PENYESALAN ALA YUDAS

Tentang akhir hidup Yudas Iskariot dikatakan demikian: “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia.…Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri”~Mat 27:3-5.

Yudas menyesal. Merasa bersalah. Tapi tidak bertobat. Iblis tidak berhasil meniadakan rasa bersalah Yudas, sebab itu ia mendorongnya kepada pemikiran yang ekstrim di sisi lainnya: rasa bersalah yang berlebihan & merusak!

Renungkan, Roh Kudus menyadarkan kita akan kesalahan kita. Iblis pun bisa melakukan hal yang sama, hanya tujuan akhirnya berbeda. Roh Kudus pada pertobatan, iblis pada kebinasaan.

Iblis menggunakan rasa bersalah sebagai tipuan. Mereka yang jatuh dalam dosa diyakinkan bahwa mereka telah begitu berdosanya sehingga tidak akan mungkin berubah, hubungan mereka telah berakhir, & mereka telah gagal mengikut Tuhan. Rasa putus asa ialah satu kebohongan besar yang ditempatkan di hati manusia!

Rasa berdosa dimanipulasi setan hingga menghukum mereka yang telah jatuh dalam dosa. Benak mereka dipenuhi pemikiran bahwa hanya hukuman & pembalasan setimpal yang layak bagi mereka - padahal yang semacam itu tidak terbersit di pikiran Tuhan.

Terakhir, si jahat memanfaatkan rasa bersalah untuk mengeraskan hati manusia. Dalam kebodohan, kita dibuat berpikir bahwa perbuatan kita telah begitu jahatnya sampai-sampai mustahil Tuhan dapat mengampuni & menerima mereka lagi.

Kain diperingatkan Tuhan sejak dosa itu menyelusup hatinya. Setelah membunuh adiknya, Tuhan bertanya padanya (lambang penempelakan Roh Kudus di hati nurani kita), ”Apa yang telah kauperbuat ini?" (Kej 4:9-14). Kain memilih menyingkir dari hadapan Tuhan daripada mohon ampun & bertobat.

Yudas masih diberikan hidup tapi memilih mengakhirinya.
Hari ini, kita pun diberikan hidup & kesempatan untuk datang di hadirat-Nya. Apa yang kita pilih?

Betapapun kelamnya Anda telah jatuh, tangan-Nya selalu terbuka bagi pertobatan Anda.

Salam revival! GBU.

Bpk. Peter Bambang. MA

Shalom. Salam Revival!
Bagi Saudara yang RINDU mendapatkan Bimbingan Rohani untuk BERTUMBUH dalam TUHAN & Update Renungan Harian setiap hari dari Bpk. Peter Bambang. MA
Silakan invite Bpk Peter. B PIN BB: 7D337F89 Gbu.

Bangkitlah Murid-Murid Kristus Yang Radikal & Militan di Indonesia. Amin.

http://worshipcenterindonesia.blogspot.ch/2014/10/mulai-digenapinya-pesan-tuhan-nubuatan.html

Ane sulit memahami paragraf di atas, terutama kalimat yang di-maroon. Intepretasi ane seperti berikut :

  1. Yudas menyesal dan merasa bersalah tetapi tidak bertobat.
  2. Iblis mencoba meniadakan rasa bersalah Yudas.
  3. Setelah mencoba berkali-kali, Iblis tetap tidak berhasil.
  4. Akhirnya, Iblis mendorong rasa bersalah Yudas menjadi berlebihan dan merusak.
  5. Yudas bunuh diri.

Benarkah maksudnya seperti yang ane tulis di atas?