Pendeta teroris ikut membajak pesawat ,alasannya karena wahyu Tuhan.

Sebuah jet penumpang komersial yang terbang dari kota wisata Cancun di Meksiko hari Rabu dibajak, namun lebih dari 100 penumpang dan awak pesawat dibebaskan tanpa cedera ketika pesawat itu mendarat di Mexico City.

Dengan membawa Alkitab, pembajak ini menggunakan jus buah, yang diakuinya sebagai bom. Ancamannya berhasil menahan 103 penumpang dan awaknya di landasan selama lebih dari satu jam. Kemudian Polisi bertopeng menyerbu masuk pesawat dengan senjata terhunus.

Tak lama, polisi berhasil meringkus pembajak dan langsung memborgol pria nekat. Tanpa satu butir peluru pun dimuntahkan dari senjata polisi. Polisi kemudian mengatakan hanya ada satu pembajak.

Jose Flores, 44, mengatakan kepada penyelidik dia membajak pesawat Aeroméxico Penerbangan 576 setelah mendapat wahyu illahi. Menurut Sekretaris Keamanan Publik Genaro Garcia Luna, Flores menyatakan pada hari Rabu tanggal – 9-9-09 – adalah setan dengan angka 666 terbalik.

Flores, berbicara kepada wartawan saat ditahan, mengatakan ia mengambil alih pesawat dengan “jus dan dengan beberapa lampu-lampu kecil yang mengikat tubuh.” “Kristus akan segera datang,” tambahnya, sambil tersenyum.

Saat pesawat mendarat, Flores berdiri dan menunjukkan alat kepada pramugari, dengan mengatakan dia dan tiga orang lainnya membajak pesawat, ungkap Garcia Luna. Flores kemudian mengatakan kepada polisi bahwa tiga sahabat itu “Bapa, Anak, dan Roh Kudus.”

Televisi Meksiko mengatakan para pembajak menuntut berbicara dengan Presiden Felipe Calderon dan mengancam akan meledakkan pesawat Aeromexico itu kalau tuntutannya tidak dipenuhi.

dan salah satu dari pembajak tersebut adalah Seorang pendeta asal Bolivia yang menjadi salah satu tersangka, mengaku mendapat wahyu Tuhan.

Penerbangan Aeromexico dengan nomor 576 yang membawa 104 penumpang, dibajak sesaat setelah lepas landas dari bandara Cancun, tepatnya saat berada di atas Laut Karibia. Jose Flores Mar Pereira, yang ikut ditangkap karena turut menjadi pembajak pesawat, diketahui merupakan seorang pendeta.

Dalam keterangannya kepada kepolisian setempat, Jose mengatakan mendapatkan wahyu bahwa Meksiko menghadapi bahaya besar dan diancam gempa bumi. Demikian disampaikan petugas keamanan setempat Genaro Garcia Luna, seperti dikutip AFP, Kamis (10/9/2009).

Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ketika kepolisian setempat berhasil mengepung bandara internasional Meksiko sesaat setelah pesawat tersebut mendarat.

Menurut kabar, para pembajak merupakan 3 orang warga negara Bolivia dan membawa bom. Namun, Sekretaris Transportasi setempat Juan Francisco Molinar Horcasitas mengatakan, tidak ditemukan bom dalam pesawat tersebut.

“Pemerintah bisa mengendalikan situasi. Semua penumpang selamat, tidak ada bom dalam pesawat. Kami telah menangani krisis ini, petugas keamanan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Salah seorang penumpang selamat Daniel Fernandez mengatakan salah satu dari 6 orang yang ditahan terlihat membawa Kitab Suci. Sementara penumpang lain, Marcos Ramirez mengatakan para pembajak ingin berbicara langsung dengan Presiden Felipe Calderon, namun, tidak jelas apa yang ingin dibicarakan.

“Kita hanya diberitahu saat mendarat bahwa pesawat sedang dibajak. Semuanya sangat tenang, tidak ada senjata, tidak ada kontak senjata,” kata salah satu penumpang Rodrigo Padilla.

Enam orang ditangkap dan salah seorang diantaranya diketahui sebagai mantan napi dan pecandu narkoba. Namun, belum diketahui apakah dia dibantu oleh tersangka lainnya.
(nvc/mad/dtk/brtjt/tmp)

dikutip oleh answering.wordpress.com

Kalo berita di TVone ttg. Pendeta di Ambon…apa ya judulnya…???

Jose Mar Flores Pereira (44) mengatakan kepada polisi dia seorang pendeta Protestan. Dia membajak pesawat Boeing 737 AeroMexico setelah lepas landas dari resor wisata Cancun menuju Mexico City.

Flores, yang membawa bom palsu, menuntut berbicara dengan Presiden Meksiko Felipe Calderon karena mendapat pesan dari Tuhan untuk memperingatkan rakyat Meksiko akan gempa bumi besar yang akan terjadi.

Para penumpang, di antaranya 30 orang asing, tidak menyadari apa yang terjadi saat pilot bernegosiasi dengan Flores. Pilot mendaratkan pesawat dengan mulus setelah sekitar satu jam mendapat kesepakatan untuk mengakhiri pembajakan.

“Kami baru mengetahui mengenai itu ketika kami mendarat dan kami diberi tahu oleh awak bahwa pesawat dibajak,” kata seorang penumpang, Rodrigo Padilla.

Krisis itu dimulai ketika Flores mengatakan kepada seorang pramugari bahwa sebuah kaleng jus yang dimilikinya adalah bom.

Flores menahan penumpang dan awak di landasan selama lebih dari sejam. Saat itu pesawat dikepung polisi bersenjata.

9/9/9

Setelah penumpang anak-anak dan perempuan diperbolehkan pergi, polisi menyerbu pesawat dan segera membawa beberapa pria yang diborgol, tanpa melepaskan satu tembakan pun.

Polisi kemudian mengatakan hanya ada satu pembajak dan pria-pria lain ditahan sebentar karena tersangka telah mengatakan kepada pramugari bahwa dia punya tiga rekan.

Pria Bolivia yang tinggal 17 tahun di Meksiko itu mengatakan membajak pesawat setelah mendapat pesan dari Tuhan. Tanggal hari Rabu itu, 9/9/9, menurut dia, adalah angka 666 (nomor setan) yang terbalik.

Menteri Keamanan Publik Genaro Garcia Luna mengatakan, Flores adalah seorang pemadat narkoba yang terbukti melakukan perampokan bersenjata di Bolivia. Flores menyebut dirinya mantan pengguna narkoba dan seorang pendeta di Oaxaca, Meksiko.

www.terangdunia.com

emang pendeta di ambon knpa ka ?

ayaks-ayaks waeks yaks…;))

Mungkin Pendeta sedang melatih Tinju…!!!
oh sorry salah ya? di M E N A D O

Menyalahkan Allah, padahal tindakannya itu dari dia sendiri.

Kayanya sih ga mungkin lah Tuhan memberikan wahyu buat ngebajak pesawat.
Ada ada aja…

wuihhh keren aja nih pesawat… bisa main disitu neh… pas saat turbelance lagi up… pas lagi main itu whahwhahhwa

mangttabbbss kira2 yah rasanya hwhahwhhwa