PENGHAKIMAN TERAKHIR DAN KASIH KPD SESAMA YG MISKIN DAN HINA ...

PENGHAKIMAN TERAKHIR DAN KASIH KPD SESAMA YG MISKIN DAN HINA (Matius 25: 31 - 46)
Inilah kotbah yg paling tidak disukai oleh orang Kristen, bahkan mereka yg berasal dari Protestan sekalipun, apalagi mereka yg berasal dari Teologi Kemakmuran…
Saudara2ku yg terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita sering mendengar ada 2 ayat dalam seluruh perikop “Penghakiman Terakhir” ini yg kadang (tidak terlalu sering memang, karena jemaat ogah denger) dikotbahkan oleh pendeta2:
Mat 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Mat 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.”

Kedua ayat hanya berbicara tentang perintah Yesus agar mengasihi orang2 yg paling hina.
Tapi tahukah saudara, jika anda baca seluruh perikop dari ayat 31 - 46, anda akan “bergidik ngeri”. Mengapa? Karena Tuhan akan datang kembali untuk menghakimi orang2 Kristen yg:

  1. Tidak memberitakan kabar baik buat mereka orang2 miskin, dan…
  2. TIDAK MAU BERBAGI BUAT SAUDARA2NYA YG PALING HINA!

Pada pelayananNya yg pertama di Nazareth, apa yg Yesus katakan:
Luk 4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”
Perhatikan, apa yg pertamakali Yesus katakan pada pelayananNya yg pertama, itu juga yg akan Dia tagih dari kita yg mengaku murid2 Kristus atau anak2 Tuhan pada kedatanganNya yg kedua nanti!

Saya serius sekali untuk menyampaikan “kabar buruk” buat anda yg mementingkan berkat2 Tuhan hanya untuk memuaskan nafsu dan perut anda pribadi, saya juga serius sekali mau menyampaikan “kabar buruk” buat anda yg sama sekali tidak tergerak buat menolong mereka yg menderita!
Semoga pada kedatangan Yesus Kristus yg kedua kali nanti anda tidak dilemparkan ke api yg menyala2 gara2 didapati anda tidak pernah berbelas kasih pada karyawan anda, pada pembantu anda dan pada orang2 miskin di sekitar anda!
Tuhan Yesus memberkati!

Sejuta !! Eh salah,…Setuju ! :afro:

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."
Matius 5:3

Miskin dihadapan Tuhan dan miskin dihadapan manusia adalah dua hal yang berbeda. Karena itu injil juga diberitakan diantara orang yang memiliki banyak duit dan orang yang tidak memiliki duit. Kaya dan miskin secara finansial tidaklah berarti dihadapan Tuhan, tetapi banyak orang salah menangkap ayat yang anda cobas (Lukas 4:18) dengan menganggap Yesus datang untuk orang miskin finansial.

Banyak orang ribut soal uang dan tentang kekayaan orang lain. Didalam gereja juga banyak orang yang ribut dengan duit orang lain dan mulai memakai ayat-ayat Alkitab untuk menjadi senjata menyindir dan memojokan orang berduit. Tetapi apakah artinya duit bagi Allah, apakah hidup mati kita tergantung dari duit?

Firman Tuhan mengajarkan bagaimana kita menggunakan duit kita dengan benar, bukan hanya untuk orang kaya saja, tetapi juga untuk orang miskin finansial. Sebab banyak atau sedikit duit tetap duit, walau ia tidak memiliki duit ia juga tetap dapat menjadikan duit tuhannya.

Tetapi orang miskin dihadapan Tuhan, adalah orang-orang yang berbahagia, entah apakah ia banyak duitnya atau tidak memiliki duit sama sekali. Yesus datang untuk mereka.

Lebih konyolnya lagi, ada orang-orang yang menyatakan hartanya adalah “berkat” dan dirinya adalah "saluran berkat, tapi sebagai “saluran berkat” mereka justru keberatan “menyalurkan” berkatnya.

Biasanya orang yang percaya bahwa Tuhanlah yang memberikan kekayaan materi, tidak segan-segan menyalurkan berkat itu, karena dirinya tahu bahwa Tuhan sudah memberkati dan akan terus memberkati dengan kekayaan materi.

Sebaliknya, mereka yang tidak percaya bahwa Tuhan menjanjikan berkat materi akan susah menyalurkan berkat kepada orang lain, karena merasa apa yang dia punyai adalah hasil kerja keras mereka.