perbedaan berserah VS menyerah

mau tanya, kira kira apa bedanya berserah dengan menyerah ?

sepintas mungkin terlihat sama ya, tapi, apa bisa disamakan ?

Berserah itu seumpama orang memindahkan beras satu kwintal tidak kuat, dan dibantu teman pakai pickup ditaruhnya beras sekwintal itu dibak pickup tesebut.

Menyerah itu seumpama orang memindahkan beras satu kwintal tidak kuat, dan meletakannya kembali pada tempatnya berharap bisa jalan sendiri ketujuannya.

Berserah itu selalu menyangkut pihak ketiga, menyerah itu melupakan keberadaan pihak ketiga.

Menyerah : tdk melakukan upaya apapun menghadapi masalah/keadaan
Berserah : mengandalkan Tuhan dlm menghadapi masalah/keadaan,
dgn keyakinan bahwa dengan Tuhan akan sanggup menghadapi segara masalah/keadaan.
GBU

Ku Tak Akan Menyerah - Jeffry Tjandra - Lagu Rohani Kristen

Menyerah adalah jika kita telah berusaha tapi tak kuasa ahirnya MENYERAH.
BERSERAH adalah jika kita masih bisa sanggup melakukan sesuatu tapi kita alihkan pada orang lain biar orang lain itu yang mengerjakannya

GBU

Berserah adalah memberikan diri kita sepenuhnya kepada Allah sehingga kita tidak punya hak pribadi lagi, hidup kita sudah tidak ada nilainya namun kita tetap merasa kehidupan kita sangat aman buat kedepannya.

Menyerah adalah menghilangkan hak pribadinya karena ada unsur yang menekan dari pihak lain.Seperti seorang budak yang mana menyerahkan diri karena dia dijual sehingga semuanya haknya hilang.Menyerah itu masih ada keinginan sewaktu waktu ingin bangkit kembali .

mau berserah atau menyerah? :tuzki23: :tuzki23:

BERSERAH = Delegasi tanggung jawab = Buang Bodi:

  1. Bpk Presiden bilang: Sudah saya delegasikan, bahwa Keputusan itu semua diambil oleh Para Menteri yg bersifat teknis, saya hanya kebijakan umum nya aja
  2. Bpk Menteri bilang: Saya hanya melaksanakan Keputusan Bpk Presiden, krn saya sebagai Menteri berserah kepada keputusan Presiden

MENYERAH = Do nothing
Karena Bpk Presiden sudah mendelegasikan pengambilan keputusan kpd Menteri, tetapi Menteri belum merasa menerima delegasi tersebut, maka kita menunggu dulu & menyerahkan sepenuhnya kepada Rakyat sebagai pemilik negeri demokratis ini,… hehe…

Berserah… Kita mengeluarkan segala kemampuan yang kita miliki… setelah itu perkara itu akan berhasil atau gagal … biarkan kehendak TUHAN yang terjadi… intinya adalah proses bukan hasil akhir… pada kata “mengeluarkan segala kemampuan kita” berarti kita benar2 sudah mengeluarkan segala daya upaya yang kita miliki dari berpikir, melakukan tindakan, meminta bantuan apapun yang sanggup kita bayangkan… proses inilah yang TUHAN kehendaki… bila TUHAN menyatakan berkenan… apapun yang kita lakukan gagal… TUHAN akan membukakan jalan bagi kita untuk mendapatkan anugerah yang TUHAN berikan pada waktunya… selalu ingat segala sesuatu yang kita alami semasa hidup ini akan menjadi bekal suatu hari nanti…

Menyerah… kita melakukan sesuatu… dan berharap/ mengharuskan berhasil… ketika yang terjadi adalah kegagalan… setelah itu do nothing… dalam hal ini kita terlalu fokus pada hasil akhir… pada kata “melakukan sesuatu” bermakna… bahwa kita belum mengeluarkan seluruh kemampuan kita… sifat cepat menyerah ini tidak diharapakan terjadi keada kita sebagai umatNYA… sebab masih banyak yang harus kita pelajari dan alami… bekal itu/pengalaman itu belum cukup atau istilah lain “pohon itu belum cukup tumbuh besar untuk berbuah”…

Contoh kasus : Indonesia idol kemarin juaranya Regina… beliau tidak menyerah karena gagal pada audisi Indonesia Idol 1-6… dan memang dia berkata saat itu masih banyak yang perlu disiapkan… dan akhirnya berbuah pada Indonesian idol ke - 7 ini… dan dia berserah semua pada TUHAN… ga tanggung2 TUHAN memberi buah yang benar2 masak… yaitu juara pertama… bedakan dengan peserta lain yang gagal di indonesia idol… mereka meyerah… tidak memetik pelajaran, menambah pengalaman… tidak berusaha mengeluarkan segala daya upaya untuk memperbaiki diri… mencermati segala sesuatunya ini dibutuhkan tekad, keyakinan, pemikiran, perbuatan yang tidak biasa… dalam arti lain dia beriman pada TUHAN…

kalau seperti ini bagaimana

“di suatu jalan ada pohon tumbang, pohon itu menghalangi jalan tersebut. seseorang melihat pohon itu lalu duduk di pinggir jalan dan berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memindahkan pohon itu, tanpa melakukan usaha fisik seperti mendorong, atau memecah pohon besar tersebut menjadi pecahan kecil, atau apapun”

ini termasuk berserah ya ?

@happyfaith

itu namanya menjadikan TUHAN pesuruh anda… ^^

Menarik…

Jika pohon itu terlalu besar untuk diangkat sendirian, memang seperti itulah bersarah. Duduk berdoa memohon kepada Allah untuk membantunya melewati pohon tersebut. Selanjutnya, dari pengalaman pribadi dan teman dekat, Allah akan memberikan hikmat kepada kita atau tahu-tahu ada penolong yang datang membantu kita melewati masalah kita (pohon tersebut).

Saya mengasumsikan sendirian di hutang gunung, jauh dari pemukiman dan pohon tersebut sangat besar sehingga menghalangi jalan, sisi kiri dan kanannya tidak mungkin dilalui.

Bersarah itu adalah menyerahkan kepada TUHAN. Dalam menyerahkan beban kepada TUHAN yang tidak kasat mata dan tidak berwujud jasmani, tidak sama seperti kita menyerahkan buku ke tangan teman kita, sebab itu kita harus tahu seperti apa bentuk berserah itu sesungguhnya.

Saat orang buta berserah kepada seorang remaja untuk disebrangkan di persimpangan jalan. Bukankah ia akan memang erat si remaja tersebut agar ia dapat mengikuti kemana dirinya dibawa? Demikian juga saat kita berserah kepada TUHAN kita seperti orang buta yang tidak tahu akan apa yang didepan kita sehingga kita butuh pimpinannya.

Bagaimana TUHAN memimpin kita, jika kita tidak pernah berkomunikasi denganNya? Kita berkomunikasi dengan TUHAN melalui saat-saat intim, yang biasanya saat dimana kita hanyut dalam doa dan pembacaan Alkitab. Disaat seperti itulah TUHAN akan berbicara didalam hati dan pikiran kita, memberikan rhema dan mencelikan mata kita sehingga kita melihat jalan yang ada didepan kita.

Proses seperti itulah yang harus dijalani saat seorang berserah kepada TUHAN.

jika tak terjadi sesuatu, meski kita telah berdoa, apakah kita telah beriman ? ibrani 11:1

jadi, dengan adanya pohon besar tersebut, dan kita memohon pada Tuhan untuk menunjukkan kuasanya entah pohon ilang sendiri, atau tiba tiba ada herkules memindahkan pohon tersebut kita telah berserah kepada Tuhan ? tanpa berupaya mendorong atau apapun ?

dan setelah menunggu lama, ternyata tak terjadi sesuatu, bisakah kita sebut kita telah melakukan pekerjaan doa dengan iman ?

disaat ente2 pade “menyerah” terhadap suatu persoalan sudah waktunye ente2 “berserah” kepada Tuhan ye… jadi diberi kekuatan kembali buat menghadapi persoalan tersebut… gitu kalo ye ;D ;D ;D ;D ;D