PENGELIHATAN DAN WAHYU ANTI KATOLIK VS WAHYU DOKTRIN KATOLIK

Tentang Maria Valtorta bisa anda baca di sini: YESUS DAN MARIA BERBICARA TTG KETIDAKTAATAN HAWA - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Pertanyaan bagus, memang tidak semua pengelihatan bisa dipercayai.

Di dunia ini banyak sekali pengelihatan-pengelihatan yang bisa memperteguh iman, atau juga mengoncangkan Iman. Bahkan lebih dari pengelihatan ada orang yang mengaku sempat “jalan-jalan” ke surga bertemu Yesus dan akhirnya pulang kembali (kalau saya jadi dia emoh balik lagi).

Anda tidak ingin mempercayai pengelihatan Maria Valtorta tidak masalah. Tetapi saya mempercayai pengelihatan dia oleh karena penjelasan Maria Valtorta mengacu kepada ayat dalam Kitab Suci, silahkan bedakan dengan pengelihatan-pengelihatan lainnya yang menentang gereka katolik seperti:

MUKENDI yang mengatakan Rosario adalah dari Iblis

Kesaksian Angelica Zambrano ( Costa Rica ) bahwa Paus Yohanes Paulus II masuk ke neraka

Dua kesaksian tersebut adalah dua kesaksian diantara banyak kesaksian yang sedang marak di forum-forum dan dipergunakan banyak orang untuk memojokkan Gereja Katolik. Namun saya tidak mempercayai kesaksian-kesaksian diatas oleh karena dua hal, kesaksian Angelica Zambrano saya kaitkan dengan kenyataan yang berbeda mengenai kehidupan Paus Yohanes Paulus II.

Jika ada yang percaya bahwa Paus Yohanes Paulus II berada di neraka oleh karena kesaksian Angelica Zambrano? Itu adalah hak nya. Namun silakan membaca kisah riwayat hidupnya terlebih dahulu, ataupun kisah mukjizat-mukjizat yang diperoleh melalui doa syafaatnya,

Untuk memeriksa, apakah layak bagi kita sesama manusia untuk mempercayai tuduhan semacam itu, sedangkan hidup kita sendiri mungkin sangat jauh sekali dengan teladan iman dan kasih yang ditunjukkan oleh beliau selama hidupnya di dunia. Sebab tidak mungkin seorang yang masuk neraka mempunyai kuasa doa syafaat yang demikian kuat dan berkenan kepada Tuhan, entah semasa hidupnya maupun setelah ia wafat.

Tuhan akan menyatakan kepada Anda dan saya tentang keberadaan Paus Yohanes Paulus II pada saat Tuhan memanggil kita pulang ke rumah-Nya. Semoga jangan ada prasangka buruk yang berlawanan dengan kasih, yang menghalangi kita sendiri untuk menghadap Tuhan dan memandang Dia, pada saat itu.

Sedangkan kesaksian Mukendi yang mengatakan bahwa doa rosario berhubungan dengan malaikat rosa – malaikat kegelapan, saya pikir alasannya kurang dapat dipertanggungjawabkan. Mungkin Mukendi belum mempunyai kesempatan untuk mengadakan kontak dengan umat Katolik yang benar-benar mempunyai iman Katolik yang benar. Kalau memang benar bahwa doa rosario adalah berhubungan dengan malaikat rosa, bagaimana dengan orang-orang kudus sepanjang jaman yang berdoa rosario setiap hari, seperti yang juga dilakukkan oleh Bunda Teresa dari Kalkuta? Apakah menurut Boni, Bunda Teresa yang berdoa kepada malaikat rosa (kalau benar bahwa rosario berhubungan dengan malaikat rosa), dapat menampakkan buah-buah yang berlimpah seperti: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (lih. Gal 5;22-23)? Bagaimana kita dapat begitu yakin akan kebenaran dari kesaksian Mukendi? Apakah kita dapat lebih percaya akan kesaksian Mukendi dibandingkan dengan kesaksian begitu banyak santa-santo yang senantiasa berdoa rosario dan menampakkan buah-buah roh, termasuk bersedia mati demi nama Kristus?

Sebagai umat Katolik, kami tidak perlu bimbang dengan kesaksian-kesaksian pribadi yang memojokkan iman Katolik, karena kesaksian-kesaksian tersebut belum tentu benar bahkan banyak sekali kesalahannya. Parameter kebenaran bagi umat Katolik sangatlah mudah, karena kita mempunyai Magisterium Gereja yang memberikan pengajaran yang pasti. Ini berarti, kalau kesaksian-kesaksian tersebut bertentangan dengan pengajaran Magisterium Gereja, maka kesaksian-kesaksian tersebut adalah salah dan menyesatkan.

Kesaksian Maria Valtorta berbeda dengan kesaksian2 dua orang diatas.

Pada tahun 1943, ia mulai mendapatkan penglihatan-penglihatan luar biasa mengenai kehidupan Tuhan kita, di mana ia diminta untuk menuliskannya, yang kemudian menjadi serial buku yang luar biasa dan tak terlupakan berjudul “Puisi Manusia-Allah”. Dalam penglihatan-penglihatan yang tak terhitung banyaknya itu, ia ditempatkan di tengah-tengah penglihatan, nyaris bagai penonton, dan dengan demikian ia melihat pemandangan-pemandangan dan mencium berbagai bebauan yang ada dalam penglihatan. Penggambarannya mengenai Israel abad pertama mencakup uraian-uraian yang begitu luar biasa dan rinci, yang dipelajari oleh para arkeolog dan para ahli dari berbagai Ilmu alam lainnya, yang secara mengejutkan meneguhkan banyak fakta yang hanya dikenal dalam lingkup sangat terbatas dalam kalangan ilmu akademik.

Seperti Yesus dipaku pada kayu salib, demikian pula, selama duapuluh tujuh setengah tahun akhir hidupnya, Maria Valtorta dipaku pada tempat tidurnya oleh berbagai macam penyakit. Ia mendapatkan dukungan rohani yang efektif dalam diri Pater Romualdo Migliorini, O.S.M. Pada tanggal 25 Maret 1944, Pater Migliorini menerimanya dalam ordo ketiga Hamba-hamba Maria. Pada waktu itu Maria sudah menjadi seorang Fransiskan sekulir.

Berbicara tentang wahyu-wahyu pribadi yang di terima seseorang, pada penilaian saya, wahyu pribadi yang di terima oleh para kudus katolik sangat minim sekali kalau boleh di katakan hampir tidak ada/pernah menjelekkan seseorang/kelompok lain, yang ada adalah mengajarkan Iman, Pengharapan dan Kasih, namun di pihak non katolik, banyak sekali yang menjelekkan pihak katolik, dari sini saja dapat kita simpulkan dengan akal budi kita siapa yang benar-benar mendapatkan wahyu pribadi dari Tuhan dan siapa yang mendapatkan wahyu dari iblis yang menyamar menjadi malaikat terang. Mereka-mereka yang menerima wahyu-wahyu (kesaksian-kesaksian) pribadi yang intinya bukan mengajarkan Iman, Pengharapan dan Kasih, namun malahan menjelekan/mendiskreditkan orang/kelompok lain…

Mohon tanya bro Clay…

  1. Yang dimaksud wahyu anti Katolik itu apa dan siapa? Apakah orang/lembaga Kristiani selain Katolik Roma atau gimana?

  2. Saya baru dengar istilah wahyu doktrin Katolik bisa tolong jelaskan, barangkali diatur dalam KGK no berapa atau aturan Magisterium yang mana?

NB: Saya pribadi menolak pengelihatan/mimpi/kesaksian yang tidak ada kesesuaian dengan Kitab Suci .

Terimakasih.

Salam

Wahyu yang menentang ke katolikkan baik itu doktrin katolik maupun menyerang simbol2 Gereja Katolik.

yang menguatkan doktrin Katolik seperti contoh Kesucian Maria

Baik, terimakasih bro Clay …saya ada pertanyaan lagi kalau bro tidak keberatan…

Ada wahyu yang disingkapkan spt berikut: Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus…Wahyu tersebut seturut pernyataan bro Clay diatas jelas melanggar aturan Magisterium Gereja Katolik Roma dan secara langsung menyerang simbol-simbol Gereja Katolik Roma ( dalam hal ini, Bunda Maria, Ratu Sorga pengantara doa umat Katolik ) . Pertanyaan saya apakah wahyu yang disingkapkan tersebut digolongkan oleh bro Clay sebagai wahyu anti Gereja Katolik Roma ?

Salam

  1. Yesus adalah satu-satunya pengantara manusia dan Bapa adalah doktrin Katolik, yang lain jiplak.

Manusia —> Yesus —> Bapa

  1. Maria bukan pengantara manusia dengan Bapa, melainkan (bersama para Kudus) pengantara antara manusia dengan Yesus.

Manusia —> Maria (Santo/Santa) —> Yesus —> Bapa

  1. Maria bukan satu-satunya pengantara manusia dengan Yesus, ada tertulis,

“Doa semua para Kudus, dibawa pengantara kehadapan Allah.”

Silahkan cari ayatnya sendiri, dan pengantara itu BUKAN Yesus didalam ayat tersebut.

Salam

Kalimat diatas bukanlah termaksud wahyu yg hendak kita bahas dalam threat ini, tetapi merupakan Surat rasul Paulus kepada Timotius (I Timotius2:5). Mengenai hal satu-satunya pengantara kita sepakat, bahwa oleh darah Kristus yang tertumpah di salib maka seluruh manusia bisa kembali kepada Bapa, bukan oleh darah manusia, tetapi darah Putra Allah Tuhan kita Yesus Kristus.

Jika yg dimaksud pengantara doa, siapun bisa menjadi pengantara doa, anda bisa menjadi pengantara doa, saya jg bisa. Ibu anda bisa, pendeta anda juga bisa, pastor jg bisa. Jika untuk mereka yang masih hidup di dunia ini kita masih meminta didoakan terlebih lagi kepada Bunda Maria dan para kudus di surga yang telah berada bersama Bapa.

Mari kita kembali ke topik tentang wahyu-wahyu pribadi dari orang-orang tertentu seperti si Mukendi atau Angelica Zambrano dari Costa Rica. dan kita bandingkan dengan wahyu-wahyu atau pengelihatan yang diterima oleh para Kudus dalam Gereja Katolik.

Salah satu kesaksian mengenai Surga menurut choo Thomas

Surga Itu Nyata

Tuhan Yesus sendiri yang telah membawa saya ke Surga sebanyak 17 kali dengan tubuh transformasi (tubuh yang diubahkan / tubuh spiritual) saya, seperti ketika saya berusia 15 atau 16 tahun. Sebelum semuanya ini terjadi, Dia mempersiapkan semuanya tahap demi tahap. Pada tahun 1994, Dia mengurapi seluruh tubuh saya dengan Api ROH KUDUS, lalu sebulan kemudian, Dia menampakkan diriNya selama ibadah penyembahan di gereja. Pada tahun 1995, Minggu Paskah, Dia mengurapi saya dengan fenomena ‘getaran tubuh’, dan sejak saat itu, tubuh saya bergetar selama saya berdoa di gereja. Anda lihat kan, tubuh saya bergerak ke belakang dan ke depan saat ini, dan apabila saya tidak lakukan ini, perut saya mengejang dan rasanya seperti mau meledak. Itulah sebabnya kenapa saya bergerak-gerak ke belakang dan depan. Jadi, tolong jangan berpikir ada yang salah dengan tubuh saya. Itu adalah ROH KUDUS yang menggerakkan, karena saya sedang berbicara tentang Tuhan Yesus. Dan setelah itu, Dia membaptis saya dengan ROH KUDUS, Bahasa Roh, Nyanyian Surgawi, Tawa Kudus, dan saya mengalami urapan yang luar biasa selama 3 jam dan saya rebah di lantai. Saya tidak bisa bangun karena urapan yang begitu kuat. Setelah itu, beberapa bulan kemudian, Pastor Larry Randolph memberikan sebuah nubuatan untuk saya. 

Maka setelah 10 kali kunjungan, pada tanggal 19 Februari 1996, Dia mulai membawa saya ke surga dengan tubuh transformasi saya. Tubuh saya seperti tubuh spiritualNya. Setiap saat sebelum Dia membawa saya ke surga, Dia membawa saya ke sebuah pantai di bumi. Sebelum Dia membawa saya ke surga untuk pertama kalinya, Dia membawa saya ke satu sisi dari pantai dan Dia menunjukkan kepada saya air sebening kristal dan kemudian sebuah terowongan yang besar dan mengkilat. Dan setelah itu Dia membawa saya ke surga.

‘’’’

Pada kunjungan pertama ke surga, Dia hanya menunjukkan ruangan tahtaNya kepada saya. Kemudian setelah itu, kami turun dari surga dan kemudian, tibalah kami di pantai di bumi dan kamipun duduk-duduk bersama di atas pasir. Diapun mulai berbicara. Dia berkata,”Kita baru saja pergi ke Kerajaan Surga. Hanya mereka yang patuh dan berhati murni saja yang akan masuk ke sana. Dia melanjutkan,”Mengabarkan Injil sangatlah penting”, dan setelah diam beberapa saat lamanya, dia berkata,”Mereka yang tidak membayar persembahan perpuluhan adalah orang-orang Kristen yang tidak patuh”. Itu adalah kata-kata terakhir yang dikatakannya pada kunjungan pertama saya ke surga.


Setelah itu, Dia membawa saya ke surga 16 kali lagi. Setiap kali Dia membawa saya ke sana, Dia menunjukkan berbagai hal baru. Dan ketika Dia menunjukkan sesuatu yang spesial atau istimewa, selalu, Dia berkata,”Aku telah mempersiapkan semua ini untuk anak-anakKu. Aku tahu apa yang mereka sukai. Sama seperti ketika Dia menunjukkan kepada saya pantai (di surga), Dia berkata,”Kau lihat, AnakKu, betapa indahnya pantai ini. Aku tahu anak-anakKu akan menyukai pantai ini”. Ketika Dia membawa saya pergi memancing, Dia berkata,”Aku tahu anak-anakKu suka memancing, itulah sebabnya Aku telah sediakan begitu banyak hal yang mereka suka”.Saya menyadari bahwa surga itu 1000 kali lebih indah daripada di bumi, akan tetapi ada begitu banyak benda dan tempat yang menyerupai benda dan tempat bi bumi, seperti jalan-jalan raya, bangunan-bangunan, pohon-pohon, semak-semak belukar, batu-batu karang, bunga-bunga, dan tempat-tempat dengan permukaan yang kasar di luar Kerajaan Surga. Ada begitu banyak benda dan tempat yg menyerupai bumi disana. Bedanya, di surga semuanya itu 1000 kali lebih indah. Indah sekali. Keindahan surga tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Benar-benar tak terkatakan indahnya. Dan saya pun menyadari betapa Yesus sangat mencintai setiap dari kita. Itu terlihat dari cara Dia bertutur kata kepada saya ketika Dia berkata,”Engkau lihat betapa besar cintaKu kepada anak-anakKu dan Aku telah lakukan ini semua demi mereka. Itulah alasan mengapa Dia membawa saya ke sana, yaitu untuk menunjukkan kepada mereka apa yang telah disiapkanNya untuk anak-anakNya. Maka hendaklah setiap dari kita menyadari bahwa surga sedang menanti kita, dan sebelum Dia datang, Dia ingin semua orang Kristen tahu dan sadar akan hal ini sehingga mereka boleh bersuka cita dan pergi ke sana. Saya yakin itulah alasan mengapa Dia menunjukkan hal-hal ini kepada saya. 

Sumber: http://www.divinerevelations.info/documents/hisr/indonesian_actualhisr_surga_itu_nyata.htm

Bagaimana tanggapan rekan-rekan akan kesaksian ini?

Jiplak gimana? Apa ada dokumen tertulis dari Magisterium tentang hal ihwal jiplak-menjiplak ini?

2. Maria bukan pengantara manusia dengan Bapa, melainkan (bersama para Kudus) pengantara antara manusia dengan Yesus.

Manusia —> Maria (Santo/Santa) —> Yesus —> Bapa

  1. Maria bukan satu-satunya pengantara manusia dengan Yesus, ada tertulis,

“Doa semua para Kudus, dibawa pengantara kehadapan Allah.”

Silahkan cari ayatnya sendiri, dan pengantara itu BUKAN Yesus didalam ayat tersebut.

Salam

Ya terserah saja, kalau kepercayaan bro demikian, wahyu Tuhan yang telah disingkapkanNya mengajar saya berdoa langsung pada Tuhan tidak melalui perantara, sebagaimana Yesus adalah satu-satunya pengantara kita dengan Allah dalam hal keselamatan.

Jadi ijinkan saya bertanya pada bro Clay karena beliau yang mempertentangkan wahyu dengan wahyu…Satunya wahyu anti katolik dipihak lainnya wahyu doktrin Katolik…

Salam

http://www.indocell.net/yesaya/pustaka/283c7d70.jpg

Surga menurut pengelihatan Suster M. Faustina Kowalska

Suatu hari, aku melihat dua jalan. Yang satu lebar, berselimutkan pasir dan bunga-bunga, penuh riang-ria, musik dan segala macam kesenangan. Orang berjalan menapakinya, menari-nari dan berpesta-pora. Mereka tiba di ujung jalan tanpa menyadarinya. Di ujung jalan terdapat suatu jurang yang sangat mengerikan; itulah jurang neraka. Jiwa-jiwa jatuh secara membabi-buta ke dalamnya; sementara berjalan, mereka berjatuhan. Jumlah mereka sungguh amat banyak hingga mustahil menghitung mereka. Aku melihat jalan yang lain, atau tepatnya jalan setapak, sebab jalan itu sempit, onak duri dan bebatuan bertebaran di atasnya; orang-orang yang menapakinya bercucuran airmata, segala macam sengsara menimpa mereka. Sebagian terjatuh di atas bebatuan, tetapi segera bangkit dan terus maju. Di ujung jalan terdapat suatu taman yang indah mempesona penuh dengan berbagai macam sukacita, dan segenap jiwa-jiwa ini masuk ke dalamnya. Seketika itu juga mereka lupa akan segala penderitaan mereka. (153)

Ketika aku di Kickers (1930) guna menggantikan salah seorang suster untuk jangka waktu yang singkat, suatu siang aku berjalan melintasi taman dan berhenti di tepi danau; lama aku berdiri di sana, menikmati sekelilingku. Sekonyong-konyong aku melihat Tuhan Yesus di dekatku, dengan lembut Ia berkata, “Semua ini Aku ciptakan untukmu, mempelai-Ku; ketahuilah bahwa segala keindahan ini tak ada artinya dibandingkan dengan apa yang telah Aku persiapkan untukmu dalam keabadian.” Jiwaku diliputi penghiburan begitu rupa hingga aku tinggal di sana sampai sore hari, yang bagiku serasa sekejap saja. Hari itu adalah hari bebasku, yang disisihkan untuk retret satu hari, sehingga aku cukup bebas mempersembahkan diriku dalam doa. Oh, betapa Allah, yang kebaikan-Nya tak terhingga, melimpahi kita dengan kebajikan-kebajikan-Nya! Kerap kali terjadi bahwa Tuhan menganugerahiku karunia-karunia terbesar saat aku sama sekali tak mengharapkannya. (158)

Setelah aku pergi ke refectory pada waktu membaca, seluruh keberadaanku mendapati dirinya tengelam dalam Tuhan. Secara batin, aku melihat Tuhan memandangi kami dengan sukacita yang besar, aku tinggal seorang diri dengan Bapa Surgawi. Pada saat itu, aku mendapatkan pemahaman yang terlebih mendalam akan Ketiga Pribadi Allah, kepada siapa sepatutnya kita mengkontemplasikan segala kekekalan dan, setelah berjuta-juta tahun, akan mendapati bahwa kita baru saja memulai kontemplasi kita. Oh, betapa luar biasa kerahiman ilahi, yang mengijinkan manusia untuk ikut ambil bagian dalam tingkat yang begitu tinggi dalam kebahagiaan ilahi-Nya! Pada saat yang sama, betapa hebat sakit hatiku terkoyak-koyak mendapati begitu banya jiwa telah menolak kebahagiaan ini. (1439)

Februari 1938. Pada waktu meditasi, Tuhan memberiku pemahaman akan sukacita surgawi dan akan para kudus setibanya kita di sana; mereka mengasihi Tuhan sebagai satu-satunya tumpuan kasih mereka, namun demikian mereka juga memiliki kasih yang lembut dan tulus bagi kita. Dari wajah Allah sukacita ini memancar kepada semuanya, sebab kita melihat-Nya muka dengan muka. Wajah Allah begitu manis hingga jiwa jatuh kembali ke dalam ekstasi. (1592)

Ketika pada waktu adorasi aku mengulang-ulang doa, “Allah yang Kudus” beberapa kali, suatu kehadiran Allah yang nyata sekonyong-konyong meliputiku, dan aku terperangkap dalam roh di hadapan keagungan Tuhan. Aku melihat bagaimana para malaikat dan para kudus memuliakan Tuhan. Kemuliaan Tuhan begitu dahsyat hingga aku tak berani untuk berusaha menggambarkannya, sebab aku tak akan mampu melakukannya, dan jiwa-jiwa akan berpikiran bahwa aku sudah menuliskan semuanya. St Paulus, aku mengerti sekarang mengapa engkau tak hendak menggambarkan surga, melainkan hanya mengatakan bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia…. Sekarang aku telah melihat dengan cara bagaimana aku memuliakan Allah; oh betapa suatu kemalangan! Dan betapa bagai setetes kecil air dibandingkan dengan kemuliaan surgawi yang sempurna. (1604)

Ini bukan threat nya membahas soal pengantara. Jika anda tidak membutuhkan doa orang lain tidak masalah, tidak jg membuat anda berdosa karena itu. Tetapi tidak bijak jg kita menghakimi mereka yang merasa butuh dukungan doa. Mari kita kembali ke topik

KESAKSIAN TENTANG NERAKA MENURUT CHOO THOMAS

Di samping perjalanan ke Surga, Choo juga ditunjukkan neraka sebanyak 2 kali.

Dia menggambarkan penglihatan akan neraka sebagai berikut:

Saya bisa melihat kabut dan asap hitam keluar dari lubang / jurang yang dalam, seperti kawah gunung berapi dan di dalamnya saya dapat melihat nyala api yang panas sedang membakar sekumpulan besar orang yang sedang menjerit dan meraung-raung. Jeritan itu adalah jeritan kesakitan yang hanya orang yang pernah mengalami luka bakar yang sangat parah yang mengetahuinya. Orang-orang itu telanjang, tidak berambut, dan berdiri dekat satu sama lain atau berdesak-desakan. Mereka menggeliat seperti cacing dan api melahap tubuh mereka. Tak ada jalan keluar bagi mereka yang terperangkap di dalam jurang tersebut. Dinding-dindingnya terlalu curam untuk mereka panjat, dan bara api yang membara meliputi seluruh penghujung dinding.

Nyala api secara tiba-tiba menyambar dari segala penjuru. Orang-orang itu bergerak menjauh, dan kemudian ketika mereka pikir mereka telah lolos, nyala api yang lain melahap mereka dari depan mereka. Tiada henti-hentinya korban dosa yang malang ini disiksa. Mereka harus menghabiskan keabadian mereka dalam siksa api neraka dan tadak ada jalan keluar. “Siapakah orang-orang ini? Tanya saya. “AnakKu, orang-orang ini tidak mengenalku.

Di surga, semua yang Dia tunjukkan kepada saya adalah hal-hal yang menyenangkan dan luar biasa, tetapi setelah itu Dia menunjukkan kepada saya neraka. Ketika Dia membawa saya ke neraka, hal pertama yang saya lihat adalah api dimana-mana. Tempat itu begitu dalam, gelap, dan merupakan lubang tak berpenghujung. Orang-orang telanjang, tak berambut. Mereka semua tak memiliki rambut, tak berpakaian, benar-benar telanjang bulat. Mereka berdiri berdesakan dan sepertinya mereka saling dorong karena mereka mau menjauh dari api. Setiap kali mereka bergerak, api memburu mereka maju dan mundur, maju dan mundur. Seluruh tempat itu dikelilingi api dan mereka berdiri berdesak-desakan satu sama lain. Mereka terlihat begitu kesakitan dan sedih dan saya tak henti-hentinya menangis untuk mereka. Ketika saya dibawa ke sana untuk kedua kalinya, saya melihat orang-orang yang sama. Kemudian saya mendengar suara-suara dan saya menoleh ke segala penjuru. Begitu banyak orang-orang berwajah Oriental (serupa etnis Cina) di sana. Dan wanita ini, dia sedang melambaikan tangannya ke arahku. Dia berkata,”Panas, panas sekali !”. Saya melihat ke arahnya dan mata kami pun beradu pandang. Dia adalah ibu saya. Ketika saya tersadar bahwa wanita itu adalah ibu saya, hati saya serasa runtuh dan saya pun mulai menangis. Saya belum pernah merasakan penderitaan yang begitu berat sebelumnya. Benar-benar hancur perasaan saya. Begitu hancur sehingga saya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dan dia terus berteriak,”Panas, panas!” dan dia melambai-lambaikan tangannya kepada saya. Saya merasakan ketika saya memandangnya dia ingin saya turun dan menolongnya. Kemudian saya melihat juga orang-orang lain, ayah saya, ibu tiri saya, keponakan saya, dia meninggal ketika dia masih begitu muda, serta dua orang teman yang saya kenal. Oh, itu adalah suatu memori yang sangat menyakitkan dan saya terus menangis sejadi-jadinya, dan kemudian Tuhan Yesus berkata,”AnakKu, Aku mempunyai alasan yang baik untuk menunjukkan hal ini kepadamu, dan Aku merasakan penderitaan yang lebih besar daripada engkau ”. Kemudian saya berkata kepadaNya,”Tuhan, ibu saya meninggal saat dia masih muda, dia menderita sakit untuk jangka waktu yang lama, saya pikir da bukanlah seorang yang jahat”. Dia berkata,”Tak peduli betapapun baiknya seseorang, kalau dia tidak mengenalku, ke sinilah mereka akan pergi. Tetapi dalam hati saya berkata, mengapa Engkau tunjukkan hal-hal yang sangat melukai perasaan saya ini. Saya memikirkan hal itu, namun saya tidak pernah bisa marah kepadaNya. Saya tidak dapat melihat wajahNya namun saya berani bilang bahwa sesungguhnya Diapun sedang menangis bersama dengan saya. Saya hanya bisa merasakannya. Dia terlihat begitu sedih, kemudian Dia membelai kepala saya, menggandeng tangan saya. Kami berjalan keluar dari tempat itu dan saya menangis sepanjang perjalanan. Di dalam buku, saya menjelaskan hal ini dengan lebih jelas dan gamblang. Dan kemudian Dia menunjukkan kepada saya hal lain yang menyedihkan, yaitu tentang bayi-bayi yang diaborsi. Dia membawa saya ke sebuah bangunan yang sangat besar. Bangunan itu menyerupai sebuah gudang penyimpanan barang. Ketika kami melangkah masuk, sejauh mata memandang, bayi-bayi mungil telanjang terbaring berjajar. Hm…dan saya pun mulai menangis. Saya bertanya,”Tuhan, mengapa ada begitu banyak bayi? “Mereka adalah bayi-bayi yang diaborsi”. Saya menanyakan apa yang akan dilakukanNya dengan bayi-bayi ini. Dia mengatakan bahwa jika ibu-ibu mereka diselamatkan dan tiba di surga, mereka boleh memiliki bayi-bayi mereka kembali.

KESAKSIAN TENTANG NERAKA OLEH SANTA THERESIA AVILA (1515-1582)

  1. Lama setelah Tuhan menganugerahkan kepadaku banyak karunia yang aku sebutkan dan yang lain yang sungguh mulia, suatu hari sementara aku sedang berdoa, sekonyong-konyong aku mendapati, tanpa tahu bagaimana, bahwa tampaknya aku telah ditempatkan di neraka. Aku mengerti bahwa Tuhan menghendaki aku melihat tempat yang telah dipersiapkan setan di sana untukku dan yang aku pantas mendapatkannya karena dosa-dosaku. Pengalaman ini terjadi untuk suatu rentang waktu yang amat singkat, tetapi bahkan andai aku akan masih hidup bertahun-tahun lagi lamanya, aku pikir adalah mustahil bagiku untuk melupakannya.

Pintu masuk neraka tampak olehku serupa dengan suatu lorong yang sangat panjang dan sempit, bagaikan suatu oven, suatu penjara yang rendah dan gelap; lantainya tampak olehku digenangi oleh air yang kotor dan berlumpur yang memancarkan bau busuk menyengat, dan dengan serangga-serangga busuk berkeriapan di dalamnya. Di ujung lorong terdapat sebuah lubang yang serupa sebuah lemari kecil yang dibuat di dinding; di sana aku mendapati diriku ditempatkan dalam suatu keadaan yang terbelenggu. Semuanya ini lebih menyenangkan untuk dilihat dibandingkan dengan apa yang aku rasakan di sana. Apa yang aku gambarkan hampir tak dapat dianggap berlebih-lebihan.

  1. Apa yang aku rasakan, tampaknya, bahkan tak dapat dianggap dibesar-besarkan; pun tak dapat dimengerti. Aku mengalami suatu kebakaran dalam jiwa yang aku tak tahu bagaimana dapat aku gambarkan. Seluruhnya sakit luar biasa tak tertahankan hingga meski aku menderita rasa sakit yang tak terperi dalam hidup ini dan menurut apa kata para dokter, yang paling dahsyat yang dapat diderita di dunia ini oleh sebab segala syarafku mengkerut ketika aku lumpuh, ditambah banyak lagi macam-macam penderitaan yang aku tanggung dan bahkan sebagian penderitaan, seperti aku katakan, diakibatkan oleh setan, semua ini tiada artinya dibandingkan dengan yang aku alami di neraka. Terlebih lagi aku melihat bahwa semuanya ini akan berlangsung tanpa akhir dan tanpa pernah berhenti. Tetapi, ini, bukanlah apa-apa dibandingkan dengan sengsara jiwa: sesak, tercekik, suatu penderitaan yang begitu dahsyat terasa dan dengan keputusasaan dan kesedihan yang menyiksa begitu rupa hingga aku tak tahu bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata yang cukup kuat. Mengatakan pengalaman ini seolah jiwa terus-menerus direnggut dari tubuh tidaklah cukup tepat, sebab itu akan membuat kalian berpikir bahwa seorang lain mengambil nyawa itu, sementara di sini jiwa sendirilah yang mencabik-cabik dirinya hingga terkoyak-koyak. Kenyataannya adalah bahwa aku tidak tahu bagaimana memberikan suatu gambaran yang cukup kuat mengenai kebakaran batin dan keputusasaan itu, yang muncul di samping siksaan-siksaan dan sakit yang begitu dahsyat. Aku tidak melihat siapa yang melakukannya kepadaku, tetapi, seperti tampak olehku, aku merasa diriku sendiri terbakar dan remuk; dan aku ulang yang paling mengerikan adalah kebakaran batin dan keputusasaan itu.

  2. Berada di tempat yang begitu menjijikkan, tiada dapat berharap akan penghiburan, aku mendapati mustahil untuk duduk ataupun berbaring, pun tidak ada ruangan, meski mereka menempatkanku dalam semacam lubang yang dibuat pada dinding. Dinding-dinding itu, yang begitu mengerikan untuk dilihat, menutup dengan sendirinya dan menghimpit apapun. Tak ada sinar, melainkan semuanya dilingkupi oleh kegelapan yang paling pekat. Aku tak mengerti bagaimana ini terjadi, bahwa segala yang menyakitkan untuk dilihat terlihat.”

KESAKSIAN TENTANG NERAKA OLEH SUSTER FAUSTINA KOWALSKA

Suatu hari, setelah bangun, sementara menghadirkan diri di hadapan Allah, sekonyong-konyong aku diliputi keputusasaan. Kegelapan pekat melingkupi jiwaku. Aku bergulat sekuat tenaga hingga tengah hari. Pada waktu siang, sungguh ketakutan yang mematikan mulai merayapiku; kekuatan jasmani mulai meninggalkanku. Bergegas aku masuk ke dalam bilikku, jatuh di atas kedua lutut di hadapan Salib dan mulai berseru-seru memohon belas kasih Tuhan. Namun, Yesus tak mendengarkan seruanku. Aku merasa kekuatan jasmaniku lenyap sama sekali. Aku terkapar di atas lantai, keputusaan menguasai segenap jiwaku. Aku menderita siksaan hebat yang tiada bedanya dengan siksaan neraka. (24)

Suatu hari, aku melihat dua jalan. Yang satu lebar, berselimutkan pasir dan bunga-bunga, penuh riang-ria, musik dan segala macam kesenangan. Orang berjalan menapakinya, menari-nari dan berpesta-pora. Mereka tiba di ujung jalan tanpa menyadarinya. Di ujung jalan terdapat suatu jurang yang sangat mengerikan; itulah jurang neraka. Jiwa-jiwa jatuh secara membabi-buta ke dalamnya; sementara berjalan, mereka berjatuhan. Jumlah mereka sungguh amat banyak hingga mustahil menghitung mereka. Aku melihat jalan yang lain, atau tepatnya jalan setapak, sebab jalan itu sempit, onak duri dan bebatuan bertebaran di atasnya; orang-orang yang menapakinya bercucuran airmata, segala macam sengsara menimpa mereka. Sebagian terjatuh di atas bebatuan, tetapi segera bangkit dan terus maju. Di ujung jalan terdapat suatu taman yang indah mempesona penuh dengan berbagai macam sukacita, dan segenap jiwa-jiwa ini masuk ke dalamnya. Seketika itu juga mereka lupa akan segala penderitaan mereka. (153)

Pada hari ini aku dibimbing oleh seorang malaikat ke jurang neraka. Suatu tempat siksa yang dahsyat; alangkah mencengangkan besarnya dan luasnya! Macam-macam siksa yang aku lihat: Siksa pertama yang merupakan neraka adalah perasaan kehilangan Tuhan; kedua adalah sesal batin yang tak kunjung henti; ketiga adalah kondisi jiwa yang tak akan pernah berubah; keempat adalah api yang akan membakar jiwa tanpa membinasakannya - sungguh suatu siksa yang amat mengerikan, bagaikan suatu kobaran api rohani murni, yang menyala-nyala karena murka Allah; siksa kelima adalah kegelapan terus-menerus dan bau busuk yang amat memuakkan, dan meskipun keadaan gelap, para iblis dan jiwa-jiwa terkutuk saling melihat satu sama lain dan semua yang jahat, baik yang lain maupun diri sendiri; siksa keenam adalah kehadiran iblis yang terus-menerus; siksa ketujuh adalah keputusasaan yang mengerikan, kebencian terhadap Tuhan, kata-kata umpatan, kutuk serta hujat. Siksa-siksa inilah yang diderita oleh mereka semua yang terkutuk secara bersama-sama, tetapi itu bukanlah akhir dari siksa. Ada siksa-siksa khusus yang diperuntukkan bagi jiwa-jiwa tertentu. Inilah siksa rasa. Tiap-tiap jiwa mengalami siksa dahsyat yang tak terlukiskan sehubungan dengan dosa yang dilakukannya. Ada gua-gua dan ruang-ruang penyiksaan di mana siksa yang satu berbeda dengan yang lainnya. Pastilah aku mati seketika begitu melihat siksa-siksa itu jika penyelenggaraan Ilahi tidak menopang aku. Biarlah para pendosa tahu bahwa ia akan disiksa untuk selama-lamanya dalam keabadian dengan cara ia berbuat dosa. Aku menuliskan ini atas perintah Tuhan, agar tak satu pun jiwa dapat mengelak dengan mengatakan bahwa tidak ada neraka, atau bahwa tak seorang pun pernah ke sana, sehingga tak seorang pun dapat mengatakan seperti apa neraka itu.

Aku, Suster Faustina, atas perintah Tuhan telah mengunjungi jurang-jurang neraka agar aku dapat menceritakan kepada jiwa-jiwa mengenainya dan menjadi saksi atas keberadaannya. Aku tak dapat berbicara mengenainya sekarang; tetapi aku telah menerima perintah dari Tuhan untuk meninggalkannya dalam bentuk tulisan. Setan penuh dengki terhadapku, tetapi mereka harus tunduk padaku atas perintah Tuhan. Apa yang aku tulis adalah sekedar suatu bayangan samar dari apa yang aku lihat. Tetapi aku memperhatikan satu hal: bahwa sebagian besar jiwa-jiwa di sana adalah mereka yang tidak percaya akan adanya neraka. Ketika aku kembali, aku nyaris tak dapat pulih dari ketakutanku. Betapa dahsyat jiwa-jiwa menderita sengsara di sana! Sebab itu, aku berdoa bahkan dengan terlebih khusuk demi pertobatan orang-orang berdosa. Aku tiada henti memohon belas kasihan Tuhan atas mereka. Ya Yesus-ku, lebih baiklah aku dalam sakrat maut hingga akhir dunia, di tengah penderitaan yang paling hebat, daripada menghinakan Engkau dengan dosa yang paling remeh sekalipun. (741)

Lanjut dibawah…

Yesus mengasihi jiwa-jiwa. Ia rindu menyelamatkan para pendosa yang menuju neraka. “[Desaklah] segenap jiwa-jiwa untuk mengandalkan jurang belas kasihan-Ku yang tak terhingga, sebab Aku rindu menyelamatkan mereka semua. Di salib, sumber belas kasih-Ku dibuka lebar-lebar dengan tombak bagi segenap jiwa - tak suatu jiwa pun Aku kecualikan!” (1182)

Aku mengalami suatu siksaan jiwa yang hebat apabila aku melihat Tuhan dihinakan. Hari ini aku mengetahui bahwa dosa-dosa berat sedang dilakukan tak jauh dari pintu kami. Saat itu sore hari. … Tetapi, ketika aku berlutut untuk berdoa, Tuhan mengijinkanku untuk mengalami bagaimana suatu jiwa yang ditolak oleh Tuhan menderita. Tampak olehku bahwa hatiku terkoyak-koyak, dan pada saat yang sama aku mengerti betapa hebat suatu jiwa yang demikian melukai Hati Yesus yang Maharahim. Makhluk malang itu tak hendak menerima belas kasihan Tuhan. (1274)

“Hilangnya setiap jiwa membenamkan-Ku ke dalam kesedihan yang hebat. Engkau senantiasa menghibur-Ku apabila engkau berdoa bagi orang-orang berdosa. Doa yang paling berkenan bagi-Ku adalah doa demi pertobatan orang-orang berdosa. Ketahuilah, Puteri-Ku, bahwa doa ini senantiasa didengarkan dan dijawab.” (1397)

Ketika para suster bangun pada pukul sebelas malam untuk ibadat malam dan menyambut Tahun Baru, aku menggeliat kesakitan sejak senja tiba, dan hal ini berlangsung hingga tengah malam. Aku mempersatukan penderitaanku dengan doa-doa para suster yang beribadat malam di kapel dan melakukan silih kepada Tuhan untuk pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang berdosa. (1451) Ketika jam berdentang duabelas kali, jiwaku membenamkan diri terlebih lagi dalam permenungan, dan aku mendengar suatu suara dalam jiwaku, “Janganlah takut, anak kecil-Ku, engkau tidak sendirian. Bertempurlah dengan gagah berani, sebab lengan-Ku menopang engkau; bertempurlah demi keselamatan jiwa-jiwa, desaklah mereka untuk mengandalkan kerahiman-Ku, sebab itulah tugasmu dalam hidup ini dan dalam hidup yang akan datang.” Setelah kata-kata ini, aku mendapatkan suatu pemahaman yang lebih mendalam mengenai kerahiman ilahi. Hanya jiwa yang menghendaki [untuk dikutuk] akan dikutuk, sebab Tuhan tiada mengutuk siapapun. (1452)

Wahai, betapa kerahiman Tuhan melampaui batas pengertian! Tetapi - sungguh mengerikan - ada juga jiwa-jiwa yang secara sukarela dan sadar menolak serta mencemooh rahmat ini! Meski suatu jiwa ada di ambang maut, belas kasihan Tuhan menganugerahkan kepada jiwa saat batin yang hidup, sehingga jika jiwa bersedia, jiwa memiliki kemungkinan untuk kembali kepada Tuhan. Tetapi terkadang, kebebalan jiwa begitu besar sehingga secara sadar mereka memilih neraka; mereka menyia-nyiakan segala doa yang dipanjatkan jiwa-jiwa lain kepada Tuhan bagi mereka dan bahkan menyia-nyiakan upaya Tuhan Sendiri. (1698)

Dalam penyingkapan wahyuNya pada saya melalui Kitab Suci tidak diajarkan kepada saya untuk minta didoakan Bunda Maria atau arwah orang mati bahkan dalam penyingkapan lainnya Yesus mengajar doa Bapa kami, tidak Ibu kami atau Bunda kami atau Santa/Santo kami…

Mari kita kembali ke topik tentang wahyu-wahyu pribadi dari orang-orang tertentu seperti si Mukendi atau Angelica Zambrano dari Costa Rica. dan kita bandingkan dengan wahyu-wahyu atau pengelihatan yang diterima oleh para Kudus dalam Gereja Katolik.

Tetap saja wahyu pribadi baik itu wahyu pribadi diluar Gereja Katolik Roma maupun wahyu pribadi doktrin Katolik tidak boleh bertentangan dengan Wahyu yang sudah pasti benar yaitu Kitab Suci. Demikian menurut saya…

Salam

Thomas’ book:

A) that tithing (the giving of 10% of one’s income to the church) is important to Jesus in heaven.

B) that the poor are poor because they do not tithe

C) that while Choo is alive, Jesus would make her rich and would give her a huge house and a red luxurious automobile.

D) that when she is rich, she will end hunger in the world
- [even though she died]

E) that "animals will live with us in paradise.

F) that there is no death in paradise while on the other hand says that death exists in paradise.
[fish are the only that die in Heaven. Souls in Heaven have to catch fish in order to grill them and eat them.]

I) that in Heaven we will have to eat.

J) that sickness is often a sign of sin, and that those who are sick need to cast out the devil, pray, search their hearts for sin, and repent. Sickness and problems in one’s life are also caused by the devil.
- [Choo Thomas died on April 13, 2013 at age 74 of ovarian cancer]

http://en.wikipedia.org/wiki/Choo_Thomas

Terimakasih atas tanggapannya bro, mungkin dalam bahasa Indonesia lebih baik. Saya baru tahu kalau ternyata ia baru saja meninggal tahun lalu. Mari kita semua berdoa baginya, semoga Tuhan berkenan menerima dia.

Pertama-tam prinsip sebagai orang Kristen kita wajib saling mendoakan.“Bertolong- tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus!” (Gal 6:2) Allah menghendaki kita semua saling bertolong- tolongan dalam menanggung beban hidup ini, artinya kita harus saling mengasihi, saling membantu dan juga saling mendukung dalam doa. Tentu saja doa dalam hal ini tidak terbatas hanya di antara orang yang hidup di dunia ini, karena doa tidaklah terbatas tempat dan waktu.

Perbedaan pandangan Katolik dan non-katolik sangat tajam terutama dalam hal ini. Dalam Katolik semua orang yang telah dibaptis adalah hidup. Sebab kenyataannya kematian itu tidak membunuh jiwa yang kekal. Dan ikatan antara kita dan saudara2 dalam Kristus tidak berakhir oleh kematian tubuh.Gereja Katolik percaya bahwa mereka yang telah meninggal dunia, tetap hidup, karena mereka tetap hidup di dalam Kristus. Surat kepada jemaat di Roma menegaskan “ Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm 8:38-39). Bukankah ayat di atas mengatakan bahwa maut maupun hidup tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Oleh karena itu, Gereja Katolik percaya bahwa ikatan kasih ini – para kudus di Sorga dan manusia di bumi dan di Api Penyucian – adalah kekal, karena diikat oleh kasih Kristus. Di bagian mana dari ayat tersebut yang membatasi bahwa ayat tersebut hanya diaplikasikan untuk orang-orang yang hidup di dunia ini?

Matius 22:32 mengatakan “Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” Dari sini kita tahu bahwa Allah kita adalah Allah orang hidup bukan orang mati. Oleh karena itu, walaupun mereka telah tidak berada di dunia ini, orang-orang yang dibenarkan oleh Kristus adalah orang-orang yang hidup, bahkan lebih hidup dari kita yang masih berada di dunia ini, karena kasih mereka lebih sempurna dibandingkan dengan kasih umat Allah di dunia ini.

Jadi memohon doa melalui para kudus yang telah berada di Surga tidaklah bertentangan dengan wahyu umum yg telah ditulis dalam Alkitab.

Nah itu dia bro baru satu titik mengenai Bunda Maria mendoakan umatkah atau tidak saja sudah berbeda tajam, padahal kita sama mengacu pada Wahyu Tuhan yang pasti benar yaitu Kitab Suci … Tidak terbayangkan apa jadinya kalau yang diversuskan adalah wahyu pribadi dengan wahyu pribadi doktrin Katolik, pastilah isinya debat kusir ndak karuan. Terus terang saya suka menyimak orang pandai-pandai dari Gereja Katolik dengan orang pintar-pintar dari non katolik berdebat tentang Firtu, atau keadaan keseharian, tapi suka kesel juga lihat orang-orang pandai itu saling memaki dan mencaci padahal yang diperebutkannya pepesan kosong (debat kusir saja)

Saya sudah mengajukan pendapat saya mengenai bahasan di thread ini…Terimakasih bro Clay sudah menjawab pertanyaan yang saya ajukan didepan.

Salam