Penderitaan Kristus masih kurang?

Teman-teman, mohon pencerahannya dari ayat ini :

Kol 1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Apa yang dimaksud dengan : “yang kurang pada penderitaan Kristus”?

Terima kasih

Shalom Aleikhem

coba lihat disini bro… :slight_smile:

salam.

Thanks linknya bro, dari link itu saya baca bahwa :

Paulus melihat Kristus masih menderita, [b]bukan[/b] demi penebusan kita, melainkan dalam persekutuan dengan umat-Nya sewaktu mereka memberitakan Injil kepada yang terhilang (bd. Kis 9:4). Paulus bersukacita karena ia diberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Kenapa tiba-tiba muncul kata “bukan”, seolah-olah tafsiran itu berusaha membantah tafsiran lain. Padahal semua orang tahu, penderitaan Kristus adalah dalam rangka penebusan. Sewaktu umatnya disuruh memberitakan Injil, Yesus sudah tidak menderita lagi. Jadi kalaupun Kristus memberi kesempatan ambil bagian dalam penderitaanNya, tentu efeknya adalah partisipasi dalam penebusan untuk jemaat

Tapi dari sini sudah sedikit menjawab pertanyaan saya, mungkin memang benar “apa yang kurang” maksudnya adalah memberi kesempatan. Tapi apa tidak mungkin ada maksud lain dari “kekurangan” dalam ayat itu?

Let share …

Shalom

Sebelumnya Paulus telah berdoa agar jemaat di Kolose dapat bertahan teras dengan penuh sukacita (#/TB Kol 1:11*); kini dia menegaskan bahwa hal itu merupakan pengalamannya sendiri. Konsep yang penting bahwa penderitaan (pathema) Paulus, yang diderita demi jemaat di Kolose, menggenapkan … apa yang kurang pada penderitaan (thlipsis) Kristus tidak hanya terbatas pada nas ini saja (bdg. #/TB 2Kor 1:5-7; 4:12; 13:4; Flp 3:10; 1Ptr 4:13; 5:9; Why 1:9*).

Pengertian ini hendaknya dipahami dari sudut pandang konsep Ibrani tentang kepribadiannya bersama yang diilustrasikan dalam pernyataan Yesus tentang jemaat-Nya. “Mengapa kamu menganiaya Aku?” (#/TB Kis 9:4*). Dan beberapa orang menafsirkan #/TB Kol 1:24* sebagai berarti bahwa dalam rencana Allah kelompok Kristus, persekutuan Mesianis, ditentukan untuk menderita sedikit “sakit melahirkan” sewaktu mendatangkan zaman Mesianis. Mungkin yang lebih mendasar ialah pengertian bahwa kesatuan dengan Kristus ipso facto (dengan sendirinya) berarti kesatuan dengan penderitaan Kristus, “Jika kita menderita bersama-sama dengan Dia … kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (#/TB Rm 4:17*). Kenyataan berupa kebersamaan di dalam Kristus (#/TB Gal 2:20*) harus diaktualisasikan di dalam diri orang Kristen secara individu; karena itu Paulus bahkan dapat berbicara tentang kematiannya sendiri sebagai suatu persembahan kurban (#/TB Flp 2:17; 2Tim 4:6*).

Sekalipun demikian, perlu diperhatikan bahwa di dalam konteks ini, sebagaimana pula di bagian lain, hanya dalam Kristus dan pendamaian-Nya ada penebusan yang sempurna. Orang-orang Kristen berbagi penderitaan Kristus sebab mereka sudah ditebus, bukan sebagai sarana untuk memperoleh penebusan tersebut. (Dengan demikian, di dalam meniru Kristus, sebagaimana ditekankan golongan Anabaptis, "mahkota duri menunda mahkota kemuliaan.

Lihat Robert Freedman, “Conception of the Anabaptists,” Church History, IX (1940), hlm. 358; bandingkan Walther von Loewenich, Luthers Theologia Crucis; Dietrich Bonhoeffer, The Cost of Discipleship; Elizabeth Elliot, Through Gates of Splendor).

salam
www.depan.org

Maaf kelihatannya Anda paste dari referensi secara letterlike. Jadi pendapat Anda sendiri kurang kelihatan. Ada beberapa bagian yang saya bold yang menyatakan bahawa persatuan Kristus dan jemaatNya tidak terpisahkan, dan saling merasakan. Jemaat di aniaya, maka Krstus juga akan merasa “dianiaya”. Demikian pula karena Kristus menderita, maka JemaatNya juga diharapkan ikut merasakan penderitaanNya.

Tapi ada juga penafsiran bahwa karena Yesus sudah menderita dalam rangka penebusan dosa kita, maka kita tinggal menikmati kebahagiaan.

Kembali ke Kol 1:24, disitu dikatakan Paulus tidak hanya menderita bersama Kristus. Tapi dikatakan menggenapi “apa yang kurang”, dan bermanfaat untuk tubuhNya, yaitu Jemaat. Sementara pendapat saya adalah penderitaan yang bermanfaat itu ada kaitannya dengan karya penebusan. Jadi Yesus memberikan kesempatan kepada kita untuk ikut dalam karya penebusan itu. Kenapa? Karena urut-urutannya adalah diawali dengan kata-kata menggenapkan (apa yang kurang), pada penderitaan Kristus, untuk Jemaat.

Penderitaan Kristus untuk jemaat adalah hanya dalam rangka penebusan. Jadi ruang yang digenapi Paulus dalam ayat itu adalah ruang karya penebusan. Sekedar pendapat sih. Silakan kalau ada pendapat lain.

Shalom Aleikhem

Cuma salah penerjemahan dari LAI bro, yang benar adalah begini :

Versi KJV :
Col 1:24 Who now rejoice in my sufferings for you, and fill up that which is behind of the afflictions of Christ in my flesh for his body’s sake, which is the church:


dari tafsiran pada link yang saya berikan di atas (Waycliffe, ende, Jerusalem, SH dan Full life), pendapat saya pribadi mengenai frase “dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan KRISTUS,” adalah

SAMA dengan KUK dari Tuhan Yesus yang harus kita pikul, yaitu salib kita sendiri, sebagai Jemaat kristus yang masih berada di dunia.

Kuk yang diberikan itu ringan dan tidak ada hubungannya dengan KESELAMATAN yang sdh diterima oleh Orang Percaya, karena KUK KITA sudah ditebus SEMPURNA oleh YESUS dikayu salib, yang olehNYA ROH kita sudah diKUDUSkan satu kali sampai selama-lamanya.

namun KUK itu masih harus kita jalani, bisa berupa penderitaan jasmani/aniaya (tidak harus) * dan penderitaan kedagingan kita (harus dijalani selama hidup).

  • lihat > Perikop Kol 1:24 adalah Pelayanan dan penderitaan Paulus.

Sekali lagi, Kuk (USAHA MANUSIA) itu tidak sedikitpun menambah atau mengurangi KESELAMATAN.

salam :wink:

tambahan …

lalu kenapa dikatakan bermanfaat untuk tubuh Kristus/Jemaat?

jelas sekali …
Kuk/Salib diberikan karena berguna untuk memperoses pendewasaan Iman jemaat (bukan KESELAMATAN).

sekian.
salam :smiley:

Justru dari bahasa Inggris dan Greek Strong Dictionary semakin tegas Bro David :

Kata behind menurut kamus di KJV :

G5303
ὑστέρημα
husterēma

hoos-ter’-ay-mah
From G5302; a deficit; specifically poverty: - that which is behind, (that which was) lack (-ing), penury, want.

Diartikan Deficit / Lack = kurang. Jadi terjemahan LAI cukup tepat.

Shalom Aleikhem

Tetap saja ada yang mengganjal Bro Sin, dalam bahasa asli menurut Greek Strong dikatakan Lack / Deficit = Kurang. Kalau hanya sekadar Kuk atau memanggul salibNya, seharusnya tidak dikatakan Lack / Kurang.

Juga kata menggenapkan :

G466
ἀνταναπληρόω
antanaplēroō

an-tan-ap-lay-ro’-o
From G473 and G378; to supplement: - fill up.

Merujuk ke supplement, mengisi lack tersebut. Dan sekali lagi penderitaanNya adalah dalam rangka penebusan. IMO memang tidak mempengaruhi penebusanNya dalam menyelamatkan kita. Tapi Dia memberikan ruang kepada kita untuk berpartisipasi dalam karya penebusanNya.

Shalom

Bukan penderitaan Kristus yang kurang, tetapi penderitaan paulus.

Saat itu, Paulus merasa kurang menderita dibandingkan YESUS.

Kol 1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang… jeda… pada penderitaan KRISTUS, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

dapat diartikan sbb:

“sekarang aku senang karena aku sudah menderita karena kamu (jemaat Kristus), sama seperti Kristus yg juga menderita demi kita. Dulu aku belum seperti itu, makanya aku merasa ada yg belum lengkap dalam pelayananku”

mungkin maksud paulus adalah karena Yesus tidak menanggung seluruh salib NYA

Betul Bang… sedikit koreksi “tidak menanggung seluruh salibNya” mungkin maksudnya “tidak memikul sendiri salibNya”
Dengan mengingat, menimbang dan memutuskan…
Kol 1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan KRISTUS, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Sebelumnya saya tidak pernah memikirkan ayat di atas, alangkah banyak dan luasnya mistery dan keunikan Alkitab (khusunya Injil dan surat-surat para Rasul).

Selayang pandang YESUS sebelum penyalibaNya Dia memikul salibNya dan kemudian dibantu oleh Simon dari Kirene. Jadi isi Cawan Penderitaan diminum oleh orang-orang yang mau memikul salib untuk YESUS KRISTUS dan dimunum oleh setiap orang yang menerimanya sebagai Gurunya dan atau Tuhan dan Juru Selamtnya (untuk para murid termasuk kita). “inilah salah satu misteri mengapa YESUS tidak memikul salib itu sendiri”

Jika kita bisa memahami “CAWAN TIGA SERANGKAI” kita akan paham misteri ini;

Coba kita simak Cawan 3 Serangkai
CAWAN PERTAMA : Mat. 20:22-23; Mark. 10:38-39.
Akan diminum juga oleh para murid YESUS; rupanya ini cawan penderitaan, sebab murid YESUS mengalaminya (penderitaan) juga diteguhkan oleh Yoh 16:33; Yoh 16:1-2, Mat 10, dll.

CAWAN KEDUA : Luk 22:20; 1Kor 10:16, 21.
Cawan pada Perjamuan PaskahNya YESUS berisi Darah (-batiniah, yang tidak kasat mata) dari YESUS. Yang meminum Cawan Kedua berarti ia dimateraikan mewarisi Wasiat (Perjanjian) Baru, dimeteraikan oleh Darah (-batiniah) YESUS.

CAWAN KETIGA : Mat 26:39; Mark 14:36; Luk 22:42.
Isi Cawan ini begitu dasyatnya, sehingga, sebelum meminumnya YESUS sempat bermohon agar Bapa singkirkan Cawan itu, namun harus kehendak Bapa yang terjadi ! Satu-satunya Cawan yang menyeramkan bagi YESUS ! Apa gerangan isi Cawan Ketiga ?

Murid-murid (termasuk kita) meminum Cawan Kedua (perjamuan Kudus) lalu mereka meminum Cawan Pertama (Penderitaan),
Tuhan YESUS terlebih dahulu meminum Cawan Pertama (Penderitaan) lalu Cawan Ketiga,
Jadi Tuhan YESUS tidak meminum Cawan Kedua tetapi cawan ini dipenuhi dengan Darah BatiniahNya
Murid-murid dan kita tidak meminum Cawan Ketiga,
secara simbolik Yudas lah yang mencoba meminum dari Cawan yang hanya (harus) diminum oleh Tuhan YESUS yaitu Cawan Ketiga.
Yohanes 13:26-27
Jawab YESUS: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka YESUS berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

Keputusannya…
Simon Kirene, Simon Petrus dan murid-murid lainnya, Rasul Paulus dan Semua Orang Percaya yang menerima YESUS orang Nasaret sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya… meminum Cawan Pertama (Cawan Penderitaan) bersama dengan YESUS KRISTUS

JBU

Frase tersebut sudah dijelaskan oleh Tuhan Yesus sebelum St Paul:

14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa

Thanks teman-teman atas pencerahannya. Menarik sekali tentang partisipasi kita dalam pekerjaan Kristus (bro Yopi). Ada juga analogi cawan (Evata). Buat JP III, sepertinya jeda yang Anda berikan kurang pas dibandingkan dengan bahasa inggrisnya : and fill up that which is behind of the afflictions of Christ in my flesh.

Dari pendapat teman-teman secara umum, kita memang diberi ruang, dianjurkan untuk ikut menderita. Misalnya simon dari kirene yang ikut memikul salib. Sedangkan penderitaan dan kematian Kristus adalah dalam rangka penebusan. Let say seperti cawan 1,2,3 seperti penjelasan Evata. Semua cawan adalah dalam rangka penebusan dosa.

Apakah boleh diartikan, bahwa kita juga diikut sertakan dalam karya penebusan itu?

Shalom Aleikhem

@fantioz: Memikul salib jangan diartikan bahwa kita turut menebus dosa seperti Kristus…

memikul salib jika diselami lebih dalam bukan masalah penderitaan dan aniaya. tapi, seperti Yesus yg memikul salib-Nya itu karena kasih…

jd bagi saya, partisipasi kita dlm memikul salib itu meneruskan perilaku kasih Kristus pada dunia

Saya hanya mengambil kesimpulan dari beberapa pendapat teman-teman. Terutama penjelasan tentang cawan 1,2,3 yang harus diminum Yesus. Ternyata manusia diberi kesempatan untuk minum dari cawan itu juga. Sedangkan semua cawan Yesus adalah dalam rangka penebusan, sehingga saya menyimpulan hal tersebut. Kesimpulan itupun masih belum final dan berbentuk pertanyaan.

IMO tidak ada yang salah juga misal Kristus memberikan ruang kepada kita untuk ikut dalam karya penebusan itu. Toh puncaknya keselamatan itu tersedia karena penebusan Dia. Peran kita terlalu kecil dibanding Dia even kita menggenapi “kekurangan pada penderitaanNya”. Ada efek punebusan tapi tidak ngefek kepada keselamatan oleh darahNya.

Sementara seperti itu tanggapan saya dari istilah Lack/kekurangan pada penderitaan di ayat kolose itu.

Shalom Aleikhem