pendapat: fakta pengkultusan tokoh rohani di gereja secara tidak sadar

Seberapa dalam orang boleh mengagumi tokoh rohani / gereja? apakah ada batasan jelasnya?

Fakta yang saya lihat di banyak forum kristen, banyak yang terjadi adalah mengagumi tokoh gereja ketimbang melihat setiap ajarannya apakah memang benar2 Firman Tuhan atau tidak.
Misalnya: gereja Reformed mengkultuskan pak ST. Gereja Bethany mengkultuskan pak alex. Apa yang diomongkan mereka dianggap benar. bahkan kritik pada tokoh2 tersebut, pasti dibela mati2an oleh para jemaaat yang mengkultuskan mereka. Tidak peduli fakta di lapangan.

Contoh kasus-nya: teman saya (orang reformed) bilang, kalau yang khotbah pak tong menarik jadi ga bikin ngantuk, menarik dan dalam pembahasan Firman Tuhan-nya. saya tanya ke teman saya: kalau yang khotbah orang lain bagaimana?. Teman saya pernah ngomong: ya kadang dangkal, membosankan dll. menurut pemikiran saya, teman saya hanya tertarik dan melihat dari yang khotbah, bukan isi khotbah karena sdh terikat dengan yang khotbah. Kalau yang khotbah bukan pak TOng, tidak dalam, tidak menarik dll. apakah itu pengkultusan atau tidak? Ini hanya contoh saja, mungkin tidak mewakili orang reformed lainnya.

menurut para FK’er bagaimana?

ya, ibarat orang bisa kesemsem sama mbah Subur, padahal kalo dipikir, nggak masuk akal, ngomongnya “ga’ ilmiah” model orangnya juga begitu2 aja, tapi banyak yang kepincut… :slight_smile:
Di gereja2 juga banyak, yang kharismatik, yang reformed, sama-sama saja… :tongue:

Saya pribadi, memilih ke gereja biasa, bukan yang ada “nabi”-nya… :slight_smile:

klo di gereja saya malah skrng ada gejala pengkultusan pemimpin area komsel.saya salah satu orang yg pernah melakukannya & sudah jera krn yg ada malah sakit hati/pahit ketika si pemimpin membelot ke aliran sesat(ternyata dia jg mengkultuskan pemimpin di atasnya yg jg membelot,ibarat seorang kepala staf mau pindah kerja trus anak buahnya ikut dibawa semua :rolleye0014: ).

Numpang share ya…

Pengkultusan individu terjadi tidak hanya di gereja tapi disemua bidang,… terutama politik. Kenapa? karena oarng senang kalo banyak pengikut. semakin banyak pengikut, semakin fanatik pengikutnya, semakin kuat posisinya, baik de jure maupun de facto, dia bisa jadi tokoh oposan kuat dengan memanfaatkan para pendukung atau voternya.

Modal utama untuk bisa jadi tokoh seperti itu adalah pintar bicara dan “karismanya”, orang yang tidak bermoral akan menjadi penghasut, orang yang bermoral akan jadi pemimpin yang baik.

dalam bidang apapun, strategi peng-kultusan sangat sering diterapkan untuk memperoleh massa awal, baik dengan promosi, tim sukses - yang emang tugasnya menyebarkan berita / rumor baik mengenai tokoh tersebut, dll. nanti kalo udah jadi bola salju, maka akan membesar dan bergulir dengan sendirinya.
:char11:

Padahal arti pemimpin yang baik itu dia akan mengajarkan ajaran yang sehat dan menciptakan pemimpin2 baru sebagai bagian untuk mengurangi efek kultus individu itu. Sayangnya sedikit sekali yang mau menerapkan ini. Mereka lebih suka menciptakan para jendral justru untuk melanggengkan kekuasaan. dan akhirnya sang pemimpin umumnya akan digulingkan dari puncaknya, saat sudah kebanyakan jendral, dan mereka juga pengen jadi orang nomor 1. - Ini banyak terjadi di gereja2 juga bukan. :coolsmiley:

wassalam

pengkultusan itu wajar …betul apa lata bro kumis, dimana2 terjadi pengkultusan.
tapi secara over itu tidak baik, karena Tuhan bukan yang jadi prioritas dalam hati sso, tapi dalam artian standar pengkultusan hampir pasti terjadi buat mereka yng pro pemimpin, kalau tidak pro malah cenderung oportunis dan egosentris (bicara diluar Tuhan)…yang makin lama terdepak karena tidak sevisi dengan team.

Di tempat saya berjemaat sudah relatif kelihatan peng-kultus-annya.
Juga sudah relatif kelihatan ajaran ekstrim trutama mnyangkut berkat, perpuluhan dan kmakmuran.

Tp biar gimanapun itu adl tempat saya berjemaat dan saya mrasa sudah dpanggil Tuhan utk bjemaat dsana.

Saya hanya bharap dalam hati supaya Tuhan jaga para pemimpin shg tidak jatuh, sebagaimana saya juga bharap dlm hati minta kekuatan Tuhan agar saya tidak jatuh.

saya cut-- pertanyaan anda, dan saya melihat pertanyaan anda ini menghakimi, seakan-akan yang semua anda sebutkan pengajaran gerejanya bukan dari Firman Tuhan.

sikap hati anda sudah salah, hati-hati bisa fatal dihadapan Tuhan …itu bentuk kesombongan.

ya memang terjadi juga di luar gereja untuk pengkultusan individu, tp yg mau saya bahas yg di dalam gereja.

menurut KBBI: Kultus adalah [n] (1) penghormatan resmi dl agama; upacara keagamaan; ibadat; (2) sistem kepercayaan; (3) penghormatan secara berlebih-lebihan kpd orang, paham, atau benda. menurut saya, pengkultusan individu sama saja dengan menyembah berhala, yg di mana dilarang Firman Tuhan. bagaimana bisa mengatakan hal tersebut tidak masalah selama tokoh tersebut benar? kalau tokoh tersebut benar (menurut Alkitab), pasti menolak pengkultusan tersebut dan selalu mengingatkan jemaat-nya. Sebab yang layak dihormati / disembah hanya Tuhan.

Spt kata idiom, power tend to corrupt, apakah ada cara untuk mencegah hal tersebut kalau di dalam gereja. patut disayangkan kalau hamba Tuhan yang awal-nya sungguh-sungguh tapi terjatuh dalam dosa kesombongan dan pengkultusan tsb (dan biasanya tidak disadari baik oleh Jemaat Gereja tersebut atau Leader-nya)? sy pikir pembatasan jabatan gembala sidang dan pengawasan terhadap keuangan gereja diperlukan untuk mengurangi power dr gembala sidang / leader gereja. apakah sdh ada gereja yang mengatur hal tersebut? saya ingin tahu lebih dalam?

silahkan Fk’er share pendapat-nya.

terima kasih untuk mengingatkan. ini hanya diskusi tidak bermaksud menghakimi, saya tidak pernah mengatakan semua, saya tidak menggeneralisir semua gereja.

kalau pertanyaan seperti ini dianggap menghakimi, lalu bagaimana pertanyaan yg menurut anda terkesan tidak menghakimi? berikan contohnya sehingga saya dapat belajar lebih lagi.

Anginnya kencang bro…

Psoalannya bgini…
Jika sso diurapi utk suatu panggilan, maka urapannya akan terus bekerja walau ia sedang jauh dr Tuhan (entah krn dosa atau pngajaran salah atau kjenuhan pribadi).
Hanya ktika ia sudah sbegitu jauhnya dan phakiman Tuhan turun, barulah urapan itu akan mrugikan dirinya sendiri.

Misalnya gini…
Si gembala sdg hidup dlm dosa keuangan, tp saat dia doakan orang, orang yg didoakan mdapat jawaban doa.
Maka si gembala ini bisa salah berpikir bhw Tuhan kompromi thd ksalahannya, atau malah salah bpikir bhw Tuhan setuju sama dia. Maka itu dia trus hidup dlm ksalahannya sampai Tuhan hakimi dia dg kasus terbuka.

Urapan itu Tuhan brikan utk mlayani orang lain, maka spanjang dia mdoakan orang lain, doanya berhasil. Tp ngga brarti Tuhan setuju sama ksalahan dia.

bedakan antara ‘admiring’ vs ‘idolizing’

When you admire someone, you just like and respect something about them.
When you admire someone you just like them for something like morals, fashion, attitude or personal accomplishments - that is to say you like (admire) them for what they have done…

To Idolize some one is to is to rank them as high as a god.
To idolize is an excessive admiration, devotion, envy or attachment to a person or thing.

ya tepat penjelasannya, di post sy sebelumnya jg sdh sy cantumkan arti kultus menurut KBBI yaitu menghormati secara berlebihan (bahkan secara membabi buta).
Tapi praktek-nya susah sekali utk membedakan mana yg hanya admiring mana yang sdh idolizing.

Mgkn sama spt fans vs groupies.

kata2 anda :

Fakta yang saya lihat di banyak forum Kristen, banyak yang terjadi adalah mengagumi tokoh gereja ketimbang melihat setiap ajarannya apakah memang benar2 Firman Tuhan atau tidak.

dari kalimat ini tersirat bahwa tokoh gereja yg anda buat contoh itu ajarannya belum tentu benar2 dari Firman Tuhan.

Misalnya: gereja Reformed mengkultuskan pak ST. Gereja Bethany mengkultuskan pak alex.

tidak semua anggota gereja reformed mengkultuskan pak ST. begitu juga anggota gereja bethany.

ingatlah bahwa apa yg kita posting juga merupakan konsumsi publik umum.

saya mengatakan “Fakta yang saya lihat di banyak forum Kristen, banyak yang terjadi adalah mengagumi tokoh gereja ketimbang melihat setiap ajarannya apakah memang benar2 Firman Tuhan atau tidak.” jadi memang belum tentu dari Firman Tuhan. Ingat Power tend to corrupt dan manusia masih bisa salah.

saya hanya mengkritisi dan menurut pendapat saya . memang tidak semua anggota gereja spt itu, saya tidak menggeneralisir hanya memberi contoh. dan utk contoh kasus teman saya, memang subyektif tapi fakta.

sebaliknya, saya ingin tahu menurut pendapat anda sendiri bagaimana? bagaimana mengkritisi hal tersebut?

ikt diskusi aja ya, mungkin bukan kultus, sehingga seolah2 segala2nya tergantung org tersebut dan mendapat posisi yang seperti nabi atau parahnya Tuhan. Tp lebih ke menghormati mereka sebagai pimpinan gereja dan tokoh yang bisa diteladan, kalau memang ajarannya baik kenapa tidak kita teladani dalam hidup kita toh para tokoh tersebut bisa dikatakan memiliki pengalaman yang banyak dalam hidup rohani sebagai org Kristen. Prinsipnya yang baik diambil yang kurang baik dibuang

thx

ya saya tahu, tapi penggunaan kalimat yang kurang tepat bisa “menunjuk” ke diri kita sendiri, ketika kita berkata si pdt.A pengajarannya tidak selalu sesuai Firman Tuhan berarti seperti nunjuk balik ke kita bahwa kita merasa pdt kita selalu merujuk ke Firman Tuhan, itu selalu menunjukkan penghakiman.

soal Firman Tuhan atau tidak saya kira sepanjang yang saya ikuti dari tempat saya bergereja beliau selalu berdasarkan Firman Tuhan, selalu ada dasar Firman Tuhan yang dibuat dari dasar kotbah.

saya jadi tergelitik kesaksian teman anda, toh anda sudah menyebut nama dan ada fakta, contoh saja apa yg teman anda ikuti dari beliau2 yang jadi contoh yang tidak berdasarkan Firman Tuhan ?

mungkin kita terjadi misskomunikasi disini.

saya hanya mengkritisi dan menurut pendapat saya . memang tidak semua anggota gereja spt itu, saya tidak menggeneralisir hanya memberi contoh. dan utk contoh kasus teman saya, memang subyektif tapi fakta.

sebaliknya, saya ingin tahu menurut pendapat anda sendiri bagaimana? bagaimana mengkritisi hal tersebut?


menurut saya dalam hal seperti ini saya kira kita harus netral, posisi kita ditentukan oleh apa yang Tuhan mau.
ini sebenarnya sudah bro Siip jawab, bro Siip dah tau arah kemana pembicaraan ini.

Langkah kita jangan mau terpengaruh dengan omongan orang lain, tutup kuping saja, dengarkan apa yang menjadi Roh Kudus mau. it’s simple tapi bisa menuai caci maki yang sekian banyak itu jatuh ke hidup anda juga.

Orang mau ngomong jelek toh itu omongan mereka, mau ngomng baik ya mereka juga yang ttg jwb, kita diposisi benar toh juga omongan seperti itu tetap ada, kita diposisi salah, omongan org juga tetap saja.
dalam hal ini soal pengkultusan, yang mempunyai meaning jelek.

kalau saya pribadi tidak urusan apa kata orang, toh mereka tidak ‘memberi saya makan’, apa yang terjadi pada diri kita toh mereka ga tahu…cuman ngomong aja,

tapi saya pribadi mengikuti apa kata Tuhan, Tuhan yang kasih ‘makan’ saya lewat beliau2 (walaupun juga Tuhan beri makan saya langsung dari persekutuanNya)

kalaupun memang pemimpin saya salah, apa kata Tuhan tentang beliau?
suruh dukung? tinggalkan ?

kalaupun memang pemimpin saya benar, ya sudah to ?

orang lain memandang dari luar bisa jadi pemimpin kita salah, tapi kita yang orang dalam kan tau dengan persis.
toh saya juga bergantung pada Tuhan bukan pemimpin bahkan apa kata orang.

kalau orang lain menilai pemimpin kita salah dan memang saya disuruh dukung beliau, toh orang akan menilai saya mengkultuskan beliau ? ya ikuti saja apa kata Tuhan.

GBU

All,

Padahal mereka (ie Pendeta) bukan PENERUS PARA RASUL, SUKSESI PARA RASUL. Berbeda dengan YANG MENERIMA SUKSESI PARA RASUL.

Syalom

Maksud sis pendeta tidak boleh dikultuskan tapi suksesi rasul boleh dikultuskan?

Kalau saya bilang si yang boleh dikultuskan hanya Tuhan Yesus saja. Jangankan suksesi rasul, rasulpun tidak boleh dikultuskan.

Ikutan ngobrol ah, bagi saya sih:

  1. Mengangumi seorang hamba Tuhan itu oke-oke saja, rasanya kita masing-masing memiliki hamba Tuhan favorit, entah karena cara penyampaiannya, kisah hidupnya dan sebagainya.

  2. Mengangumi ada batasnya, jangan sampai terjadi pengultusan dan Firman Tuhan berada di bawah kata-kata si Hamba Tuhan tersebut. Jadi kalau sudah salah lalu dibela semati-matinya ya jelas itu sudah salah. Contoh bro/sist, bagi saya sih itu keliru dan berlebihan, Firman Tuhan tetaplah Firman Tuhan mao keluar dari siapa pun, dan Tuhan bisa pakai siapapun.

  3. Bagi saya, hamba Tuhan yang baik adalah mereka yang membawa orang binaanya kepada Tuhan, bukan berpusat kepada dirinya sendiri, denominasinya/gerejanya.

  4. Saya juga ngelihat bahwa banyak hamba Tuhan yang terjebak pada “pelayanan adalah milknya, bukan milik Tuhan”, sehingga ga heran kalau banyak Gereja pecah, hamba Tuhan jadi frustasi karena menganggap bahwa jemaatnya adalah jemaatnya sendiri, bukan miliknya Tuhan.