Peran Iblis dalam Rokok

Post ini sudah saya edit dengan bahasa yang lebih halus serta saya berikan beberapa informasi tambahan :slight_smile:

Saat ini saya mengambil kesimpulan bahwa Iblis memiliki peran terselubung dalam penggunaan, produksi, maupun peredaran rokok.

Berikut beberapa dampak dari keterikatan akan rokok, antara lain:

Bergantung pada kekuatan diri sendiri untuk mengatasi masalah dan bukan bergantung pada kuasa Tuhan. Bagi beberapa perokok, merokok merupakan solusi untuk menghilangkan kepenatan atau mencari inspirasi. Dibandingkan dengan penyerahan diri pada Tuhan mereka lebih memilih untuk merokok.

Bertumbuhnya karakter pemberontakan. Berani melawan aturan. Ketika pertama kali menggunakan rokok, secara tidak langsung ada perlawanan terhadap logika moral yang mengatakan bahwa rokok itu tidak baik. Dalam porsi yang lebih besar, seseorang akan merasa dirinya lebih kuat dan lebih percaya diri ketika menggunakan rokok.

Ketidakpedulian. Orang yang merokok menyadari bahwa asap rokok tidak baik bagi non-perokok, namun tetap dilakukan meskipun ada bayi atau anak2 sekalipun di sekitarnya. Bahkan pada ibu hamil, merokok akan mengakibatkan masalah pada janin. Tidak semua perokok seperti ini, namun pada porsi yang lebih rendah, ketidakpedulian juga termasuk tidak peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Tidak peduli terhadap aroma rokok yang menempel di pakaian meskipun di rumah akan memeluk keluarga.

Beberapa perokok memiliki perasaan tidak layak untuk dekat pada Tuhan. Tugas Iblis adalah mengintimidasi manusia untuk tidak bisa intim dengan Tuhan. Saya mengenal beberapa perokok yang merasa tidak ingin terlibat lebih jauh dalam pelayanan karena dirinya masih merokok.

Penyembahan berhala. Rokok merupakan candu. Sudah jelas bahwa zat2 yang terkandung pada rokok dapat menyebabkan kecanduan. Bagi mereka yang sudah terikat dengan rokok, akan sulit sekali menghentikannya. Berhala adalah segala sesuatu yang lebih diutamakan daripada Tuhan.

Beberapa fakta mengenai rokok:

Rokok merupakan senjata pembunuh massal umat manusia yang dilegalkan penggunaannya di banyak negara. Dianggap tidak berbahaya dan bebas dikonsumsi siapapun.

Peredaran rokok di dunia ini sebagian besar dilakukan oleh perusahaan tunggal termasuk di Indonesia. Lambang pada perusahaan tersebut adalah makhluk yang juga tertulis di Kitab Wahyu dengan mahkota terletak pada hewan yang dikatakan berbahaya. click here

Rokok dipopulerkan oleh Columbus ketika menemukan benua Amerika. Pertama kali rokok digunakan oleh bangsa Indian untuk keperluan religius. Entah menyembah Allah atau Iblis

Membuat penampilan kurang menarik tentunya, silakan cek di >> http://tobaccobody.fi/

Silakan lihat video ini untuk mendambah wawasan http://youtu.be/DiyWK3fzTpA

Berikut ayat-ayat serta penjelasan mengapa rokok tidak berkenan bagi Tuhan:

1 Kor 6:19-20 & Rom 12:1
Tubuh adalah bait ROH KUDUS dan mempersembahkan tubuh yang kudus. click here

1 Pet 1:15-16
Makna kekudusan. click here

Gal 5:19-21
Merokok adalah salah satu bentuk mengikuti keinginan daging. click here

Mat 22:36-40, Yoh 14:21
Kalau anda mengasihi Tuhan, tentu anda tidak akan mendukakan Tuhan dengan perbuatan merokok. click here

1 Yoh 3:8
apa saja yang bisa mendukung “mencuri dan membunuh” akan didukung iblis. click here

Kis 28:26-27
Perokok Kristen melakukan pembenaran. click here

2 Tim 4:1-4
Perokok Kristen memalingkan telinga dari kebenaran. click here

Mat 22:37-39
Perintah utama Tuhan ialah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. click here

Pendapat rekan2 FK yang mendukung untuk tidak merokok
click here

Kesaksian rekan2 FK terkait rokok
click here

Berikut rangkuman pendapat rekan2 FK yang mendukung penggunaan rokok:
click here

TS nya nulis :
…Saya melihat peredaran rokok di dunia ini sebagian besar dilakukan oleh perusahaan tunggal yaitu Philip Morris termasuk kepemilikan Philip Morris akan Sampoerna di Indonesia. Dulu pernah memiliki saham di Bentoel juga tapi setahu saya saat ini sudah tidak. Meskipun demikian saya belum bisa menemukan kaitan perusahaan ini dengan pemujaan Iblis. Entah siapa pendirinya atau organisasi terkaitnya.

Apa sdh dicek kebenarannya?
Jangan asal nulis asal nuduh saja soal peredaran rokok di dunia dilakukan perusahaan tunggal Phillp Morris.
Bagaimana dengan rokok GUDANG GARAM? DJARUM? BENTOEL? Cap GENTONG? Cap Jambu Bol? dan banyak cap cap rokok lainnya. Apa itu juga dikuasai Phillip Morris? Apa mereka juga ada kaitannya dengan pemujaan iblis??

Terus apa maksudnya mencari kaitannya perusahaan dengan pemujaan iblis?
Apakah setiap perusahaan yang sukses selalu ada kaitannya dengan pemujaan iblis?
Bagaiman dengan perusahaan perusahaan yang memproduksi minuman keras? Apa juga mau kamu cari kaitannya dengan pemujaan iblis???

Setelah ini pasti ada yang mengalihkan isu ke peran iblis ke asap kendaraan bermotor, narkoba, dll.

Oh maaf, ternyata malah sudah ada yang mengalihkan ke minuman keras.

Salam

Sepanjang saya mencari tahu tentang pendapat orang2 percaya mengenai rokok, ayat2 Alkitab yang berkaitan dengan ini hanyalah mengenai jangan menyembah berhala dan tubuh adalah bait Allah.
Saya tidak menemukan korelasi antara menyembah berhala dengan merokok. Bisa lebih diperjelas?

Kalo tubuh adalah bait Allah, apa hubungannya dengan merokok? Kalo, katakanlah merokok sama dengan meracuni tubuh (yang adalah Bait Allah itu), apakah bait Allah akan rubuh karna asap rokok? Betapa rentannya Bait Allah itu yang dapat rubuh karena asap rokok?

Rubuh kalo asapnya kayak kebakaran hutan ;D

silakan lihat video yang saya share di atas http://youtu.be/DiyWK3fzTpA
di video tersebut dijelaskan sepak terjang Philip Morris di berbagai belahan dunia terutama Indonesia.

Merk2 lain mungkin bukan milik Philip Morris, kan saya hanya bilang sebagian besar. but Philip Morris is the biggest in the world for tobacco company.
Dalam permainan bisnis, juga sering terjadi perusahaan kecil didirikan dan didanai oleh perusahaan besar di baliknya, baru di kemudian hari diakuisisi. Cara2 seperti ini tidak akan ketahuan karena secara hukum ini memang perusahaan yang berbeda. Segala kemungkinan bisa terjadi.

Terus apa maksudnya mencari kaitannya perusahaan dengan pemujaan iblis?
saya hanya penasaran dengan ada siapa di balik kekuasaan besar yang berhasil menjauhkan penggunanya dari Tuhan.
Apakah setiap perusahaan yang sukses selalu ada kaitannya dengan pemujaan iblis?
Tidak juga, justru banyak perusahaan besar yang menjadi berkat luar biasa dan sebenarnya memiliki visi untuk kemuliaan Tuhan.
Bagaiman dengan perusahaan perusahaan yang memproduksi minuman keras? Apa juga mau kamu cari kaitannya dengan pemujaan iblis????????????
Belum berminat untuk fokus ke sana dulu :)

Sudah biasa bro, dalam pemerintahan mereka berusaha mengalihkan ini ke topik ketenagakerjaan. Alasannya jika rokok dilarang di Indonesia, bagaimana nasib orang2 yang bekerja di industri rokok.

Maksud saya mengalihkan diskusi. Dalam topik ini misalnya peran iblis ke hal-hal lain yang merusak juga.
Seperti yang di bawah ini

Padahal pembahasan peran iblis dalam minuman keras bisa dilakukan di topik lain, bukan di sini :slight_smile:

Salam

Berhala adalah segala sesuatu yang diutamakan lebih daripada Tuhan. Keterikatan terhadap rokok, narkoba, minuman keras, video game, kekuasaan, pekerjaan, hewan peliharaan, bahkan pelayanan sekalipun merupakan bentuk penyembahan berhala ketika taat pada perintah Tuhan di nomor duakan.

Kalo tubuh adalah bait Allah, apa hubungannya dengan merokok? Kalo, katakanlah merokok sama dengan meracuni tubuh (yang adalah Bait Allah itu), apakah bait Allah akan rubuh karna asap rokok? Betapa rentannya Bait Allah itu yang dapat rubuh karena asap rokok?

1 Kor 6:19-20
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Bait Allah adalah tempat Allah berdiam. Perjanjian baru mengajarkan bahwa Kristus ada di dalam diri setiap orang percaya. Jika kita selalu sadar Yesus ada di dalam diri kita, masihkah kita melakukan hal2 yang tidak berkenan bagi-Nya? Masih beranikah kita berbohong, menonton film porno, merokok, padahal Yesus ada di dalam diri kita? Ketidaktaatan kita membuat Dia kecewa.

Rom 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Persembahan terbaik bagi Allah adalah tubuh kita sendiri. Tubuh yang kudus dan berkenan. Bagaimana cara kita mempersembahkan tubuh yang kudus? Caranya ialah dengan tidak melakukan hal2 yang tidak kudus bagi Allah.

Ketepatan saya sudah menjadi perokok aktif berpuluh tahun. Belum pernah menomorsatukan rokok daripada Tuhan. Apakah TS menemukan seseorang yang menomorsatukan rokok dan menomorsekiankan Tuhan? Kalo itu benar, bahwa ada orang yang menomorsatukan rokok, saya kira itu bukan karena peran iblis dalam rokok, melainkan karena orang tersebut yang menjadikannya demikian.

Dengan merdeka, saya menghisap rokok, dengan mereka pula saya menghentikan menghisapnya. Tidak mengurangi ketergantungan kepada Tuhan, tidak mengurangi rasa kasih kepada Tuhan. Dulu, karena kemerdekaan saya bergaul dengan rokok ‘dirampas’ di sekolah di kota kelahiranku, akhirnya saya memerdekakan diri dengan keluar dari sekolah itu.

[i]1 Kor 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu![/i]
Apakah mungkin Roh Kudus mabok karena asap rokok? Rentan amat, ya?
Bait Allah adalah tempat Allah berdiam. Perjanjian baru mengajarkan bahwa Kristus ada di dalam diri setiap orang percaya. Jika kita selalu sadar Yesus ada di dalam diri kita, masihkah kita melakukan hal2 yang tidak berkenan bagi-Nya? Masih beranikah kita berbohong, menonton film porno, merokok, padahal Yesus ada di dalam diri kita? Ketidaktaatan kita membuat Dia kecewa.
Menurut pemahaman saya, ketika jasmani Yesus Kristus melayani dunia ini, Yesus Kristus tidak menyebut-nyebut rokok. Bahkan sampai kepada kebangkitannya dan turunnya Roh Kudus, tidak ada menyebut-nyebut rokok.

Ngomong-ngomong, jadi ingin menanyakan inti pikiran Kahlil_Gibson, trit ini ingin membahas peran iblis dalam rokok, ato peran iblis dalam rok, ato peran inblis dalam narkoba, ato apa? Fokus, fokus, fokus. Kalo mau semua, ungkapkan di judul trit.

[i]Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.[/i]

Persembahan terbaik bagi Allah adalah tubuh kita sendiri. Tubuh yang kudus dan berkenan. Bagaimana cara kita mempersembahkan tubuh yang kudus? Caranya ialah dengan tidak melakukan hal2 yang tidak kudus bagi Allah.

Kembali lagi, begitu rentannyakah Bait Allah (tubuh manusia) itu sehingga dengan asap rokok langsung menjadi tidak kudus, ya? Saya kira, kekudusan itu tidak diukur dari paparan rokok ato asap rokok.

Seandainya iblis menggoda manusia tuk merokok, apa untungnya bagi iblis ? Toh habis berapa bungkus pun belum tentu yg bersangkutan mau dibujuk tuk kemudian melanggar hukum2 Allah, di karenakan penguasaan diri dan akal budi masih bekerja. Jadi berbeda hasilnya kalau membujuknya tuk memakai narkoba atau minuman keras.
.
Soal berhala, iblis pun pasti kecewa, karena kalau waktunya ibadah dan menyembah pun manusia yg bersangkutan pasti otomatis akan membuang rokoknya. Jadi iblis pasti kecewa karena rokok terlalu lemah untuk bisa mengalihkan perhatian manusia thd Allahnya.
.
Jadi apa untungnya iblis di balik rokok, selain dari pada buang2 waktu dan tenaga , sementara iblis sendiri di kejar2 target tuk mendapatkan pengikut yg sebanyak2nya.
.
Kesimpulan :
sepertinya terlalu memaksa menyatakan iblis ada d balik rokok. Dikarenakan rokok sendiri tidak mengkontribusi yg significant buat menarik manusia sebanyak mungkin agar mau melanggar hukum2 Allah.

Salah satu yang saya tahu: merusak keluarga.
Ini tidak terjadi pada semua perokok, tapi ada perokok yang seperti itu.
Saya tahu seorang bapak perokok yang memiliki keluarga. Dia sering menelantarkan keluarganya, tidak memberi nafkah hanya untuk rokok. Keputusannya belum tentu karena pengaruh iblis. Dia bisa saja melakukannya atas kesadaran sendiri. Tapi iblis senang dengan itu, karena keluarga yang seharusnya diberkati jadi berantakan. Keluarga berantakan biasanya menghasilkan generasi yang berantakan pula. Efeknya tidak hanya berlaku pada masa kini, tapi juga berpuluh-puluh tahun masa depan. Anak-anak Tuhan kehilangan generasi.

Salam

To @kahlil_gibson
.
diasumsikan cerita itu benar, maka yg bersangkutan telah hilang akal budi dan penguasaan diri, sementara rokok sendiri tdk menyebabkan ke 2 hal tersebut. Sehingga bila yg bersangkutan membuat keputusan2 yg melanggar norma2 yg ada maka yg bersangkutanlah yg semestinya bertanggung jawab, dan bukan sebaliknya malah rokok yg dianggap penyebabnya. Dengan kata lain yg bersangkutan mungkin mengalami kelainan kejiwaan, sehingga hilang kesadaran dan akal budi yg menyebabkan terjadinya keputusan yg melanggar norma, yakni menelantarkan keluarga.
.
Dasarnya adalah perokok kelas berat pun, bila harus lepas rokok karena sesuatu hal tdk akan mengalami sakaw seperti halnya narkoba. Dan seorang perokok selalu bisa beradaptasi dgn kondisi menekan semisal tdk cukup/tdk ada uang, perokok selalu punya solusi, mulai dari puntung sampai nebeng kanan kiri ke tetangga dan teman. Dan soal menelantarkan orang2 yg di sayanginya saya rasa jauh dari itu, karena akal dan pikiran masih terjaga. Maka asusmsi benar terdekat yg bersangkutan mengalami kelainan kejiwaan.
.
.
Diasumsikan cerita itu tidak benar maka yg terjadi adalah yg bersangkutan sebenarnya memiliki faktor2 negatif diluar rokok yg menyedot beaya semisal judi, maksiat dsbny sementara rokok hanya dibuat alasan dan kambing hitam. Karena kalau hanya soal rokok, dan kemudian terkendala masalah income, maka si perokok bisa mengadaptasi dirinya seperti telah dijelaskan di atas. Dengan kata lain sepertinya tdk mungkin rokok menghabiskan sumber dana yg bersangkutan, kecuali ada faktor2 negatif lain yg tdk di ungkapkan.

Yang saya tanggapi tadi adalah “apa untungnya iblis di balik rokok”. Saya tidak bilang rokok sebagai penyebabnya.
Kalau bicara penyebab sih bisa macam-macam. Permen karet saja bisa. Tapi topik ini kan membahas tentang rokok, jadi kita harus fokus bicara rokok.

Salam

Betul bro kahlil, Fokus pada rokok siippp…
Ngomong ngomong sekarang ini roko Dji Sam Soe banyak yang gembos ya gak kayak dulu atos atos :afro:

Pertanyaan untuk para perokok aktif:
Apakah kamu bisa berhenti merokok? berhenti sama sekali. Tidak bisa? Tidak mau? itu adalah bentuk keterikatan. Rokok itu berbeda sama oksigen dan makanan dan minuman (sebelum ada yang memberi alasan oksigen, makanan, minuman juga tidak bisa dihentikan). Sudah berapa kali dan berapa banyak kamu mendengar saran untuk berhenti merokok? dari keluarga, komunitas, pemerintah, lingkungan, bahkan dari penjelasan ayat2 Alkitab tapi kamu menolaknya. Saya percaya dalam hati nurani para perokok, ada suara yang mengajak untuk berhenti dan lepas. Itu adalah suara Tuhan. Suara Tuhan selalu mengajak kita untuk semakin menyerupai Yesus. Yesus tidak terikat oleh bentuk kenikmatan apapun di dunia. Apakah kamu harus menunggu tubuh yang keropos yang menghentikan kamu dari merokok? Atau sambil merokok kamu terus berdoa agar Tuhan menjaga kesehatanmu? itu namanya mencobai Tuhan. Peran Iblis adalah membuat hal yang manusia pikir itu biasa dan normal untuk dilakukan, padahal itu tidak berkenan bagi Tuhan.

Dengan merdeka, saya menghisap rokok, dengan mereka pula saya menghentikan menghisapnya. Tidak mengurangi ketergantungan kepada Tuhan, tidak mengurangi rasa kasih kepada Tuhan. Dulu, karena kemerdekaan saya bergaul dengan rokok 'dirampas' di sekolah di kota kelahiranku, akhirnya saya memerdekakan diri dengan keluar dari sekolah itu.
Apa alasan kamu untuk merokok? merasa lebih rileks? pikiran lebih jernih? agar diterima komunitas? itu adalah bentuk keterikatan. Hidup yang maksimal, pikiran rileks, jernih dan karakter yang bertumbuh agar diterima komunitas, itu semua didapat dalam Kristus. Tanpa harus ada yang namanya merokok.

Merokok itu merdeka? Berhenti menghisapnya lalu melakukannya lagi, itu namanya tidak merdeka. Merokok adalah suatu bentuk berhala, kenapa? sebab berhala membutuhkan korban. Korban dari rokok adalah kesehatan penggunanya, kesehatan orang di sekelilingnya, uang yang terbuang sia2, dan menjadi batu sandungan bagi orang percaya lainnya. Bahkan karena tidak bisa merokok, kamu keluar dari sebuah sekolah hanya demi bisa merokok? bagi logika saya, itu bukan suatu bentuk kemerdekaan. Pengorbanan yang terlalu besar yang sudah dikorbankan hanya untuk dapat merokok.

Apakah mungkin ROH KUDUS mabok karena asap rokok? Rentan amat, ya?
ROH KUDUS tidak mabok.
Menurut pemahaman saya, ketika jasmani Yesus Kristus melayani dunia ini, Yesus Kristus tidak menyebut-nyebut rokok. Bahkan sampai kepada kebangkitannya dan turunnya ROH KUDUS, tidak ada menyebut-nyebut rokok.
Bangsa Yahudi belum mengenal rokok pada saat itu. Zaman tersebut diajarkan untuk jangan mabuk oleh anggur. Tuhan tidak suka manusia mengandalkan dirinya sendiri dengan mencari kenikmatan duniawi seperti mabuk oleh anggur dan tentunya mabuk oleh kenikmatan rokok. Jika kamu tetap kekeh untuk mencari ayat Alkitab tentang kata "rokok", itu belum saya temukan. Mungkin bisa langsung ditanyakan pada Yesus nanti ketika saatnya tiba, apakahTuhan Yesus membolehkan merokok atau tidak (mungkin bakal dikeplak, hehe).

Rokok pertama kali dipopulerkan sejak penemuan Columbus oleh benua Amerika. Pertama kali rokok digunakan oleh bangsa Indian, bukan untuk kenikmatan, tapi untuk kegiatan religius. Entah religius dalam rangka menyembah Tuhan atau Iblis saya tidak tahu.

Ngomong-ngomong, jadi ingin menanyakan inti pikiran Kahlil_Gibson, trit ini ingin membahas peran iblis dalam rokok, ato peran iblis dalam rok, ato peran inblis dalam narkoba, ato apa? Fokus, fokus, fokus. Kalo mau semua, ungkapkan di judul trit.
peran Iblis dalam rokok.
Kembali lagi, begitu rentannyakah Bait Allah (tubuh manusia) itu sehingga dengan asap rokok langsung menjadi tidak kudus, ya? Saya kira, kekudusan itu tidak diukur dari paparan rokok ato asap rokok.
Kalau begitu kenapa Yesus mengusir para pedagang di bait Allah? mengapa Allah menyuruh Musa melepaskan sepatunya sebelum masuk ke tempat kudus? sebegitu rentannya kah tempat kudus?

Makna kudus adalah “dipisahkan dari yang lain”. Yang artinya dipisahkan dari yang tidak kudus. Jika tempat yang kudus dimasuki oleh sesuatu yang tidak kudus, maka tempat tersebut menjadi tidak kudus lagi. Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Roh manusia yang sudah menerima Kristus sebagai juru selamat itu kudus, namun jiwa dan tubuh yang masih terikat oleh dosa belumlah kudus. Karena itu kita sebagai manusia harus terus berjuang melawan keinginan daging.

Roma 7:18-20

Rokok adalah satu2nya aktivitas/kegiatan/hobby (apapun orang menyebutnya) yang jika dilakukan dengan benar dan teratur, akan membunuh para penggunanya secara perlahan tapi pasti.

Mati karena penyakit, yang diakibatkan oleh keinginan manusia itu sendiri secara sadar, bukanlah visi hidup yang diberikan Tuhan untuk manusia tersebut.

Semakin banyak orang tewas atau penyakitan karena rokok, visi Iblis tentunya tercapai. Menjauhkan umat manusia dari rencana keselamatan dalam Kristus. Sebelum diselamatkan, uda pada tewas karena kanker paru2 semua. Tidak hanya orang non-Kristen, orang Kristen pun tidak bisa lari dari penyakit yang akan ditimbulkan kecuali bertobat.

Narkoba, AIDS dari seks bebas, pelacuran, itu semua senjata Iblis yang ilegal di mata dunia pada umumnya. Tahukah kamu? Rokok itu legal di hampir semua negara. Benar2 senjata Iblis nomor 1 yang tidak disadari. The silent killer.

Rokok, salah satu penyumbang tertinggi penyebab kematian di dunia >> http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/05/29/m4sanu-pembunuh-sadis-ini-menewaskan-300-ribu-orang-tiap-tahun

Jika orang mencuri karena butuh uang untuk membeli narkoba, yang salah akal sehatnya atau narkobanya? Dua2nya sih kalau menurut saya.

Dasarnya adalah perokok kelas berat pun, bila harus lepas rokok karena sesuatu hal tdk akan mengalami sakaw seperti halnya narkoba.
mulut rasanya gatal, rasanya kering kalau tidak merokok, itu adalah bentuk sakaw yang terlihat "ringan". Tapi efeknya sama, membuat penggunanya ingin kembali merokok.
Dan seorang perokok selalu bisa beradaptasi dgn kondisi menekan semisal tdk cukup/tdk ada uang, perokok selalu punya solusi, mulai dari puntung sampai nebeng kanan kiri ke tetangga dan teman. Dan soal menelantarkan orang2 yg di sayanginya saya rasa jauh dari itu, karena akal dan pikiran masih terjaga. Maka asusmsi benar terdekat yg bersangkutan mengalami kelainan kejiwaan.

Diasumsikan cerita itu tidak benar maka yg terjadi adalah yg bersangkutan sebenarnya memiliki faktor2 negatif diluar rokok yg menyedot beaya semisal judi, maksiat dsbny sementara rokok hanya dibuat alasan dan kambing hitam. Karena kalau hanya soal rokok, dan kemudian terkendala masalah income, maka si perokok bisa mengadaptasi dirinya seperti telah dijelaskan di atas. Dengan kata lain sepertinya tdk mungkin rokok menghabiskan sumber dana yg bersangkutan, kecuali ada faktor2 negatif lain yg tdk di ungkapkan.


Saya sering lihat orang miskin yang selalu kekurangan namun masih bisa rutin merokok. Bayangkan saja jika pengeluaran untuk rokok itu bisa dihapuskan tentunya income yang didapat akan lebih besar. Masalah income tidak selalu diakibatkan hal2 maksiat seperti judi melainkan juga karena pengeluaran yang berlebihan. Pengeluaran yang didasari oleh keinginan dan bukan kebutuhan. Terlalu sering makan KFC pun juga bisa membuat income terganggu. Rokok adalah bagian dari keinginan dan bukan kebutuhan.

.
.
Pernyataan diatas secara expisit menegaskan bahwa rokok adalah penyebabnya secara absolut
.
.

.
.
Pernyataan diatas secara implisit menyiratkan ada ruang atau celah bahwa rokok tetaplah sebagai penyebabnya dikarenakan oleh penegasan dari kalimat utama pendahulunya
.
.
Sehingga deskripsi keterangan pelengkap nya pun mau tdk mau harus mensupport kedua statement tsb.
.
.
Kesimpulan :
merujuk kepada fokus “apa untungnya iblis berada di balik rokok” adalah bahwa keseluruhan narasi bro kahlil lebih kuat mengarah kepada
“apa untungnya iblis berada di balik rokok dimana rokok sebagai penyebabnya”
dan bukannya malah sebaliknya yaitu
“apa untungnya iblis dibalik rokok dimana rokok bukan sebagai penyebabnya”
.
Sehingga dari penjelasan tsb dapat menjelaskan kontradiksi dari makna narasi sebelumnya dengan statemen terakhir bro kahlil yakni
.
– yang saya tanggapi tadi "apa untungnya iblis dibalik rokok dan “saya tidak bilang bahwa rokok adalah penyebabnya” –
.
.
Demikian klarifikasi sy untuk menyamakan persepsi, karena saya tdk tahu kemana arah yg dimaksud sebenarnya oleh bro kahlil.
.

Perhatikan kalimat saya “Ini tidak terjadi pada semua perokok, tapi ada perokok yang seperti itu.”
Jadi tidak absolut.

Dalam kasus yang saya kemukakan, ya, rokok menjadi penyebab kehancuran keluarga.
Tapi sekali lagi “Ini tidak terjadi pada semua perokok, tapi ada perokok yang seperti itu.”

Terus terang saya tidak paham dengan kalimat-kalimat Anda di atas.
Tapi saya mau memberi penjelasan sedikit lagi supaya Anda paham maksud saya.

Iblis bisa memakai apa saja untuk merusak manusia. Karena itu, dengan adanya kerusakan-kerusakan tsb kita memang tidak bisa mengkambinghitamkan rokok. Tapi tidak bisa dimungkiri juga bahwa iblis bisa menggunakan rokok untuk merusak manusia.
Jadi tidak semua aktivitas tentang rokok dipengaruhi oleh iblis (Menurut saya malah tidak ada sama sekali, karena orang merokok atas keputusannya sendiri).
Tapi iblis senang dengan beberapa akibat yang ditimbulkan rokok. Ini yang saya maksudkan dengan untungnya iblis, seperti yang Anda tanyakan.

Salam