pengakuan iman rasuli itu termasuk rutinitas dan formalitas?

kalo pengakuan iman rasuli itu termasuk rutinitas dan formalitas gak Om ?

yup, itu rutinitas dan formalitas dari liturgi.
btw saya pikir itu adalah bentuk ungkapan “pengakuan iman”, bukan doa.

tolong koreksi kalau saya salah.

salam :smiley:

Katolik dan denom protestan yang mengakui Pengakuan Iman Rasuli menganggap Credo adalah doa, sama halnya dengan doa Bapa Kami.

Salam

Jadi menurut anda Pengakuan Iman Rasuli itu hanya formalitas dan rutinitas?

Yang saya tahu credo bukanlah doa tapi pengakuan prinsip yang kita yakini

A credo (pronounced [ˈkɾeːdoː], Latin for “I Believe”) is a statement of religious belief, such as the Apostles’ Creed (dari wiki :char11:)

Saya selama ini merapalkan Pengakuan Iman Rasuli adalah penegasan prisipil sebagai umat Kristus sama dgn Sumpah Pemuda sebagai penegasan prinsipil sebagai pemuda Indonesia.

Apa saya keliru ya :ashamed0004: ?

Om …
Anda juga setuju kalo Pengakuan Iman Rasuli itu hanya sebatas rutinitas dan formalitas ??

Saya pribadi sih tidak setuju. Dan itu sangat tergantung pada individu yg mengatakan nya

Oke …
Saya hanya heran saja apabila ada orang Kristen yang berpendapat bahwa Pengakuan Iman Rasuli hanya formalitas dan rutinitas.

Beneran saya kepingin tau, Kristen denominasi mana … terdaftar di PGI enggak ?
Jangan2 ngaku orang Kristen dari belajar sendiri membaca Alkitab

http://kristenprotestanrenungan.blogspot.com/2013/08/doa-pengakuan-iman-rasuli-dalam.html

Katolik dan Lutheran menyebutnya sebagai salah satu bentuk doa.

Salam

tergantung orgnya, tapi mungkin menjadi formalitas di dalam jemaat/gereja…

cakep :afro: ta kasih 12Cendols.

memang bener, tergantung orangnya.
ada doa bisa menjadi bukan doa, ada puji-pujian menjadi doa yang harum…
kakek saya malah bilang hidupmu adalah doa.

:afro:

Termasuk, sama seperti anda makan dan minum, tidur, apakah tidak termasuk rutinitas dan jika dilakukan beramai-ramai makan bersama apakah itu bukan disebut formalitas?

Jadi kebiasaan kita dalam iman itu juga melahirkan rutinitas dan formalitas. Tetapi bukan rutinitas dan formalitas yang diperhitungkan Allah tetapi hati kita. Semoga bisa membedakannya.

Jika ada orang yang asal-asal dan suka-suka dalam kehidupan kerohaniannya, sesungguhya ia bukan milik Kristus tetapi miliknya sendiri.

Perasaan enggak pernah bikin subject baru …
Kog bisa ya ??

Saya enggak setuju.
Proses terjadinya Pengakuan Iman Rasuli melalui banyak rintangan.
Kalo menjadi rutinitas dan formalitas, menjadi bacaan biasa tanpa makna.

Berarti diawali dengan cara yang salah…

Seorang yang bertobat, akan menyatakan pengakuan imannya, kalau belum bertobat datang ke gereja jelasnya cuman bacaan tanpa makna. Biasanya jadi kristen karena kawin, disuruh mama, segan dengan bosnya, lagi pdkt atau sembako.

Anak saya masih kecil tetapi membaca juga dengan imannya, walau terlihat seperti bacaan biasa.

Banyak orang datang kegeraja, sesungguhnya mereka belum diselamatkan. Banyak orang tampaknya seperti percaya, sebenarnya ia masih bimbang dan mengambang (masih bisa terima kepercayaan lain). Kepada mereka jelas semua adalah rutinitas tanpa makna, termasuk juga doa, mendengarkan Firman dan kunjungannya ke gereja. Ini tentang manusianya bukan tentang rutinitas gerejanya.

Menurut Om Krispus sendiri, Pengakuan Iman Rasuli seharusnya dibuat rutinitas dan formalitas saja atau sebaliknya.

[email protected] jerr…

Wahhh…sebetulnya kalean semau itu pernah beribadah di gereja apa tidak seh…???

Menurut saya kalean semua itu hanya kristen ktp doang…!!! saya berani bertaruh deh…!!!

Karena bila anda berdua ( @ cak lonthong & @ david jerr ) sampe berkoment seperti itu…yahkk mosok ga pernah berpikir bahwa apa sih sebetulnya maknanya berdoa itu…??? Dan seperti apa sih sikap orang saat berdoa di dalam ibadah Gereja itu…??? Apakah sikapnya mata tertutup…??? badan membungkuk…??? lutut bertelut di ubin …???

Mungkin setelah anda mengetahuinya maka anda baru dapat membuat suatu rumusan / definisi apa itu sebetulnya Formalitas dan apa itu sebetulnya rutinitas bila dikaitkan / berkaitan dng "PENGAKUAN IMAN RASULI " tsb…

Bagaimana menurut anda brooW @ david jerr dan [email protected] lonthong…???

Salam GBU…

Menurut anda sendiri bagaimana ?

for·ma·li·tas n 1 bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yg berlaku: tanpa -- dia langsung menerima kedatangan istri camat yg mendapat musibah itu; 2 [b]sekadar mengikuti tata cara; basa-basi[/b]: penyambutan itu hanya --

Setuju enggak dengan yang di bold

Pengakuan Iman, jika diperbandingkan mungkin setara dengan ‘sumpah setia’ kepada negara atau pada pasangan. Cuma memang saat ini tidak banyak lagi gereja yang setiap ibadah menyatakan imannya dengan Pengakuan Iman, bahkan ada yang merubah sesuai dengan ‘kebijakannya’ sendiri, atau bahkan melupakannya.

Apakah mereka masih layak disebut Kristen? Kalau menurut saya sih nggak.

Yg PALING UTAMA adalah apakah si Pengucap Pengakuan Iman Rasuli tersebut MENGERTI dan BISA menjelaskan Kalimat2 yg diucapkannya itu !

Misalnya :

  1. Yg dikandung oleh Roh Kudus (?) dan diperanakkan oleh (Lahir dari) Perawan Maria
  2. Yg turun kedalam Kerajaan Maut (untuk apa ?)
  3. Pada hari ketiga naik ke Sorga dan “duduk disebelah kanan” Allah Bapa (Apakah ada 2 Allah ?)
  4. Dll !

Bentuk suatu DOA umumnya mencakup :

  1. Ditujukan kepada Siapa ?
  2. Ada ISI dari Doa nya
  3. Ada Penutup Doanya … AMIN !

Adakah ke 3 Hal tsb dalam Pengakuan Iman Rasuli tsb ?

Bandingkan dengan Doa Bapa Kami yg diajarkan Tuhan Yesus itu !