Penulisan Alkitab......

para bapak2, ibu2, tante2, om2,…kakak2, adik2…dan teman2…tolong ya kalo ada yang tau saat penulisan alitab/Penafsiran Penulisan Alkitab Perjanjian Lama & Baru…

Thanks untuk bantuannya… :afro:

Sis zippy… maaf saya belum tahu maksudnya… terutama yang dibold…

kalo mengenai sejarah penulisan bisa dibaca dalam beberapa artikel disini sudah ada…

thx

Maksud kamu sejarah Kanonisasi Alkitab ya Zippy ?

Kitab perjanjian Lama sudah selesai ditulis antara 1445-420 SM, dan diakui serta digunakan secara luas sejak jaman Tuhan Yesus; Perjanjian Baru ditulis sekitar th 40-100 masehi.

Bagian terbesar dalam Perjanjian Baru adalah 13 surat Paulus untuk gereja-gereja muda dan beberapa individu. Surat-surat Paulus, yang ditulis sekitar pertengahan tahun 40 hingga pertengahan tahun 60 (12-33 tahun setelah Kristus) merupakan tulisan-tulisan pertama tentang kehidupan dan pengajaran Yesus. Will Durant menulis tentang pentingnya tulisan-tulisan Paulus dari segi sejarah, "Bukti Kristen tentang Kristus dimulai dari surat-surat yang ditulis oleh Rasul Paulus.

Kelompok Jesus Seminar berpendapat bahwa Injil ditulis paling awal tahun 130 hingga 150 oleh penulis yang tidak diketahui, jika hal tersebut benar, maka ada kira-kira 100 tahun setelah kematian Yesus (oleh sejarawan diperkirakan antara tahun 30-33). Namun hampir semua sejarawan Kristen lainnya telah mencapai konsensus bahwa Injil ditulis oleh para rasul pada abad pertama. Tiga bukti kuat mengenai hal tersebut adalah:

Pertama
Dokumen-dokumen ajaran sesat seperti pengikut Marsion dan Valentinus yang mengutip dari Perjanjian Baru.

Kedua
Dokumen-dokumen yang ditulis oleh sumber sejarah mulal-mula, seperti Klementinus dari Roma, Ignatius, dan Polikarpus.
fragmen Injil yang ditemukan dan dengan penanggalan-karbon diperkirakan berasal dari paling akhir tahun 117
Arkeologis Alkitab William Albright menyimpulkan bahwa keseluruhan Perjanjian Baru ditulis “sangat mungkin antara tahun 50 M dan 75 M”, sementara skeptis John A. T. Robinson bahkan memberikan tanggal yang lebih awal daripada kaum konservatif, yaitu sekitar tahun 40 dan 65. Jika benar bahwa Perjanjian Baru ditulis pada pertengahan hingga akhir abad pertama, maka para rasul yang pada saat itu masih hidup dapat membuktikan kebenarannya dan segala kesalahan sejarah akan segera tampak baik oleh para saksi mata maupun penentang orang Kristen.

Ketiga
Tulisan asli para rasul disimpan secara seksama oleh para gereja, namun penyimpanan yang paling seksama pun tidak dapat bertahan terhadap pendudukan Romawi, perjalanan waktu selama 2000 tahun, dan proses disintegrasi. Saat ini tidak ada yang tersisa dari tulisan-tulisan asli tersebut. Manuskrip asli semuanya hilang, meskipun para ahli masih berharap suatu ketika kejadian Gulungan Laut Mati terulang kembali. Namun tidak hanya Alkitab yang bernasib demikian; tidak ada dokumen asli lainnya dari jaman kuno yang selamat hingga saat ini. Para sejarawan tidak terganggu dengan hal tersebut asalkan mereka memiliki salinan yang dapat dipercayai.

Keempat
Pada awal sejarah kekristenan, jumlah gereja yang semakin bertambah menghasilkan semakin banyak salinan yang ditulis di bawah pengawasan ketat oleh para pemimpin gereja. Mengikuti tradisi Yahudi dalam menyalin Perjanjian Lama, setiap kata dengan hati-hati disalin dan apabila ada satu kata yang salah maka seluruh perkamen atau papirus tersebut harus dimusnahkan. Jadi sekarang ini para ahli dapat mempelajari tulisan asli para rasul dari salinan dari salinan yang disalin dengan hati-hati, untuk menentukan keotentisitasan sehingga tiba pada sebuah perkiraan yang sangat dekat dengan dokumen aslinya.

Tes yang digunakan untuk menentukan keabsahan salinan yang selamat antara lain:

Tes bibliografis.
Tes ini membandingkan dengan dokumen kuno lain dari periode yang sama. Yang dibandingkan adalah jumlah salinan yang eksis saat ini, jarak waktu antara tulisan asli dan salinan paling awal yang selamat, dan perbandingan sejarah dengan dokumen kuno yang lain. Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan, dan jika dihitung dalam bahasa-bahasa lain, jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat. Selain itu selisih waktu tulisan asli dan salinan paling awal juga tidak begitu jauh. Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus merupakan dua salinan Alkitab yang hampir lengkap dari abad ketiga hingga abad keempat.

Tes bukti internal.
Tes ini mempertanyakan konsistensi saksi mata, detil nama orang, nama tempat, dan nama kejadian, surat kepada individu atau kelompok kecil, kejadian yang memalukan sang penulis, kehadiran materi yang tidak relevan atau kontra-produktif, dan tidak adanya materi yang relevan. Jika keempat Injil menulis hal yang sama persis, maka hal itu menjadi patut dicurigai. Para saksi mata yang menuliskan Injil menceritakan kisah Yesus dari perspektif yang berbeda-beda, namun catatan mereka tetap konsisten satu dengan yang lain, sehingga secara keseluruhan, keempat Injil memberikan gambaran yang jelas dan utuh tentang Yesus. Sejarawan juga menyukai detil karena hal tersebut mempermudah pelacakan kebenaran. Surat-surat Paulus dan keempat Injil penuh dengan detil nama orang, nama tempat, dan kejadian dan banyak diantaranya telah dibuktikan oleh sejarawan dan arkeologis. Nama-nama yang dikarang oleh penulis Injil akan dengan mudah ditemukan oleh orang-orang yang menentang mereka, para imam Yahudi dan tentara Romawi.

Ahli sejarah Louis Gottschalk berpendapat bahwa surat yang tidak dipublikasikan secara umum dan ditujukan pada seseorang atau sekelompok kecil orang memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk dapat dipercaya, sedangkan sejarawan lain mengemukakan bahwa kebanyakan penulis tidak ingin mempublikasikan sesuatu yang memalukan mereka sendiri, oleh karena itu dokumen yang menuliskan hal yang memalukan para penulisnya secara umum lebih dapat dipercayai. Penyangkalan Petrus, kejahatan Paulus, dan banyak contoh yang lain tidak akan dicantumkan kecuali jika mereka benar-benar ingin memberikan laporan mengenai kejadian yang sesungguhnya.

Tes kontraproduktif
Selain tes-tes di atas, sejarawan juga mencari materi-materi kontraproduktif dan tidak relevan. Hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan (Yesus mati disalib padahal dianggap akan menyelamatkan Israel, kubur Yesus yang kosong ditemukan oleh wanita padahal jaman itu kesaksian wanita tidak dianggap sama sekali) dan detil-detil yang tidak berhubungan dengan cerita utama dan hanya disinggung sekali saja dianggap sebagai tanda bahwa materi-materi tersebut memang benar-benar terjadi atau mereka tidak akan dituliskan. Demikian pula dengan isu-isu yang dihadapi oleh gereja abad pertama ? pengabaran Injil kepada non-Yahudi, karunia Roh Kudus, sakramen baptis, kepemimpinan gereja ? sedikit sekali disinggung oleh Yesus. Adalah masuk akal jika para rasul hanya ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan menambahkan materi-materi ke dalam Injil yang ditulis.

Tes bukti eksternal.
Tes ini mengukur reliabilitas suatu dokumen dengan membandingkan dengan catatan sejarah yang lain. Dalam hal ini yaitu catatan sejarah non-Kristen tentang Yesus. Paling tidak ada tujuh belas tulisan non-Kristen yang mencatat lebih dari lima puluh detil tentang kehidupan, pengajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus, ditambah dengan detil gereja mula-mula. Lebih jauh lagi, reliabilitas Perjanjian Baru didukung oleh lebih dari 36.000 dokumen non-Alkitab (kutipan dari pemimpin gereja tiga abad pertama) sehingga jika seluruh salinan Perjanjian Baru hilang, maka para ahli dapat merekonstruksi ulang menggunakan dokumen-dokumen tersebut dengan perkecualian beberapa ayat saja.

Dengan bukti-bukti yang telah ada, maka dapat disimpulkan bahwa Alkitab yang beredar saat ini dapat dipercayai kebenarannya / tidak ditambah-tambahi dalam rentang waktu 2000 tahun.

Demikian, semoga informasinya jelas dan tuntas
GBU

sis kasih…hebat euy…terimakasih untuk bantuannya…ada yang mau tambahin lagi…pak roti hidup…??? ^^

Sekedar menambahi

Beberapa istilah diatas yang perlu dijabarkan lebih lanjut yg bersifat teknis

1. Codex

Codex adalah sekumpulan tulisan [manuskript] yang ‘telah’ berbentuk buku [sebagaimana buku saat ini]

Bahan dasar tulisan ini bisa berupa : perkamen [kulit binatang], papirus [jenis tanaman], kayu

http://www.answers.com/codex

2. Perkamen

Perkamen adalah kulit binatang [lembu atau domba] yang dioleh sedemikian rupa sebagai bahan dasar penulisan kitab atau manuskript.

Biasanya perkamen ini berbentuk gulungan [scroll]

http://www.answers.com/parchment

3. Papirus

Jenis tanaman yg dilah untuk bahan dasar pembuatan kertas [paper]

Kasih itu Bro…not Sis…
ya kan Kasih…

Ntar saya cari2 dulu ya Zippy
bahan2 yg bisa bermanfaat di thread ini.

Blessings,

alah zippy salah panggil lagi…maaf bro…kasih…

Pak roti hidup…kalo penafsiran tiap penulisan alkitab…matius markus…kejaian keluaran…gmn…???

:coolsmiley:

maaf bro…sering salah sebut nih… :ashamed0004:
hehehe…bapak…kasih…

mengenai penafsiran penulisan alkitab…kitab matius di tulis …siapa…? kira2 di tulis tahun berapa…?
dst…
mohon bantuannya…bapak2 ibu2… :cheesy:

Sabar ya Zip …, kelihatannya bro Roti Hidup sedang mempersiapakan informasi yang bagus mengenai hal tersebut. :ashamed0004:

Btw, topik ini apa tidak lebih tepat ditempatkan ke board ajaran Kristen ya?

walah salah tempat lagi yah… :ashamed0004:

Sehubungan dengan dilaksanakannya amanat saya untuk memindahkan topik ini ke board “Ajaran Kristen”, dengan ini saya mengucapkan terima kasih kepada moderator terhormat. :afro: Untuk menghargai hal itu, berikut saya akan kabulkan permohonan Zippy yang singkat namun merepotkan itu. :smiley:

Penulis dan Tahun Penulisan Kitab-Kitab Perjanjian Lama

Pentateukh

Pentateukh yang terdiri dari kitab-kitab berikut ditulis oleh Kas Musa. Sekalipun demikian, untuk menyusun ke-lima kitab ini, ia juga mengambil beberapa bahan dari dokumen-dokumen lain yang ada di zamannya (Astruc). Melalui pengilhaman Roh Allah, ia dimampukan menyadur dokumen-dokumen yang tersedia secara tepat dan tanpa salah. E.J. Young, hal. 45-46

  1. Kejadian ditulis th. 1450-1410 SM
  2. Keluaran ditulis th. 1450-1410 SM
  3. Imamat ditulis th. 1450-1410 SM
  4. Bilangan ditulis th. 1450-1410 SM
  5. Ulangan ditulis th. 1410
    Akhir dari kitab Ulangan yang memberitakan kematian Musa tentunya tidak ditulis oleh Musa, juga bukan saya.

next …

Kitab-kitab sejarah

  1. Yosua
    ditulis oleh Yosua th. 1400-1370 SM
  2. Hakim-Hakim
    Penulisnya sulit dipastikan, tetapi dari informasi tradisi dan dalam 1 Taw. 29:29, dapat disimpulkan bahwa Samuel telah menyusun beberapa kisah dari periode hakim-hakim dan nabi-nabi seperti Natan dan Gad, dan mungkin saja turut ambil bagian dalam menyusun kitab ini, Periode penulisan th. 1050-1000 SM
  3. RUT
    Walaupun tradisi Yahudi menunjuk Samuel sebagai penulisnya, tetapi penulis menyebut-nyebut Daud, sedangkan Samuel sudah meninggal sebelum Daud naik tahta, Periode penulisan th. 1000 SM
  4. 1 Samuel
    Talmud Yahudi menyebut Samuel sebagai penulisnya, kecuali berita tentang kematiannya, tentu bukan Samuel yang menulisnya, Periode penulisan th. 930 SM
  5. 2 Samuel
    Sama dengan 1 Samuel, tetapi ada sumber tambahan, yaitu “Kitab Orang Jujur” (1 Sam. 1:18).
  6. 1 Raja-Raja
    Tradisi Yahudi menunjuk Yeremia sebagai penulisnya, tetapi bisa saja Ezra atau Yeheskiel, atau Yeremia (Kecuali bagian akhir 2 Raja-Raja, karena Yeremia mati di Mesir, bukan Babilon (Yer. 43:6-7)), Periode penulisan th. 550 SM.
  7. 2 Raja-Raja
    Sama dengan 1 Raja-Raja.
  8. 1 Tawarikh
    Tradisi Yahudi menunjuk Ezra sebagai penyusunnya (karena saya belum lahir ;D) dari beragam sumber. Sumber seperti Samuel (1 Taw. 29:29), Yesaya (2 Taw. 32:32), dan lain-lain (2 Taw. 9:29, 12:15, 20:34, 33:19), secara khusus menyebut kitab ini sebagai kitab Raja-Raja Yehuda dan Israel (2 Taw. 16:11, 25:26), Isi kitabnya menunjuk bahwa penulisnya dari golongan imam, karena fokusnya yang kuat terhadap Bait Allah, Imamat, dan garis theokratis Daud dan Kerajaan Selatan Yehuda. Bahwa Ezra yang menyusun kitab ini juga didukung oleh tema umum kitab Ezra-Nehemia yang berisikan pembuangan dan inagurasi Bait Allah. Periode penulisan th. 450-425 SM.
  9. 2 Tawarikh
    Disusun oleh Ezra, dilihat dari konsistensi sudut pandang yang menunjuk pada satu orang yang disebut sebagai penyusun Tawarikh. Periode penulisan th. 450-425 SM.
  10. Ezra
    Talmud menunjuk Ezra sebagai penulisnya. Tradisi juga merujuk Ezra sebagai pendiri Sinagoge Agung dimana kanon kitab suci Perjanjian Lama diselesaikan. Tradisi lain mengatakan bahwa Ezra menyatukan koleksi kitab-kitab Alkitab dan juga yang mengadakan tata ibadah sinagoge pertama kali. Periode penulisan th. 457-444 SM.
  11. Nehemia
    Penulis Nehemia (Neh. 1:1), tetapi ada yang menganggap bahwa Ezra-lah yang menulis dengan menggunakan memo Nehemia, tetapi kisah kepulangan Nehemia ke Yerusalem disampaikan dengan memakai kata ganti orang pertama (Neh. 1-7, 12:31-13:31). Dan lagi, adanya perbedaan daftar nama di Ezra 2 dan Neh. 7, menunjukan bahwa si penulis mempunyai sumber yang berbeda. Catatan sejarah memberitahukan bahwa bagian tengah hingga akhir Kitab Ezra-Nehemia ditulis sekitar th. 445-425 SM.
  12. Ester
    Tidak terselusuri penulisnya, menurut tradisi orang aneh mungkin saja ia bernama Zippy, Periode penulisan th. 464-435 SM.

next …

Kitab puisi

  1. Ayub
    Karena memang tidak ada ayat yang menunjukan identitas si penulis, beberapa ahli kitab mengusulkan nama-nama seperti Elihu, Musa, dan Salomo, namun dari detail yang tercatat, dan dari nama kitabnya saja, kemungkinan besar Ayub menulis autobiografinya sendiri. Peristiwanya telah terjadi dalam masyarakat patriakhad sekitar zaman Abraham (milenia ke 2 SM). Beberapa fakta pendukung tanggal penulisan:
  2. Ayub hidup selama lebih dari 140 tahun (Ayub 42:16), umur yang langka di masa patriakhat.
  3. Pengukur ekonomi zaman Ayub masih membandingkan harta kekayaan dengan sejumlah ternak yang merupakan tipe khas zamannya (Ayub 1:3).
  4. Seperti halnya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub, Ayub adalah imam dalam keluarganya (Ayub 1:5).
  5. Tidak disebut-sebut “Bani Israel” atau “Taurat Musa” menunjukan masa itu sebelum Musa, yaitu sebelum tahun 1500 SM!
  6. Mazmur
    Ditulis oleh Musa, Daud, Asaf, Korah, dan Solomo, tahun penulisan antara 1405-500 SM.
  7. Amsal
    Kitab ini terdiri dari koleksi Salomo, Hizkia, Agur, dan Lemuel, tahun penulisan antara 950-700 SM.
  8. Pengkhotbah
    Ada 2 pendapat berbeda mengenai penulisnya, yaiu:
    a. Penulis mengenalkan dirinya sebagai anak Daud, raja di Yerusalem (Pengkhotbah 1:1), porsi hikmatnya tak ada tandingan (Pengkhotbah 1:16, bandingkan dengan 1 Raj. 4), kekayaannya tidak ada habis-habisnya (Pengkhotbah 2:7), kesempatan bersukaria (2:3), dan pembangunan yang tak henti-hentinya (2:4-6); seluruhnya memberi kesan bahwa tidak ada anak Daud yang lain yang memenuhi kriteria ini selain Salomo.
    b. Pendapat kedua menyanggah pendapat pertama di atas, dengan menunjukan bahwa Kitab Pengkhotbah mempunyai gaya bahasa abad 5 SM yang tidak sezaman dengan Salomo, misalnya adanya pengaruh bahasa Aramaik serta adanya pinjaman kata-kata asal Persia, ditambah lagi dengan kegiatan agamis yang baru muncul di Palestina sekitar abad 2 SM, di tengah-tengah gejolak isme-isme dan perilaku hidup yang dipaparkan Pengkhotbah. Menurut bahasa Ibrani yang digunakan oleh Ezra-Nehemia (abad 5 SM), maka Pengkhotbah tidak mungkin ditulis lebih dini dari abad 4 SM. Belum lagi ada kesan yang seakan menunjuk si penulis bukan seorang raja, sehingga ia tak dapat mengambil keputusan dalam pengadilan (Pengkhotbah 3:16).
    J. A. Loader, dalam Ecclesiastes yang dikutip oleh Jeane Ch. Obadja, dalam Concise Old Testament Survey mengatakan:
    ”Hikmat Salomo yang melampaui kaum bijak sebelum dan sesudahnya, justru lebih meyakinkan bahwa hanya dialah yang mampu menuliskan literatur hikmat Mesir di abad 3 SM. Salomo-lah yang bisa menempatkan diri sebagai posisi siapapun, karena ia menganalisis hikmat dari segala sudut kehidupan dari posisi teratas hingga ke posisi terbawah sekalipun.”
    Tahun penulisan sekitar abad ke 10 SM
  9. Kidung Agung
    Kendati ada beberapa kritikus menolak Salomo sebagai penulis karena mengartikan “of Salomo” (1:1) bukan dalam pengertian “oleh Salomo” melainkan “tentang Salomo”, bukti internal mendukung pendapat tradisional bahwa Salomol adalah penulisnya. Periode penulisan sekitar 965 SM.

next …

Kitab-kitab nabi besar

  1. Yesaya
    Penulis Yesaya bin Amos, ditulis th. 740-680 SM.
  2. Yeremia
    Penulis Yeremia bin Hilkia, ditulis th. 627-585 SM.
  3. Ratapan
    Penulis tidak disebutkan; namun dua bukti berikut menunjuk Yeremia sebagai penulisnya:
    a. Bukti eksternal
    Konsensus tradisi Yahudi merujuk kitab ini kepada Yeremia. Septuaginta menunjuk Yeremia sebagai nabi yang meratapi penawanan dan penghancuran Yerusalem.
    b. Bukti internal
    Penulis adalah saksi mata pengepungan Yerusalem dan kejatuhannya yang terlukis jelas dalam kitab ini. Selanjutnya, ditemukan banyak frasa yang serupa dalam Kitab Yeremia dan Kitab Ratapan. Tahun penulisan 586/585 SM
  4. Yehezkiel
    Penulis imam Yehezkiel bin Buzi, ditulis th. 593-571 SM.
  5. Daniel
    Dengan bukti yang diklaim Daniel (12:4), dan autobiografi orang pertama dari pasal 7:2 dan seterusnya, menunjukan Daniel adalah penulis kitab nubuat ini. Ditulis th. 537 SM.

Kitab-kitab nabi kecil

  1. Hosea
    Penulis Hosea bin Beeri, suami Gomer. Ditulis th. 793-715 SM.
  2. Yoel
    Penulis Yoel, ditulis th. 835-400 SM. Rentang yang lebar dari tahun penulisan tersebut disebabkan karena terdapat kesulitan dalam menentukan periode penulisannya. Kesulitan tersebut berkaitan dengan argumentasi berikut ini:
    a. Masa Pra-Pengasingan (Almanak Dini)
    Bagi pendukung penanggalan dini (Abad ke 9 SM), Kitab Yoel ditentukan masanya sesuai penempatan kitabnya di antara Kitab Hosea dan Kitab Amos dengan rujukan pada bangsa-bangsa musuh, yaitu Tirus, Sidon, Filistin, Mesir, dan Edom. Hobart Freeman dalam An Introduction to the Old Testament Prophets, berpendapat:
    ”Sebutan nama bangsa-bangsa tersebut adalah bukti kuat almanak dini, yaitu sebelum masa pengasingan, sebab musuh-musuh Yehuda pada waktu itu, bukanlah bangsa Asyur, Babel, dan Persia yang adalah musuh-musuh terkemudian.”
    Argumentasi demikian dikatakan tidak berbobot, sebab letak kanonisasi kitab ini tidak konklusif, terutama karena tercatat bahwa Septuaginta meletakannya di tempat yang berbeda dengan Tanakh, bahkan para nabi Perjanjian Lama selama periode Babel pun menyampaikan orasi mereka melawan bangsa-bangsa tersebut. Pihak yang memegang almanak lambat dapat menyanggah bahwa Yoel 2 melukiskan masa pengasingan Babel secara cukup rinci untuk dijadikan identifikasi resmi yang belum dibutuhkan oleh audiensi masa itu, yang menyadari betul akan datangnya malapetaka itu.
    b. Masa Pra-Pengasingan (Almanak Lambat)
    Pandangan ini nampaknya lebih memiliki banyak alasan untuk dipertahankan. Jika penanggalan nubuat itu berkisar antara 597-587 SM, maka Yoel 3:2b (dengan rujukan pada “diaspora” umat Allah dan pembagian tanah) mengacu pada serangan Babel tahun 597 SM ketika 10.000 orang terbaik Yehuda dideportasi (bd. 2 Raj. 24:10-16). Ini juga merupakan perhitungan pada rujukan adanya Bait Allah (1:9), karena baru dihancurkan pada 586 SM (bd. 2 Raj. 25:9). Penanggalan ini juga menunjukkan bahwa Yoel 1:15 dan 2:1-11 mengantisipasi finalnya kehancuran Yerusalem (586 SM, bd. 2 Raj. 25:1-21).
    Sekalipun pandangan ini cukup menarik, beberapa masalah muncul sehubungan dengan Yoel 2:18-19. Bagian ini nampaknya mencatat belas kasihan Tuhan bagi generasi Yoel, yang mengimplikasikan bahwa mereka sungguh-sungguh bertobat. Jika memang demikian situasinya, maka alur peristiwanya sulit diharmoniskan dengan catatan sejarah hari-hari terakhir Yehuda. 2 Raj. 23:26-27 mengindikasikan bahwa bahkan reformasi Raja Yosia pun tidak menyebabkan TUHAN menyesali malapetaka yang akan dijatuhkan-Nya.
  3. Amos
    Penulis Amos, ditulis th. 760 SM.
  4. Obaja
    Penulis Obaja. Ryrie berpendapat, pertanyaan mengenai periode penulisan terkait dengan perlawanan Edom dalam peperangan melawan Yerusalem (ay. 11-14). Ada 4 penyerbuan ke Yerusalem yang cukup penting pada zaman Perjanjian Lama, yaitu oleh:
    a. Sisak, raja Mesir, selama pemerintahan Rehobeam, pada th. 926 SM (1 Raj. 14:25-26).
    b. Filistin dan Arab selama pemerintahan Jehoram dari th. 848-841 SM (2 Taw. 21:16-17).
    c. Raja Yoas, raja Israel selama pemerintahan Amazia, pada th. 790 SM (2Raj. 14:13-14).
    d. Babilon selama periode 605-586 SM (2 Raj. 24-25).
    Obaja bernubuat melawan Edom yang mungkin terkait dengan penyerbuan di pasal 2 atau pasal 4. Bila pasal 2 kitab ini adalah yang pertama ditulis di antara tulisan para nabi (lih. 2 Raj. 8:20; 2 Taw. 21:16-17; Yl. 3:3-6, bd. Ob 11-12), dan menggunakan Ob. 1-9 sebagai kesinambungan Yeremia 49:7-22 yang mendukung periode penulisan yang lebih dini (Ryrie, hal. 1415).
  5. Yunus
    Penulis Yunus bin Amitai, ditulis th. 793-753 SM.
  6. Mikha
    Penulis Mikha, ditulis sekitar th. 700 SM.
  7. Nahum
    Penulis Nahum, ditulis th. 663-612 SM.
  8. Habakuk
    Penulis Habakuk, ditulis sekitar th. 606 SM.
  9. Zefanya
    Penulis Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia, ditulis th. 630-625 SM.
  10. Hagai
    Penulis Hagai, ditulis th. 520 SM.
  11. Zakharia
    Penulis Zakaria bin Berekhya bin Ido, ditulis th. 520-518 SM.
  12. Maleakhi
    Penulis Maleakhi, ditulis th. 450-400 SM.

next … :ashamed0004:

Penulis dan Tahun Penulisan Kitab-Kitab Perjanjian Baru

Injil

  1. Injil Matius, ditulis oleh Matius th. 60-an M.
  2. Injil Markus, ditulis oleh Markus th. 55-65 M.
  3. Injil Lukas, ditulis oleh Lukas th. 60-63 M.
  4. Injil Yohanes, ditulis oleh Yohanes th. 80-95 M.

Sejarah gereja mula-mula

  1. Kisah Para Rasul, ditulis oleh Lukas sekitar th. 63 M.

Surat-surat Paulus ditulis oleh Paulus

  1. Roma, ditulis sekitar th. 57 M.
  2. I Korintus, ditulis th. 55/56 M.
  3. II Korintus, ditulis th. 55/56 M.
  4. Galatia, ditulis sekitar th. 49 M.
  5. Efesus, ditulis sekitar th. 62 M.
  6. Filipi, ditulis sekitar th. 62/63 M.
  7. Kolose, ditulis sekitar th. 62 M.
  8. I Tesalonika, ditulis sekitar th. 51 M.
  9. II Tesalonika, ditulis sekitar th. 51/52 M.
  10. I Timotius, ditulis sekitar th. 65 M.
  11. II Timotius, ditulis sekitar th. 67 M.
  12. Titus, ditulis sekitar th. 65-66 M.
  13. Filemon, ditulis sekitar th. 62 M.
  14. Ibrani, tidak disebutkan, namun demikian para ahli menemukan bahwa isi dari surat tersebut dapat mengarah kepada Paulus sebagai penulisnya, ditulis antara th. 67-69 M.

Surat-surat lain

  1. Yakobus, ditulis oleh Yakobus th. 45-49 M.
  2. I Petrus, ditulis oleh Petrus th. 60-63 M.
  3. II Petrus, ditulis oleh Petrus th. 66-68 M.
  4. I Yohanes, ditulis oleh Yohanes th. 85-95 M.
  5. II Yohanes, ditulis oleh Yohanes th. 85-95 M.
  6. III Yohanes, ditulis oleh Yohanes th. 85-95 M.
  7. Yudas, ditulis oleh Yudas th. 70-80 M.

Kitab apocalypse

  1. Wahyu, ditulis oleh Yohanes th. 90-96 M.

Demikian dan semoga berguna
GBU :azn:

PL dirangkum dari Survei Ringkas PL, oleh Jeane Ch. Obaja
PB dirangkum dari Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan

hua…hua…hiks…kata pak kasih pertanyaan zippy singkat tapi merepotkan…hiks…hiks…tapi baik deh pak kasih…ebat euy…

thanks untuk jawabannya…lengkap…euy…zippy seneng nich…akhirnya…

Cuma gitu aja? Tdk tanya no rekening saya?

Akhirnya apa?