Pengkhotbah Yang Populer

Pengkhotbah Yang Populer
(Pendeta Bob Chapman MA)

Pengkhotbah yang populer tidak pernah eksis di gereja mula-mula. Tidak ada catatan tentang pengkhotbah-pengkhotbah di Perjanjian Baru yang dipuja, dikagumi, disembah dan disanjung oleh kaum religius atau pemerintah yang berkuasa. Malah yang terjadi adalah yang sebaliknya. Pemberitaan injil menjengkelkan orang banyak, khususnya kaum religius yang memanas-manasi pemerintah setempat untuk menganiaya dan membunuh mereka yang memberitakan injil.

Jadi, kita bisa saja bertanya, apa yang keliru pada hari ini? Mengapa di kebanyakan negara Barat (maupun di Timur) pengkhotbah dihormati, dipuja, dikagumi, diteladani, disembah, disanjung dan diterima baik oleh pihak otoritas?

Jawabannya sangat sederhana : mereka tidak sedang memberitakan pesan yang paling ofensif yang pernah didengar dunia - yakni injil!

Injil itu ofensif karena pesan itu sengaja disampaikan untuk memotong sampai ke lubuk hati; bukan untuk menyenangkan hati. Tujuan pemberitaan injil adalah untuk mengungkapkan dosa, bukan untuk menoleransi dosa. Tujuannya adalah untuk memerintahkan pertobatan, bukan hanya penyesalan (Kisah Para Rasul 17 : 30).

Tujuan pemberitaan injil adalah untuk mengutuk gaya hidup yang populer, bukan untuk membenarkannya. Maksud pemberitaan injil adalah untuk mengumumkan pemerintahan Anak Allah satu-satunya!

Akhir dari injil yang sejati adalah maut! Mati kepada semua yang populer! Mati kepada semua yang nyaman! Mati kepada semua yang gampang dan mati kepada semua yang aman! Jika kematian sedemikian tidak muncul dari pemberitaan injil, maka satu-satunya kesimpulan adalah pembawa berita itu harus diteliti, bukannya pesan itu sendiri.

Saya yakin, sudah waktunya bagi kita untuk melihat dengan seksama para pembawa pesan ini. Apakah kita sedang memberitakan injil yang diberitakan oleh para rasul, atau yang diberitakan itu justru hanyalah sesuatu yang kedengarannya seperti injil!

Apakah pesan yang diberitakan itu menghasilkan pertobatan? Apakah pesan yang kita beritakan itu mengubah kehidupan, atau hanya mengiringi gaya hidup kita yang sudah ada sekarang ini? Apakah pesan yang kita beritakan itu menantang, atau hanya menggelitik telinga kita? Apakah pesan yang kita beritakan itu menyinggung, atau dirancang untuk menyenangkan?

Waspadalah terhadap pengkhotbah yang disanjung dan dipuja terutamanya oleh orang-orang yang hidupnya tidak sesuai dengan injil!

(Sumber : Buletin Cahaya Pengharapan Vol. 10 Terbitan 6 November - Desember 2014; hal, 27-28)