Penganiayaan Meningkat, Penginjilan Terus Berjalan

Badai penganiayaan di Nigeria terus meningkat. Baik yang dilansir oleh berita maupun tidak terpublikasikan, memperlihatkan bahwa hanya karena alasana keagamaan dapat membuat seseorang kehilangan nyawanya. Namun meningkatnya penganiayaan ini tidak mempengaruhi penginjilan di Negara yang terletak di barat Afrika.

Dirilis alafrika.com, Ketua Asosiasi Kristen Nigeria (CAN), Pendeta Philip Dafes Mwelbish menegaskan hal tersebut bahwa semakin tinggi tingkat penganiayaan terhadap umat Kristen, makan semakin meningkat pula gelombang penginjilan disana.

Dalam wawancara usai menahbiskan 17 utusan Injil di Konferensi tersebut Mwelbish mengatakan semua perlakuan buruk terhadap gereja tidak akan mencegah orang menyebarkan Injil keselamatan.

Mwelbish juga menyarankan agar para pendeta yang baru ditahbiskan dapat menjadi wakil Kristus dalam semua aspek kehidupan mereka.

Sementara itu Ketua Central Baptist Konferensi, Pendeta David Ogunlowo dalam khotbahnya di konferensi i Sentral Baptis Nigeria di South Jos baru-baru ini mengatakan, krisis yang dihadapi Gereja hendaknya tidak memecah-belah, tapi ini adalah waktu bagi Gereja untuk bersatu melawan kejahatan yang menentangnya.

“Gereja harus bangkit dan ikut memerangi kejahatan. Kita harus bekerja sama membangun Kerajaan Allah dan mempermalukan segala pekerjaan iblis,” kata Ogunlowo.

Hamba Tuhan ini juga memperingatkan jika orang Kristen tidak bertindak bersama-sama untuk kemajuan gereja, maka kekristenan akan menjadi semakin lemah.

Semangat penginjilan adalah semangat adikodrati yang berasal dari Tuhan. Hal tersebut akan memampukan kita berjalan terus didalam Tuhan sekalipun badai cobaan datang menerpa.

Source : alafrika.com - dpt