan Kana tersebut, dapat kita simpulkan bahwa Maria telah tahu bahwa YESUS dapat dan biasa mengadakan mujizat, namun karena belum waktu pelayananNya sesuai hukum Taurat, maka Ia tidak melakukan didepan umum, sampai diminta oleh ibuNya.

Kita harus dapat membedakan masa sebelum pelayananNya, pada saat pelayananNya dan sesudah pelayananNya. Jika mencampur aduk semuanya seakan Yohanes 2:11 merupakan klaim Alkitab bahwa YESUS pertama kali mengadakan mujizat seumur hidupNya baru di Kanaan tersebut, bukankah kita telah mengecilkan kemuliaan YESUS sebagai Allah dan Tuhan? Dari mana Maria begitu yakin YESUS dapat melakukan sesuatu yang ajaib dengan kekosongan anggur tersebut? Selama ini banyak orang terfokus dan selalu membahas kepada ketaatan YESUS sebagai anak kepada IbuNya, tetapi mengabaikan bagaimana Maria begitu “pe-de” bahwa YESUS akan dan dapat melakukan mujizat dengan menyuruh para pelayan menuruti semua yang diperintahkan YESUS. Karena YESUS adalah Anak Allah, sejak dari kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan bukan baru kemudian setelah YESUS dewasa. Bahkan Matius 4:3, menuliskan bagaimana Iblis juga tahu bahwa YESUS dapat mengadakan mujizat kapanpun Dia menghendaki. Tetapi tidak semua hal ajaib yang dilakukanNya sejak kecil adalah tanda-tanda yang dinyatakan YESUS kepada dunia, baru setelah Ia memulai pelayanNya, semua yang diperbuatNya adalah untuk kita dan dicatat untuk kita.

Demikian pencerahannya, semoga dapat dipahami.

Itu sebabnya Tuhan memakai penulis2 lain utk melengkapi.
Tuhan YESUS memulai pelayanan pertamanya pd usia 12 tahun :
Lukas 2:42 Ketika YESUS telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah YESUS di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
2:44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
2:45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya

Alkitab memang mencatat demikian

Anda kurang cermat, coba lihat lagi Lukas 2:42-47

Emang ada ya aturan spt itu? Hrs sampai diminta ibu-Nya?
Yang lebih mungkin kenapa Maria bicara : “Mereka kehabisan anggur.” adalah krn adanya dorongan dari ROH KUDUS.

saya sdh sampaikan di atas : krn adanya dorongan dari ROH KUDUS.

Padahal Maria sendiri masih bingung ya?
Coba lihat ayat2 ini:
Lukas 2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Jadi yg paling mungkin Maria bertindak krn adanya dorongan dari ROH KUDUS.

Pengertiannya justru bukan spt itu, Tuhan Yesus mengawali pelayanan-Nya dgn doa dan puasa, shg Iblis takluk kpd-Nya.
Lihat Matius 4:10 Maka berkatalah YESUS kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani YESUS.
GBU Bro.

  1. sewaktu YESUS di pernikahan di kana, seharusnya waktu YESUS belum tiba, tapi ibu YESUS meminta YESUS membantu yang berpesta, akhirnya YESUS tetap melakukan mujizat di sana. pertanyaan saya adalah apa makna dari cerita ini, apakah Tuhan YESUS itu mencontohkan ketaatan pada orang tua atau menunjukkan saat manusia meminta, meskipun belum waktunya Tuhan, akan mendapatkannya?

Ini katanya Rasul @pa_ul … terserah anda mau percaya atau tidak pada rasul @Pa_ul

Dan yang pasti alkitabnya Rasul @Pa_ul berbeda dengan Alkitab kita. Anda yang percaya pada @pa_ul silahkan minta alkitabnya. :char11: ;D ;D ;D

Ada di Injil rahasia , membuat burung dari tanah liat. Dari Injil rahasia : menghidupkan teman sepermainan (saat kanak-kanan) saat naik ke genting rumah jatuh dan mati. Dan Yesus dimarahi sama orang tua tersebut, dan Kanak-2 Yesus mengatakan dia tidak mati tetapi cuma tidur. Maka dibangunkanlah dia.

Mau baca @pa_ul , hahahah jadi Romo dulu kamu trus ke Perpus Vatikan seperti saya … :smiley: :smiley: :smiley:

Kenapa YESUS di cobai oleh Iblis sedang YESUS adalah Allah ?

Aneh khan ?

Injil rahasaia?> injil yg lain maksudnya, injil yg sesat?
anda hanya boleh pakai Alkitab yg 66 kitab di FK ini
Bisa lihat di ketentuan FK

wah injil apa itu kok ada mujizat yang tidak ada Alkitab? dibeberkan saja disini, saya jadi penasaran, saya baru dengar.
menurut saya Tuhan bisa dicobai, tapi tidak jatuh dalam pencobaan. ada orang yang jadi ateis karena minta Tuhan (dia coba semua panggilan Tuhan dari semua agama di Indonesia) buat dia jadi kaya seketika tapi tidak dibuat kaya, akhirnya tidak percaya tentang Tuhan. menurut saya itu mencobai Tuhan. atau definisi pencobaan menurut bro breakdance lain?

Injil rahasia di istilahkan Injil yang tidak di kanon .
Ada Injil Petrus , Injil Thomas , Injil Maria Magdalena.

Ada juga Ajaran para Rasul yaitu Kitab Didakhe.

Ini pengantarnya

APA ITU KITAB DIDAKHE.
Siapa yang menuliskan Didakhe?
Didakhe adalah suatu karya tulis yang sering disebut- sebut oleh beberapa Bapa Gereja sebagai tulisan yang penting setelah Kitab Suci. Memang tidak dapat dibuktikan secara eksplisit bahwa tulisan tersebut dituliskan sendiri oleh kedua belas rasul, namun melalui gaya penulisan dan isi yang disampaikan dapat disimpulkan bahwa kitab tersebut disusun sebelum tahun 80 (65-80) nampaknya tidak lebih belakang dari tulisan- tulisan Rasul Paulus. Maka diperkirakan Didakhe dituliskan pada saat yang bersamaan dengan Injil, kemungkinan dituliskan di Antiokhia.
Eusebius dari Caesarea (263-339), dalam bukunya, Church History, III.25.4 telah mengakui keberadaan Didakhe (the Teaching of the Apostles), dengan menyebutkannya paralel dengan the Acts of Paul, The Shepherd [of Hermas], the Apocalypse of Peter, Epistle of Barnabas [Surat Barnabas, bukan Injil Barnabas] dan juga the Apocalypse of John.
Philotheos Bryennios dari Nicomedia adalah orang yang menemukan dan mengidentifikasikan teks keseluruhan Didakhe (dated 1056) Teks ini kemudian disimpan di gereja Holy Sepulchre di Konstantinopel pada tahun 1873. Sepuluh tahun kemudian (1883) Bryennios memberikan kepada dunia, teks yang dikenal sebagai edisi pertama Didakhe, dengan pengantar dan komentar dalam bahasa Yunani.

Memang ada banyak orang yang meragukan keaslian tulisan ini, atau dianggap sebagai tulisan apokrif. Tetapi di samping itu, Didakhe tetap sukses mempertahankan daya kekuatannya untuk menyakinkan bahwa tulisan tersebut termasuk katagori tulisan- tulisan yang disusun oleh para rasul (apostolic fathers). Pandangan yang lebih seimbang menyebutkan Didakhe sebagai “Pengajaran para rasul” tanpa menyebutkan “keduabelas rasul”, mengingat bahwa kemungkinan yang menulis adalah para pengajar yang disejajarkan dengan para rasul, namun tidak termasuk dalam bilangan keduabelas rasul, seperti Rasul Paulus sendiri, Barnabas, Andronikus dan Junias dan para pengajar di tingkatan pertama, yang merupakan saksi langsung dari Tuhan Yesus, dan menerima panggilan tersebut secara istimewa.
2. Bagaimanakah sejarahnya sehingga dikeluarkan Didakhe?
Didakhe terdiri dari tiga bagian yaitu:

  1. Dua Jalan (the Two Ways), jalan kehidupan dan jalan kematian
  2. Ritual- ritual yang mengatur Pembaptisan, puasa, Komuni Kudus,
  3. Pelayanan.
    Dari sumber yang saya baca tidak dapat diketahui sejarahnya mengapa Didakhe dikeluarkan. Dugaan saya adalah tulisan tersebut dituliskan sebagai pelengkap ajaran- ajaran yang sudah tertulis dalam Kitab Suci, karena kita mengetahui bahwa Kitab Suci tidak menuliskan segala sesuatu sampai sedetail- detailnya tentang suatu ajaran. Maka para rasul berhak untuk menuliskan penjelasan tambahan untuk melengkapi ajaran Kitab Suci, dan inilah yang kemudian dikenal sebagai Didakhe.Selanjutnya tentang isi ketiga bagian dalam Didakhe, secara garis besar dapat anda baca di link New Encyclopedia tersebut di atas.
  1. Apakah Didakhe ini pengajarannya masih berlaku di Gereja Katolik?
    Seperti misalnya perintah berpuasa pada hari Rabu dan Jum’at pada setiap minggunya dan perintah-perintah lainnya?

Secara umum, pengajaran Didakhe ini merupakan sesuatu yang baik. Magisterium Gereja Katolik mengambil prinsip- prinsip umum yang diajarkan di dalamnya, termasuk tentang Pembaptisan, Komuni Kudus dan puasa. Namun ketentuan persisnya yang berlaku sekarang bagi kita adalah berdasarkan Katekismus Gereja Katolik dan Kitab Hukum Kanonik. Ya, menurut ketentuan KHK, umat Katolik wajib berpantang setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali pada hari Jumat yang kebetulan jatuh pada hari raya/ dalam oktaf hari raya Natal dan Paska. Sedangkan pantang dan puasa wajib pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Perlu diketahui bahwa persyaratan ini adalah persyaratan minimal, dan tentu saja dapat dilakukan lebih jika diinginkan.

bersambung

ini terjemahannya

Bab 1. Dua Jalan dan Perintah Pertama. Ada dua jalan, yang pertama adalah jalan kehidupan dan yang kedua adalah jalan kematian, dan ada perbedaan yang besar diantara kedua jalan ini. Jalan kehidupan, adalah seperti ini : Pertama, cintailah Allah penciptamu; kedua, cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri, dan jangan melakukan kepada sesamamu, apa saja yang kau pun tak ingin mereka lakukan padamu. Dan dari sabda ini, inti pengajarannya adalah : Berkatilah mereka yang mengutukmu dan berdoalah bagi musush-musushmu dan berpuasalah bagi orang-orang yang menganiayamu. Apakah pahalanya bagimu bila engkau hanya mencintai orang-orang yang mencintaimu? bukankan orang kafir juga berbuat demikian? Tetapi cintailah orang-orang yang membencimu, dengan demikian engkau tidak akan memiliki seorang pun musuh. Jauhkanlah dirimu dari nafsu daging dan duniawi. Jika ada yang menampar pipi kirimu, berikanlah pipi kananmu juga, dan kamu akan disempurnakan. Jika seseorang memintamu untuk menemaninya sejauh satu mil, pergilah bersamanya sejauh dua mil. Jika ada yang mengambil pakaianmu, berikanlah jubahmu juga. Jika apa yang menjadi milikmu diambil oleh orang lain, janganlah memintanya kembali, karena sebenarnya engkau memang tidak berhak. Berikanlah kepada semua orang yang meminta darimu, dan jangan pernah memintanya kembali, karena sesuai keinginan Bapa bahwa akan diberikan kepada semua orang berkatnya sendiri sendiri. Berbahagialah orang yang memberi sesuai Perintah Allah, karena ia tanpa noda.

Berdukalah orang orang yang menerima; jika ia menerima karena ia membutuhkan, ia tidak berdosa; tetapi ia yang menerima padahal ia tidak mebutuhkan, maka ia hendaknya membayar hukumannya, mengapa ia menerima dan untuk apa. Di dalam tahanan, ia akan diperiksa atas segala perbuatannya dan ia tidak akan dibebaskan sampai ia melunasi semua hukumannya. Mengenai hal ini juga ada dikatakan, Biarlah sedekahmu basah tergenggam dalam tanganmu sampai engkau tahu siapa yang patut kau beri.

Bab 2. Perintah Kedua : Dosa Berat Yang Dilarang. Dan dalam Perintah kedua diajarkan : Jangan terlibat pembunuhan, jangan terlibat percabulan, jangan terlibat pengkhianatan, jangan terlibat perjantanan (semburit), jangan terlibat perzinahan, jangan mencuri, jangan melakukan praktek-praktek gaib, sihir, jangan membunuh nyawa bayi melalui aborsi atau membunuh bayi yang lahir, Jangan mengingini (iri dengan) milik tetanggamu, jangan bersumpah, jangan bersaksi dusta, jangan berkata kotor, kamu tidak boleh menyimpan dendam. Kamu tidak boleh mempunyai pikiran ganda atau lidah ganda, karena lidah ganda berarti jaring kematian. Apa yang engkau ucapkan tidak boleh asal asalan, atau omong kosong belaka, tapi dipenuhi dengan niatan. Kamu tidak boleh cemburu, tamak ataupun rakus, dikuasai keinginan iblis, ataupun congkak. Kamu tidak boleh memberikan nasihat jahat (menghasut) kepada tetanggamu. Kamu tidak boleh membenci manusia manapun; namun beberapa hendaknya kamu beri kritik, dan beberapa orang yang lain hendaknya kamu doakan, dan beberapa yang lain lagi perlu engkau kasihi lebih dari nyawamu sendiri.

bersambung s/d BAB 13

bro breakdance ini dari jesus seminar ya?

Aku bukan berasal dari dunia maya , tetapi aku dari dunia nyata , dan YESUS yang mengutusku untuk mencari domba yang keluar dari kandang yang benar.

Domba yang keluar sudah banyak yang jatuh ke dalam jurang. :ashamed0004:

Yang RINGKAS ama SINGKATnya sih Bro…obrolan Tuhanku itu saat usia 12 tahun dihadapan para Ahli Taurat di Bait Allah setelah merayakan Paskah Yahudi…bikin TERCENGANG semua yg HADIR disana…dan untuk HAL ITU Bunda Maria "menyimpan semuanya " itu didalam hatinya…enggak CELOTEH ke mana2 ama tetangga nge GOSIP dan RUMOR…
Jadi baru sampai TINGKAT yg begitu sih Bro ! Apalagi kalau si Bro pade’ baca dongengnya dikalangan Muslim , kata mereka :
[b]- Didalam kandungan saja Isa itu sudah bisa berbicara

  • Waktu kecil sudah mampu menciptakan Burung [/b]

Ya sudah kemasukan DONGENG2 Negari Parsi sih sang Nabi Achir Zaman itu…maklumin aja deh !

kamu ini org penuh kepahitan hati,
selama kamu tdk mau berubah tdk akan ber tumbuh
semakin lama akan semakin membinasakan dirimu
cepat berubah, bertobat sebelum Tuhan menegur mu dgn keras

Utusan Yesus kok penuh kepahitan dan kebencian?
mana bisa?, jangan2 kamu ini serigala pemangsa domba tapi berbulu domba
hati2 para domba, jangan sampai tertipu!!!

sepertinya bro breakdance ini dari jesus seminar, jesus seminar itu memasukkan injil Thomas sebagai bagian dari Alkitab. lebih baik bro breakdance berterus terang, dari jesus seminar atau dari saudara yang beragama muslim, kenapa bro breakdance harus malu/takut mengakui atau menyebutkan dari golongan apa?

Itu bukan pelayanan YESUS. Sebab “WAKTUNYA BELUM TIBA” anda lupa dengan kata-kata YESUS di perkawinan Kana dan anda juga harus paham perbedaan penulisan tiap injil, bahwa Injil Lukas merupakan kitab yang menggambarkan YESUS sebagai Manusia, Matius menggambarkan Ia sebagai Raja, Markus mengambarkan YESUS sebagai Hamba dan Yohanes menggambarkan YESUS sebagai Anak Allah. Gambaran ini ada tersirat dalam setiap teksnya.

Lukas mengambarkan YESUS sebagai manusia, sama seperti kita karena itu didalamnya menuliskan tentang kehidupan YESUS sebagai seorang manusia dari suku Yehuda yang hidup didalam adat dan budaya Ibrani dan menjalankan tradisi dan hukum Taurat dan tidak ada dalam injil lainnya. Inilah uniknya Injil.

Lukas mencatat YESUS lahir dalam Lukas 2:8-20, kabar itu diberitakan kepada rakyat biasa yang diwakili gembala, bukan kepada raja dan orang yang menyembah raja (orang majus) seperti di Matius. Lukas 2:21-24, YESUS juga disunat menurut adat istiadat Yahudi dan menurut hukum Taurat Musa, tidak tertulis di injil lain. Lukas 3:23-38, silsilah YESUS bukan dari garis keturunan Raja Salomo dan raja-raja berikutnya, tetapi dari Natan (penafsir menyebutkan berdasarkan garis keturunan Ibu, sebab tradisi Yahudi menunjukan ke Yahudian seseorang berdasarkan kelahiran ibunya bukan bapaknya, lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Who_is_a_Jew%3F#Jewish_by_birth ). Lukas 2:42-51 mencatat YESUS juga bertanya jawab kepada Ahli Taurat seperti lazimnya remaja Yahudi menurut tradisi Yahudi menjalankan Bar Mitzvah (lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Bar_and_Bat_Mitzvah dan Definition of Bar Mitzvah). Lukas 22:44 mencatat YESUS ketakutan sekali saat hendak menjalani penyalibanNya sampai keringatnya kental dan besar-besar seperti layaknya manusia seperti kita yang hendak menjalani hukuman maut. Injil lain tidak mencatat hal ini, dan masih banyak lagi didalamnya bahwa YESUS dalam Injil Lukas digambarkan sebagai manusia yang juga menjalankan norma dan adat istiadat manusia sama seperti masyarakat di sekitarNya.

Kembali kepada Lukas 2:42-51 yang anda postingkan, itu bukanlah pelayanan YESUS kepada dunia, sebab waktunya belum tiba bagi YESUS. Hukum Taurat harus digenapkan didalam diriNya, pelayananNya juga harus mengikuti hukum Taurat dan kitab Bilangan telah mencatat bahwa laki-laki berusia 30 tahun sampai 50 tahun adalah mereka yang melayani Kemah Suci (Bait Allah), dan YESUS memulai pelayanannya Lukas 3:23 menuliskan, “Ketika YESUS memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun…” bukan tanpa dasar Taurat. Bagaimana mungkin saat berusia 12 tahun sudah melayani?

Sudah menjadi tradisi dan kebiasaan lumrah bagi Ahli Taurat untuk bertanya jawab dengan remaja berusia 12-13 tahun di Bait Allah tentang hukum Taurat, jadi peristiwa itu bukan sebuah kejadian ajaib sebab rata-rata anak-anak Yahudi akan melakukan hal itu dalam sebuah upacara diusia 13 tahun dan itu bukan sebuah pelayanan.

Tentang ibunya tercengang dalam ayat 48, bukan karena YESUS sedang mengadakan mujizat didepan Ahli Taurat tetapi merasa heran (kagum) melihat kecerdasaran Anaknya yang dapat menjawab pertanyaan yang biasa diujikan dalam bar mitzvah dengan sangat luar biasa, sebab YESUS tdk belajar (ibunya pasti tahu, tetangganya tidak). Simak ayat 47. Analogi sederhana, anaknya SMP belum belajar apa-apa tetapi dapat nilai 100 saat mengerjakan soal-soal UNAS. Orang tua mana yang tidak merasa heran?