pendeta boleh bekerja?

apakah pendeta/hamba Tuhan boleh memiliki profesi lain seperto pengusaha, pedagang? dengan tujuan mencukupi kebutuhan hidup?apakah tidak mengganggu pelayanan?bagaimana dengan orang lewi dalam perjanjian lama?

boleh boleh aja, :afro:

Boleh, asal jagalah hatimu…paling aman bertani ma ternak aja ( saran )… :smiley:

Jika kebutuhan hidupnya tidak cukup boleh saja, sama seperti Paulus dia nyatakan sendiri kalau ia juga bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan orang yang bersama-sama dengannya. Tetapi pada saat berkecukupan ia tidak bekerja.

Lain halnya kalau bekerja untuk memenuhi keinginannya atas barang-barang duniawi, bekerja untuk hidup lebih mewah dan sejenisnya, itu harus didudukan untuk dimintai keterangan agar semuanya jelas.

Paulus adalah Hamba Tuhan dan pembuat kemah,
Kisah Para Rasul 18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

Kita hidup di masa PB, sangat berbeda dgn masa PL
GBU

[email protected] tobing…

coba anda berpikir jernih dan jujur dahulu…!! jangan langsung terus menambak : " boleh atau tidak boleh "

Kalau sipendeta tsb dari awalnya adalh lulusan dari sekolah teologi…dan bukan dari seorang pengusaha, maka sudah tentu titel STH nya digunakan sebagai andalan Utama PROFESIONALSMENYA UNTUK MENCARI PEKERJAAN…DI LADANG Tuhan BUKAN…?? Tapi apakah bisa mencari pekerjaannya di ladang sekuler…?? sudah tentu bisa. Namun tidak relevan saja dng titel kesarjanaannya di dunia teologia…

Nah…jika seseorang sudah menjadi pengusaha…kemudian dia kuliah di sekoleh Teologia…dan kemudian dia lulus sebegai sarjana Teologia…Lantas apakah si orang tsb tertarik untuk bekerja diladang Tuhan dng menjadi Pendeta di sebuah Organisasi GEREJA ( ATAU MENJADI PENDETA FREELANCE )…Tapi profesinya sbg pengusaha tidak ditinggalkan sama sekali.?? Wooow…!! Sepertinya jika ada orang yang demikian…?? bisa dikatakan orang tsb tidak punya tujuan hidup sama sekali…ahh…>.!! Memulyakan Tuhannya atau memulyakan dirinya sendiri…??

Menurut saya seh…lebih baik dan lebih muliya menjadi orang dng satu frofesi saja…jika ingin menjadi Pendeta, yaaa jangan lagi ingin menjalankan hidupnya menjadi pengsaha juga…( tinggalkan saja ). Karena Alkitab mengajarkan…janganlah mempunyai dua Tuan ( Tuhan ) dalam hidupmu.

Salam GBU.

Cucccoooookkkkk deeee mas Ship…
eike setujaaa…

Lagian kalau pun udah punya gereja satu & omzetnya dirasa kurang…
kan bisa buat gereja cabang atau franchise…
atau perbanyak “diundang” sbg pembicara di mana-mana kan lumayan…

atau bisa juga buka Cabang Gereja-nya yg Positioning & Target Marketnya BEDA dgn yg udah ada…
Misal… yg skrg Bethany… cabang baru-nya GKJ…
jadi kan menambah jumlah basis customer kan?
istilahnya punya DUA BRAND gitu lho…

Nah, tinggal apakah yg satu sbg Main Brand, & satunya sbg Fighting Brand, atau keduanya jalan sendiri-sendiri… itu kan strategi-nya yang pelayanan… eh, salah… jualan…

Jadi tetap satu profesi, spt kata bro ship…
Itu juga bagus lho untuk PERSONAL BRANDING…
jadi SEOLAH-OLAH fokus “hanya untuk Tuhan”, Lebih Saleh kan image-nya, tapi omzet bisa nambah…

just a thought…
Btw, mnrt saya bagi Bro/Sis yang punya pengetahuan Marketing / Branding,
saya ada ide bisnis nih…
Gimana kalo buka KONSULTAN untuk OPENING GEREJA / DENOM BARU…
Jadi konsumen-nya bro/sis adalah Pendeta yg mau mandiri…
nah… dia tinggal duduk manis & cuap-cuap & banyakin doa & bolak-balik alkitab smp lecek…
tapi jemaat nambah terus…

Ini WIN-WIN SOLUTION lho…
Si Pendeta “KELIHATAN” saleh & fokus pada Tuhan & tidak mengejar target setoran…
Si Konsultan juga lumayan lah… bisa dianggap semi-pelayanan juga kan… duit jg lumayan…
Si Jemaat juga rasanya lebih MANTEP, karena seolah-olah dia tidak di-bujuk oleh si pendeta itu…
nah… everybody is happy kan?
Persentase-nya bisa nego ndiri deh…

Terus kulo kedah matur WOW ngoten?

coba jelaskan pada kulo, dengan komentar seperti di atas, apa kemajuan dalam diskusi ini yang dapat jenengan sumbangkan…???

mas bukan,
ampun kesupen koprol-ipun mas…

Nyuwun sewu, barangkali intisari yang dapat diambil sbb:

  1. Bahwa ke-pendeta-an adalah suatu profesi yang serius dan tidak asal-asalan
    spt panjenengan sudah mahfum, bahwa setelah krisis ekonomi 1998, banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan, melakukan alih profesi yang relatif ringan modal, dengan return on investment yg lumayan… yaitu industri doa ini, sehingga kualitas shepherd-ship nya compromised.

  2. Profesi tsb menuntut dedikasi & pengabdian yang tidak ringan.

  3. Secara natural, setiap profesi pasti akan berkompetisi.
    Sehingga kompetisi bukanlah TABU, dan malu untuk diakui

  4. Dalam berkompetisi, perlu melakukan strategi yang sesuai agar survive & win the competition

  5. Industri & marketing bukanlah suatu pekerjaan yang HINA, RENDAH, TIDAK MULIA, atau KURANG SALEH, yang harus Ditutup-tutupi atau di-deny atau di-putar-balik-kan, sehingga seolah-olah profesi kependetaan berkesan lebih Saleh & Mulia jika tanpa marketing.

  6. Yang terakhir: Berkompetisilah secara sehat.
    Iklim kompetisi itu bagus kok, demi kemajuan kita bersama, asal dilakukan secara sehat & elegan.

HAHAHAHAHA…Ya namanya manusia serakah saja …jika semuanya mau dia garab …demi menambah lagi pundi-pundi
uangnya…Yah…jika motivasi dan obsesinya menambah kekayaan dlam profesinya ya tidak dipersalahkan…bukan. NAMUN HARUS SEJALAN DENGAN FIRMAN TUHAN tentunya…

Salam…

kira2 maksudnya sama ga dengan ini…

Gembala di gereja tempat saya beribadah, juga bekerja lho… Tapi karena itu bisnis franchise tour&travel, dia gak perlu repot ikut2an kerja. Sistemlah yg bekerja utk dia. Malah dia sudah banyak membenamkan uangnya di gereja (jumlah tdk perlu disebut, yg jelas milyaran). Dia cuma terima gaji setara dgn gaji seorang manajer di surabaya. Keuangan gereja bagus sekali. perjalanan dinas, kalau beliau dipanggil di kota lain/luar pulau/LN buat berkotbah, beliau selalu memakai uang sendiri. Sama sekali bukan mengambil uang gereja. Uang gereja hanya bisa keluar atas tanda tangan dua orang: beliau dan salah satu penatua gereja. Tanpa dua tanda tangan, giro gereja tidak bisa cair.

Kira-kira yang dapat disarikan:

  1. Jika ingin menjadi Pendeta yang “melayani” domba-domba dalam arti sesungguhnya, you ve got to make sure that you are rich enough first…

  2. Kalo gelombang krismon 1998 yang mendorong para unemployed untuk alih profesi sebagai pendeta, maka profesi itu adalah butter and bread nya… ya otomatis dari situlah dia harus cari makan dong…

gitu kali ya kira-kira…

Pendeta juga manusia …
yang berdosa dan punya keinginan badan…

Tuhan tdk perlu diajari untuk ini…

Tuhan memberi berkat dan karunia melalui kedashatan kekuasaannya.

boleh

Re: pendeta boleh bekerja?

bekerja di ladang Tuhan, termasuk kerja juga :slight_smile:

Memang disitulah profesinya yang tepat untuk di amalkan dan di ejawantahkannya…sbg seorang rekan kerja dari Tuhan…sesuai dng titel kesarjanaannya sbg penyandang gelar S.Th…

Namun jika memaksakan diri bekerja di luar ladang Tuhan…maka disebut penghianatan profesi…dst…dst nya…

Salam…

yang tidak mau bekerja tidak usah makan :smiley:

ttp apakah di Alkitab juga dituliskan… Pendeta (hamba Tuhan ) tidak boleh bekerja ? :smiley:

tx ?

berarti pendeta itu bukan termasuk profesi/jenis pekerjaan yah bro/sist…? :char11: