Pendalaman Alkitab Secara Mendalam

Berbicara ttg Pendalaman Alkitab, menurut pengalaman pembaca FK:
Apa dan bagaimana cara yang tepat + singkat untuk Pendalaman Alkitab Secara Mendalam.
Anggap saja sudah punya fasilitas akses internet online 24 jam.
Punya kemampuan membaca teks bahasa Inggris cukup baik.
Punya CD Alkitab gratis berasal dari Yayasan Sabda.

Ada kontribusi dan tip+trik menarik + berdaya guna dari Anda?

Saya mulai langkah pertama: Berdoa+membaca Alkitab secara teratur + tekad untuk menghafal minimal satu ayat setiap harinya. Hasil dari pembacaannya dicatat di tempat khusus seperti agenda/PC/Laptop berupa file/folder terindeks.
Kedua dan seterusnya: menurut pembaca tentu sangat subyektif namun diharapkan muncul gagasan global berwawasan pemberdayaan.
Kesimpulan dan hasil akhir akan didokumentasikan di dunia maya dalam bentuk halaman web instan dan gratis, satu di antaranya untuk percontohan pemberdayaannya di http://webmungil.wordpress.com

Kekristenan anda koq kaya islam ya?

Bro, tidak ada gunanya anda menghafal sekali pun seluruh Alkitab dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21 kalau anda tidak memahami satu ayat pun.

Lihat saja saudara-saudara di sini yang begitu bersikeras kalau Yesuslah yang mengajarkan 2 Hukum Kasih sebagai sebuah ajaran baru. Begitu hafalnya hingga tidak ada yang mau memeriksa kalau 2 Hukum yang sama sudah terlebih dulu diajarkan Musa di Imamat dan Ulangan.

Bertekunlah untuk memahami karena dengan memiliki pemahaman, anda pasti akan menghafalnya; tapi menghafal tidak akan membawa pada pengertian. Lihat saja para muslim, bro.

Di sisi lain, Lost in Translation itu bukan cuma judul sebuah film tapi kenyataan. Mengandalkan Alkitab bahasa Indonesia, tidak peduli terbitan mana, bisa membawa anda ke salah pemahaman akan beberapa ayat. Contohnya:

Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Kalau anda memang mengerti bahasa Inggris, coba anda bandingkan dengan Alkitab bahasa Inggris seperti KJV atau ASV. Anda akan menemukan kalau kata “were” yang diterjemahkan sebagai “berlaku” dalam Alkitab bahasa Indonesia dicetak secara berbeda dengan kata-kata lainnya dalam ayat yang sama. Dan kalau anda memang punya akses internet anda akan bisa mencari dan membuktikan sendiri kalau perbedaan bentuk cetak itu bukan suatu ketidaksengajaan tapi “penambahan untuk penyesuaian tata bahasa.”

Lebih jauh lagi, “were,” bahkan dalam kamus apa pun, tidak pernah diterjemahkan sebagai “berlaku” sebagaimana seperti yang dicetakkan dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Tapi akibatnya?

Banyak orang yang hanya berpegang pada Alkitab bahasa Indonesia yang percaya dan menyatakan kalau Hukum Taurat sudah dinyatakan Yesus berakhir pada jaman Yohanes.

ingin memperdalam alkitab… terjunlah ke masyarakat dan kabarkanlah KASIH itu, lakukanlah dan berbuatlah kebaikan untuk sesama… semakin banyak yang disebarkan akan semakin banyak yang kau dapatkan tentang KASIH… dan akan semakin mengerti anda tentang alkitab…

Ada baiknya dalam diskusi terbuka seperti di forum ini, jauh lebih bijaksana bila tidak menyebut agama lain secara terbuka. Jauh lebih baik lagi bila menyebutkan gejalanya saja untuk mengurangi dampak negatifnya.
Saya sangat setuju ttg apa yang Anda katakan’ bertekunlah untk memahami’.
Yang menjadi pertanyaan bagaimanakan cara/metodologi/stategi untuk memahami pengajaran Alkitab karena menurut catatan beberapa buku bibliologi menulis jumlah penulis Alkitab berkisar 40-60 dalam kurun waktu lebih dari seribu tahun. Jadi beda orang, beda waktu, beda kebudayaan: Ibrani-Yunani (Septuaginta)-Aramic.
Menurut beberapa catatan dari bibliologi mengatakan bahwa terjemahan Alkitab yang mencapai keemasannya adalah King James Version, sekarang kosa kata terjemahan ini termasuk kelompok kosa kata kuno. Terjemahan bahasa Inggris lainnya yang diakui sejajar dengan King James Version adalah New International Version atau New American Standar Bible.
Menurut pengalamatan saya memeriksa banyak terjemahan seperti yang dilakukan oleh Rick Warren penulis buku The Puspose Driven Life (paling laris versi Amazon) yang menghabiskan waktnya lebih dari 30 tahun pengumpulan data untuk bukunya itu. Dalam kurun waktu itu banyak buku lain yang sudah ia tulis dan sudah terbit.
Jalan keluarnya, interlinear (Ibrani-Inggris), Yunani-Inggris salah satu solusi bagus yang harus dilakukan oleh orang yang ingin mendalami Alkitab. Tentu Concordance versi Strong dan Young juga bagus sebagai referensi.
Mengenai menghafal Ayat Alkitab, menurut saya ini salah satu cara paling ampuh sebagai Devotion Life- saat teduh-perenungan Firman Tuhan sebagai penuntun jalan kehidupan yang penuh liku-liku ini (Maz 119:9,11,105, Maz 19:8-11, 2 Tim 3:16-17, Ibr 4:12).
Jangan pernah berharap banyak Anda akan dapat memahami pengajaran Alkitab tanpa bertekun mengahafal teks Alkitab itu sendiri. Ini salah satu kunci pokok pemahaman.
Anda dapat berkomentar dengan mengatakan pemahaman itu melalui buku tafsiran atau yang lainnya, namun isi Alkitab itu sendiri tidak Anda ketahui dengan jelan ayat demi ayat atau bagian demi bagian kitab demi kitab. Sebagai contohnya: Kitab Roma membicarakan tentang satu pokok besar ‘IMAN’. Kitab Yakobus menekankan ‘perbuatan’, sehingga Martin Luther juga tersandung dengan kiab Yakobus ini. Martin Luther salah satu di antara reformator ternama-paling berani mati untuk menentang penguasa gereja waktu itu pada tahun 1517 yang mengatakan SOLA FIDE, SOLA GRATIA, SOLA SCRIPTURA: hanya Iman-hanaya Anugerah/kasih karunia/hanya Alkitab.
Saya harus mengatakan kepada Anda, menurut pengamatan saya melalui Campus Crusade-PERKANTAS, biografi Hudson Taylor, Billy Graham, dan yang lain. Mereka ini orang yang cinta Alkitab, membaca Alkitab berulang-ulang bahkan sampai menguasai isi keseluruhan kitab demi kitab. Kehidupan kerohanian, pelayanannya menjadi berkat: orang berdosa dibawa kembali menemukan kebenaran di dalam Tuhan Yesus Kristus sang Juruselamat (Yoh 14:6, Kis 4:12).
Saya mau tahu teknik dan stategi Anda dalam pemahaman Alkitab.

Untuk lbmagi.

Kasih tanpa kebenaran menjadi liar.
Kasih tanpa prestasi menjadi lumpuh.
Kasih tanpa keseimbangan dalam keluarga-pekerjaan menjadi kosong.
1 Kor pasal 13 jawabannya.

berarti anda masih belum mengerti apa itu KASIH… ^^ sebab KASIH tidak perlu embel2 seperti yang anda tulis…

segala sesuatu yang anda baca, coba pahami, coba dalami… tidak akan anda mengerti bila tidak dilakukan… dan itulah yang TUHAN YESUS lakukan selama hidup di bumi… yaitu mengajarkan dengan melakukan KASIH itu sendiri…

pake NIV study bible, yang ini: :afro:

http://www.bibles.com/images_products/113073_md.jpg

BTW: hafalin ayat alkitab 1 hari satu ayat gak salah kog, malah bagus. contohnya dawson trotman. banyak yang nyebut dia “alkitab berjalan”. :afro:

ke page2 / forum2 lintas agama…
itu cepet bener…

Didalam mendalami ALKITAB, kita harus menyadari akan progresif , atau tahap demi tahap yang diberikan Roh Kudus bagi kita .

Yoh 14
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Pertama tama yang harus kita belajar adalah MENGENAL ALLAH TRITUNGGAL DI DALAM KITAB YOHANES.

KEBENARAN ALLAH TENTANG KEADAAN MANUSIA, JALAN KESELAMATAN, DIKITAB ROMA.

MENGENAL RANCANGAN ALLAH DIDALAM KEKEKKALAN BAGI UMAT PILIHANNYA, MUSUH YANG DIHADAPI ORANG PERCAYA DI KITAB EFESUS.

Roma 12 : 2
12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Mengaplikasikan ayat ayat firman Tuhan kedalam hidup kita, sehingga kita berubah menjadi makin menyerupai Kristus melalui proses pengudusan, dimana kita memisahkan sifat lama kita, yang menurut cara dunia, menjadi menurut teladan Kristus.

Karena melalui lahir baru , kita yang telah menjadi ciptaan baru, telah diberi hati baru, roh baru dll di Yeh 36 : 26, 27

36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Dengan tekun dan sabar, mulai belajar Firman Tuhan dan akan terjadi dan sejalan kedalam mengaplikasikan kedalam hidup sehari hari kita, tanpa kita sadari.

Semoga berguna.

Meski LAI-TB bukanlah suatu terjemahan yang boleh dikatakan sempurna. Tetapi saya kurang menyukai pendapat2 yang merendahkan LAI-TB apalagi pendapat itu hanya didasarkan dari “terjemahan bahasa Inggris”. Kalau kita mau men-judgement suatu terjemahan, dasar judgement nya haruslah naskah bahasa asli-nya. Bukan terjemahan Inggris dipakai untuk mengkritik terjemahan yang lainnya.

Meskipun LAI TB tidak menterjemahkan “sesuai” kata harfiahnya, sebenarnya versi LAI-TB untuk Lukas 16:16 bukan dalam katagori “lost in translation”.
LAI-TB menggunakan gaya terjemahan secara kontekstual, bukan kata-per-kata. Dan menelaah suatu ayat, sebaiknya dengan dasar bahasa asli Yunani, dimana Alkitab kita ditulis oleh para Rasul, bukan terjemahan (Inggris), sebab bagaimanapun KJV ataupun NIV atau yang lainnya hanyalah terjemahan.

Dan sebenarnya bukan kata “were” yang harus dicermati, karena kata dalam bahasa Inggris “were” yang berdiri sendiri juga tidak terdapat dalam bahasa asli Yunani. Alkitab kita yang asli ditulis dalam bahasa Yunani, bukan Inggris. Jadi menkritik LAI-TB berdasarkan kata “were” tidak relevan.

Dan dalam mengkaji ayat Lukas 16:16 ini, kata kunci yang harus dilihat adalah kata Yunani “heos” (until, sampai), dan jika Anda memahami ini, Anda secara kontekstual akan memahami mengapa team penerjemah LAI-TB menerjemahkannya seperti itu.

Mari kita kaji naskah bahasa aslinya, sbb:

* Lukas 16:16
LAI TB, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
KJV, The law and the prophets were until John: since that time the kingdom of God is preached, and every man presseth into it.
TR, ο νομος και οι προφηται εως ιωαννου απο τοτε η βασιλεια του θεου ευαγγελιζεται και πας εις αυτην βιαζεται
Translit Interlienar, ho nomos {(kitab) Taurat} kai {dan} hoi prophêtai {(kitab) nabi-nabi} heôs {hingga} iôannou {yohanes} apo tote hê basileia tou theou euaggelizetai kai pas eis autên biazetai

Tidak ada kata “were” dalam bahasa Yunani, mari kita kaji interlinear-Yunani-Inggris:

Translit Interlienar, ho {the} nomos {law} kai {and} hoi {the} prophêtai {prophets} heôs {a conjunction, preposition and adverb of continuance, until (of time and place), until} iôannou {john} apo {from} tote {then} hê {the} basileia {kingdon} tou {of} theou {God} euaggelizetai {is being well messagized} kai {and} pas {every} eis {into} autên {her} biazetai {is being forced}

Dalam LAI-TB, kata “berlaku” memang tidak ada dalam naskah bahasa Asli Yunani. Dan, kita boleh mengabaikan kata tersebut. Namun, yang seharusnya yang digaris bawahi dalam Lukas 16:16 adalah kata “sampai” (Yunani: heôs) bukan yang lainnya.
Kata heôs seperti keterangan di atas adalah a conjunction, preposition and adverb of continuance, until (of time and place). Dan kata heôs dalam bahasa Yunani selalu menunjukkan batasan waktu.

bersambung

Kata “Berlaku” tidak ada dalam naskah bahasa Asli Yunani, kata ini adalah penambahan dari team penerjemah LAI-TB. Meski Kata “berlaku” adalah tambahan dari penterjemah sebagai sajian terjemahan kontekstual. Namun hal tsb tidak “sepenuhnya salah” (jikalau ini hendak dipermasalahkan).
Kita juga dapat mengabaikan kata “berlaku” dalam terjemahan tsb. Tetapi kita tetap akan menemui “kata spesifik” terhadap batasan waktu yaitu kata Yunani εως - “HEÔS”.

Kita akan pelajari kata Yunani εως - “HEÔS”, “hingga” yang jelas merujuk kepada waktu sebelum sesuatu terjadi, yang tidak dapat diterapkan sesudahnya. Sebagai contoh, kita lihat ayat-ayat berikut ini :

* Matius 5:26
LAI TB, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum (HEÔS) engkau membayar hutangmu sampai lunas.
KJV, Verily I say unto thee, Thou shalt by no means come out thence, till (HEÔS) thou hast paid the uttermost farthing.
TR, αμην λεγω σοι ου μη εξελθης εκειθεν εως αν αποδως τον εσχατον κοδραντην
Translit, amên legô soi ou mê exelthês ekeithen heôs an apodôs ton eskhaton kodrantên

* 1 Korintus 16:8
LAI TB, Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai (HEÔS) hari raya Pentakosta,
KJV, But I will tarry at Ephesus until (HEÔS) Pentecost.
TR, επιμενω δε εν εφεσω εως της πεντηκοστης
Translit, epimenô de en ephesô heôs tês pentêkostês

Yesus menyatakan Taurat HINGGA Yohanes. Artinya “Yohanes” disini adalah sebagai tanda dari batasan waktu itu.

Kata “berlaku” memang tidak ada secara harfiah, namun kata ini secara kontekstual tidak dapat dipersalahkan. Kalaupun kaat “berlaku” ini masih dipermasalahkan. Ya abaikan saja kata ini. Ketika kata “berlaku” ini “dicoret” Lukas 16:16 hasilnya akan seperti misalnya dalam terjemahan MILT di bawah ini:
Torat dan para nabi ada sampai Yohanes, dari sejak itulah kemudian kerajaan Allah diinjilkan dan setiap orang memaksa masuk ke dalamnya.

Kata “sampai” adalah batasan waktu, dan sosok Yohanes Pembaptis adalah sebagai tandanya. Yesus menyatakan durasi Torat dan para nabi sampai kepada Yohanes Pembaptis. Oleh sebab itu dalam kesempatan yang lain Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi yang terbesar (Lukas 7:28, sebutan “terbesar” itu tidak dikenakan untuk Musa ataupun Elia). Sebab Yohanes Pembabtis inilah yang mengakhiri sebuah era.

Bersambung.

Pengertian Lukas 16:16, The Law i Taurat[/i] dan The prophets i nabi-nabi[/i], di bawah ini saya kutip beberapa Bible Commentary:

The Wycliffe Bible Commentary, Vol 3, Gandum Mas, 2001, hlm. 267:
Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. YESUS menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis (yang digelari Nabi Terbesar) menandai akhir sebuah zaman. Sistem keagamaan yang lama dengan Hukum Taurat berlaku sampai Yohanes Pembaptis mulai memberitakan keatangan Sang Mesias dan memperkenalkan Kerajaan Allah.

Matthew Henry Commentary, Injil Lukas 13-24, Momentum, 2009, hlm 612:
Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. YESUS memberitakan kepada orang Farisi yang sombong, bahwa tata aturan Perjanjian Lama hanya berlaku bagi kalian, hai orang Yahudi, berlanjut hingga kedatangan Yohanes Pembaptis. Sejak Yohanes Pembaptis muncul, Kerajaan Allah diberitakan, yakni suatu tata aturan Perjanjian yang Baru yang sama sekali tidak menilai manusia dari sejauh mana mereka mendalami atau mengetahui Hukum Taurat.

Dr. BJ Boland, Tafsiran Alkitab, Injil Lukas, BPK Gunung Mulia, 2001, hlm394:
Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. YESUS berkata: zaman taurat seperti yang tercantum pada kitab-kitab Musa (dan dalam kitab nabi-nabi yang juga tergolong kepada zaman dahulu itu!) sudah lewat. Yohanes Pembaptis adalah nabi penghabisan yang dihitung kepada zaman itu. Sekarang sudah datang zaman baru, yaitu zaman pemberitaan Kerajaan Allah yang pada azasnya mulai datang. Zaman dahulu itu, cirinya adalah Hukum Taurat yang terbatas kepada orang Yahudi, tetapi kini sudah datang waktunya untuk memberitakan kasih Allah yang tak terbatas. Sebab Allah telah menyediakan keselamatan yang daripadaNya kepada semua orang (bandingkan Lukas 14:23, http://www.sarapanpagi.org/30-orang-orang-yang-berdalih-vt2125.html )

Tarfsir Alkitab Perjanjian Baru, Dianne Bergant & Robert Karris, Lembaga Biblika Indonesia, Kanisius, 2001, hlm. 145:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Yohanes Pembaptis adalah titik balik. Ia adalah nabi yang terakhir dari nabi-nabi Perjanjian Lama.

Ketiga commentary di atas sepakat bahwa Ayat ini berbicara mengenai periode, Yohanes Pembaptis (nabi Yahya) sebagai tanda akhir dari sistem keagamaan yang menggunakan Hukum Taurat. Jika dikaitkan dengan gelar yang diberikan YESUS kepada Yohanes Pembabtis yang menggelarinya “NABI TERBESAR” kita akan semakin mengerti mengapa justru Yohanes Pembabtis mendapat gelar seperti ini, dan gelar ini tidak dikenakan kepada Musa ataupun Elia ataupun nabi-nabi yang lain. Sebab dialah tanda yang mengakhiri Era Perjanjian Lama dan dia adalah saksi yang merujuk langsung ke hidung “Allah yang inkarnasi,” yaitu manusia yang bernama YESUS Sang Mesias yang membawa Hukum yang Baru.

Semoga jelas, dan jangan hanya asal mengkritik LAI-TB.

Blessings,
BP
Sep 11, 2012

Semoga jelas, dan jangan hanya asal mengkritik LAI-TB.
Terima kasih banyak atas reply yg berarti. Saya belum memeriksa interlinear terbitan dari LAI dari karya Hasan Sutanto atau Yunani-Inggris, saya lebih banyak berkiprah pada masalah aplikatif dan promosi pemberdayaan. Diharapkan khusus melalui FK ini lebih banyak orang yg dpt reply data dan bahan pemberdayaan dan pengoreksian kesalahan pandangan pengajaran Alkitab.

Ralat kesalahan menulis nama Marga Pdt. Hasan (posting sebelum diralat).
Yang Benar: Pdt. Hasan Sutanto dan bukan Susanto.

Bro, apa yang dikatakan Sarpag adalah benar.
Memang LAI ada kelemahannya, tetapi pemeliharaan Allah Roh Kudus pasti memelihara ALKITAB yang merupalakn Inspirasi Roh Kudus sendiri.

Sedangkan melihat satu bentuk ajaran di Alkitab, harus didukung oleh ayat ayat di PL maupun oleh PB, sehingga ajaran itu benar benar didukung oleh Firman Tuhan, selain perintah Tuhan yang merupakan KEDAULATAN ALLAH tidak dapat diganggu gugat.

Kita mengerti ALKITAB :

  • melalui perintah langsung, seperti hukum kasih dll.
  • melalui perintah tidak langsung, seperti menjaga tubuh yang berlebihan, bukan makanan menjadi utama hidup kita.
  • secara prinsip yang merupakan doktrin doktrin ALKITAB.
  • tidak ada jawaban, Ul 29 : 29 RAHASIA TUHAN.

Kitab Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia, karya Pdt. Hasan Sutanto sangat bagus sekali, saya sering menggunakannya sebagai perbandingan dan masukan2 yg sangat berharga dalam setiap kajian tekstual naskah Alkitab. Hasan Sutanto adalah asset yang sangat berharga yang kita miliki, orang yang luar biasa pandai, sering bekhotbah di gereja saya, dan beliau juga sedang menyusun Kitab Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Chinese, dan akan diterbitkan di China.

Hasan Sutanto adalah salah seorang ahli yang dimiliki LAI. Jadi, LAI bukan sembarangan, LAI adalah lembaga yang capable, LAI memiliki jajaran team penerjemah yang baik, yang paham bahasa, sejarah dan memahami ilmu ttg Alkitab, dan mereka dapat diandalkan. Makanya saya sering menyayangkan pendapat2 dari rekan2 disini yang “menjelek-jelekkan” (atau mengkritisi) hasil terjemahan LAI, sedangkan yang mengkritik itu tidak cukup paham tentang bahasa dan latar belakang dan sejarah Alkitab secara mendalam.

Kitab Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia, karya Pdt. Hasan Sutanto ini menggunakan dasar naskah salinan bahasa asli dari UBS/ Nestle K Aland yang cenderung ke WH, yuk kita lihat naskahnya:

* Luke 16:16
LAI TB, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai (MEKHRI) kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
NIV, “The Law and the Prophets were proclaimed until (MEKHRI) John. Since that time, the good news of the kingdom of God is being preached, and everyone is forcing their way into it. Note: kata “were proclaimed” tidak terdapat dalam naskah bahasa asli Yunani, namun dengan kajian kontekstual, terjemahan ini dapat diterima.
WH (Wescott & Hort), ο νομος και οι προφηται μεχρι ιωαννου απο τοτε η βασιλεια του θεου ευαγγελιζεται και πας εις αυτην βιαζεται
Translit interliear (Hasan Sutanto), ho nomos {Kitab Taurat} kai {dan} hoi prophêtai {(bagian kitab2) nabi} mekhri{Adverb, as far as, i.e. up to a certain point, sampai} iôannou {yohanes} apo {sejak} tote {waktu itu} hê basileia {kerajaan} tou theou {Allah} euaggelizetai {diberitakan} kai {dan} pas {setiap (orang)} eis {kedalam} autên {-nya} biazetai {berusaha masuk dengan kekerasan}

Antara WH dan TR untuk Lukas 16:16 terdapat “varian”. WH untuk ayat ini ada perbedaan sedikit dengan naskah TR (yang digunakan KJV dan Douay Rheims sebagai dasar terjemahan).
Bahwa naskah WH tidak menggunakan kata εως - heôs tetapi menggunakan kata yang lain yang maknanya sama (sinonim), yaitu: μεχρι - mekhri. Sehingga meskipun secara "aksara kata"nya berbeda, namun antara naskah TR dan WH mempunyai makna yang sama.

Demikian sebagai catatan saja.

Blessings,
BP

Hasan Sutanto adalah salah seorang ahli yang dimiliki LAI

Menurut pengetahuan saya, Pdt. Hasan Sutanto adalah salah seorang dosen Seminari Alkitab Asia Tenggara Malang (sekarang kelihatannya sudah tidak aktif sebagai dosen, lebih banyak menulis/menyelesaikan tulisan/buku). Kalau tidak salah Pdt. Hasan Sutanto bukan tenaga ahli dari LAI (Lembaga Alkitab Indonesia). Mungkin Anda bertanya, mengapa buku Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid I & II Diterjemahkan dan Disusun Oleh Pdt. Hasan Sutanto, M.Th. tertulis logo LAI tahun 2003 seolah-olah dari LAI. Beiau memakai percetakan LAI untuk mencetaknya sebagai legitimasi dari Lembaga Alkitab yang sudah diakui. Kurang tahu apakah setelah beliau tidak aktif di SAAT Malang menjadi tenaga ahli LAI, tetapi kelihatannya tidak.
Buku itu dipersiapkan sekitar bulan Juni-Juli 1989 dan diselesaikan/dicetak tahun 2003 berarti sekitar 14 tahun.

Catatan ralat salah tulis nama:
Reply pertama, saya salah menuliskan nama Marga Pdt. Hasan, saya tulis Susanto. Setelah saya baca ulang bukunya ternyata Sutanto.

Ya ngapain diperdebatkan soal ini, tapi coba baca halaman 4, ditulis “diterbitkan dalam rangka kerja sama Lembaga Alkitab Indonesia dan Hasan Sutanto”, artinya ada hubungan partnership disini “yang saling memiliki” tentunya, meskipun Hasan Sutanto tidak berstatus sebagai “pegawai” di LAI.

Intinya hanya satu yakni ttg keakuratan data dan fakta perlu dikedepankan.
Status, jabatan, dan fungsi seseorang wajib ditempatkan pada tempat yang cocok agar benar tetap kita katakan benar, dan kurang jelas/tidak jelas harus kita katakan belum jelas. Ya… kita perlu mengembangkan akuntabilitas, akurasi, dan tendensi yang bertanggung jawab. Tidak lebih dan tidak kurang.
Oke… yang penting saling membagi dan saling mengoreksi untuk kebaikan dan kemajuan bersama pasti dicari dan dibutuhkan oleh kita semua.