Pentingnya ujung bumi untuk orang percaya!

Orang percaya adalah orang yang mengikut Kristus, yaitu mereka yang bertobat, percaya kepada Yesus, dibaptis, dan menerima Roh Kudus. Rangkaian tersebut adalah rangkaian “standar” pengikut Kristus dimana setiap orang percaya pasti melalui proses tersebut yang kemudian disebut sebagai “lahir baru”/“ciptaan baru” di dalam Kristus. Orang-orang yang lahir dari Roh, dipanggil dari dunia untuk menjadi milik Kristus sampai selama-lamanya.

Namun proses “mengikut Kristus” tidak selesai saat kita telah menerima Roh Kudus, karena Yesus berjanji bahwa lewat pimpinan Roh Kudus yang salah satunya yaitu akan memimpin kita kepada “seluruh kebenaran” (Yoh 6:13), dalam pimpinanNya kita akan dibawa kepada seutuhnya pengenalan akan Tuhan. Tugas orang percaya selama ada di dunia ini juga sangat jelas yaitu menjadi saksi Kristus. Saksi adalah orang yang melihat langsung atau mengalami kejadian secara langsung. Menjadi saksi Kristus artinya kita secara langsung mengalami dan atau melihat Kristus secara langsung. Bersaksi bahwa Tuhan itu baik, maka seharusnya perlu dipastikan bahwa kita telah mengalami atau melihat kebaikan Tuhan. Karena orang yang bersaski tanpa mengalami Tuhan tentu bisa desebut sebagai saksi palsu, karena kesaksianya tidak benar, tidak mengalami tetapi bersaksi maka palsulah kesaksianya.

Kita semua sudah tahu amanat agung Tuhan Yesus menjadikan semua bangsa muridNya, dibaptis, dan diajarkan perintah Tuhan. Para murid yang pertama harus tinggal di Yerusalem sampai Roh Kudus dikaruniakan ke atas mereka. Setelah Roh Kudus diturunkan dan menerima kuasa, maka setiap mereka melakukan kesaksian ke luar Yerusalem, karena perintah Yesus seperti disebut dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:8). Jika diperhatikan dengan seksama yaitu bahwa kesaksian ini akan sampai kepada ujung bumi. Dimanakah ujung bumi? hampir semua orang Kristen berkata ujung bumi berarti sampai semua orang menerima Kristus, yaitu disetiap orang di setiap bagian bumi mendengar injil. Lalu ujung bumi dianggap sebagai sebuah kata kiasan dan bukanlah merujuk kepada suatu tempat tertentu, padahal Yerusalem, Yudea dan Samaria adalah tempat yang benar-benar ada dan bukan kiasan saja. Kita tentu berpikir ujung bumi pasti sekedar istilah, karena bumi yang kita diami ini tidak ada ujungnya. Namun benarkan demikian? Apakah mungkin jika sebetulnya kita saja yang salah melihat dunia?

Ujung bumi adalah hal yang bukan hanya sekali disebut oleh Yesus, setidaknya terdapat 7 ayat yang menyebut ujung bumi di dalam Perjanjian Baru saja (Mat 12:42 ; Mat 34:31 ; Mark 13:27 ; Luk 11:31 ; Kis 1:8 ; Kis 13:47 ; Roma 10:18). Lima ayat diantaranya adalah perkataan Yesus sendiri yang di dalamnya membahas 3 topik saja, yaitu : “Ratu-selatan-dan-hikmat-salomo”,“Kedatangan-Yesus-kedua”,“mandat-kesaksian-orang-percaya”.

Sewaktu Yesus terangkat ke Sorga disaksikan oleh murid-muridNya (Kis 1), Ia menjanjikan Roh Kudus kepada murid-murid dan menubuatkan bahwa kesaksian mereka akan sampai ke ujung bumi. Tidak secara kebetulan bahwa kejadian terangkatnya Yesus ini ternyata berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua dan pengangkatan orang percaya, karena dalam janji pengangkatan yang disebut dalam kitab Markus (Mark 13:27) disebutkan dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit akan dikumpulkan mereka yaitu orang-orang pilihanNya. Disini jelas area pengumpulan orang percaya adalah dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Yang jadi persoalan adalah dimana area itu? Area itu adalah sebuah bentangan area antara ujung bumi dan ujung langit, sementara saat ini orang Kristen menganggap ujung bumi dan ujung langit adalah sekedar kiasan semata. Bagaimana jika ternyata selama ini kita salah memahami dunia? bukankah kita juga akan salah memaknai ayat ini dan akan melewatkan janji Tuhan yang telah Tuhan sediakan bagi kita, yaitu pengumpulan orang percaya?

Karena dalam perjanjian dengan Tuhan soal waktu pemulihan kerajaan (diartikan pengangkatan karena hal ini disampaikan saat Yesus terangkat ke Sorga - Kis 1:6-9) melibatkan dua hal yang sekarang ini orang Kristen tidak mengerti. Dua hal itu adalah waktu dan tempat, seperti dalam perikop tersebut tertulis, yaitu saat murid-murid bertanya “kapan Tuhan?” lalu Tuhan justru menjawab “…kamu tidak perlu tau waktu, tapi…”. Jelas dengan kata “tapi…” Yesus ingin menekankan hal yang lebih penting selain daripada soal waktu, yaitu soal “tempat”. Seperti apabila seseorang berjanji untuk bertemu dengan orang lain, pastilah ada dua hal yang disepakati yaitu waktu dan tempat. Dalam hal pertanyaan murid-murid soal waktu, justru Yesus menyebutkan tempat sebagai hal yang lebih penting, yaitu ujung bumi sebagai ujung dari pekerjaan Roh Kudus dalam mandat kesaksian kita. Seakan Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah, maka kita tidak akan menemukan janjiNya di waktu yang tepat sekalipun, karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.

Dalam kedatangan Yesus yang ke-dua (Mark 13) orang-orang pilihan akan dikumpulkan dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Dengan demikian seharusnyalah kita sebagai orang Kristen tahu dimanakah letak dari ujung bumi dan dimanakah ujung langit, karena di area tersebutlah pengumpulan orang percaya akan dikerjaan oleh para malaikat Tuhan. Orang yang berkata tempat pengumpulan itu tidaklah penting dan mereka (para malaikat) akan menjemput kita di tempat kita masing-masing adalah sebuah pemahaman yang sembrono, karena tempatnya sudah disebutkan oleh Yesus dan ditentukan dengan jelas yaitu dari ujung bumi sampai ujung langit. Sebuah area yang orang Kristen bahkan saat ini tidak tahu dimana letaknya, karena sesatnya pengetahuan dari dunia telah menyebabkan kita tersesat memahami sebuah tuntunan tempat dari Alkitab.

Inilah pentingnya kita tahu letak dari ujung bumi, karena selain tempat itu merupakan ujung dari mandat Tuhan untuk kita kerjakan yaitu kesaksian kita, juga disana telah disediakan janji pengumpulan orang percaya oleh malaikat Tuhan di saat kedatangan Tuhan, saat terjadinya pengangkatan.

Bicara panjang lebar dan ujungnya bilang tidak tahu.

Saya kasih tahu ujung bumi itu mana… Ketahuilah ujung sebuah bulatan adalah titik dimana dimulainya sebuah bulatan. Injil diberitakan dari Yerusalem dan diteruskan dari Timur ke arah Barat (Mar 16:8) sesuai dengan nubuat Zakaria 8:7 dan juga tercatat arahnya dalam Kisah Para Rasul 1:8. Sehingga berita Injil akan mengitari bumi dan kembali ke tempat dimana Injil mulai diberitakan yaitu di Yerusalem masuk melalui Timur yaitu Arabia (Yes 42:10-11). Saat Injil telah masuk ke tanah Arab, maka selanjutnya berita Injil akan kembali diberitakan diantara orang Yahudi di Yerusalem (Rom 11:25-27). Yerusalemlah adalah pusatnya bulatan bumi (Yeh 5:5, Yeh 38:12).

Silahkan dibukan Alkitabnya…

Sodara Krispus telah membuat kesimpulan yang lucu, bahasan ini adalah untuk mengingatkan orang Kristen pentingnya ujung bumi. Soal letaknya, orang Kristen dengan pimpinan Roh Kudus pasti akan mendapatinya. Pastinya orang Kristen tau ujung bumi itu dimana, karena Yesus pun tau dimana ujung bumi. Sebagai pengikut Kristus kita harus tau letak ujung bumi, karena tugas kesaksian yang dipercayakan kepada kita adalah sampai ke ujung bumi.

Dengan demikan Sodara Krispus mengasumsikan Yesus sebetulnya ingin menyebut Yerusalem sebagai ujung bumi, namun tidak secara langsung.

Saya justru menemukan ada yang aneh dengan ayat referensi sodara Krispus yang mencatut Markus 16:8.

Mark 16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Keanehan dari ayat ini adalah, ternyata bagian yang bergaris bawah tidak memiliki referensi apapun dalam versi Alkitab lain (TL, ESV, KJV, NKJV). Tentunya kalimat bergaris bawah itu sungguh lemah untuk dijadikan referensi sebuah asumsi benarnya sebuah nubuatan, kecuali mungkin Sodara Krispus dapat menerangkan kalimat dalam ayat yang bergaris bawah dalam TB tersebut bersumber dimana.

Tentang nubuatan Zakaria 8:7 jelas bahasa yang digunakan dalam TB dapat merubah makna asli dari ayat tersebut. Demikian disebut dalam bahasa Ingrisnya :

Zechariah 8:7
This is what the Lord Almighty says: “I will save my people from the countries of the east and the west.

Disana dikatakan, aku akan menyelamatkan umatKu dari negara-negara timur dan barat, jelas sebetulnya tidak merujuk kepada tempat matahari terbit ataupun terbenam. Orang Kristen pasti tau mana itu negara-negara Timur, dan mana itu negara-negara Barat.

Dengan demikian menyimpulkan injil akan mengitari bumi dan kembali ke tempat semula dari Timur ke Barat, adalah sebuah asumsi doktrin teologia dengan dasar yang lemah.

Jelas Yesus tidak menganggap Yerusalem sebagai ujung bumi yang dimaksudkanya, mengapa? Yesus tau dimana ujung bumi dan memberi petunjuk dimana
Yesus pernah menerangkan :

Mat 12:42
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Seorang ratu datang dari ujung bumi menemui Salomo, ratu ini disebut sebagai ratu dari Selatan. Jika ujung bumi yang dimaksud Yesus adalah Yerusalem, tentunya Yesus tidak perlu panjang lebar mengatakan ratu itu datang dari Yerusalem (ujung bumi) dan menemui Salomo yang istananya di Yerusalem.

Menyimpulkan Yerusalem sebagai ujung bumi adalah semata karena doktrin yang telah ada dan yang justru menjauhkan orang Kristen dari mengerti ujung bumi yang sesungguhnya. Menjauhkan orang Kristen dari mengenal kebenaran ciptaan Tuhan, menjauhkan orang Kristen dari menggenapkan tugas kesaksianya di dunia yaitu sampai ke ujung bumi.

Menyebut Yerusalem sebagai ujung bumi sekaligus pusat bumi karena bumi ini bulat adalah suatu pemahaman yang teramat dipaksakan. Alih-alih memahami isi Alkitab dan hikmat Tuhan lewat Roh Kudus, justru banyak orang yang menyelipkan hikmat dunia kedalamnya, sehingga tidak mengerti apa yang sebetulnya tertulis di Alkitab.

Tentunya orang dengan pimpinan Roh Kudus tau ujung bumi yang dimaksud Yesus.

Apa pentingnya ujung bumi utk org percaya?

Maka pertanyaan selanjutnya:
Apakah janji-Nya menjadi batal, jika lokasi ujung bumi org2 percaya itu tidak tepat?
Atau apakah janji-Nya menjadi sangat tersembunyi sehingga org2 itu tidak akan menemukannya?

Sementara itu yg hrs kuwaspadai ttg akurasi lokasi itu, ini:
“Banyak org akan datang memakai nama-Ku dan berkata:
Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak org.
Pd waktu itu jika org berkata: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana,
jangan kamu percaya, sebab mesias2 palsu dan nabi2 palsu akan muncul dan
mereka akan mengadakan tanda2 yg dahsyat dan mujizat2, sehingga
sekiranya mungkin, mereka menyesatkan org2 pilihan juga.”

Kurasa kita hrs percaya penuh kpd kuasa ROH KUDUS
Kuasa itu bukan utk mencari akurasi material ujung bumi
Melainkan utk dpt membawa kita ke tempat yg dijanjikan-Nya

Itu menurutku, Bro!

Salam Damai!

Sekarang pertanyaanya kubalik ya bro.
Jika ada 2 orang berjanji di suatu waktu dan tempat, kemudian setelah pada waktunya ternyata salah satu dari mereka tidak berada di tempat “perjanjian” yang telah ditentukan, kira-kira perjanjian itu batal atau tidak?

Dalam hal ini Nidus tidak berani, dan tidak sedang mengaku sebagai mesias. Yang Nidus kerjakan adalah mengingatkan orang Kristen tentang perintah Yesus, yaitu menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.

Kalau Nidus boleh kasih gambaran ke sorada Maren, jika semua orang kristen benar-benar melakukan perintah Yesus, kira-kira kondisinya akan seperti apa? “Perintah jadikan semua bangsa murid, jadilah saksi sampai ujung bumi”. Kira-kira jika perintah ini benar-benar dikerjakan, orang kristen kondisinya akan seperti apa?

Ini yang bisa Nidus gambarkan :
Orang kristen sebagai murid Yesus akan menjelajah bumi sampai bertemu semua bangsa, membabtis, memuridkan mereka dan terus berjalan sampai menemukan ujung bumi. Ingat bagaimana Yesus memuridkan? Yesus mengajak murid2 mengikutinya, jika kita melakukan apa yang diarahkan oleh Yesus sendiri, kira2 perjalanan kesaksian orang-orang kristen akan sampai dimana?

Justru penyesatan terhadap orang-orang pilihan sudah dan sedang terjadi, yaitu saat kita tidak lagi berhasil / sedang tersesat dalam menemukan jalan ke ujung bumi seperti yang diperintahkan Yesus. Sementara perintah Yesus jelas, pergilah, Roh Kudus akan memimpin kita menjadi saksi Yesus sampai ke ujung bumi. Dalam hal inilah Nidus berbicara yaitu supaya kita mulai kembali perjalanan kita sampai ke ujung bumi seperti perintah Yesus.

Jika ada yang beranggapan bahwa ujung bumi yang dimaksud Yesus adalah Yerusalem, maka itu adalah akibat ketersesatan orang kristen melihat dunia. Sejak orang kristen mengakui dunia ini bulat dan tidak ada ujungnya, maka mulai saat itulah mereka melakukan cocokologi sehingga membuat doktrin ujung dunia yang dimaksud sebetulnya adalah Yerusalem, yaitu untuk melakukan penyesuaian isi kitab suci terhadap hikmat dunia. Tidak begitu sodara-sodara, ujung dunia itu ada, jika tidak demikian, maka Yesus tidak akan mengatakanya sendiri dan mengarahkan kita untuk sampai ke ujung bumi.

Kuasa Roh Kudus memang bukan alat dan bukan untuk kita gunakan, tapi Roh Kudus-lah yang “memimpin”, perjanjianya adalah Roh Kudus memimpin kita menjadi saksi sampai ujung bumi.

Ok, Bro!
Kita hrs rajin bertanya sebab kita sedang belajar
Pertanyaan sebodoh apa pun perlu dilontarkan utk dipikirkan

Jika ada 2 orang berjanji di suatu waktu dan tempat, kemudian setelah pada waktunya ternyata salah satu dari mereka tidak berada di tempat “perjanjian” yang telah ditentukan, kira-kira perjanjian itu batal atau tidak?
Misalkan saja ke-2 org (pihak) itu aku dan kau, Bro.
Menurutku batal tidaknya perjanjian kita tergantung isi MOU kita
Serasa tak adil, jika janji itu batal tanpa ada pasal waktu dan tempat
Pasal waktu kita tidak tahu tepatnya, pasal tempat hanya kau yg “tepat”
Maka rasanya tidak fair, jika perjanjian batal karna ketidak tepatan tempat, Bro!

Itu sebab kutanyakan lebih lanjut dr “Apa pentingnya ujung bumi utk org percaya?”
Apakah janji-Nya menjadi batal, jika lokasi ujung bumi org percaya itu tidak tepat?
Atau janji-Nya menjadi sangat tersembunyi sehingga org itu tidak akan menemukannya?

Sebab aku ragu pd pernyataanmu ini, bw
“Yesus mengatakan bahwa jikalaupun kita tahu waktunya, tapi tempatnya salah,
maka kita tidak akan menemukan janji-Nya di waktu yang tepat sekalipun,
karena lokasi/tempatnya yang tidak tepat.”

Dalam hal ini Nidus tidak berani, dan tidak sedang mengaku sebagai mesias.
Kita hrs lega mengakui pernyaataan para nabi, bw sesungguhnya, bangsa2 itu
Adalah spt setitik air dlm timba dan dianggap spt sebutir debu pada neraca.
Ia memandang sampai ke ujung2 bumi, melihat segala yg ada di kolong langit.
Dgn demikian tidak perlu ada kekhawatiran kita akan akurasi material ujung bumi

Yang Nidus kerjakan adalah mengingatkan orang Kristen tentang perintah Yesus,
yaitu menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.
Yah! Jadilah saksi-Nya, bukan carilah ujung bumi yg tepat dan akurat
Kini pun kita bisa dianggap sedang menjadi saksi-Nya via dunia maya ini
Pertanyakan juga kpd mereka yg bersaksi dr atas kursi roda atau cacat yg lain

Nanti2 di mana kita mendapat perhentian, di situlah ujung bumi kita yg tepat
Mungkin ujung itu di tengah hutan atau desa yg belum tersentuh oleh dunia
Mungkin saja di tengah kota atau di kolong jembatan yg kumuh terpinggirkan
Rasanya hrs segampang itu ujung bumi dan tak mengancam pembatalan janji

Kalau Nidus boleh kasih gambaran ke sorada Maren, jika semua orang Kristen benar-benar melakukan perintah Yesus, kira-kira kondisinya akan seperti apa? “Perintah jadikan semua bangsa murid, jadilah saksi sampai ujung bumi”. Kira-kira jika perintah ini benar-benar dikerjakan, orang Kristen kondisinya akan seperti apa?
Ini yang bisa Nidus gambarkan :
Orang Kristen sebagai murid Yesus akan menjelajah bumi sampai bertemu semua bangsa, membabtis, memuridkan mereka dan terus berjalan sampai menemukan ujung bumi. Ingat bagaimana Yesus memuridkan? Yesus mengajak murid2 mengikutinya, jika kita melakukan apa yang diarahkan oleh Yesus sendiri, kira2 perjalanan kesaksian orang-orang Kristen akan sampai dimana?

Mungkin,
Gambaran itu bisa juga spt apa yg hrs dibayangkan ketika kita berdoa:
“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi spt di sorga…”
Artinya, semua terpulihkan spt sedia kala sebelum kita berdosa

(bersambung)

(sambungan)

Justru penyesatan terhadap orang-orang pilihan sudah dan sedang terjadi,
yaitu saat kita tidak lagi berhasil/sedang tersesat dalam menemukan jalan ke ujung bumi seperti yang diperintahkan Yesus.
Kurasa kita akan tersesat jika masih berusaha mencari atau “menemukan jalan”
Sebab telah tegas dikatakan oleh Yesus: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup …”
Maka jangan percaya jika org berkata: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana …
Sebab mesias2 dan nabi2 palsu akan muncul dan akan mengadakan mujizat2 yg dahsyat

Sementara perintah Yesus jelas, pergilah, ROH KUDUS akan memimpin kita menjadi saksi Yesus sampai ke ujung bumi. Dalam hal inilah Nidus berbicara yaitu supaya kita mulai kembali perjalanan kita sampai ke ujung bumi seperti perintah Yesus.
Dpt dipastikan, jika ROH KUDUS yg memimpin, pastilah sampai
Bahkan akan sampai ke tempat yg sedang disediakan-Nya kini

Jika ada yang beranggapan bahwa ujung bumi yang dimaksud Yesus adalah Yerusalem, maka itu adalah akibat ketersesatan orang Kristen melihat dunia. Sejak orang Kristen mengakui dunia ini bulat dan tidak ada ujungnya, maka mulai saat itulah mereka melakukan cocokologi sehingga membuat doktrin ujung dunia yg dimaksud sebetulnya adalah Yerusalem, yaitu utk melakukan penyesuaian isi kitab suci terhadap hikmat dunia. Tidak begitu sodara-sodara, ujung dunia itu ada, jika tidak demikian, maka Yesus tidak akan mengatakanya sendiri dan mengarahkan kita utk sampai ke ujung bumi.

Yg sedang kita diskusikan itu bumi bukan dunia, Bro
Dan kata majemuk “ujung dunia” tidak ada dlm Alkitab
Kata “ujung bumi” ada 40-an di PL, mengacu tempat yg jauh

Bagiku:
Bumi itu bagai benua bawah
Dunia itu bagai benua tengah
Dan langit itu bagai benua atas

Hikmat duniawi tidak cukup utk menjadi referensi utk yg rohani.
Kurasa Yesus tidak bermaksud membuat teka-teki rohani ttg tempat di ujung bumi
Dan tdk sedang menuntut akurasi pencariannya, dan tdk menjadi prasyarat perjanjian-Nya
Kata Yesus kpd murid2-Nya: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Kuasa ROH KUDUS memang bukan alat dan bukan untuk kita gunakan,
Lalu utk apa kita memohon ROH KUDUS, jika bukan utk digunakan, Bro!
Dgn perkataan lain, apa guna Allah bagi kita dan apa guna kita bagi Allah?
Roh-lah yg memberikan iman, dan iman yg akan membenarkan kita dan iman itu yg menyelamatkan
Kita sudah tahu kedahsyatan iman walau hanya sebesar biji sesawi jika sungguh kita menggunakannya

tapi ROH KUDUS-lah yang “memimpin”, perjanjianya adalah ROH KUDUS memimpin kita menjadi saksi sampai ujung bumi.
Ya! ROH KUDUS-lah yg memimpin kita kpd seluruh kebenaran
Dgn demikian kita tidak usah cemas akan pembatalah janji-Nya
Jika bukan ROH KUDUS yg memimpin sudah pasti kita akan sesat
Itu pendapatku, Bro!

Salam Damai!

Lho… MOU Tuhan buat kita itu jelas lho, Roh Kudus akan memimpin kita menjadi saksi sampai ke ujung bumi.
Kurang jelas apa dengan tempat yang dimaksud dalam MOU coba? bukankah tertulis disana sampai ke ujung bumi.

-Pentingnya supaya orang Kristen dapat mencapai lokasi sesuai MOU kita dengan Tuhan.
-Bukankah kalau tidak tepat berarti tidak akan sampai dan tidak memenuhi MOU.
-Tidak ada yang tersembunyi bagi orang percaya, tertulis dengan tegas di Alkitab kok.

Israel pernah menerima janji tanah Kanaan, apakah mereka akan menerimanya jika tetap di Mesir?
Janji pengangkatan Tuhan adalah dari ujung bumi sampai ke ujung langit :
Markus 13:27
Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.

Tiga hal yang disebut diatas lokasi / tempat adalah :

  1. penjuru bumi (lihat Wahyu 7 : 1) dan lihatlah konsep apa itu penjuru, dimana letaknya.
  2. ujung bumi - tempat awal
  3. ujung langit - tempat akhir

Kita bisa merenungkan, penjuru bumi itu bisajadi 2 hal, pertama tempat dimana malaikat akan keluar, atau bisajadi juga hal kedua, yaitu tempat orang pilihan akan berkumpul. Tapi juga disana ditegaskan lagi “dari ujung bumi sampai ke ujung langit”, apakah ini menunjukan sebuah “bentangan” area yang diberikan kepada malaikat untuk pengumpulan orang pilihan, ataukah ini menunjukan proses pengumpulan orang pilihan dari ujung bumi kemudian akan dibawa oleh malaikat menuju ke ujung langit. Yang jelas ujung bumi ini adalah tempat dimana seharusnya orang pilihan berada pada waktu tersebut dan ini sejalan dengan MOU yang Yesus berikan, yaitu Roh kudus akan membimbing kita menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Inilah pentingnya ujung bumi yaitu berhubungan erat dengan proses janji pengangkatan dan MOU Tuhan Yesus kepada orang pilihanNya.

Kita seharusnya tidak menterjemahkan ujung bumi sesuka kita sendiri, karena Yesus pernah memberikan petunjuk dimana itu ujung bumi.
Lukas 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Jelas Yesus memberikan petunjuk jika sodara dapat menemukanya, tempat darimana ratu ini datang adalah ujung bumi. Jadi jangan kita menterjemahkan ujung bumi sesuai pengetahuan dunia kita / dari hikmat dunia, tapi dengarkanlah apa kata Yesus.

Yesus sebagai jalan, telah menunjukan jalanNya, yaitu memberikan Roh Kudus Nya untuk supaya kita menjadi saksi Nya sampai ke ujung bumi seperti yang dimaksud Yesus (ujung bumi menurut Yesus). Tergantung kita sekarang, jalan itu mau ditapaki atau tidak, karena jalan itu adalah sesuatu hal yang harus dilalui (dijalani).

Tepat sekali, Alkitab hanya mengatakan tentang ujung bumi, sementara hikmat dunia mengatakan bahwa dunia ini tidak berujung, maka maksud Nidus adalah dunia tempat kita hidup ini sebetulnya ada ujungnya seperti yang tertulis Alkitab yaitu ujung bumi dan perlu juga ditegaskan bahwa tempat itu bukan Yerusalem karena Alkitab jelas memberikan petunjuk.

Tentunya tidak ada teka-teki jika orang Kristen merenungkan Firman Tuhan siang dan malam seperti arahanNya dan yang Nidus sampaikan di sini adalah hasil dari perenungan tersebut.

Roh kudus sangat berguna bagi kita dan sangat penting, karena Dia memimpin, tapi bukan untuk kita gunakan, mengerti perbedaanya?
Memimpin itu berarti kita yang mengikut Roh Kudus, bukan kemudian Roh Kudus digunakan untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Tentunya dalam sebuah perjanjian, haruslah kita pahami betul MOU nya, jangan sampai sembarangan.
Roh Kudus yang Tuhan janjikan yaitu untuk memimpin kita menjadi saksi sampai ke ujung bumi.
Tentunya orang dengan Roh Kudus akan sampai ke ujung bumi jika kita mendengarkan pimpinanNya.

Janji Tuhan tidak akan batal, justru akan dilaksanakan dengan tepat, namun jika salah satu pihak tidak memenuhi isi MOU maka jelas itu bukan pihak Tuhan yang membatalkanya.

Disini Nidus berharap semua orang kristen yang membaca ini kemudian mengerti isi perjanjian Tuhan dengan kita, dan tujuan Tuhan mengarahkan kita ke ujung bumi oleh Roh Kudus (Kis 1:8), yaitu adalah supaya kita mendapatkan pengangkatan seperti yang telah dijanjikanNya (Mark 13:27).

El Shaddai

Jika tdk ada tempat di kolong langit ini utk bersembunyi agar tdk kelihatan
Apakah hrs ada tempat di ujung bumi itu utk bersaksi agar kelihatan? Kupikir:
Allah memandang sampai ke ujung2 bumi, melihat segala yg ada di kolong langit.

Kasihanlah org yg telah menjadi saksi-Nya
Tapi dianggap tdk sampai ke ujung bumi yg dimaksud
Apakah org itu menjadi luput dr pandangan Allah, lalu batal janji-Nya?

Gimana, Bro! Tidak adakah jalan keluar utk org itu?
Sorry! Aku hrs rajin bertanya dulu utk merenung.
Sebab kebenaran selalu nge-link

Salam Damai!

Spekulasi ttg tepatnya hari Tuhan sudah banyak dilakukan org2 keblinger
Spekulasi ttg tepatnya tempat di ujung bumi atau di ujung langit belum banyak
Kurasa masih banyak hal lain yg lebih penting utk kita pikirkan dr perkataan2-Nya
Sebab perkataan2 yg dikatakan-Nya adalah roh dan hidup

[i]Sekalipun org2 yg terhalau dr pd-mu ada di ujung langit, dr sanapun TUHAN, Allahmu,
akan mengumpulkan engkau kembali dan dr sanapun Ia akan mengambil engkau. [Ul 30:4]

“Ayo! Ayo! Larilah dari tanah Utara,” demikianlah Firman Tuhan.
“Sebab, Aku telah menceraiberaikan kamu ke arah empat mata angin,”
demikianlah Firman Tuhan. [Zak 2:6]

Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: [Mrk 13:21]
Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
(Kata “Lihat” itu mengindikasikan waktu dan tempat yg “tepat” buat org2 yg gelisah)

Jadi, ttg kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dgn Dia kami minta kpd-mu, sdr2, spy kamu jgn lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat dikatakan dr kami, se-olah2 hari Tuhan telah tiba. Jgn-lah kamu memberi dirimu disesatkan org dgn cara yg bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yg harus binasa, yaitu lawan yg meninggikan diri di atas segala yg disebut atau yg disembah sbg Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sbg Allah. [2Tes 2:1-4][/i]

Salam Damai!

oh…
jadi jangkauan kekuasaan tuhan cuma sampai di ujung bumi aja ya?

astronot yg lagi kerja di Interantional space station gimana? masih dalam jangkauan kekuasaan tuhan apa enggak?
nanti kalo kita bikin koloni di bulan atau mars gimana… masih terjangkau firman tuhan atau enggak?

Pertanyaan sodara bisa dibandingkan dengan pertanyaan berikut:
Jika Tuhan bisa menyelamatkan manusia hanya dengan berfirman saja, kenapa Yesus harus menderita dan mati di kayu salib?
Ini bukan soal susah atau tidak bagi Tuhan, bukan soal bisa atau tidak Tuhan melakukanya, namun soal ketaatan, kesetiaan, kerelaan akan kebenaran. Karena Yesus pun melakukanya atas kehendak Bapa dan jawabanya adalah jelas untuk menunjukan ketaatan, kesetiaan, kerelaan sampai akhir.

Jika sebuah perusahaan dimana kita bekerja membiayai kita untuk berangkat dari Jakarta, Bandung, Semarang sampai ke Surabaya demi sebuah pekerjaan, maka seharusnyalah kita sampai ke Surabaya sesuai ketentuan. Kecuali kita tidak mengerti dimana Surabaya, atau bahkan malah tersesat dan kemudian menyimpulkan bahwa semua tempat bisa kita anggap sebagai Surabaya.

Lebih kasihan adalah orang-orang yang ingin setia menjadi saksiNya, namun dirinya tidak mengerti bahwa kesaksianya harus sampai ke ujung bumi. Keharusan disini bukan soal keselamatan yang telah kita terima, tapi bagaimana orang percaya mengisi keselamatanya dengan hal sorgawi. Apabila orang sudah meninggal sebelum sampai ke ujung bumi adalah hal lain, karena mereka tidak mengerti akan kebenaran ujung bumi sampai di hari kematianya. Namun mereka yang telah mati di dalam Tuhan akan tetap dibangkitkan di hari akhir, ujung bumi adalah untuk mereka yang masih hidup dan mengambil bagian dalam pengangkatan pada hari itu tanpa mati dahulu.

Jalan keluar dari apa? bukankah Yesus sudah menunjukanya, “Roh Kudus akan membuat kita menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi”. Berbahagialah orang yang didapatiNya setia sampai akhir (entah kita mati dalam perjalanan, atau telah sampai di ujung bumi). Hidup ini adalah perjalanan, Yesus adalah jalan dan jalan itu adalah sesuatu untuk dilalui. Jika tau jalan tapi tidak dilalui, apakah kita akan sampai kepada tempat yang kita tuju?

Yesus pernah berkata saat ditanya oleh orang “Dimana, Tuhan?”" Dan Yesus menjawab “Dimana ada mayat, disitu berkerumun burung nazar”. Kata “dimana” menunjukan suatu pertanyaan tempat, tetapi sepertinya jawaban Yesus tidak berkaitan dengan tempat. Burung Nazar jelas adalah burung yang tertarik akan adanya mayat, lalu jika seandainya orang percaya adalah burung nazar, apakah yang begitu menarik orang percaya untuk datang?

“Mayat” mendorong burung nazar untuk datang, juga bagi orang percaya yang mendorong untuk datang adalah “kehendak Tuhan”. Semua orang percaya pastilah hatinya untuk “kehendak Tuhan”, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu. Apa kehendak Tuhan sebelum Ia terangkat ke Sorga? Jadikan semua banggsa murid, Roh Kudus akan memimpin kita sampai ke ujung bumi. Yesus telah menyelesaikan kehendak Bapa di bumi, maka kita seharusnya menyelesaikan kehendak Yesus, yaitu hidup dalam pimpinan Roh Kudus dan menjadi saksi sampai ke ujung bumi.

Terlepas dari semua spekulasi yang dibuat manusia, Alkitab berkata bahwa ujung bumi dan ujung langit itu ada. Kenapa orang percaya sekalipun tidak dapat menemukan dimana ujung bumi dan ujung langit? adalah karena hikmat dunia memberikan pengertian lain tentang langit dan bumi, yang tidak sejalan dengan isi Alkitab. Sehingga sekarang orang percaya sekalipun tidak mengerti tentang apa yang tertulis di Alkitab perihal langit dan bumi. Itulah kenapa ini penting, yaitu karena orang percayapun tengah melakukan spekulasi isi Alkitab menggunakan hikmat dunia, sedangkan Alkitab menulis soal ujung bumi menurut hikmat Tuhan, lalu hikmat dunia berkata semua tempat di bumi ini adalah ujung karena setiap sisi bola adalah ujung bola. Dengan demikian pengertian dalam Alkitab dicemari oleh hikmat dunia dan orang percaya yang membacanya menjadi tersesat dalam mengerti ujung bumi. Ini bukan bertujuan menunjukan mesias ada dimana, tapi ujung bumi supaya kesaksian kita lewat pimpinan Roh Kudus bisa kita tuntaskan, karena tempat tertuntaskanya ayat ini adalah di ujung bumi (Kis 1:8).

Kita sebagai orang Kristen seharusnya memahami Alkitab berdasarkan konteks kejadian yang tertulis disana dan tidak sekedar mengambil 1-2 ayat dalam sebuah konteks sebagai penerangan konteks lainya. Inilah kenapa banyak orang justru terkacaukan dalam memahami isi Alkitab, karena kadang konteks tentang waktu-waktu kembalinya Israel ke tanah Kanaan-pun dimasukan kedalam konteks waktu kedatangan Tuhan. Ayat dalam Ulangan dan Zakharia yang sodara Maren catut adalah soal kembalinya Israel ke tanah kanaan, bukan merupakan satu konteks dengan kedatangan Tuhan di Markus 13. Ujian Israel di tanah kanaan belum selesai, karena setelah ujian ketaatan dalam penderitaan dan kesukaran (Mesir-padang gurun), Tuhan menempatkan Israel di kanaan untuk sebuah ujian ketaatan dalam kemakmuran, itulah kenapa mereka dikembalikan ke tanah Kanaan, karena mereka belum lulus ujian kemakmuran dimana mereka harus menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Namun bagaimanapun juga telah ada orang-orang pilihan yang juga telah dicangkokan dari luar Israel kedalam perjanjian Abraham dan menggenapkannya untuk mejadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Berkat bagi bangsa-bangsa itu sudah dan sedang digenapi, sebagai penggenapan janji terhadap Abraham tentang menjadi berkat untuk segala bangsa. Maka seharusnyalah kesaksian kita juga tergenapi, yaitu melalui pimpinan Roh Kudus sampai ke ujung bumi. Sementara orang yang tersesat adalah orang yang tidak mendapati jalan ke tujuanya, atau berputar-putar tidak sampai ke tujuanya, bahkan mungkin malah tidak tahu tujuanya kemana. Jelas tujuan orang percaya dipanggil adalah supaya menjadi saksiNya dan dengan pimpinan Roh Kudus sampai ke ujung bumi. Jika orang pilihan tidak tahu dimana dan arah tujuanya, maka jelas orang tersebut sedang tersesat. Ujung bumi adalah tujuan akhir penggenapan kesaksian orang pilihan dengan pimpinan Roh Kudus, maka setiap orang pilihan pasti berusaha menggenapkan kehendak Tuhan yaitu dengan bersaksi sampai ke ujung bumi dan bukan berputar-putar dalam urusan dunia apalagi mencari kemakmuran harta dunia.

Luar angkasa adalah hikmat dunia yang menarik manusia menjauh dari hikmat Tuhan, padahal hikmat dunia adalah kebodohan bagi Tuhan. Jika kita di pihak Tuhan, maka kita akan tau bahwa hal-hal itu (luar angkasa) hanyalah kebodohan. Mereka yang dalam pimpinan Roh Kudus pasti dimerdekakan dari dusta iblis yang ada dalam hikmat dunia dengan mengetahui kebenaran dan pasti dimpimpin kepada seluruh kebenaran, karena fungsi Roh Kebenaran adalah juga memimpin kepada seluruh kebenaran.

Soal nanti koloni di bulan dan mars, tentu adalah hanya lelucon belaka, sampai langit dan bumi lenyap tidak akan pernah ada. Dan bulan itu tempatnya adalah di langit menurut Alkitab dan bukan di luar angakasa. Bulan diciptakan untuk bumi dan dia ada di langit yang diatas bumi, kita harus tahu bahwa luar angkasa adalah kebodohan bagi mereka yang mengerti kebenaran.

Apakah astronot itu bisa sampai ke Sorga Tuhan? untuk itu tanyalah mereka (astronot) saat mereka di luar angkasa (International Fake Station), “tunjukanlah kepada kami mana itu atas dan bawah?” jika mereka bisa menunjukanya, maka mereka mungkin akan bisa ke Sorga, karena sorga itu adanya di atas bumi. Sementara di luar angkasa apabila kamu tidak bisa menunjukan mana atas dan bawah, bagaimana kamu bisa sampai ke Sorga yang jelas diterangkan Alkitab ada di atas bumi?

Spekulasi itu ada, ujung bumi dan ujung langit ada
Kurasa ujung2 itu ada banyak, plural, spt spekulasi juga, Bro.
Jika akurasi tempat itu faktor penentu keselamatan, maka hrs tak berspekulasi
Mis, Yakinkan saja pangkalnya, maka “on the track” menuju (bukan mencari) ujungnya,

Kenapa orang percaya sekalipun tidak dapat menemukan dimana ujung bumi dan ujung langit?
Apa mungkin karena ujungnya ada banyak
Atau mungkin karena tidak tahu pangkalnya
Atau pangkalnya itu adalah ujung bumi juga?

Bisa apa maksudnya ini?:
Dr ujung bumi ke ujung bumi
Dr ujung langit ke ujung langit
Dr ujung bumi ke ujung langit

Ada juga istilah ujung2 bumi dan kolong langit
Pengertianku itu adalah tempat yg kasat-mata tapi tak terhingga
Atau apakah istilah ujung bumi dan ujung langit PL beda dgn PB, Bro?

adalah karena hikmat dunia memberikan pengertian lain tentang langit dan bumi, yang tidak sejalan dengan isi Alkitab. Sehingga sekarang orang percaya sekalipun tidak mengerti tentang apa yang tertulis di Alkitab perihal langit dan bumi. Itulah kenapa ini penting, yaitu karena orang percayapun tengah melakukan spekulasi isi Alkitab menggunakan hikmat dunia, sedangkan Alkitab menulis soal ujung bumi menurut hikmat Tuhan, lalu hikmat dunia berkata semua tempat di bumi ini adalah ujung karena setiap sisi bola adalah ujung bola. Dengan demikian pengertian dalam Alkitab dicemari oleh hikmat dunia dan orang percaya yang membacanya menjadi tersesat dalam mengerti ujung bumi. Ini bukan bertujuan menunjukan mesias ada dimana, tapi ujung bumi supaya kesaksian kita lewat pimpinan ROH KUDUS bisa kita tuntaskan, karena tempat tertuntaskanya ayat ini adalah di ujung bumi (Kis 1:8).

Jika presisi tempat itu faktor keselamatan, maka itu penting
Jelaskanlah dulu, Bro, menurut pengetahuanmu seturut Alkitab
Bedakah istilah ujung bumi dan ujung langit menurut PL dan PB?

Dan apakah ujung2 itu singular atau plural dan tanpa ada pangkal,
Mungkin pangkalnya adalah pd ttk “o”, origin (si observer/org itu)

Atau jika ujung langit itu ada di atas maka ujung bumi di bawah
Itu ibarat grs sumbu 'z", yg ditarik dr ttk nadir ke ttk zenith

Kita sebagai orang Kristen seharusnya memahami Alkitab berdasarkan konteks kejadian yang tertulis disana dan tidak sekedar mengambil 1-2 ayat dalam sebuah konteks sebagai penerangan konteks lainya. Inilah kenapa banyak orang justru terkacaukan dalam memahami isi Alkitab, karena kadang konteks tentang waktu-waktu kembalinya Israel ke tanah Kanaan-pun dimasukan kedalam konteks waktu kedatangan Tuhan. Ayat dalam Ulangan dan Zakharia yang sodara Maren catut adalah soal kembalinya Israel ke tanah kanaan, bukan merupakan satu konteks dengan kedatangan Tuhan di Markus 13. Ujian Israel di tanah kanaan belum selesai, karena setelah ujian ketaatan dalam penderitaan dan kesukaran (Mesir-padang gurun), Tuhan menempatkan Israel di kanaan untuk sebuah ujian ketaatan dalam kemakmuran, itulah kenapa mereka dikembalikan ke tanah Kanaan, karena mereka belum lulus ujian kemakmuran dimana mereka harus menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Namun bagaimanapun juga telah ada orang-orang pilihan yang juga telah dicangkokan dari luar Israel kedalam perjanjian Abraham dan menggenapkannya untuk mejadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Catutan itu contoh, yg lain ada di Samuel, Ayub, Amsal, Mazmur dll
Dlm PL ada 43 ayat yg menggunakan istilah itu, dlm PB ada 7, ttl 50 ayat
Belum lagi istilah “kolong langit” ada banyak juga di dlm PL dan ada di PB

Semua ada dlm pengamatan Allah, tak satu pun yg bisa luput tersembunyi dr kuasanya
Artinya, jangan takut kemanapun kita pergi, ke ujung bumi, ke ujung langit sekali pun
Maka komen @cadangdata pun hrs disemangati kemungkinannnya dan jangan takut

Rasaku ke-50 ayat itu utk keras menekankan, percayalah: hanya Allah Abraham yg benar kuasa-Nya dan benar kasih-Nya dan keselamatan tidak ada di dlm siapapun juga selain di dlm Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yg diberikan kpd manusia yg olehnya kita dpt diselamatkan."

(bersambung)

(sambungan)

Berkat bagi bangsa-bangsa itu sudah dan sedang digenapi, sebagai penggenapan janji terhadap Abraham tentang menjadi berkat untuk segala bangsa. Maka seharusnyalah kesaksian kita juga tergenapi, yaitu melalui pimpinan ROH KUDUS sampai ke ujung bumi. Sementara orang yang tersesat adalah orang yang tidak mendapati jalan ke tujuanya (ke ujung bumi), atau berputar-putar tidak sampai ke tujuanya (ujung bumi), bahkan mungkin malah tidak tahu tujuanya kemana(ujung bumi itu).

Bagai mana dgn org yg hanya tahu Yesus adalah jalan
Ia telah menyangkal diri dan sedang memikul salibnya
Tapi belum mengerti mana jalan ke ujung bumi
Tiba2 istilahnya mati martir di tengah jalan
Kurasa di siitulah ujung buminya, Bro!

Jelas tujuan orang percaya dipanggil adalah supaya menjadi saksiNya dan dengan pimpinan ROH KUDUS sampai ke ujung bumi.
Ini sudah kita diskusikan sebelumnya, bw
Bw kesaksian org itu hrs sampai ke ke ujung bumi
Jika tdk pas demikian, maka perjanjian-Nya batal

Jika orang pilihan tidak tahu dimana dan arah tujuanya, maka jelas orang tersebut sedang tersesat. Ujung bumi adalah tujuan akhir penggenapan kesaksian orang pilihan dengan pimpinan ROH KUDUS, maka setiap orang pilihan pasti berusaha menggenapkan kehendak Tuhan yaitu dengan bersaksi sampai ke ujung bumi dan bukan berputar-putar dalam urusan dunia apalagi mencari kemakmuran harta dunia.

Jadi hanya yg bersaksi ke ujung bumi yg mendapatkan
Yg tidak sampai tidak mendapat, walau kesaksiannya banyak
Oleh sebab itu ujung bumi menjadi faktor penentu keselamatan org?

Salam Damai!

Sepertinya sodara Maren salah tangkap bahwa ujung bumi adalah penentu keselamatan, maka seharusnya sodara bisa membaca lagi post #13 diatas.
Namun Nidus tegaskan lagi disini bahwa ujung bumi bukan faktor penentu mendapat keselamatan oleh Yesus Kristus. Justru orang yang telah diselamatkanlah yang mewarisi mandat untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi, kalau belum selamat bagaimana bisa menerima Roh kudus dan bersaksi sampai ke ujung bumi? Jadi keselamatan itu diterima dulu, baru bersaksi sampai ke ujung bumi. Ke ujung bumi bukan untuk diselamatkan, tapi menuntaskan mandat Yesus Kristus dalam ketaatan, kesetiaan, kerelaan.

Jika sodara Maren bingung soal sebuah kata yang tertulis di Alkitab cobalah untuk merunutnya ke bahasa Inggris atau ke bahasa aslinya (Ibrani / Yunani). Bisa memakai Bible Hub juga untuk mencari kata dasar yang ingin diselidiki dan juga tentunya yang terpenting fungsikanlah Roh Kudus untuk memberikan pengertian.

Sekali lagi ujung bumi bukan untuk mendapatkan keselamatan, tapi untuk menggenapkan mandat Yesus menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi.
Adalah baik jika sodara Maren selalu mencoba memvisualkan apa yang tertulis dalam Alkitab, tentang kejadian, kondisi, situasi, waktu, dan tempatnya saat saudara membaca Alkitab, itu akan sangat membantu pemahaman. Saran saya berhentilah memvisualisasikan isi Alkitab berdasarkan hikmat dunia namun ijinkanlah Roh Kudus memimpin sodara kepada seluruh kebenaran.

Karena sodara Maren memunculkan istilah kolong langit, maka coba lihatlah kolong meja sebagai perbandingan. Jika dikatakan ujung langit, maka coba lihatlah ujung meja, tentang ujung dari kolong langit? lihatlah ujung dari kolong meja. Apabila dituliskan Tuhan membentang langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman (Yes 40), maka lihatlah kemah karena kata “seperti” berarti seperti, pelajarilah kondisi kain yang membentuk kemah. Saya meyakini bahwa kemah tidak berbentuk serupa bulatan (cari kata aslinya tentang kata bulatan - yes 40), kalau kemah melingkar mungkin iya. Jika hikmat dunia mengajarkan bahwa langit itu tidak seperti kemah, maka itu pilihan sodara untuk berpegang kepada Alkitab dan hikmat Tuhan atau kepada hikmat manusia soal melihat langit.

Kalau orang sudah bertobat, menerima Yesus, menyangkal diri, memikul salib, ia sudah selamat, saat ia mati maka ia tetap selamat. Saat ia belum mencapai ujung bumi, berarti memang mungkin bukan bagianya untuk menyelesaikan mandat Tuhan sampai ujung bumi. Atau mungkin Roh Kudus belum menyingkapkan kepadanya tentang “seluruh kebenaran”, beda saat Roh Kudus telah menyingkapkan tapi ia memilih untuk tidak taat, tidak setia, tidak memakai kasut kerelaanya, maka itu hal lain yang diperhitungkan Tuhan. Nidus tidak akan memberikan penghakiman soal hal demikian, karena itu adalah hak Tuhan. Ada orang yang tidak sampai karena terhambat, ada orang yang memilih untuk tidak mau pergi, ada banyak alasan kenapa orang tidak sampai tujuan, salah satunya tersesat di jalan. Orang percaya bisa saja tersesat saat dirinya tidak mengijinkan Roh Kudus memimpin, ibarat orang punya GPS map yang setiap kali memimbingnya, tapi ia memilih mengambil jalan berbelok tidak sesuai dengan arahan, maka jelas tersesatlah ia. Kecuali ia mendengarkan lagi apa kata “Pimpinan”, maka ia bisa kembali lagi ke jalan yang seharusnya ia tempuh.

Tentunya orang akan dihambat untuk sampai ke ujung bumi, itu kenyataan jika sodara tahu ujung bumi dimana, bagaimana dunia mengatur hal ini. Bisajadi kita akan dibunuh supaya tidak sampai dan mungkin juga bahkan tidak akan ada yang tau dimana mayat mereka yang dibunuh karena mencoba sampai ke ujung bumi. Itulah kenapa Nidus tiba-tiba berbicara martir, karena jalan menuju ujung bumi sekarang ini ditutup oleh para “penguasa dunia” yang jahat ini.

Perjanjian Tuhan tetap dan tidak batal, saat Tuhan berkata kepada Abraham “Pergilah dari negrimu…”, lalu juga dikatakan semua kaum di bumi akan mendapat berkat, apakah saat Abraham masih hidup semua itu sudah digenapi? tidak, bahkan disaat hidup di dunia ia tidak menyaksikanya tergenapi bahwa semua kaum mendapat berkat, namun janji Tuhan tidak batal bahkan setelah kematiannya. Tapi bukankah Abraham taat, dan setia dengan pimpinan Tuhan saat Tuhan menyuruhnya pergi dari negrinya?

Sudah beberapa kali Nidus jelaskan diatas, ujung bumi bukan faktor penentu keselamatan orang, tetapi justru orang yang sudah memperoleh keselamatan-lah yang bisa mendapat pimpinan Roh Kudus sampai ke ujung bumi untuk menggenapkan mandat Yesus.