Pentingkah arti sebuah perpuluhan???

shalom…
saya mau tanya, apakah wajib hukumnya perpuluhan bagi umat kristen??
apapun tingkat perekonomiannya??
apabila masih mendapat uang saku dari orang tua apakah juga wajib perpuluhan???
apakah perpuluhan harus selalu diberikan ke greja?atau dapat digantikan dengan bersedekah pada orang yang lebih membutuhkan??? :rolleye0014: :rolleye0014:

[quote]

Kalau dalam PL pemberian persembahan merupakan suatu kewajiban karena hanya itulah satu-satunya cara untuk bisa melepaskan diri dari jerat dosa akibat pelanggaran yang mereka lakukan. Namun bagi kita yang hidup dalam PB, persembahan tidak lagi merupakan suatu kewajiban, melainkan kerelaan, kelelaan yang dimaksud disini bukanlah mempersembahkan sesuatu hanya jika kita mau, melainkan kesadaran individu untuk mempersembahkan sesuatu kepada Allah karena Dia telah membeli kita dengan lunas sehingga kita menjadi milik-Nya.
1 Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Persembahan itu sangat penting dan belajarlah dari seorang janda, Yesus mengajar prinsip memberi dengan penuh pengorbanan.
Lukas 21:4Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
Untuk zaman sekarang sesuai ajaran Yesus diatas perlu memberi lebih dari persepuluhan. Itulah yang dimaksud dari ungkapan memberi dari seluruh nafkahnya.

apapun tingkat perekonomiannya??

Ya sesuai tingkat perekonomiannya dan sesuai dengan kerelaan.

apabila masih mendapat uang saku dari orang tua apakah juga wajib perpuluhan???
Kalau yang belum ada pendapatan atau penghasilan sesuai memberikan dengan sukacita.
apakah perpuluhan harus selalu diberikan ke greja?atau dapat digantikan dengan bersedekah pada orang yang lebih membutuhkan?
Kalau persepuluhan sebaikanya dibawa ke gereja dimana kita digembalakan. Kalau untuk persembahan khusus dan persembahan sukarela kita bisa memberikan kepada gereja lain, atau bersedekah pada orang lain.

[quote]

.

Kalau menurut Anda memberi haru lebih dari persepuluhan, berarti persepuluhan merupakan suatu dasar yang bersifat mengikat ya? apa betul?

Yang kedua pertanyaan saya, apakah pengertian tentang kewajiban dan kerelaan sesuai yang sudah dijelaskan diatas?

Org Kristen itu dibagi menjadi bermacam-macam denominasi. Ada yg mengharuskan dan ada yang tidak. Bagaimana dgn gereja anda?

saya juga punya pertanyaan tambahan

  1. apakah pantas didalam greja, seorang pendeta membahas mengenai uang???bahkan hingga mengadakan liturgi/ susunan acara berupa minta “PERSEMBAHAN KHUSUS” ditengah tengah waktu pembacaan firman TUhan??
    *note: persembahan ini ditujukan karena kesalahan sang pendeta sendiri yang dengan sesumbar menyatakan waktu target penyelesaian pembangunan greja (tanggal bagus 10-10-10), ternyata dana nya masih kurang dan tiba2 rajin banget cari dana lewat persembahan2 khusus gt!

kalau digreja saya diwajibkan, akan tetapi koq saya rasanya lebih rela jika uang nya di berikan pada yang membutuhkan(bersedekah), karena saya memiliki pandangan tersendiri thd pendeta saya. lihat dulu post diatas untuk mengetahuinya :afro:

Soal kepantasan atau tidak itu banyak dipengaruhi faktor, beberapa diantaranya: budaya gereja setempat, karakteristik jemaat, tingkat perekonomian jemaat dan gereja dan hal2 lainnya.

Yang jelas, sebuah tindakan atau keputusan yang diambil oleh pimpinan tidak harus menyenangkan semua pihak - namun, pimpinan harus dapat mempertimbangkan faktor2 di atas dalam melakukan sesuatu (contohnya persembahan di tengah2 pembacaan Firman Tuhan).

Gini, gereja juga butuh dana operasional. Kalau anda bergereja di situ, cobalah untuk berkontribusi demi operasional gereja - pendeta jg perlu makan dan punya keluarga.

Soal rela atau tdk rela dlm memberikan pada pendeta, itu sepenuhnya hak anda.

Kalau kita menyumbang kepada gereja, harapannya uang tersebut dikelola secara baik dan proporsional dan jika ternyata pengelolaannya tidak profesional, maka kita sebaiknya menyampaikan keberatan kita dan jika ketidakprofesionalan ini merupakan ‘ganjalan’, sebaiknya pindah ke gereja lain (daripada ke gereja itu2 saja dan ngeliat hal2 yg ‘mengganjal’).

Soal memberi pada yg membutuhkan itu juga hak anda sepenuhnya dan kriteria ‘membutuhkan’ juga berbeda bagi masing2 individu…

Salam
Boden

kasus yang terjadi adalah saat adanya pembangunan gereja yg lebih besar, pendeta dengan penuh keyakikan mengatakan akan jadi di tangggal 10-10-10 (apakah tu benar suara Tuhan yang bilang klo tanggal segitu akan jadi dan selesai pembangunannya?? atau sekedar ambisi semata dari pendeta???)
tp pada kenyataannya, beberapa bulan mendekati tanggal yg ditargetkan, pembangunan masih kurang banyak, karena biaya kurang. kemudian secara mendadak pihak gereja mengumumkan melalui sms bahwa hari minggu tidak ada ibadah umum, melainkan ibadah penaburan.(pengumuman melalui sms tsb hari rabu, mengapa terkesan terburu buru???mengapa tidak menunggu minggu depannya lagi, agar saat ibadah minggu tersebut dapat diumumkan dengan lebih pantas tanpa hanya menggunakan sms??apakah pendeta telah kehilangan kepercayaannya pada tuhan dan takut akan kekurangan dana???*menurut saya, jika emang tuhan ijinkan waktu tersebut menjadi waktu yg dijanjikan tuhan, aku YAKIN kekurangan dana tsb akan tertutup dgn sendirinya, tanpa harus mengadakan ibadah yang terkesan mencari pemasukan)

DANNNN coba tebak, dalam ibadah penaburan tsb, hanya dalam 2-3jam, gereja mengumumkan bahwa pemasukan untuk pembangunan gereja adalah lbh dr 200jt(kurang ingat tepatnya).
dan anehnya setelah beberapa saat proses pembangunan diselesaikan, dengan target 10-10-10 (walaupun pembangunannya belum sempurna betul), sang pendeta membongkar rumahnya dan rumahnya diperbaiki… apa tidak terlalu egois???untuk pembangunan gereja dengan tanggal target yang diucapkan sendiri, tetapi mengorbankan jemaat, sementara itu pendeta tsb msh punya simpanan untuk mengurusi kep.pribadinya… :’(

[quote="Mr.noname post:5, topic:177636"] saya juga punya pertanyaan tambahan 1. apakah pantas didalam greja, seorang pendeta membahas mengenai uang???bahkan hingga mengadakan liturgi/ susunan acara berupa minta "PERSEMBAHAN KHUSUS" ditengah tengah waktu pembacaan Firman Tuhan?? *note: persembahan ini ditujukan karena kesalahan sang pendeta sendiri yang dengan sesumbar menyatakan waktu target penyelesaian pembangunan greja (tanggal bagus 10-10-10), ternyata dana nya masih kurang dan tiba2 rajin banget cari dana lewat persembahan2 khusus gt! [/quote]

Saya kira tidak ada masalah…kalau gereja mempunyai angaran dasar dan rumah tangganya dengan caranya sendiri-sendiri, sebab kita sebagai jemaat prinsip hidup dalam ketaatan total pada prinsip-prinsi alkitab, adalah memberi dengan murah hati, tulus dan bertujuan jelas dan tranparan dalam pembangunan gereja, no problem…

Saya ga tahu, gimana si pendeta ngomong pas pengumuman 101010, apakah seperti ini ‘Tuhan berkata bahwa tgl 101010 kita akan menempati gedung baru’ ataukah dia sekedar mengatakan ada target di tanggal 101010 yang mana jg merupakan tanggal yang masuk akal (dari sudut arsitek) kalau dana tersedia.

Jadi, ‘penuh keyakinan’ itu intepretasinya bisa macam2 dan saya tdk ada di ruangan itu jadi tidak dapat memberikan komentar lebih jauh. Kalau ada jemaat yg menterjemahkan ‘penuh keyakinan’ itu sama dengan ‘suara Tuhan’, maka mungkin bisa jadi penyampaian si pendeta terlalu bombastis atau si jemaat salah mengintepretasikan.

tp pada kenyataannya, beberapa bulan mendekati tanggal yg ditargetkan, pembangunan masih kurang banyak, karena biaya kurang. kemudian secara mendadak pihak gereja mengumumkan melalui sms bahwa hari minggu tidak ada ibadah umum, melainkan ibadah penaburan.(pengumuman melalui sms tsb hari rabu, mengapa terkesan terburu buru???

Menurut saya, itu tindakan logis, karena pemasukan keuangan gereja adalah dari jemaat.

mengapa tidak menunggu minggu depannya lagi, agar saat ibadah minggu tersebut dapat diumumkan dengan lebih pantas tanpa hanya menggunakan sms??apakah pendeta telah kehilangan kepercayaannya pada tuhan dan takut akan kekurangan dana???*menurut saya, jika emang tuhan ijinkan waktu tersebut menjadi waktu yg dijanjikan tuhan, aku YAKIN kekurangan dana tsb akan tertutup dgn sendirinya, tanpa harus mengadakan ibadah yang terkesan mencari pemasukan)

Sekali lagi, ada intepretasi dari jemaat atau ada kesan yg ditangkap oleh jemaat bahwa 101010 adalah waktu yg di set oleh Tuhan dan harus terjadi.

Mungkin juga bpk pendeta merasa kekurangan pemasukan dan melakukan tindakan darurat yaitu mengumpulkan jemaat dan meminta sumbangan dari mereka.

Yang mgk agak krg ‘pas’ bagi anda adalah mengapa fund raising ini disatukan dalam acara ibadah. Mgk, karena pas ibadah, di situ paling banyak berkumpulnya.

DANNNN coba tebak, dalam ibadah penaburan tsb, hanya dalam 2-3jam, gereja mengumumkan bahwa pemasukan untuk pembangunan gereja adalah lbh dr 200jt(kurang ingat tepatnya). dan anehnya setelah beberapa saat proses pembangunan diselesaikan, dengan target 10-10-10 (walaupun pembangunannya belum sempurna betul), sang pendeta membongkar rumahnya dan rumahnya diperbaiki... apa tidak terlalu egois???untuk pembangunan gereja dengan tanggal target yang diucapkan sendiri, tetapi mengorbankan jemaat, sementara itu pendeta tsb msh punya simpanan untuk mengurusi kep.pribadinya... :'(

Sekali lagi , kita ga tahu apakah si pendeta itu membongkar rumahnya itu pakai uang apa. Kita juga ga tahu apakah si pendeta ini ikut nyumbang utk gereja atau gak.

Kalau ternyata setelah si pendeta ini nyumbang dan masih punya simpanan, dan terus benerin rumahnya, tentunya ini hak dia.

Tentunya ga fair juga kalo jemaat menuntut seluruh simpanan dia HARUS dikeluarkan untuk pembangunan gereja.

Yang terpenting adalah uang yg diberikan jemaat utk pembangunan gedung gereja harus akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak dikorupsi.

wajib (apalagi kalau upah pertama) tapi tidak ada hukumnya… soalnya klo ga ngasih, ga dapat hukuman juga seh.
perpuluhan harus berasal dari upah hasil kerja anda. silakan kasih ke “gereja” tempat anda berjemaat.
ingat anda harus tulus, soal tuh uang nantinya mo kemana en diapakan. itu bukan urusan anda. kalau ada penyelewengan, itu urusan pengurus gereja dengan Tuhan. karna intinya anda rela “mengurangi” sebagian upah yg anda terima untuk Tuhan.
nanti kalau anda iklas dalam perpuluhan, pasti ada aja berkat2 yg ga terduga yg mampir (tapi jangan bikin ini jadi motif utama loh).

Ibrani 7:5
Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam,
mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel,
yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

Efesus 2:15-a(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia
IA telah membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya

poin 1 → per10an adalah bagian dari hukum Taurat,
poin 2 → hukum Taurat sudah batal
Kesimpulan → per10an sudah batal bagi orang yg percaya penebusan YESUS

Jadi
kalau bagi penganut hukum agama Yahudi/hukum Taurat , per10an masih wajib

tapi kalau bagi orang Kristen yg merupakan penganut hukum KRISTUS , per10an itu TIDAK WAJIB
beri per10an boleh, ga beri per10an jg gpp sama sekali tidak berdosa

TIDAK HARUS,

anda bebas memberi kepada siapapun sesuai tuntutnan ROH KUDUS

mengenai judul anda arti sebuah perpuluhan???

penjelasan bisa anda baca di sini

Doktrin Per10an-Tidak-Wajib menurut gereja GPK (Read 1356 times)

Persepuluhandan aturannya terdapat dalam kitab PL dan merupakan dari hukum taurat, hukum taurat sudah BATAL oleh kematian Kristus

efesus2:15a
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan HUKUM TAURAT dengan SEGALA PERINTAH dan KETENTUANNYA

SIapa yang masih menjalankan Hukum taurat dan menyatakan bahwa taurat belum batal berarti menganulir kematian kristus yang jelas telah membatalkan hukum taurat secara keseluruhannya, siapa yang hidup dibawh hukum taurat berada di bawah kutuk.

Roma 3
3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab TAURAT
ditujukan kepada mereka yang hidup di BAWAH HUKUM TAURAT,

Dan yang terpenting adalah:
Galatia 3
3:10a Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk.

kewajiban perpuluhan merupakan aturan Hukum Taurat,masih maukah Menjalankan perpuluhan ??

Tuhan yesus Memberkati
Han

Kalau persembahan persepuluhan sudah tidak berlaku lagi, persembahan yang bagaimana yang diajarkan PB Broo…apakah ada penganti persembahan persepuluhan dalam PB?

Menurut

[quote="repento post:13, topic:177636"] Ibrani 7:5 Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat [b]tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan[/b] dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

Efesus 2:15-a(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia
IA telah membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya

poin 1 → per10an adalah bagian dari hukum Taurat,
poin 2 → hukum Taurat sudah batal
Kesimpulan → per10an sudah batal bagi orang yg percaya penebusan YESUS

Jadi
kalau bagi penganut hukum agama Yahudi/hukum Taurat , per10an masih wajib

tapi kalau bagi orang Kristen yg merupakan penganut hukum KRISTUS , per10an itu TIDAK WAJIB
beri per10an boleh, ga beri per10an jg gpp sama sekali tidak berdosa

TIDAK HARUS,

anda bebas memberi kepada siapapun sesuai tuntutnan ROH KUDUS
mengenai judul anda arti sebuah perpuluhan???

penjelasan bisa anda baca di sini

Doktrin Per10an-Tidak-Wajib menurut gereja GPK (Read 1356 times)

[/quote]

Saya sependapat dengan broo, kita hidup menurt kehidupan PB dan dalam ajaran PB mengajarkan hidup keagamaan kita harus lebih benar dari pada ahli ahli taurat dan orang farisi…tentunya dalam pemberian harus lebih dari peersepuluhan hukum musa, apakah itu yang anda terapkandalam gerja anda? saya minta maaf kalau pertanyaan saya sdkit oot…

author=Loyd link=topic=41544.msg590239#msg590239 date=1326850223]

Kalau menurut Anda memberi haru lebih dari persepuluhan, berarti persepuluhan merupakan suatu dasar yang bersifat mengikat ya? apa betul?

Yang kedua pertanyaan saya, apakah pengertian tentang kewajiban dan kerelaan sesuai yang sudah dijelaskan diatas?

Pertanyaan ke-1. Persepuluhan dalam PL sangat mengikat dan melekat dihati nurani kaum yahudi. Paulus yang sangat paham tentang Hukum Taurat dalam pelayanannya tidak berkata-kata tentang persepuluhan, jadi persepuluhan tidak menjadi bagian jelas dan tidak dilulangi dalam PB, namun Tuhan mengharapakan orang orang zaman PB melakukan dalam memberi persembhan harus lebih daripada yang tercantum dalam hukum Taurat itu (contoh dalam Matius 5:20).

yang ke-2. Bedanya kewajiban dan kerelaan, kalau kewajiban memberi persembahan itu adalah wajib karena itu adalah satu-satunya caranya untuk melepasakn diri dari dosa, untuk menebus seseorang dari keselahan.

kalau kerelaan artinya, memberikan persembahan yang kita berikan bagi Tuhan itu bukan diukur dengan uang atau barang saja , tetapi meliputi waktu, pekerjaan, keluarga, bahkan seluruh hidup kita dan hati kita yang tulus. TUhan inginkan suaya kita mempersembahkan semua itu bagi kemuliaan-Nya. (contoh lihat Roma 14:7-8).

[quote]

Memang hukum Taurat sudah batal sesuai dengan ayat diatas ini dengan segala perintahnya.

SIapa yang masih menjalankan Hukum taurat dan menyatakan bahwa taurat belum batal berarti menganulir kematian KRISTUS yang jelas telah membatalkan hukum taurat secara keseluruhannya, siapa yang hidup dibawh hukum taurat berada di bawah kutuk. kewajiban perpuluhan merupakan aturan Hukum Taurat,masih maukah Menjalankan perpuluhan ??

Sangat jelas ayat diatas hukum Taurat sudah batal dan kita sekrang hidup tidak lagi hidup menurut hukum Taurat, namun ada tertulis juga Tuhan mengatakan Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya (Matius 4:17)…

Jadi dengan mati-Nya, dikayu salib jelas Tuhan bukan meniadakan Hukum Tauratnya, melainkan untuk mengenapinya…
Berarti Tuhan menuntut kehidupan kita sebagai orang-orang percaya dalam PB mutlak tidak bisa tawar menawar harus lebih benar lagi dari orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dan yang diharapkan-Nya persembahan total hidup kita. (roma 12:1)…Saya sependapat dengan Broo Misteri dalam memberikan persembahan persepuluhan harus lebih dari Hukum Taurat seperti tertulis dalam Lukas 18:12 “aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku”.

Dan ada ayat-ayat yang mendukungnya…

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 5:17"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Matius 7:17Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Matius 22:36"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"22:37Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.22:38Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.22:39Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.22:40Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Roma 3:31Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Galatia 5:14Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”. Amin.
Salam
GBU

Benar Broo Loyd kita harus memberi persembahan yang terbaik bagi Tuhan, jadi bukan hanya uang saja namun persembahan total dari hiudp kita,
sebab Kristus telah menebus kita, dengan demikian, kita telah menjadi milik-Nya…Coba kita renungkan jika kita membeli suatu barang tentunya barang tsb akan menjadi milik kita, demikina juga halnya dengan Tuhan. Karena dengan mati-Nya dikayu salib kita telah menjadi milik-Nya…(Roma 6:19)…

perpuluhan bukan derma… hanya bagi mereka yg menerima upah dari bekerja.