Penyesatan sudah ada, bukan nanti di akhir jaman

Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. (2 Tesalonika 3:1, 2 TB)

Semua orang dapat menyebut dirinya kristen dan sanggup mencomot ayat dan bahkan berkisah tentang dirinya sendiri yang sangat spiritual. Tetapi tidak semua orang dapat menerima Kebenaran didalam Kristus. Kebenaran yang lahir dari iman akan Firman Allah. Mereka adalah orang yang telah menyerahkan anggota-anggota tubuhnya untuk dipakai Iblis sebagai senjata dalam mengacaukan segala sesuatunya (Roma 6:13).

Sama seperti Yudas Iskariot, ia tidak pernah menyadari kesesatan jalannya sampai detik terakhir, bahkan saat ia menjual Yesus demi 30 keping perak. Demikian kesesatan itu selalu tidak pernah disadari diawalnya (Amsal 5:6). Tetapi mereka dikasihi Allah akan ditegur dan diperingatiNya, sesuai dengan permohonan mereka.

Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. (Mazmur 19:13 TB)

Saat teguran itu datang, seorang raja yang besar, bahkan disini tidak ada satupun yang seagung dan serohani Daud, tetapi memilih mendengarkan perkataan Firman Allah dari seorang nabi kecil.

Well itu anak-anak Allah, ditengah-tengah kita juga ada anak-anak Iblis, yang menyesatkan dan disesatkan. Menganggap rendah teguran Allah. Tangannya terlatih menarik busur panah berapi iblis yang mendatangkan perpecahan, perkelahian, kesesatan dengan bangga.

Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: “Aku hanya bersenda gurau.” (Amsal 26:18, 19 TB)

So, pertanyaannya:

  1. Bagaimana kita tahu jalan kita sedang sesat, bahwa kita telah disesatkan dan menyesatkan?
  2. Apa reaksi anda jika ada yang menegur anda sesat dijalan anda?

Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. (Matius 18:7 TB)

ya memang mungkin banyak pendeta,pelayan rohani,majelis,penyanyi rohani,jemaat, yang mengaku Kristen,percaya Yesus di mulut,padahal di hatinya tidak ada yang tahu. yang tahu dihati itu cuma Tuhan Yesus dan dirinya sendiri. kita bisa tahu orang itu menyesatkan kata Alkitab itu dilihat dari buahnya(perbuatan/apa yang dilakukan),kita bisa kenal mereka,contoh ada orang Kristen yang pny tujuan2 di gereja,uang,populer/tenar,dstnya dihatinya soal Tuhan Yesus Kristus itu tidak percaya,tidak mengakui,cuma dimulut aja,<- orang lihat diluar kelihatan rohani dan Kristen banget,tapi siapa yang bisa bohongi Tuhan Yesus??? Tuhan Yesus tahu isi hati semua orang,siapa yg beriman,siapa yang main2,siapa yang memiliki tujuan. jadi ini mungkin sebagian kecil kebohongan/penyesatan yang terjadi ditengah2 masyarakat.

contoh Yudas Iskariot ,dia memiliki berbagai tujuan tertentu,akhirnya dia menyesal bukan bertobat tapi malah bunuh diri.(klo yudas bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus,apa diampuni??)

jawaban saya:
1.dari buahnya,dan disesuaikan dengan rajin baca Alkitab dan mohon RohNya untuk terus membimbing kita(dengan kita berserah total dan tunduk 100%)
2.mungkin kaget,tapi biarkan dia berbicara mengatakan sesat,tapi tetap akhirnya Tuhan Yesus yang menilai semuanya.klo kita beriman bener2 dihadapan Yesus Kristus Tuhan satu2nya Tuhan dan Juruselamat ,udah pasti gak sesat.

    • Kita sedang sesat atau tidak, akan terlihat dari yang kita dan sesama kita alami, rasakan… bagaimana mungkin kita ada di jalan yang benar jika yang kita rasakan adalah kegelisahan, tidak tenang, penuh emosi , amarah, dan lain2… apalagi sampai melecehkan, merendahkan, menyakiti sesama kita… sebab KASIH berlawanan dengan itu semua…
    • Kita telah disesatkan jika apa yang kita terima dari seseorang itu pengetahuan2, ajaran2 yang menjauhkan kita dari mengasihi sesama… seperti mementingkan diri sendiri, kelompok tertentu, organisasi tertentu… bahkan mengabaikan tenggang rasa/belas kasih pada sesama…
    • Kita menyesatkan sesama kita jika kita dengan segala yang kita ketahui itu membuat sesama kita jauh dari kasih, damai, sukacita kebenaran… apa yang kita beri adalah penderitaan dunia, kekosongan, kebahagiaan semu, keegoisan… jauh dari kasih yang sebenarnya…

Sepeti contoh Yudas Iskariot… yang menjual TUHAN YESUS hanya demi kebahagiaan semu yaitu mendapatkan uang banyak… dan dia penuh kegelisahan, tidak tenang, emosi, dll…

  1. Ketika apa yang saya lakukan dan katakan… dicap sebagai sesat… saya akan tetap tersenyum… dan mengatakan semoga apa yang saya lakukan dan katakan bisa menjadi masukkan buat kalian… dan jika suatu hari nanti kalian mengalami berbagai hal maka ingatlah apa yang telah kalian lihat dan baca ini…

Sebab tugas saya hanya menabur… biarkan benih itu tumbuh dengan sendirinya… dan jika benih itu menghasilkan buah2 roh maka pada saatnya melimpahlah hasil tuaian TUHAN yang akan TUHAN bawa pulang…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

  1. Hati nurani yang terlatih dan diasah oleh doa & firman setiap harinya akan menyadarkan saya… tetapi jika saya sedang di wilayah abu-abu, teguran dari Tuhan akan langsung saya rasakan dan membuat saya sadar kalau itu sesat…

  2. Jika saya memang sedang di jalan sesat saya akan sangat berterima kasih sekali ada org yang berbaik hati menegur saya, tetapi jikalau saya sedang di jalan Tuhan, saya akan bertanya apa yang mereka maksud sesat itu? biarlah Tuhan saya yang menyatakan kemuliaanNya di antara mereka…

Daud itu rendah hati jadi ditegur orang bawah tetap menghormati.

Manusia pada umumnya tinggi hati, kalau ditegur sakit hati. Karena ingin dianggap rohani dan paling mengerti.

Inilah typical manusia. Saya sendiri mengakui sulit untuk melawan ketinggian hati, harus minta bantuan Tuhan.

Kalau Roh Kudus dalam kita maka kita akan jadi rendah hati.

Oleh sebab itu undang saja Roh Kudus kedalam hati kita.

Tinggi hati itu juga merupakan manifestation dari ketidak percayaan kita pada Tuhan.

Manusia termasuk saya juga sering kalau ditanya apa percaya pada Kristus, kita jawab ya.

Tapi belum tentu kenyataannya demikian.

Sebagai contoh untuk membuktikan gampang saja.

Misal didepan saya ada seorang professor Mathematics Yang ahli sekali, apakah saya berani menyombongkan keahlian mathematics didepannya?

Pasti tidak karena saya percaya yang didepan kita ini ahli math.

Kalau kita percaya Tuhan Yesus itu maha melihat, dan dia ahli dalam segala bidang, bagaimana mungkin kita sombong didepanNya.

Kita sombong karena hati kecil kita tidak percaya ada Professor Yesus yang ahli segala bidang melihat kita.

Jadi disinilah kita lihat kesombongan itu sebenarnya manifestasi ketidak percayaan kita bahwa Kristu maha melihat.

1a. Kalau gak ada yg kasih tahu bahwa di UJUNG Jalan yg sedang ditempuhnya bukanlah menuju kepada KESELAMATAN melainkan NERAKA menanti disana ! Makanya kalau dikasih tahu, gunakan itu 2 Telinga jangan hanya mengandalkan itu 1 Mulut !
1b. Biasanya yg namanya disesatkan itu ENAK, NIKMAT sih … udehannya baru deh AMSIONG Akibatnya ! Mana ada orang yg lagi ke ENAK an dicabut tiba2, pasti MARAH deh !
1c. Kalau hobbynya menyesatkan, ITU yg BERABE’ … Hobby dilarang, pasti NGAMUK, BERANG dan NAIK PITAM deh ! :mad0261:
2.Kalau SUKA akan KEBENARAN pasti akan berkata Very Thank You, Ban Ban Kamsiah :happy0062: :D, kalau KEBALIKANNYA … gue’ penggal lu, berisik tahu ! :mad0261:

  1. Firman Tuhan dan Roh Kudus yang akan mengingatkan kita akan kesesatan kita, itu akan melalui tahapan yang merupakan pergumulan.

Bagi yang memang telah menerima anugerah Allah, Roh Kudus yang senantiasa memperingatkan kita melalui pergumulan dan Firman Tuhan.

  1. Kita akan bergumul didalam Firman Tuhan dan berusaha mencari jawaban dengan doa dan bimbingan Tuhan, sehingga apabila kita salah, hati nurani kita akan mengor dan menyadarkan kita oleh Roh Kudus.

Dan kita akan mengakui dan memmohon ampun dari Tuhan.

Kalau KARAT HATI dan KERAK HATI nya SUDAH TEBAL membuat hatinya KERAS MEMBATU … kek contoh Orang2 Yahudi yg masih merengek rengek minta dikirimin Mesias Baru di Tembok Ratapan … pegimane’ tuh urusannya sis Rita ? :mad0261:

Yohanes 8:21
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Yohanes 8:24
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."

Tuhan Yesus yang menjawabnya lebih mantap kan ?

Topik diatas itu benar, memang penyesatan sudah ada, bukan nanti di akhir zaman, sebab kalau penyesatan hanya terjadi diakhir zaman, maka tuaian iblis hanya terbatas pada orang-orang yang masih hidup pada akhir zaman itu, akan tetapi kalau penyesatan sudah ada jauh-jauh hari sebelum akhir zaman, maka hasil tuaian iblis akan berlipat ganda, jumlahnya jauh lebih besar.

Dari pernyataan anda, yang ditulis dengan warna merah, maka saya dengan kasih memberanikan diri menegur anda.
Dari hati saya yang paling dalam, setulusnya saya katakan, bahwa anda telah disesatkan oleh Martin Luther, dengan menolak makan daging dan minum darah Yesus, dimana ketentuan ini adalah janji Allah yang sudah dimeteraikan.

Demikian, harap maklum dan mohon maaf.

Sesat tidaknya seseorang adalah menurut jalanpikiran masing masing

GBU