Perempuan...

Di dalam Alkitab tertulis:
Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak,…
1 Timotius 2:15

Apakah arti dari ayat tersebut diatas?

Salam.

Artinya perempuan itu akan selamat asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan. :happy0062:

Tetapi kenapa disebutkan melahirkan anak?

Binun…emang pan perempuan melahirkan anak, bukan cowo…

Ayat ini memang agak ribetz.

Jadi mari kita lihat beragam terjemahannya :

BIS
Meskipun begitu, wanita akan selamat dengan melahirkan anak, asal ia dengan kerendahan hati tetap percaya kepada Kristus dan tetap mengasihi orang lain serta hidup khusus untuk Allah.

FAYH
Maka Allah mendatangkan kesakitan dan penderitaan kepada kaum wanita pada waktu mereka bersalin, tetapi Ia akan menyelamatkan jiwa mereka, kalau mereka beriman kepada-Nya, dan hidup dengan tenang, baik serta penuh kasih.

Leydekker
tetapi ia akan selamat kelak dalam hal beranak, kalau ia tinggal tetap dalam iman dan kasih dan kekudusan, serta dengan menahankan diri.

BBE
But if they go on in faith and love and holy self-control, she will be kept safe at the time of childbirth.

MESSAGE
On the other hand, her childbearing brought about salvation, reversing Eve. But this salvation only comes to those who continue in faith, love, and holiness, gathering it all into maturity. You can depend on this.

NKJV
Nevertheless she will be saved in childbearing if they continue in faith, love, and holiness, with selfcontrol.

PHILIPS
Nevertheless I believe that women will come safely through childbirth if they maintain a life of faith, love, holiness and modesty.)

Terjemahan bebas dari bahasa asli :
But she shall be saved through the childbearing if they abide in faith and love and sanctification in discreetness.

Demikianlah sedikit variasi terjemahannya.

Ikutan ya…

Mari kita lihat dari ayat 14
1Ti 2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
1Ti 2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

Apa yang sebenarnya rasul Paulus katakan?
Bahwa perempuan (dan laki-laki juga) sudah jatuh dalam dosa (ayat 14), dan ada kutuk yang menimpa perempuan:

Kej 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

Tetapi kemudian Paulus mengatakan bahwa walaupun perempuan mengandung dengan susah payah dan melahirkan dengan sakit (karena adanya kutuk dosa) tetapi perempuan masih bisa selamat asalkan ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan. Hal ini juga berkaitan dengan perkataan Paulus sebelumnya di ayat-ayat 9-12.

Note:
Terjemahan yang lebih tepat “Saved through childbearing”
“Diselamatkan melalui melahirkan anak”, bukan “Diselamatkan karena melahirkan anak”.

IMHO Hal ini juga berbicara mengenai keselamatan kepada wanita (dan laki-laki) yang datang melalui kelahiran Yesus Kristus oleh Maria.

Semoga membantu.
Cheers

Nah! ini baru jelas, Thanks!
N thanks All…
Salam.

Saya masih belum jelas. Lha kalau mandul atau belum beranak bagaimana ? Apakah perempuan tidak selamat ?

Nih…

Apakah cukup jelas? :wink:

Berarti sebelum kelahiran Kristus lewat Bunda Maria, perempuan yang tidak melahirkan, tidak selamat ?

itu tipology mbak :smiley:

Saya pernah membaca buku The Lost Gospel, bahwa ada nats Injil yang menanyakan nasib Maria Magdalena masuk sorga karena keberadaannya yang perempuan, lalu menurut injil tersebut Maria Magdalena memperoleh tubuh laki-laki.

Dengan adanya pandangan ini bukankah pada zaman itu perempuan nasibnya sorga nunut suaminya, neraka katut suaminya ???

Baca cukup 4 injil aja mbak :smiley:

Yes, setuju.

Sekedar melengkapi:

Sebaiknya dibaca mulai ayat 13:

* 1 Timotius 2:15
2:13 LAI TB, Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
2:14 LAI TB, Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
2:15 LAI TB, Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.
NIV, But women will be saved through childbearing—if they continue in faith, love and holiness with propriety.
KJV, Notwithstanding she shall be saved in childbearing, if they continue in faith and charity and holiness with sobriety.
TR, σωθησεται δε δια της τεκνογονιας εαν μεινωσιν εν πιστει και αγαπη και αγιασμω μετα σωφροσυνης
Translit interlinear, sôthêsetai {dia akan diselamatkan} de {tetapi} dia {melalui} tês teknogonias {dia melahirkan anak} ean {jikalau} meinôsin {mereka tetap} en {di dalam} pistei {iman} kai {dan} agapê {kasih} kai {dan} hagiasmô {kehidupan kudus} meta {dengan} sôphrosunês {penguasaan diri}

Bahasa Paulus di dalam bagian ini merupakan gema dari Kejadian pasal 2 dan 3 dengan rujukan LXX (Septuaginta). Pembahasan laki-laki perempuan yang diwakilkan dalam figur Adan dan Hawa. Paulus memperlihatkan Hawa dalam urutan ke dua: “Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa,” hal ini mengingatkan akan fungsi perempuan sebagai “penolong” bagi Adam (Kejadian 2:18). Istilah “penolong” ini mudah diinterpretasi seolah2 kedudukan perempuan dari semula memang lebih rendah dan harus tunduk kepada laki2. Namun, kita harus menyadari bahwa kata “penolong” di Kejadian 2:18 itu mengisyaratkan bahwa Adam mempunyai kelemahan2 sehingga perlu ditolong oleh Hawa (kaum perempuan). Setelah kejatuhan manusia yang sebab pertamanya dilakukan oleh perempuan membuat posisi perempuan menjadi lebih buruk, ia dikutuk misalnya akan mengalami sakit beranak. Namun demikian, Allah telah menetapkan rencana mulia bagi perempuan yang nanti akan digenapi oleh anak dara Maria yang melahirkan Sang Mesias. Kebenaran ini ditulis kembali oleh Rasul Paulus dalam 1 Tim 2:15, dan pada ayat ini Paulus tidak terus menerus menempatkan perempuan di bawah kutuk dosa. Perempuan diberi kesempatan menjadi berkat. Frasa “akan diselamatkan karena melahirkan anak” merujuk pada ayat ini.

* Kejadian 3:15
LAI TB, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
KJV, And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
NIV, And I will put enmity between you and the woman, and between your offspring and hers; he will crush your head, and you will strike his heel."
YLT, and enmity I put between thee and the woman, and between thy seed and her seed; he doth bruise thee – the head, and thou dost bruise him – the heel.’

LXX, και εχθραν θησω ανα μεσον σου και ανα μεσον της γυναικος και ανα μεσον του σπερματος σου και ανα μεσον του σπερματος αυτης αυτος σου τηρησει κεφαλην και συ τηρησεις αυτου πτερναν
Translit,KAI EKHTHRAN THÊSÔ ANA MESON SOU KAI ANA MESON TÊS GUNAIKOS KAI ANA MESON TOU SPERMATOS SOU KAI ANA MESON TOPU SPERMATOS AUTÊS AUTOS SOU TÊRÊSEI KEPHALÊN KAI SU TÊRÊSEIS AUTOU PTERNAN
Hebrew,
וְאֵיבָה ׀ אָשִׁית בֵּֽינְךָ וּבֵין הָֽאִשָּׁה וּבֵין זַרְעֲךָ וּבֵין זַרְעָהּ הוּא יְשׁוּפְךָ רֹאשׁ וְאַתָּה תְּשׁוּפֶנּוּ עָקֵֽב׃ ס
Translit interlinear, VE’EIVAH {dan permusuhan (dendam kesumat berdarah)} 'ASYIT {Aku akan mengadakan} BENKHA {diantara kalian} 'UVE’IN {dan diantara} HAISYAH {perempuan itu} 'UVE’IN {dan diantara} ZARAKHA {keturunanmu} UVE’IN {dan diantara} ZARAH {keturunannya (her seed)} HU {Dia} YESYUFEKHA {Dia (He) akan meremukkan kamu} ROSY {(pada) kepala} VE’ATAH {dan engkau} TESYUFENU {engkau akan meremukkan Dia} AQEV {(pada) tumit}

Dengan demikian 1 Timotius 2:15 disini Rasul Paulus merujuk kepada Kejadian 3:15 untuk menunjuk kepada Inkarnasi KRISTUS yang dilahirkan melalui perempuan yang bernama Maria. Bahwa melalui “melahirkan anak” ini si perempuan yang percaya dan terus hidup dalam kesalehan akan diselamatkan.

Blessings,
BP

waduh masih baca gospel abal2 sih^^

Menurut Mr. Sarapan Pagi, Perjanjian antara TUHAN dengan perempuan tidak dengan dinyatakan lewat menstruasi, justru saat itu dinyatakan dalam kondisi tidak tahir/najis.

Memang benar, apa yang masuk adalah halal tetapi yang keluar adalah haram, contohnya waktu haid, dsb, berarti sewaktu sunat yang dilakukan pria, berarti saat itu pria juga tidak tahir karena mengeluarkan darah ???

Saat menstruasi, perempuan mengeluarkan sel telur yang tidak dibuahi, darah pun tercurah, setelah selesai masa haid, perempuan siap untuk bereproduksi (bila menikah), ini artinya TUHAN mengadakan perjanjian dengan perempuan, hal ini dikaitkan dengan ayat 1 Timotius 2:15 Tetapi Perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak.

Perjanjian dengan TUHAN dimeteraikan dengan darah, untuk Perempuan bukan dengan sunat tetapi dengan menstruasi yang perjanjiannya diperbarui setiap bulan.

Ini pendapat saya, mohon saran pendapat rekan FK lain.

Salam.

Lha kan udah dibilang kalo itu merujuk pada Maria, udah dibahas di hal satu kan? :smiley:

Justru pada saat Sunat adalah “pentahiran”

ADA MASA2 DIMANA LAKI2 DIKATAKAN TIDAK TAHIR:

1. LAKI-LAKI YANG MENGELUARKAN LELEHAN DARI ORGAN SEKSUALNYA :

(catatan : Imamat 15 ayat 2 s/d 15 mengacu kepada suatu penyakit (penyakit organ seksual laki-laki), sedangkan ayat 16 s.d 18 mengacu kepada kejadian alamian, misalnya mimpi basah).

a. LELEHAN KELUAR OLEH SEBAB PENYAKIT :

MITSVOT ke-569 : LAKI-LAKI YANG MENGELUARKAN LELEHAN DARI AURATNYA, NAJIS (Imamat 15:1-15), reff http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p429

* Imamat 15:2
LAI TB, "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila aurat seorang laki-laki mengeluarkan lelehan, maka najislah ia karena lelehannya itu.
Hebrew,
דַּבְּרוּ אֶל־בְּנֵי יִשְׂרָאֵל וַאֲמַרְתֶּם אֲלֵהֶם אִישׁ אִישׁ כִּי יִהְיֶה זָב מִבְּשָׂרֹו זֹובֹו טָמֵא הוּא׃
Translit. interlinear, DAB’RU {bicaralah} EL-BENEY {kepada bani} YISRA’EL {israel} VA’AMARTEM {dan kamu berkata} 'ALEHEM {kepada mereka} ISY {laki-laki} ISY {laki-laki} KI {bahwa} YIHYEH {ia menjadi} ZAV {yang dikeluarkan (mengeluarkan lelehan)} MIB’SARO {dari tubuhnya} ZOVO {(lelehan) mengalir dari dia } TAME {najis} HU {dia}

Mengeluarkan lelehan (Ibrani זב - ZAV) atau “yang dikeluarkan” berasal dari kata kerja (Ibrani זוב - ZUV) yang artinya mengalir. Tubuh yang mengeluarkan lelehan (Ibrani מבשרו - MIB’SARO) dianggap sebagai berarti yang keluar dari organ seksual/ organ pembiakan, sekalipun sifat sesungguhnya dari penyakit yang dibahas ini tidak dikenal.

* Imamat 15:3
LAI TB, Beginilah kenajisannya berhubung dengan lelehannya itu: bila auratnya membiarkan lelehan itu mengalir, atau bila auratnya menahannya, sehingga tidak mengeluarkan lelehan, maka itulah kenajisannya.
Hebrew,
וְזֹאת תִּהְיֶה טֻמְאָתֹו בְּזֹובֹו רָר בְּשָׂרֹו אֶת־זֹובֹו אֹו־הֶחְתִּים בְּשָׂרֹו מִזֹּובֹו טֻמְאָתֹו הִוא׃
Translit. interlinear, VEZOT {dengan ini} TIHYEH {(lelehan) itu} TUMATO {menjadikan dia najis} BEZOVO {(lelehan) yang mengalir dari dia} RAR BESARO {yang keluar dari tubuhnya} 'ET-ZOVO {yang mengalir dari dia} ‘O-HEKHTIM {atau yang ditahan/ disumbat} BESARO {dari tubuhnya} MIZOVO {mengalir dari dia} TUMATO {membuat dia najis} HIV’ {(lelehannya) itu}

Kenajisan terjadi jika lelehan keluar terus atau keadaan itu menimbulkan penyumbatan yang untuk sementara menyebabkan terhentinya lelehan.

Lihat Imamat 15:4-12

Orang yang sedang penyakitan ini disebut dalam keadaan najis (dalam masa cemar), dan setiap orang yang menyentuh si sakit ini juga najis, setiap barang yang didudukinya juga najis. Orang lain yang mencuci pakaian yang dipakai si sakit itu juga najis hingga matahari terbenam. Apabila seseorang yang najis menyentuh orang lain tanpa mencuci tangannya lebih dahulu, maka orang yang tersentuh juga menjadi najis.

Lihat Imamat 15:13-14

Masa kesembuhan : Pada saat penyakit tersebut berakhir dan sudah berlalu selama 7 hari, si sakit tadi harus mencuci sendiri dan juga pakaiannya dan ia menjadi tahir. Pada hari ke-8 sesudah melakukan semuanya ini, maka si sakit yang telah sembuh, dia harus membawa 2 ekor burung kepada imam untuk dipersembahkan sebagai kurban penghapus dosa dan kurban bakaran.

Hukum Taurat di lain tempat menunjuk kepada penyakit-penyakit lain disamping penyakit organ seksual yang dibicarakan di sini (Lihat Imamat 14:51-57 bandingkan Imamat 26:16, 25; Ulangan 28:22, 27-28,35) Bahkan perempuan sesudah bersalin yang dalam masa nifas pun dianggap najis (lihat Imamat 12:2-5).

b. LELEHAN KELUAR KARENA FAKTOR ALAMIAH:

Lihat Imamat 15:16-18

Sekarang kita bahas Imamat 15 ayat 16 s.d 18 mengacu kepada kejadian alamiah (misalnya mimpi basah yang mengeluarkan lelehan dari organ seksual laki-laki).

MITSVOT ke-570 : AIR MANI MENAJISKAN (Imamat 15:16), reff http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p429

* Imamat 15:16
LAI TB, Apabila seorang laki-laki tertumpah maninya, ia harus membasuh seluruh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
Hebrew,
וְאִישׁ כִּי־תֵצֵא מִמֶּנּוּ שִׁכְבַת־זָרַע וְרָחַץ בַּמַּיִם אֶת־כָּל־בְּשָׂרֹו וְטָמֵא עַד־הָעָרֶב׃
Translit., VE’ISY KI-TETSE’ MIMENU SYIKHVAT-ZARA’ VERAKHATS BAMAYIM ‘ET-KAL-BESARO VETAME’ 'AD-HA’AREV

Karena keluarnya lelehan (air-mani) terjadi karena faktor alamiah, sekalipun orang ini dinyatakan “NAJIS” untuk beberapa waktu, namun ia tidak perlu mempersembahkan kurban 2 ekor burung. Kenajisannya ini hanya menghalangi dirinya untuk ambil bagian dalam upacara keagamaan (bandingkan Imamat 15:31).
Cara pentahiran hanya dilakukan dengan pencucian biasa.

2. PEREMPUAN YANG MENGELUARKAN LELEHAN DARI ORGAN SEKSUALNYA :

a. LELEHAN KELUAR KARENA FAKTOR ALAMIAH:

MITSVOT ke-572 : WANITA YANG MENSTRUASI, NAJIS DAN MENAJISKAN YANG LAINNYA (Imamat 15:19-24), reff http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p429

Lihat Imamat 15:19-24. Suatu lelehan yang keluar dari organ seksual perempuan dan terjadi karena factor alamiah (menstruasi), selama masa cemar (NAJIS) berlaku peraturan yang sama seperti dalam Imamat 15:2-10. Dalam hal ini tidak perlu ada persembahan kurban.

b. LELEHAN KELUAR DENGAN TIDAK SEMESTINYA:

MITSVOT ke-573 : WANITA MENSTRUASI YANG MASIH MENGELUARKAN LELEHAN, NAJIS
(Imamat 15:1-15), reff http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p429

Imamat 15:25-30 menyebutkan keluarnya lelehan dari organ seksual perempuan yang melebihi “masa cemar” yang lazim (misalnya sakit pendarahan/ kelainan hormonal tubuh yang menyebabkan lelehan keluar dengan tidak semestnya) dianggap sama dengan penyakit yang dibahas dalam Imamat 15 ayat 2-15. Dalam hal ini, selepas dari kecemarannya, perempuan ini harus mempersembahkan kurban penghapus dosa dan kurban bakaran.


Lelehan yang keluar dengan tidak semestinya yang dikategorikan “sebuah penyakit”, baik pada laki-laki atau perempuan, pada kedua peristiwa ini dikatakan bahwa para imam harus mengadakan pendamaian dengan perantaraan korban-korban itu. Apapun sifat kenajisan itu, tiap orang yang menyentuh “orang yang cemar” atau menyentuh “barang najis bekas dipakai/ disentuh orang yang cemar”, harus mandi dan mencuci pakaiannya dan iapun menjadi najis sampai petang hari.

Dalam Perjanjian Baru kita mengenal kisah seorang perempuan yang 12 tahun sakit pendarahan (Matius 9:20-22), yang tentu saja menurut Hukum Taurat si perempuan ini “NAJIS” dan apapun yang dia sentuh juga “NAJIS”, tetapi karena iman dan keinginan untuk sembuh, ia yang “najis” memberanikan dirinya menyentuh jubah Tuhan Yesus. Hasilnya justru si perempuan inilah yang menjadi TAHIR karena menyentuh Yesus Kristus yang empunya TAHIR. Haleluyah.

Semoga jelas.


Ribet yah Hukum Taurat?!
Syukur pada Tuhan, hukum Taurat yang rumit ini udah berakhir karena karya Kristus di kayu salib.
Makanya kalau ada orang/ kelompok-kelompok mau mengembalikan tradisi Taurat dalam ibadah Kristiani, musti mikir bahwa Mitsvot2 ini pun juga harus dilakukan (Yakobus 2:10).

Blessings,
BP

Apakah ini bisa dikatakan sebagai Perjanjian antara TUHAN dengan Perempuan ?

Kejadian 3:15: Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannnya; keturunannya akan meremukkan kepalamu …

Perempuan diberi kuasa oleh TUHAN untuk bermusuhan dengan Iblis.

Apakah ini bisa dikatakan sebagai Perjanjian antara TUHAN dengan Perempuan ?

Kalau ini bisa dikatakan sebagai Perjanjian antara TUHAN dengan Perempuan, kalau begitu tanda perjanjian itu apa ?
Kalau pada laki-laki, tanda perjanjiannya adalah sunat, bagaimana dengan Perempuan ?
Kalau tak ada perjanjian antara TUHAN dengan Perempuan, apakah TUHAN tidak memperhatikan Perempuan ?

Jenis perjanjian nggak harus sama dong Endang…
Nggak semua hal harus dituntut berdasarkan isyu “kesamaan gender”