PERINTAH VS IDE

:slight_smile:

PERINTAH :

Melalui Musa :

  • Akulah TUHAN, Allahmu, jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu

melalui Yesus :

  • Kasihilah TUHAN, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan jiwamu dan dengan segenap akal budimu

VS

IDE

  1. Monarkianisme - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  2. Anti-Tritunggal - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  3. Tertulianus - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

berdasarkan hal diatas, bagaimana tanggapan saudara saudari sekalian?

dipersilahkan :angel:

salam

Konfirmasi dikit, bray.

Yang gue bold di atas itu, ide juga kan?

Tanggapan atas apa maksud @L.O.T?
Tanggapan atas “PERINTAH”-kah?
Tanggapan atas “IDE”-kah?
Tanggapan ats ke-VS-an kah?

Namun demikian, sebelum jelas mengenai tanggapan atas hal apa yang @L.O.T inginkan, @Cinta Bhinnekaa ingin berkomentar atas “PERINTAH” yang telah @L.O.T poskan.
Itu perintah melalui Musa, tercatat di Perjanjian Lama alias Hukum Taurat dan kitab para nabi. Sementara menurut Mat 5:17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Jadi, menurut Mat 5:17 itu, kutang-kap, Yesus menyatakan bahwa Dia telah menggenapi semua hal yang tercatat di Hukum Taurat dan kitab para nabi.
Yang kutang-kap, “hal yang diperintahkan melalui Musa” itu, pada saat pelayanan langsung oleh Yesus Kristus di dunia, bukan melalui, tetapi langsung, mengingat Yesus dan Bapa adalah satu.
Maksudku, pada zaman Perjanjian Lama, Tuhan menyampaikan perintah melalui perantaraan nabi, yang pada pos @L.O.T di atas, @L.O.T mencermati perintah Tuhan yang disampaikan melalui Musa. Sementara, pada zaman Perjanjian Baru, Tuhan sendiri dalam wujud Yesus yang satu dengan Bapa memerintahkan langsung kepada manusia.

Salam olahraga.

waduh kok anda posting disini … knapa gak berani ganggu bro oda ya?

btw untuk ketiga hal itu coba anda :

  • baca kejadian 1:3
  • baca Amsal 8:22
  • baca Yesaya 40:26

:slight_smile:

Salam

anda mengaku pengikut / penerus ajaran petruskan?

mengenai Yesus, melalui kesaksian Petrus tertulis :

Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.

nah jika anda merasa adalah anggota jemaat dari penerus rasul petrus apakah anda percaya perkataan petrus diatas ataukah anda percaya pada surat Paulus yang menuliskan mengenai hokum taurat?


apakah dengan tergenapinya hokum taurat melalui Yesus maka hokum taurat sudah tidak ada?

intinya Yesus tidak meniadakan hokum taurat sebab ia berkata bahwa :

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.


mengenai IDE dan PERINTAH,

yang mana yang anda utamakan?

salam

Perintah dan ide tidak bisa di VS kan.
Perintah pasti mengandung ide dan ide bisa menghasilkan perintah.

Salam

saya rasa anda sudah paham maksud saya bro :slight_smile:

btw mengenai :

nah berdasarkan :

apa perintah yang dihasilkan oleh ide diatas?

apakah sudah sesuai dengan PERINTAH :

??

Salam

Tergantung siapa orang yang menggerakkannya.
Bisa baik-baik saja seperti:
“Peganglah teguh rumusan ini”
“Lestarikan ajaran ini, perbanyak salinannya. Hati-hati pada ajaran sesat.”

sampai yang ekstrim seperti:
“Bunuhlah siapa saja yang tidak percaya rumusan ini”
“Kutuklah kelompok yang tidak percaya rumusan ini”

Maaf, saya tidak bisa menjawab dengan “ya”, atau “tidak”, karena hubungan ide dan perintah itu dinamis sekali.
Lagi-lagi, tergantung siapa yang terlibat di situ.
Jadi ada yang sesuai dengan perintah di atas, ada juga yang tidak. Tapi saya tidak berhak menghakimi siapa saja orangnya.

Salam

Bukan.
@Cinta Bhinnekaa bukan penerus ajaran Petrus. Dalam hal ini, kumaknai, penerus ajaran Petrus ialah orang yang ditahbis meneruskan kerasulan Petrus. @Cinta Bhinnekaa bukan penerus ajaran Petrus, melainkan orang yang bersekutu di kumpulan yang diajar oleh penerus Petrus, satu dari 11 rasul yang mendengar langsung perintah pemberian kewenangan mengajar dari Yesus Kristus.
Semoga nalar @L.O.T mampu menangkapnya.

Tentang kesaksian Petrus mengenai Yesus Kristus, kupikir, bukan hanya yang @L.O.T kutip di atas. Bahwa itu hanya sebagian dari kesaksian Petrus mengenai Yesus Kristus. Bahkan, semua yang tercatat di kitab 1 Petrus dan 2 Petrus, adalah kesaksian Petrus mengenai Yesus Kristus.
Dan, kesaksian seorang rasul (termasuk Petrus) mengenai Yesus Kristus, bukan meniadakan atau menganulir kesaksian rasul lain (termasuk Paulus). Kesaksian semua rasul yang berwenang mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus, harus sinkron, menyampaikan apa yang diperintahkan Yesus Kristus. Jemaat harus memperhatikan dan melaksanakan kesaksian rasul yang satu, tanpa meninggalkan kesaksian rasul lainnya.

Tentang hukum Taurat dan kitab para nabi, Yesus sendiri telah mengatakan langsung bahwa Yesus datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya. Memang sulit menangkap hal itu bagi mereka yang sudah menanamkan doktrin tertentu dalam pemahamannya.
Dengan digenapinya hukum Taurat dan kitab para nabi, bukan berarti meniadakan hukum Taurat dan kitab para nabi. Apakah sulit bagi @L.O.T memaknai hal tersebut?
Efe 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, camkan, membatalkan bukan meniadakan.

Tentang “PERINTAH” dan “IDE”, kupikir, tidak harus dipertentangkan. Pada pos @L.O.T sebagai pembuka topik ini, justru yang @L.O.T kategorikan sebagai “PERINTAH”, dijabarkan atau diterjemahkan, atau diuraikan, atau diperjelas oleh yang @L.O.T kategorikan sebagai “IDE”.

Salam olahraga.

Yoh 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Ini adalah sebuah perintah.
Perintah ini mnimbulkan ide.

LOT mhormati Bapa kan?
Nah, dg sikap, cara dan devosi Anda kpd Bapa, bgitulah juga Anda persembahkan yang sama kpd Sang Anak.

Kcuali kl di pikiran Anda sudah tercetak spt beton kl ‘sama’ itu ‘nggak sama-sama amat’.

Ya… ini perintah.

Anyway, kalo ngebaca kisah Kain dan Habil - timbul pertanyaan :
dapet idea dari mana Kain mempersembahkan sayur2an ?
dapet idea dari mana Habil mempersembahkan korban bakaran ?

Q : Kenapa timbul pertanyaan ?
A : Karena pembaca tidak mempunyai kisah di time-frame KainHabil tsb ada suatu perintah.

IDE
  1. Monarkianisme - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  2. Anti-Tritunggal - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  3. Tertulianus - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini idea yg bisa diketahui sumbernya dari mana, yakni Alkitab.
berdasarkan hal diatas, bagaimana tanggapan saudara saudari sekalian?
Secara general (imo) idea = inspirasi.

ilustrasi :
Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”

Hanya apabila sosok [Tuhan] disitu memang literally ada disitu ibarat seorang dokter, maka kalimat Hawa bukan idea. Tapi pabila sosok tsb nggak ada (nggak bisa di gabrugin ke hadapan orang), maka timbul pertanyaan : dapet idea dari mana Hawa berkata demikian ?

Nah dari pihak pembaca mulai bikin idea2nya tersendiri utk menjawab pertanyaan tsb, misal :
A. Sosok tsb untuk sesaat menjelma secara corporeal lalu menolong Hawa.
B. Ada yg ngebisikin Hawa bhw berhasilnya Kain lahir itu karena pertolongan Tuhan
C. Sosok Tuhan merasuki Adam dimana Adam-lah yg menolong Hawa.

Anyway, pertanyaan ungu tetep tidak terjawab.
Sementara A B dan C adalah idea2 dalam usaha menjawab pertanyaan tsb YANG akibatnya selanjutnya jadi bisa timbul lagi pertanyaan : dapet idea dari mana kamu bhw A ? dpt idea dr mana kamu bhw B ? dpt idea dari mana kamu bhw C ?

Pabila misal yg A menjawab :
X. ini ada sumber buku lain yg menceritakan bhw sosok Tuhan pernah menjelma secara corporeal lalu menolong orang (not particularly jelmaan tsb menolong Hawa)

oda : itu idea yg berasal dari baca buku tsb.

Pabila
Y. sumber buku lain itu sendiri literally menyatakan Tuhan menjelma corporeal lalu menolong Hawa

oda : itu bukan idea :char11:

So… (imo) idea bisa berlatar belakang logic berdasarkan adanya sumber maupun tidak ada sumber.
Pabila pertanyaan biru tidak terjawab, maka jawaban A B C = logic tanpa sumber.
Di permisalan A menjawab yang X, logic dgn sumber.

Mungkin kira2 kayak begitu yah, LOT ?

:slight_smile:
salam.

IMO, baiknya ditinjau secara ke “root” dulu, LOT.

Misal dgn ambil kisah Kain dan Habil. Dimulai dgn pertanyaan :

A. Kain mempersembahkan “sayur asem”

  1. ini dia dpt idea dari mana ?
  2. ini dia dpt perintah dari siapa ?

B. Habil mempersembahkan “sate kambing”

  1. ini dia dpt idea dari mana ?
  2. ini dia dpt perintah dari siapa ?

Misal LOT ngejawab : yang A itu idea dari manusia Kain, yang B itu perintah Allah ke Habil.
oda : Apapun jawabannya, maka jawaban itu adalah idea dari si penjawab.

Dengan demikian tidak bisa terjawab pertanyaan :
antara idea VS perintah, yang mana yang anda utamakan ?

Q : alesan oda nggak bisa terjawab ?
oda : Karena yg dikatakan [idea] itu bisa bisa saja perintah Allah - yang dikatakan [perintah] itu bisa bisa saja idea manusia.

:slight_smile:
salam.

Ijin berpendapat.
Berdasarkan tukar pikir antara @Cinta Bhinnekaa dengan @L.O.T di topik-topik lain, tersimpul bahwa @L.O.T memang memandang Anak lebih kecil dari Bapa, karena perkataan Yesus Kristus di Yoh 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
Menurut yang kutang-kap, @L.O.T bersikukuh memegang ayat Yoh 14:28 tersebut, diartikannya, terkait pada volume, seolah-olah ayat tersebut menganulir ayat-ayat yang memberi arti bahwa Bapa dan Anak adalah setara.

Salam olahraga.

nah saya pegang jawaban anda :slight_smile:

apakah menurut anda 3 ide tersebut tidak bertentangan dengan perintah

hmm bukankah yang sudah anda akui itu adalah Rootnya dan kemudian root itu dikembangkan berdasarkan ide masing masing.

contohnya tertulianus :

untuk membenarkan idenya, ia mengambil terminology dari system peradilan romawi dan kemudian mengutip ayat alkitab untuk membenarkan "IDE"nya

:char11:

dari ketiga ide diatas, yang mana yang berasal dari perintah Allah?

btw mengenai kain dan habel dan hawa itu mah kisah sebelum perintah dan ide itu ada jadi gak pas dijadikan ilustrasi bro :ashamed0004:

Salam

Siapa bilang, bray? INTINYA, sudah ada eksekusi. Tinggal elo tentuin aja, mana yang ide dan mana yang perintah. Pokoknya suka-suka elo, gitu.

Menurut gue sih, pas banget, bray.

Ide yg berakar kepada perintah is ok

Terus terang sama sekali saya nggak baca ketiga link yg LOT kopas. Anyway saya secara “ngasal” menjawab pertanyaan LOT diatas : menurut saya TIDAK bertentangan dgn perintah.

KALAU semisal lot bilang : “itu bertentangan dengan perintah, oda”.
Maka oda : lot mesti sampirin perintah-nya yg ada di Alkitab itu begimana terkait ketiga link tsb.
ilustrasi :
seorang anak memaki ortunya.
oda : itu bertentangan dengan perintah
lot : tunjukan oda
oda : ada perintah “hormatilah ortumu” di kitab Keluaran.

Sekarang dibalik :
gak usah banyak-banyak… satu aja dari link tsb… entah apa isinya, lot-lah yg kemukakan.
lot : itu bertentangan dgn perintah
oda : tunjukan lot
lot : dipersikahken :slight_smile:

hmm bukankah yang sudah [b]anda akui [/b]itu adalah Rootnya
Kok "anda akui" ? apa sih maksudnya ?

Yang saya maksudkan :
utk ngliat perihal idea/perintah jangan jauh2 dulu ke perihal perintah ke Musa lalu lot sandingkan dgn perihal yang ratusan tahun kemudian, yakni ketiga link yg lot kopas.
So… liat dulu itu "root"nya mksd saya adalah dgn ngambil kisah Kain dan Habil.

dan kemudian root itu [b]dikembangkan berdasarkan ide masing masing[/b].
apa maksudnya yah ? Kok "root" itu bold ?

Yang saya maksud :
berdasarkan dari “root” tsb (kisah Kain dan Habil) keliatan bhw adalah sulit untuk menjawab pertanyaan lot yang berupa : antara idea VS perintah, yang mana yang anda utamakan ?

contohnya tertulianus : untuk membenarkan idenya, ia mengambil terminology dari system peradilan romawi dan kemudian mengutip ayat alkitab [u][b]untuk membenarkan "IDE"nya[/b][/u]
Lalu ? Emangnya kenapa ya ? ada apa ?
:char11:dari ketiga ide diatas, yang mana yang berasal dari perintah Allah?
Ntar dulu. Ungu bold underlined itu adalah komentar kesimpulan ato begimana ?

IMO, baik-nya sikon-nya kita bikin berupa : kita tidak tau perihal ungu sama sekali, lot.
So… yang kita tau ceritanya cuma point utama dari bunyi link tsb kayak apa.
Nah dengan demikian selanjutnya kita pergi ke “root” yakni kisah Kain dan Habil.
Yang kita tau : Kain mempersembahkan sayur asem - Habil mempersembahkan sate kambing. TITIK. Sampe di oranye aja, jangan berlanjut dulu ke perihal Allah menerima/menolak persembahan2 tsb.

Nah… berdasarkan oranye, bisakah kita mengetahui antara idea VS perintah ?
oda : tidak bisa tau. Diketika ada yang ngejawab, maka itu idea dari si penjawab.

Kalimat ungu dari lot itu kronologikanya jadi kayak begini : (versi A)
precede : idea
proceed : dicari dukungan thdp idea tsb (cross check).

Sementara bisa pula secara sbb : (versi B)
precede : pengetahuan —> baik itu pengetahuan di perihal terminology dari system peradilan romawi DAN maupun di perihal bunyi2 ayat.
proceed : idea

Tapi sekali lagi, setidaknya menurut saya sendiri - saya berpendapat :
orang nggak bisa tau versi A atokah versi B yg sikon realitanya.
Anyway (imo) kedua versi tsb “rentan”. Karena mungkin2 saja “idea” tsb berasal dari Allah.

bersambung

IMO, lot kurang detail dalam pemaparan-nya.
Nggak usah banyak-banyak, cukup satu link saja dimana selanjutnya lot tunjukkan POINT statement-nya begimana dari salah satu link tsb. (atuh jangan suruh saya baca lalu saya disuruh ngemukakan POINT statement-nya tsb begimana).

So misalnya lot tulis :
sekelompok orang menyatakan bhw [Allah itu 3 pribadi]

selanjutnya misal lot mengajukan pertanyaan :
apakah ijo itu berasal dari perintah Allah? ataukah ijo itu idea manusia ?
selanjutnya pihak yg kompeten yg ngejawab, yakni orang yg ada dari kelompok tsb.

lalu lot misal tulis sbb :
whatever itu jawaban dari pihak yg kompeten, menurut saya ijo itu adalah idea manusia

Selanjutnya lot memaparkan hal hal yang melatar belakangi shg lot nyampe ke kesimpulan bhw ijo = idea manusia.

btw mengenai kain dan habel dan hawa itu mah kisah sebelum perintah dan ide itu ada jadi gak pas dijadikan ilustrasi bro :ashamed0004:
Lah... justru saya nggak mau loncat kejauhan dulu. Cari dulu "awal"nya. Kebetulan ada kisah Kain dan Habil. Oleh karena itu, kisah tsb saya pake. Dari situ keliatan (setidaknya oleh saya) bhw adalah sulit dalam menjawab pertanyaan lot sbb : [i]antara idea VS perintah, yang mana yang anda utamakan ?[/i] karena ketiga link yg lot kopas, sudah duluan lot tempatkan bhw itu adalah idea manusia. Dan saya support dgn kalimat saya : [i]itu idea yg bisa diketahui sumbernya dari mana, yakni Alkitab[/i] (versi B).

Sementara dari kalimat ungu lot, itu jadinya tertuntun ke pengertian :
idea jreng! “eksis” duluan (precede)
blakangan idea tsb di cross-check (proceed).

:slight_smile:
salam.

eksekusi?

pada waktu itu apakah adam dan hawa gak kenal dengan TUHAN, Allah dan malaikat yang menampakkan diriNya kepada mereka ya?

emang pada waktu itu udah ada perintah : “jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu”?

perintah yang ada waktu itu hanya "jangan makan buah "

:ashamed0004:

salam

kalo dari jaman adam sampai jaman Yusuf, orang Israel hanya mengenal satu Allah yaitu TUHAN, Allah.

pada jaman setelah Yusuf dan sebelum musa, selama 400 tahun dimesir, orang Israel mulai terkontaminasi dengan allah orang mesir dan kemudian TUHAN, Allah melalui malaikat-Nya menyatakakan bahwa tidak ada allah selain TUHAN.

dari jaman setelah hokum pertama itu diucapkan hingga ke jaman Yesus, orang Israel bolak balik percaya kepada satu allah yaitu TUHAN dan kepada allah bangsa lainnya.

dijaman Yesus, TUHAN, Allah melalui Roh-Nya yang ada dalam Yesus menyatakan bahwa :

29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, TUHAN, Allah kita, TUHAN itu esa.
30 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

perkataan Yesus sama dengan perkataan musa :

tidak ada allah selain TUHAN.

dan Yesus menekankan kembali dengan berkata : “Engkaulah satu satunya Allah yang benar”

untuk perintah TUHAN yang disampaikan oleh Musa dan Yesus oleh perantaraan Roh-Nya, maka 4 empat jawaban :

  1. "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

  2. "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan anda adalah Dia yang corporeal

  3. "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan anda adalah pribadi yang kedua yang sehakekat dan setara dengannya sebab Allah terdiri dari 2 pribadi 1 hakikat
    .

  4. "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan anda adalah pribadi yang ke dua yang sehakekat dan setara denganNya sebab Allah terdiri dari 3 pribadi 1 hakekat

dari keempat jawaban apakah semuanya benar ataukah ada yang benar dan ada yang salah?

untuk ke 3 link diwakili oleh point 2 - 4.

:ashamed0004:

salam