Peneliti LIPI: Kaum Minoritas Terancam Jika Prabowo Presiden

Peneliti LIPI: Kaum Minoritas Terancam Jika Prabowo Presiden Jumat, 25 April 2014 15:06 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti dari Pusat Litbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Ahmad Najib Burhani, menegaskan negara akan semakin terlibat menjadi hakim dalam penentuan keyakinan/kelompok jika Prabowo Subianto nanti terpilih jadi Presiden RI.

“Kita harapkan ke depan kaum minoritas mendapatkan harapan yang lebih cerah. Kecuali presidennya berasal dari yang saya sebut tadi (Prabowo) maka akan bahaya terhadap komunitas minoritas yang akan datang,” kata Najib dalam Talk Show DPD RI bertopik “Peta Politik di Senayan PascaPemilu” di gedung DPD/MPR RI Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Najib mengutip “Manifesto Perjuangan Partai Gerindra” dalam bidang agama “Pemerintah/negara wajib mengatur kebebasan di dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama”.

Lalu apa konsekuensi manifesto ini jika Prabowo terpilih jadi Presiden? Menurut Najib maka peran negara akan semakin terlibat dan menjadi hakim dalam penentuan keyakinan/kelompok keagamaan yang ortodok (benar) dan heterodok (sesat) di Indonesia.

“Dia bisa bergerak melampaui SBY dalam intervensi keyakinan keagamaan,” kata Najib.

Menurut Najib kelompok yang senang dengan ini adalah kelompok sekarang yang menjadi mainstream atau sering mengklaim mewakili suara mayoritas seperti MUI, FPI, dan FUI.

“Jika mengikuti logika ini maka partai berideologi Islam seperti PPP, PKS, dan PBB akan bergabung dengan Gerindra,” kata Najib.

Sumber : http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/04/25/peneliti-lipi-kaum-minoritas-terancam-jika-prabowo-presiden

Benarkah demikian ?

Saya tidak tahu. Yang pasti saya ingin kita tetap dapat melakukan kegiatan beribadah dengan nyaman dan tanpa gangguan.

gak bisa luput dari kenyataan

Kasihan Ahok, kasihan kaum minoritas yang terlanjur membela Prabowo.

Stau saya adiknya Prabowo adalah Kristen.
Apakah ini black-campaign?

Please note: saya sendiri bukan pendukung Prabowo

Bianti Djiwandono memang Kristen (Katolik) ikut suaminya Sudradjad Djiwandono.
Ibunya juga Kristen.

Tetapi Prabowo, dengan ambisinya seperti itu, bisa menghalalkan segala cara.

siapa itu kamu minoritas yang dimaksud ?

apakah Jokowi berani menjamin adanya perlindungan terhadap minoritas ???
beranikah Megawati bertindak mengusut dalang / pelaku kerusuhan 27 Juli bahkan saat beliau menjabat sebagai Presiden ???

SAYA TIDAK OPTIMIS , SIAPAPUN YANG AKAN MENJABAT PRESIDEN 2014-2019 !!!

ada 2 jenis orang di dunia ini
jika ada sebuah gelas terisi setengah maka :

  1. orang jenis A mengatakan : gelasnya 1/2 penuh <<<<<< ini orang Optimis
  2. orang jenis B mengatakan : gelasnya 1/2 kosong <<<<< ini orang Pesimis

saya orang jenis B

seperti Tomas rasul > saya tidak percaya sebelum melihat bukti nya

Prabowo bisa saja memanfaatkan kelompok Islamis (berideologi Islam politis) untuk menyokongnya meraih kekuasaan, sekalipun pada dasarnya beliau bukan seorang Islamis.

Saya bandingkan dengan diktator Italia pada masa perang dunia kedua, Mussolini, seorang atheis yang membina hubungan baik dengan gereja Roma Katolik. Motivasinya bukan karena dia seorang Katolik (dia sendiri seorang atheis), tetapi karena ingin gereja Katolik mendukung kekuasaannya. Istilahnya, mau mengambil hati gereja Katolik.

Nah, jauh lebih berbahaya orang yang menggunakan agama untuk kepentingan kekuasaan. Karena tujuan menghalalkan cara.

Sebenarnya dari perilaku Prabowo sudah terlihat koq seperti apa kepribadiannya.

sudah sedemikian parahkah nkri ini sehingga tidak bisa menjamin golongan monoritas ?
dijauhkanlah dari pemikiran demikian

Tidak ada jaminan.

Tetapi pasti tidak akan lebih buruk. Karena calon yang lain justru memiliki track record yang parah pada HAM dan pluralisme.

tanyakan pada jemaat gereja HKBP , pada jemaat Gereja Yasmin , dan gereja2 lain yang terpaksa beribadah di depan Istana
tanyakan pada umat Syiah di Ja-Tim , tanyakan pada umat Ahmadiyah yang terbunuh di Ja-bar
bagaimana dengan para “penghayat kepercayaan kepada Tuhan YME” ? dmana mereka menikah / akta kelahiran dsb nya

apakah nanti terus berkembang ?

percayalah, bahwa siapapun juga yang akan memerintah negara ini pasti akan mempertahankan nkri…

saya tidak percaya begitu saja
seperti yang saya katakan , saya orang yang pesimistis

Kemaren-kemaren juga sudah saya katakan dng jelas dan tegas…bahwa pilihlah WIN -HT…Ehhh…TERNYATA SETELAH PILIH YANG LAIN…LHA KOK SEMUANYA menjadi khawatair seperti ene seh…???..KOPLAK semuanyah…!! hehehe…

Semua yang di analisa itu hanyalah dari dugaan-dugaan semata…mengenai siapa nanti yang berkuasa akan berdampak pada kaum minoritas ( para jemaat Kristen ). Padahal pada kenyataannya sebelum mereka berkuasapun sekarang juga kaum mayoritas sudah memperlakukan kaum minorotas dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam usaha pembangunan Gedung Gereja…??

JADI, terancam dan tidak terancam tsb, bukan karena siapa yang jadi presidennya di nkri ini, namun siapa partai yang banyak kursinya di dpr senayan nantinya.

Salam…

Lhoh, koq soal kursi? Kan sudah dipilih tanggal 9 April kemarin. Anda pilih apa?

Presiden sangat berpengaruh bro, karena presiden adalah pejabat eksekutif tertinggi di republik ini, dia harus didukung untuk menerapkan hukum yang bisa mengayomi untuk seluruh anak bangsa.

[email protected]

Secara teori politik di nkri ini jauh panggag dari api dng aplikasinya…Dimana presiden yang di usung tsb bukan murni dari suara rakyat yng berpartai, namun suara paksaan yang dikondisikan supaya mengikuti aturan main yang ada.

Disini namanya presiden kongsi atau presiden koalisi. Artinya Jadi presiden karena diusung supaya bisa mengejar target aturan…YAHH…Sama saja sopir angkot yang kejaar setoran…Jadi sama saja kalau kursi di parlemen dari suatu partai itu lebih dominan dari partai yang laennya…yahh sama juga kalau kursi di angkot penuh semua…YAH BERUNTUNGLAH SI SOPIR ANGKOT TSB… ya…beruntunglah si presiden tsb…hehehe… cmiiw…ya…!!!

Salam…

Ada kan capres yang tidak mau koalisi transaksi?
Pilih dia dong

siapa yang dimaksud dengan kaum “minoritas” ?

Minoritas itu, jika konteksnya dimasukan dalam terminologi kwantitas…Jumlah terendah dari jumlah dominan tertinggi…dalam suatu area/ zona.
Jadi jangan menjadi tersinggung jika kita sebagai umat kristian ini, biasa dibahasakan sbg kaum Minoritas, untuk suatu formulasi tertentu, untuk mengukur suatu sikon dalam NKRI ini.
Ibarat kata, itulah bahasa POLITIK dimanapun dunia ini ada budaya Politik dalam dinamika manusia yang berpolitik dalam suatau negara besar maupun kecil, negara berdaulat maupaun tidak berdaulat.
Dalam Kerajaan Allah lah TIDAK ADA / tidak dianut istilah kaum mioritas , maupun kaum mayoritas…

Salam…GBU…