Penyebutan Setan/Iblis kepada hal yg dianggap negatif

1 hal yg saya heran dgn beberapa tingkah suatu oknum Kristen yg menyebut “setan/iblis” kepada hal yg dianggap negatif seperti sesat, salah, atau sejenisnya. kalo kayak gini, bukankah ini gak lebih dari Muslim yg menyebut hal yg yg dianggap negatif (Non Muslim, sesat, dlsb) sebagai “kafir”. Trims

memang ada ??

mewakilkan kata sesat atau kafir sebagai setan??

Koq membahas “oknum”? Kalau namanya oknum jelas banyak tingkahnya, tetapi oknum bukan gambaran keseluruhan, secara sederhana arti oknum dapat juga disebut penyimpangan dari yang umumnya atau sewajarnya.

Ada lho oknum Kristen yang membantu orang miskin yang tidak punya uang dengan menjadi kliennya di rumah pelacuran atau panti-panti pijat. Mereka baik lho, kasihan katanya… Napa ga dibahas yang kaya begituan?

Dasar apa yang you pakai untuk memilih oknum yang diatas?

Perbuatan2 manusia yang melanggar Golden Rule Tuhan Yesus dikenal dengan istilah “DOSA”.
Sy pribadi menyebut Setan/Iblis kepada jiwa/ego yang sy bentuk sendiri…
Allah tidak mencobai manusia, manusia dicobai oleh dirinya(ego,nafsu,emosi,keinginan) ciptaannya sendiri.

1 hal yg saya heran dgn beberapa tingkah suatu oknum Kristen yg menyebut "setan/iblis" kepada hal yg dianggap negatif seperti sesat, salah, atau sejenisnya. kalo kayak gini, bukankah ini gak lebih dari Muslim yg menyebut hal yg yg dianggap negatif (Non Muslim, sesat, dlsb) sebagai "kafir". Trims

Kepada orang lain, hendaknya jangan menyebut mereka sebagai iblis/setan… karena hanya Tuhan Yesus saja yang berhak… sebab Dia satu2nya HAKIM alam semesta.
Terlebih jika dalam suatu diskusi sesama anak Tuhan. Kalo beda pendapat ya kemukakan masing2 premis, penalaran deduktif… kalo mereka mau terima syukur, ga mau ya sudah.

Namun untuk kasus memanggil orang lain sebagai ‘sesat, bidat, kafir’…
Jika menyebut yg lain sebagai ‘sesat,bidat,kafir,iblis’ berdasar emosi, ego karena perbedaan pendapat… imho merupakan hal tidak baik.
Jika menyebut yg lain sebagai ‘sesat,bidat,kafir,iblis’ berdasar KEBENARAN dalam kuasa Roh Kudus dan dengan tujuan agar domba yg tersesat jalan tersebut kembali berpaling ke jalan yang benar… imho merupakan hal yg baik… walaupun akan lebih baik lagi jika mengarahkan mereka tanpa ucapan ‘sesat,bidat,kafir’.

Yak. 5:20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Sedangkan kriteria hal2 yang memenuhi syarat sebagai ‘sesat’:
* Perbuatan.
6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
dll…

Menurut saya, hal semacam ini adalah Fenomena Transpose Literal dari kejadian di kitab suci, yang tentu adalah efektif dan sesuai dengan norma sosial dan target audience pada jaman-nya…

tetapi secara mentah-mentah kemudian hendak diterapkan secara letterlijk pada norma sosial abad 21, kondisi geografis-kultural yang berbeda, dan tingkat edukasi target audiens yang udah tidak sama…

maka … memang jadi tampak seperti LAWAKAN… ehehe…
tapi cukup menghibur lho…
dikit-dikit kafir… dikit dikit sesat… dikit-dikit dosa… dikit-dikit nanti Tuhan cemburu… ehehe…
how hilarious it is… ehehe…

di semua agama yang menganut politik Ekspansif…
pasti akan ditemukan hal ini kok bro…
ini kan efektif untuk mengendalikan konflik sosial, menciptakan law & order,
serta argumentasi paling gampang untuk Menyederhakanan Justifikasi suatu perbuatan yang negatif…

Cuman masalahnya…
kalo udah hari gini…
massanya udah banyak gini…
masih semangatnya Ekspansif, Agitatif dan Akuisitif…
ya… gitu deh… jadinya melakukan perbuatan yang cocok untuk kondisi geososial-politik sekian ratus tahun yang lalu dan di gurun pasir… ehehe…

Anyway…
quite hilarious actually…

Negatif atau positif adalah relatif dari sudut mana memandangnya

GBU