Pendeta punya bisnis sampingan (vice versa)

Bro and Sis,
Bgmn mnurut pandangan kalian pendeta yg mempunyai bisnis sampingan… or pengusaha yg mempunyai sampingan sbgai pendeta…

Yg kyk bgnii bnyk loh ternyata…

Usaha sampingannya apa dulu kali ya… kalo bandar judi, yah emang repot jg ya… :ashamed0004:

IMO :

penghambaan pada Tuhan sebenarnya bukan profesi, sementara pendeta adalah penghambaan pada Tuhan yang kemudian diprofesikan agar lebih terarah saja. jadi saya rasa tidak ada salahnya pendeta memiliki usaha atau pekerjaan diluar kependetaannya. contoh pemahaman ini bisa dilihat dari kaum Muslim, dimana pendakwahnya bukan merupakan profesi tetapi pengakuan dari Muslimah dan Muslimin bahwa orang yang bersangkutan sudah mendalami dan memahami ajaran Islam secara lebih mendalam dari umat Muslim pada umumnya. jadi diluar pengajian dan pengajaran, mereka memiliki profesi dan usaha sendiri tanpa mengganggu kapasitas sebagai pendakwah. saya rasa kependetaan perlu dipandang seperti demikian juga.

khan ada pembagiannya, pendeta full time dengan pendeta part time. kalau pendeta full time punya bisnis sampingan, baru bisa dipertanyakan etis atau tidak.

hm… make sense… secara status, pendeta full time berarti karir resmi dan tanggung jawab penuh atas komunitas gerejanya.

tapi pegawai swasta dan negeri pun banyak yang dalam kondisi full time masih bisa mempunyai usaha sampingan dan mampu menjalankan keduanya dengan baik. mungkin yang harus dipertanyakan, apakah si pendeta full time bisa melakukan tugasnya dengan baik sambil mengurus bisnis sampingannya atau tidak. don’t you think…?

plus, secara fungsi, penghambaan pada Tuhan harus dilakukan secara penuh sepanjang hari mulai bangun sampai tidur lagi. dan penghambaan pada Tuhan tidak terbatas pada kependetaan, siapapun yang mengikut Tuhan menjadi hambaNya. termasuk para pengusaha sukses dan para pegawai kecil. so, in my opinion, pertanyaan dibebankan bukan pada status profesi tapi pada fungsi penghambaan, apakah berjalan dengan baik dan dengan iman yang diikuti perbuatan atau justru tergerus oleh materi dan kenikmatan duniawi serta kemalasan untuk keluar dari zona nyaman.

tapi itu hanya pendapat saya yang notabene cuma pegawai kecil, tanpa pendidikan teologia apalagi pengalaman kependetaan.

Kalo menurut gw seh… tergantung motifasi. Gw justru punya mimpi untuk bangun usaha supaya gw punya uang tuk melayani orang lain. Gw kagum dengan rasul Paulus, karena selain pemberita injil yang produkstif, dia adalah seorang pekerja profesional (pembuat tenda). Gw suka tipikal pelayan Tuhan yang mandiri, tidak menggantungkan diri pada belas kasihan orang dan berusaha agar uang tidak jadi batu sandungan bagi jemaatnya.

Yang penting adalah, dalam menggunakan uang, si pendeta ngga jadi batu sandungan buat orang.

Bener juga seh, masalahnya “pendeta”, sudah jadi “profesi”, jadi kalo punya bisnis jadi timbul kesan “double jobs”

buat saya se why nut (kenapakacang) ehh… why not ???

asalkan bisnisnya memberkati lingkungan dan keluarga beserta orang banyak, its ok…

Klo saya mah tetep krg sreg klo liat pendeta ada double jobsnya… klo dia mau bisnis mending suruh adek or keluarga saja bisnis toh doi bisa nikmatin juga tuh harta…

Bnyk euy pendeta yg hartanya bisa ber Milyar bahkan lebih gak perlu gw dibilang disini deh siapa nama beliau dan dari gereja mana? . tapi mnrut saya yg namanya bisnis orientasinya pasti utk mendatangkan keuntungan dalam finacial/uang… Jadi sdh bisa dipastikan konsentrasinya pasti akan terganggu, klo di analogikan bisa dilihat dgn istilah poligami deh… Klo di muslim poligami boleh asal kita bisa adil…tapi adil mnurut siapa? knp kita gak di ijinkan? . Klo pendeta ada bisnis sampingan ? bukannya itu berpoligami , apa dia bisa adil dan setia?

Selain itu skrg bnyk pendeta pake mercy class terbaru untuk dtg berkotbah ke gereja yg jemaatnya yg secara keuangan krg… bukannya ini berpotensi utk membuat org lain sakit hati ?

Bagus bagus aja Tuh Pendeta pny usaha
dari pada dibilang, nnt pendetanya matre, kalo mo kotbah minta bayaran gede, krn mobilnya sll yang billup, jas keren, hape oke, anak sekloah di international, panggilnya daddy…sering ke yerusalem beberapa kali, terus keluar negri, tapi nyatanya ga pny usaha sampingan, bisa bikin curiga masyarakat

Klo pendeta udh matok harga setiap mo kotbah …itu mah sama bajingannya kyk gue .
Yg namanya pendeta seharusnya mempunyai hati seorang hamba Tuhan bukan hati seorang hamba duit :slight_smile:
Makanya saya salut sama pastur, pendeta2 gereja tradisional krn mrk totalitas (gak tau klo di dalamnya :slight_smile: )… klo pun ada bisnis biasanya personil keluarga mrk yg kelola.

Pendeta punya Usaha atau Pengusaha jadi Pendeta malah bagus 'n sehat, justru kalo menurut pendapatku pribadi yan paling ideal gitu tuh… Jadi kalo share tuh sharingnya bener-bener pengalaman nyata coz dia juga ngadepin masalah2 'n tantangan2 yang sama kayak jemaat-jemaatnya, yang pasti lebih “membumi” hehehe… :afro:

Pendetaku juga wiraswasta, Senin sampe Sabtu dia kerja, dan ga ngambil sama sekali dari persembahan/uang yang dikumpulin jemaat. Malah dia juga ngasih persembahan, coz semua uang yang terkumpul itu dipake buat ngebantu yang membutuhkan, entah itu dijadikan sumbangan atau buat bantu jemaat yang kena musibah / miskin buat biayain sekolah anaknya.

itu mah profesinya bukan pendeta…itu namanya pekerja berprofesi pengkotbah krn cuma minggu doank dia gereja, itu juga artis bisa…
klo mnurut gue mah utk jadi pendeta itu panggilan Tuhan… Jd pasti Tuhan akan memurnikan semuanya… kyk pastur sebenarnya itu panggilan jd buat yg gak kuat pasti akan keluar sebelum diangkat jadi pastor… Gue sih rindu liat pendeta yg benar2 panggilan Tuhan, bukan profesi…semuanya pasti akan di murnikan Tuhan… so jgn lsg percaya apa yg dikotbahkan/kesaksian yg di berikan pendeta…krn itu blom tentu benar …oleh krn itu kita perlu sensitif mendengar suara roh kudus yg ada di hati kita

ngga masalah yah… asal bijaksana dlm mengelolanya

gw setujuh dgn tanggapan sillly_bonehead, little pencil, try2benice, more2, n alice.
yg terpenting bagaimana pendeta itu sendiri mengerjakan usahanya itu dalam kebenaran dgn tujuan yg jelas, memuliakan Tuhan.
so, why not.
bukankah jg ada tertulis, barangsiapa tak bekerja janganlah dia makan, sbg seorang pendeta, wajiblah menjadi teladan bagi jemaatnya!
seperti kata alice, yg penting “bijak”.

hi, bros & sisters…
salam kenal…hehe
boleh ngasih komen dikit ttg topik ini?
menrut sy sih boleh aja kok seorang hamba Tuhan punya bisnis sampingan…tidak saja seorang pendeta,siapapun anak2 Tuhan boleh berbisnis…Tuhan tidak melarang…yg penting bisnis itu bersih, tidak mencurangi orang,bermanfaat bagi orang lain & tentunya hindari “kredit bunga ber-bunga”…dan satu lagi yg paling penting : setiap penghasilan yg kita terima dari jerih payah kita yg positif tsb hendaknya diserahkan sepersepuluhnya untuk kerajaan Allah agar Tuhan memberkati kita berlipat kali ganda…segala usaha kita akan Dia buat berhasil…itu pasti…
thanks n GBU all :azn:

sebenarnya wacana tersebut, perlu juga “dibudayakan” dikalangan pendeta2:

  • untuk mengurangi ketergantungan finansial Pendeta tersebut dalam hal misi dan kegiatan
  • melatih diri pendeta tsb…agar kotbahnya bisa “connect” dengan dunia market place…he3x
  • memberikan teladan buat jemaat agar juga dapat berwiraswasta dengan baik… dengan dilandasi kebenaran Firman Tuhan
  • namun dalam pengelolaan perlu dipilih jenis2 usaha yg tidak menguras waktu dan energi pendeta tersebut, sehingga dapat dikerjakan secara full time oleh orang2 profesional, dan hanya dipantau secara periodik…

kan sudah jaman Imamat yg Rajani…

dan mari kita rebut satu hal terakhir dari si jahat… yaitu market place…

JLU

Kalo pendeta konsen saja dalam melayani jemaat dan Tuhan, klo mo bisnis bisa suruh istrinya or anaknya itu baru gue setuju… mnurut gw mah klo sdh masuk ranah bisnis bakal banyak celah buat jatuh dalam dosa : yg mainin pajak lah, yg nyogok lah…

Ada tuh beberapa pendeta yg gue kenal bermental pengemis tapi tidak miskin, padahal doi sering kotbah di gereja2 dan stasiun tv… doi sering minta2 duit ke pengusaha2 dgn modus yg berbeda :slight_smile:
gak perlu disebut namanya ya…

Kita doakan saja buat para pendeta yg sdh terpanggil untuk melayani Tuhan dan jemaatnya… supaya bisa hidup dgn mengandalkan kekuatan Tuhan dalam pemeliharaannya … :slight_smile:

gak apa-apa punya usaha sampingan, daripada pendetanya korupsi uang persembahan.

Mendingan dia punya usahalah

BAgus… pasti usahanya itu akan membawa berkat yang berlimpah baginya maupun jemaatnya… :afro: :afro: :afro:

rasul paulus adalah pengusaha/pebisnis tenda2