Percaya Ke-Tuhanan Yesus

Kenapa ya kebanyakan (kecuali Bro Oda :cheesy: :cheesy:) saudara-saudara kita yang Non-K tidak percaya bahwa Yesus itu Tuhan.
Udah dijelaskan sampai berbusa-busa oleh orang Kristen, tetapi mereka keukeh ga percaya.
Tanya Kenapa ?

hehehe… sebenernya bukan di perihal percaya / nggak percaya, ron. :smiley:

Yang ada di diri saya itu berupa :
berdasarkan info/input yg ada di Alkitab, saya sependapat bahwa [Yesus itu Tuhan].

Namun ya tetep aja saya tidak sependapat bahwa :
sewaktu menjadi daging, Yesus itu [Tuhan + Manusia] :char11:

Udah dijelaskan sampai berbusa-busa oleh orang Kristen, tetapi mereka keukeh ga percaya. Tanya Kenapa ?
IMO, mungkin karena ini perihal percaya/ga_percaya. Orang ybs udah duluan didalam sikon [nggak percaya]. Akibatnya, latar belakang kelogisan yg berangkat dari baca info/input Alkitab shg nyampe ke kesimpulan [Yesus itu Tuhan] nggak keterima-terima oleh ybs.

Sementara diri saya, saya nggak melibatkan perihal percaya/gak_percaya. Melainkan sependapat ato nggak sependapat. So… bahkan tanpa adanya input Alkitab, semisal ada orang bisa mengajukan latar belakang kelogisan yg keterima oleh saya shg nyampe ke kesimpulan [Yesus itu Tuhan] - maka disini “udah kelar” di pov saya. “udah kelar” = saya nggak akan ngeberondong pertanyaan lagi karena udah keterima latar belakang kelogisannya.

Jangan lupa Kitab Suci sudah mengatakan bahwa tanpa pencerahan ROH KUDUS tidak mungkin manusia yg sudah dikuasai pikirannya oleh si Iblis bisa percaya kepada ketuhanan Yesus.

1 Korintus 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh ROH KUDUS.

Orang yg tidak bertuhan adalah alatnya si Iblis untuk menipu anak anak Tuhan pakai segala macam tipu muslihat dan manipulasi melalui bermacam macam ilustrasi konyol untuk memanipulasi Firman Tuhan persis gaya si Iblis di Taman Eden itu.

Bro Oda, memang manusia ga bisa buat orang percaya Yesus. Alkitab hanya memberitahu cara untuk “Percaya”, yaitu dengan rela menerima ROH KUDUS yang akan memberikan pengertian yang sering menurut logika manusia “Tak masuk akal”. Karena arti kata “Percaya” (Iman) adalah meyakini sesuatu yang tidak terlihat.(sudah ga masuk akal khan).

Karena kebanyakan Manusia percaya kepada yang keliatan/berwujud.
contoh : Jin Pocong…mereka percaya itu dari pada kebaikan/Kasih

tertulis koq di Alkitab
42. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
43. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
44. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
47. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Manusia perlu muzizat untuk dapat percaya…
bagaimana kita mendapatkan muzizat?

  1. Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.

  2. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

sruput kopi dulu broo…sruupppp

Penyebabnya adalah: Karena orang kristen tidak memberitakan Injil (Bapa) melainkan memberitakan Yesus adalah TUHAN.

Itulah sebabnya Non-K tidak mau menjadi Pengikut Kristus.

Menurut saya agak sulit juga kalau kita memberitakan Injil kepada mereka yang sudah mengeraskan hati untuk tidak menerima Roh Kudus. Karena Roh Kudus inilah yang akan memberikan pengertian yang benar kepada mereka untuk menjadi “Percaya”.
Mereka yang belum menerima Roh Kudus akan sangat sukar memahami dan mempercayai Injil, karena itu mereka akan terus berputar-putar dan kebingungan sendiri mengkaji Injil dengan hanya memakai logika dunia.
Sudah jelas Injil berasal dari atas(surga). Parameter dan cara pandangnya juga harus disesuaikan.
Sekilas kita melihat banyak Firman Tuhan yang aneh (terbalik) dengan pandangan dunia. Tetapi kalau kita mengkaji betul betul dengan memakai hati dan akal disertai tuntunan Roh Kudus, maka kita bisa menemukan kebenaran yang sejati dari Firman itu.
Contoh : “Barangsiapa yang merendahkan dirinya dia akan ditinggikan” (Menurut dunia, gmana lu mau jadi anggota DPR kalau ngalah mulu, harus unjuk gigi donk, tebar pesona donk, pamer buat baik menjelang hari H dong, pencitraan dong, dll yang serba munafik dan Pamrih yang besar). Padahal yang dimaksud Tuhan agar kita tetap rendah hati walaupun sudah diberkati melimpah oleh Tuhani dan bersedia menjadi pelayan bagi sesamanya. Janganlah bermegah karena itu semua sebenarnya dari Tuhan, bukan dari hasil usahamu.

Ada ayat lagi : Ditampar pipi kiri, kasih pipi kanan. (Menurut dunia, bencong lu, penakut lu, badan gede doang tapi pengecut). Padahal maksud Tuhan disini agar tidak menjadi panjang perselisihan dan dunia bisa menjadi damai (Dasarnya Cinta Kasih). Jadi dilihat tujuannya, hakekat Firman itu dibuat Tuhan.

Singkatnya kalau hanya mengkaji untuk memahami Injil hanya dengan memakai logika dunia saja tanpa disertai tuntunan Roh Kudus, bisa gagal paham dan bingung sendiri.

Tuhan memberkati kita semua.

Berita Injil itu adalah Berita tentang Allah (Bapa) yang bukan TUHAN (Yhvh); Dan yang memberitakannya itu adalah TUHAN (Yhvh) sendiri yang telah menjadi Manusia.

Jika hal itu dilakukan, niscaya akan banyak orang Non-K yang menjadi pengikut Kristus.

Tanpa karunia dan pilihan Tuhan tidak ada seorangpun yang bisa menerima Kristus !

Jadi persoalannya adalah kehendak Tuhannya bukan manusianya,sebab iman itu hanya anugerah bukan usaha manusia bung.

Pengetian anda tentang Yesus, Bapa dan YHWH memang salah kaprah,

sehingga pengertian anda tentang “memberitakan Injil” jadi Rancu. ;D

memberitakan injil bukan seperti yg anda sebut di atas,

melainkan,

memberitakan injil adalah memberitakan kebar baik tentang keselamatan yg telah dianugerahkan Allah kepada manusia melalui Penebusan Yesus di kayu salib.

salam

Bagaimana orang bisa menerima Kristus jika gereja tidak memberitakan Injil-Nya? :slight_smile:

Anda yang salah kaprah… ;D

Keselamatan itu diberikan kepada orang yang percaya pada “Berita-Injil”!!

Kristus disalib merupakan Penggenapan dari hukum Taurat… Hal itu merupakan RESIKO dari Pemberitaan-Injil. :char11:

jangan mengeraskan hati, bro
tapi bukalah hatimu ;D ;D

Keselamatan itu diberikan kepada orang yang percaya pada "Berita-Injil"!!

Peryataannya sih benar, :afro:

namun pengertian anda tentang Berita-Injil itu ngaco :smiley:

Kristus disalib merupakan Penggenapan dari hukum Taurat..... Hal itu merupakan RESIKO dari Pemberitaan-Injil. :char11:

itu bukan RESIKO,
namun merupakan INTI dari INJIL

Yoh. 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Yoh. 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Yoh. 16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.

Itulah INTI dari Berita Injil!! MEMBERITAKAN BAPA

Mrk. 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mrk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Sudahkah anda percaya pada Berita Injil itu? :slight_smile:

Jika injil adalah memberitakan Bapa,
lantas siapakah Bapa itu menurut injil?

pasti bingung menjawabnya toh :smiley:

Yang bingung itu orang yang tidak percaya Berita Injil, karena ia tidak diajar oleh ROH KUDUS untuk masuk ke dalam seluruh Kebenaran.

Bapa yang saya kenal adalah Allah yang bukan YHVH.
Bapa yang saya kenal adalah Allah yang tidak cemburu.
Bapa yang saya kenal adalah Allah yang penuh Kasih.
Bapa yang saya kenal adalah Allah yang tidak menghakimi siapapun.

Yoh. 5:22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
Yoh. 5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Siapa yang percaya pada Berita Injil itu akan diselamatkan…

Ef. 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Ef. 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Sudahkah anda percaya pada Berita Injil?

Kalau hanya untuk mengetahui hal ini sih, tdk perlu pakai injil ;D

berarti sia-sialah anda sdh membaca bahkan mungkin sdh menghapal tulisan2 yg ada dalam injil kalau pemahaman anda baru sebatas itu.

[b]Yoh. 5:22[/b] [i][b]Bapa tidak menghakimi siapapun,[/b] melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,[/i] [b]Yoh. 5:23[/b] [i]supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.[/i]

Peryataan ini benar, namu tdk relevan dlm kontesk diskusi kita :char11:

Oh ya… jadi pakai apa dong???

Ngomonh-ngomong soal pemahaman, sejauh apakah pemahaman anda soal Injil? bisakah anda bagikan di sini? :slight_smile:

jika hanya untuk mendapatkan hasil yg secuil itu, nggak perlulah pakai injil

tu namanya, ibarat nembak lalat pakai rudal nuklir ;D

Ngomonh-ngomong soal pemahaman, sejauh apakah pemahaman anda soal Injil? bisakah anda bagikan di sini? :)

sederhananya,

bagi saya, intinya Injil itu adalah kabar kesukaan.

kenapa kabar kesukaan?

Karena demi menebus manusia dari kuasa dosa, Allah rela jadi manusia, menderita sengsara dikayu salib sampai mati untuk menebus.

Bagaimaan cara kita merespon Injil tersebut?

pertama :
percaya bhw Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat sesuai “biru”

Kedua : melakukan sesuai “hijau” pada :

Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

lain-lainnya itu bagi saya, hanyalah variasi-variasi pemahaman yg mungkin tdk terlalu terkait dgn keselamatan, jadi ok-ok saja jika ada yg berbeda.

demikian sedikit pemahaman saya ttg injil.