Perjamuan Kudus: 3 Pandangan

Berikut ini saya berikan summary akan 3 pandangan terpenting dalam doktrin kehadiran Kristus dalam Perjamuan Kudus. Ayat yg penting akan hal ini terdapat di Matius 26:26-27 (dan juga lihat Lukas 22:19-20). Inti dari kontroversi, adalah dalam perkataan Yesus mengenai roti yg dikatakan adalah “tubuhKu”.

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, [u]inilah tubuh-Ku[/u]." Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

1. Katolik Roma:

Transubstantiation adalah doktrin Roma Katolik yg mengajar bahwa roti dan anggur sungguh2 berubah menjadi tubuh dan darah Tuhan Yesus secara literal, walau tidak bisa terlihat oleh mata jasmani kita. Perjamuan Kudus merupakan sakramen terpenting bagi Katolik

Perubahan dari roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Yesus ini terjadi saat sang pastur berkata, “Inilah tubuhKu” ditengah2 penyelengaraan Misa (the Mass). Pada saat itulah roti yg berubah menjadi tubuh Yesus diangkat tinggi2, disembah dan diadorasikan.

Dan yg penting, “pengorbanan” didalam Misa ini dipercayai sebagai pengorbanan yg sama dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Bedanya di dalam Misa, pengorbanan Yesus bukan pengorbanan yg “berdarah” spt di kayu salib
Oleh sebab itu saat seseorang menerima Perjamuan Kudus, ada kuasa yg bisa menghapus dosa mereka yg menerima tubuh dan darah Kristus tsb. Dan ini bukan saja berlaku bagi org yg masih hidup melainkan juga buat mereka yg ada di dalam purgatory (api penyucian)

Gereja Roma Katolik percaya secara literal perkataan Yesus saat Ia berkata bahwa Roti adalah tubuhNya dan anggur adalah darahNya saat dalam perjamuan bersama murid2Nya, dan oleh karena dalam misa , roti dan anggur yg sudah berubah menjadi tubuh dan darah Yesus tidak boleh dibuang melainkan harus disimpan atau dihabiskan.

2. Lutheran

Gereja Lutheran mengikuti Martin Luther yg menolak teori Transubstantiation, tapi tetap menafsirkan secara literal arti perkataan Yesus di Matius 26 (dan juga Lukas 22:20) bahwa tubuh dan darah Yesus sungguh2 hadir secara literal “didalam, bersama, dan dibawah” (in, with and under) roti dan anggur tersebut. Contoh yg sering diberikan adalah seperti busa (roti) yg dibasahi oleh air (tubuh Yesus). Busa bukan berubah menjadi air, tapi dimana busa yg basah itu ada disitu juga air itu ada. Doktrin ini disebut doktrin Sacramental Union dimana ada suatu unity antara tubuh Yesus dgn roti dan darah Yesus dgn anggur.

Salah satu ayat yg mendukung teori ini adalah dari 1 Kor 10:16

Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?

Luther menolak ajaran bahwa saat Perjamuan Kudus ada terjadi suatu pengorbanan spt yg Katolik ajarkan. Tapi dia juga menolak habis-habisan teori Protestan lainnya yg menolak mengartikan secara literal ayat Matius 26:26. Dan tragisnya, hal ini membuat dia menolak bersatu dengan para reformer protestan lainnya dan menuduh mereka sebagai org2 yg tidak percaya (walaupun dalam doktrin2 lainnya mereka setuju dgn Luther)

3. Protestan

Camp Protestant lainnya mengambil arti simbolik akan ayat Matius 26:26-27. Calvin, Zwingli, dll (para reformer abad 16-17) percaya bahwa Yesus tidak bermaksud mengartikan roti dan anggur sebagai sungguh2 tubuh dan darahNya secara literal, melainkan hal2 itu hanyalah suatu lambang.

Zwingli sendiri percaya bahwa tidak ada hadirat special oleh Tuhan dalam Perjamuan Kudus, melainkan itu hanyalah suatu upacara utk memperingati pengorbanan Dia.

Calvin, on the other hand, percaya bahwa ada hadirat Yesus yg special, tapi secara spiritual dan bukan literal.
Jadi Calvin percaya ada symbolic presence dan real spiritual presence saat umat Tuhan merayakan Perjamuan Kudus.

Mereka menolak tafsiran Luther dan Katolik, dan percaya bahwa ketika Yesus berkata bahwa roti adalah tubuhNya, Dia sedang bicara secara simbolik sama seperti saat ketika Ia berkata bahwa Ia adalah pintu, (Yoh 10:9), roti dari surga (Yoh 6:41), atau pokok anggur (yoh 15:1) yg jelas2 berarti simbolik dan bukan literal.

Beberapa aliran protestan lainnya juga ada yg percaya bahwa Yesus sungguh2 hadir dalam Perjamuan Kudus, namun dalam cara yg bagaimana adalah suatu misteri yg tidak dapat dimengerti

Saya sendiri meyakini bahwa dalam upacara perjamuan kudus :

  1. Yesus benar-benar hadir dalam setiap upacara perjamuan kudus.

  2. Roti dan anggur itu benar-benar adalah tubuh dan darah Kristus.
    Maka itu bila sikap kita terhadap roti dan anggur itu salah, maka akan terjadi hal-hal yang negatif terhadap diri kita sendiri.

1 Kor 11:26-30
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.
Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.

Yoh 6:55
Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Dikatakan di sana, roti dan anggur itu adalah tubuh Tuhan.
Sikap yang salah terhadap roti dan anggur perjamuan adalah dosa terhadap tubuh Tuhan.

  1. Upacara perjamuan kudus adalah upacara bagi kita untuk mengingat kembali perjanjian kita dengan Tuhan yang diberikan pada kita lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

1Kor. 11:25
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

  1. Siapapun yang mengambil bagian dalam perjamuan kudus sedang memperingati persekutuannya dengan Kristus sebagai Kepala.

Yoh 6:56-57
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

  1. Siapapun yang mengambil bagian dalam perjamuan kudus mendapat juga bagian dalam kuasa kebangkitan, yaitu apa yang disediakan oleh tubuh dan darah Kristus.
    Karena itu, adalah alkitabiah apabila terdapat jemaat yang meyakini adanya kuasa dalam perjamuan kudus karena cawan dan roti dalam upacara tersebut benar-benar adalah tubuh dan darah Kristus asalkan orang tersebut beriman terhadapNya.

  2. Perjamuan kudus bukanlah upacara pengorbanan.
    Yesus Kristus hanya berkorban dan dikorbankan sekali saja, yakni saat disalib. Saat perjamuan kudus, Yesus tidak sedang dikorbankan dan kita tidak sedang mengorbankan Anak Domba Allah, melainkan kita sedang mengambil bagian dalam kebangkitanNya.

Ibr 9:24-25, 28
Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Inilah pendapat saya tentang perjamuan kudus.

Setiap kali ada upacara perjamuan kudus, saya selalu yakin Yesus sendiri hadir dan saya sedang merayakan penebusan dan kekudusan oleh darahNya, kesembuhan, kesehatan dan persekutuan oleh tubuhNya dan bagian saya dalam perjanjianNya.

Isi perjanjian baru :

Yer. 31:31-33
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Hope I can bless you…

Bro MBS,

Saya mengartikan ayat ini bahwa jika kita datang memperingati perjamuan kudus dgn tidak layak, maka kita berdosa sebab kita melecehkan pengorbanan Yesus di kayu salib.

Perhatikan kembali ayat 27:
Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan

Grammar ayat 27 ini tidak mendukung suatu assertion bahwa roti dan anggur berubah menjadi sungguh2 tubuh dan darah Yesus. Sebab dikalimat pertama Paulus menggunakan kata “atau” (menunjukkan jika kita melakukan salah satunya saja) maka kita akan berdosa terhadap baik tubuh maupun darah Tuhan.

Jadi point Paulus bukannya berkata bahwa roti menjadi tubuh dan anggur menjadi darah, melainkan jika kita makan atau minum dengan tidak layak, maka kita berdosa pada Pribadi Yesus (“tubuh dan darahNya”).

Grammar ayat 27 ini tidak mendukung suatu assertion bahwa roti dan anggur berubah menjadi sungguh2 tubuh dan darah Yesus. Sebab dikalimat pertama Paulus menggunakan kata "atau" (menunjukkan jika kita melakukan salah satunya saja) maka kita akan berdosa terhadap baik tubuh maupun darah Tuhan.

Saya juga tidak mengatakan bahwa roti dan anggur yang kita pegang benar-benar secara harafiah menjadi tubuh dan darah Yesus ( ntar semua jemaat pada kaget lagi :smiley: :smiley: :smiley: ).
Tapi, secara iman, apa yang kita sedang genggam itu adalah tubuh dan darah Yesus Kristus.

Saya menyebut ini tindakan profetik dalam kondisi tertentu.
Artinya, secara fisik itu tetaplah roti dan anggur biasa,
Tapi di alam rohani, itu adalah tubuh dan darah Yesus.

Mengapa masalah perjamuan ini penting untuk diperdebatkan oleh Bapa-Bapa gereja ?

Bukankah rumusan doanya baik itu katolik, lutheran, calvin, zwingli,dsb hampir sama ?

Jadi kalau doanya sama, roti yang dimakan sama. Biarkan saja Tuhan yang menentukan apakah roti itu akan mengalami transubstansi ataukah tidak. Yang penting kita sudah berdoa dan kemudian memakan roti itu. Dengan demikian kita sudah melakukan amanat Kristus.

Jadi doktrin tidak penting? Darimana anda tahu kita melakukan apa yg Yesus mau kalau kita tidak tahu apa yg diajarkan firmanNya?

Bro Hippo…
Pernah dengar ada gereja yang jemaatnya begitu mengkeramatkan roti dan anggur perjamuan kudus? Kalau kebaktian (saya pernah ikut) roti dan anggur ramai-ramai diambil (bahkan sering berebut, menghilangkan kesan khidmat dari Perjamuan Kudus) ada yang sekali ambil 5 sampai 10 roti dan anggur, buat dibawa pulang.
Bahkan ketika melakukan upacara rumusan doanya ada “commentary” dari pendetanya. Beliau bilang “Tidak ada kata ‘lambang’ dalam 1 Kor 10:16!”

Saya kira ada saatnya kita harus balik kepada pengajaran dasar Alkitab mengenai hal-hal tertentu seperti Perjamuan Kudus ini.

JBU :happy0025:

Adakah saya mengatakan doktrin tidak penting ? Tidak ada bukan dan secara implisit pun saya tidak memaksudkannya demikian.
Namun yang menjadi pertanyaan saya dimanakah letak kepentingannya sehingga doktrin perjamuan kudus ini menjadi perdebatan ? Bila doktrin Kristologi tentunya penting karena kalau Kristus bukan Allah maka sia-sialah iman kita, demikian pula bila Kristus bukan manusia maka penebusan tidak terjadi. Nah kepentingan dari doktrin perjamuan ini dimana ? Apa yang akan terjadi bila orang salah memahami doktrin ini ? Apakah keselamatannya bisa hilang ? Apakah dia jadinya mengenal Allah dengan salah ? Apa urgensi dari doktrin ini sehingga berabad-abad menjadi perdebatan ? Semoga pertanyaan saya tidak disalah artikan.

Tapi anda mempertanyakan apakah gunanya kita menperdebatkan hal ini, sebab menurut anda it’s useless. Oleh karena itu saya bertanya, apakah doktrin bagi anda tidak penting

Namun yang menjadi pertanyaan saya dimanakah letak kepentingannya sehingga doktrin perjamuan kudus ini menjadi perdebatan ? Bila doktrin Kristologi tentunya penting karena kalau Kristus bukan Allah maka sia-sialah iman kita, demikian pula bila Kristus bukan manusia maka penebusan tidak terjadi. Nah kepentingan dari doktrin perjamuan ini dimana ? Apa yang akan terjadi bila orang salah memahami doktrin ini ? Apakah keselamatannya bisa hilang ? Apakah dia jadinya mengenal Allah dengan salah ? Apa urgensi dari doktrin ini sehingga berabad-abad menjadi perdebatan ? Semoga pertanyaan saya tidak disalah artikan.

Well, doktrin ini penting karena Tuhan sendiri yg menyuruh kita merayakan perjamuan Kudus. Dan jika kita diperintahkan utk merayakan, maka bagaimana pengertian kita atas perayaan tsb adalah juga penting. Tentu saja doktrin ini tidak sepenting doktrin Kristologi, tapi tetap saja juga penting. Dan jika anda tanya org2 katolik, maka mereka akan jawab bahwa sakramen terpenting adalah sakraman Perjamuan Kudus, dimana Yesus diberikan kepada org yg memakan tubuh dan darahnya.

Kedua, pentingnya doktrin ini terletak dari pandangan bagaimana karya penebusan Yesus dapat diaplikasikan bagi gerejaNya. Katolik percaya bahwa pengorbanan Yesus 2000 thn yg lalu kembali terulang, tapi dalam bentuk yg berbeda, yaitu dalam Misa Perjamuan Kudus. Reformed Protestant, menolak hal ini, karena pengorbanan Yesus tidak bisa diulang2 dan hanya terjadi sekali untuk selamanya.

Sekali lagi itu hanyalah asumsi anda. Saya tidak menganggap itu useless, tetapi saya hanya tidak paham pentingnya dimana ? Apakah kalau saya tidak paham pentingnya dimana berarti saya menganggap itu useless ? Saya justru ingin tahu kepentingan doktrin ini sampai dimana sehingga oleh bapa2 gereja hal ini diperdebatkan. Kalau hal itu tidak penting kan bapa2 gereja tidak akan memperdebatkannya, cuman dimana pentingnya saya tidak tahu. Ketidaktahuan inilah yang membuat saya mengajukan pertanyaan tersebut. Masakan saya diasumsikan menganggap doktrin itu useless, karena ketidaktahuan saya ? Masakan kalo tidak hitam berarti pasti putih ? Kan tidak demikian.

Misalnya masalah pembabtisan itu penting karena merupakan kesaksian kita pada dunia bahwa kita mempercayai Yesus, tetapi bagaimana seseorang dibaptis bagi saya itu tidak terlalu bermasalah. Entah dia mau diselam, mau disiram pasir, mau pake bendera, itu tidak masalah.

Lagian jelas pertanyaan saya bukan apakah gunanya kita memperdebatkan hal ini tetapi Mengapa masalah perjamuan ini penting untuk diperdebatkan bapa2 gereja ?

Apakah saat merayakan perjamuan kudus rumusan doa yang digunakan oleh Katolik, Lutheran, Calvin dkk berbeda sama sekali ? Bukankah biasanya doa untuk perjamuan mengutip perkataan Yesus atau perkataan Paulus ? Dan bukankah dengan demikian kita semua sudah melakukan perjamuan yang disuruh oleh Yesus ? Dan Apakah dalam alkitab ada dituliskan bila tidak melakukan perjamuan dengan pemahaman yang salah maka akan apa akan apa begitu ? Apakah bila melakukan perjamuan dengan pemahaman transubstansi maka orang itu menghina pengorbanan Yesus sehingga berarti mendukakan Roh Kudus dan berujung pada “hilangnya” keselamatan ?

Implikasinya apa ? Bila pengorbanan Yesus diulang dalam Misa ? Bukankah kalau memang transubstansi bukan yang diinginkan Tuhan, walaupun dalam Misa berusaha menghadirkan kembali Yesus hal itu tetap tidak akan terjadi ? Pengaruhnya apa dalam kehidupan kekristenan ? Apakah berpengaruh kepada kekudusan orang itu ? Ataukah pengenalan akan Allah orang itu ? Ataukah apa ?

Tolong saya dibantu untuk bisa memahami dimana letak kepentingan doktrin ini karena sekali lagi saya tidak tahu dan bukan karena saya menganggap doktrin ini useless.

Menurut saya doktrin perjamuan kudus adalah penting.

Salah pandangan menyebabkan salah sikap.
Salah sikap menyebabkan salah tindakan.
Salah tindakan menyebabkan dosa.

Salah pandangan mengenai perjamuan kudus bisa membuat kita berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.

Minimal di Alkitab Paulus memberi 1 kali peringatan bahwa salah pandangan terhadap perjamuan kudus bisa menyebabkan seseorang menjadi lemah, sakit bahkan mati (secara fisik).

Kalau anda benar2 sekedar bertanya, that’s fine. Tapi tulisan anda sendiri tidak menyatakan demikian, malah sebaliknya. Kalau anda mau bertanya maka cara anda bertanya harus yg lebih jelas.

Ini yg anda tulis:

Jadi kalau doanya sama, roti yang dimakan sama. Biarkan saja Tuhan yang menentukan apakah roti itu akan mengalami transubstansi ataukah tidak. Yang penting kita sudah berdoa dan kemudian memakan roti itu. Dengan demikian kita sudah melakukan amanat Kristus.

Apakah ini menandakan bahwa pertanyaan anda sekedar pertanyaan? atau ada suatu penyataan implicit didalam kalimat ini?

Setidaknya org lain yg membaca akan berpikir demikian, walaupun anda mungkin tidak bermaksud demikian

Yg dimasalahkan bukan apakah mereka semuanya mengutip perkataan Yesus / Paulus. Melainkan bagaimana kita seharusnya mengerti akan apa yg mereka maksudkan. Misalnya ketika Yesus berkata “inilah tubuhKu” saat Ia mengambil dan mengangkat roti, apa yg Dia maksud? Apakah itu berarti roti bisa berubah menjadi tubuhNya secara literal, atau apakah roti itu hanya figur / lambang tubuhNya?

Kalau itu adalah benar2 tubuhNya, maka implikasinya akan berbeda bagi kita yg menerimanya, dengan implikasi jika kita menerima hanya sebagai lambang.

Kalau transubstantiation itu benar, maka seorang pastur akan “berkuasa” mengubah roti menjadi “tubuh” Yesus dan mengubah anggur menjadi “darah” Yesus. Calvin dan Luther menolak doktrin ini, karena ini jelas2 tidak ada dalam Alkitab.

Dan kalau roti dan angur berubah menjadi tubuh dan darah Yesus, maka selayaknya kita menyembah / mengadorasikan, sebab itu adalah tubuh dan darah Tuhan. Itu yg dilakukan org2 Roman Catholic saat didalam Perjamuan Kudus.

Implikasinya adalah ajaran transubstantiation yg mengajarkan pengorbanan yg diulang adalah tidak Alkitabiah. Yesus mati sekali utk selamanya dan pengorbanan yg Dia lakukan adalah sekali karena nature dari pengorbanannya adalah perfect, dan org yg karenanya Ia berkorban juga akan disempurnakan secara “perfect” (diselamatkan secara utuh dan total, tanpa harus terus menerus menerima tubuh dan darah Yesus berkali2 dalam Perjamuan Kudus). Dan karena itu apa yg diajarkan oleh Roma Katolik bertentangan dengan apa yg Injil ajarkan

Implikasinya adalah ajaran transubstantiation yg mengajarkan pengorbanan yg diulang adalah tidak Alkitabiah. Yesus mati sekali utk selamanya dan pengorbanan yg Dia lakukan adalah sekali karena nature dari pengorbanannya adalah perfect, dan org yg karenanya Ia berkorban juga akan disempurnakan secara “perfect” (diselamatkan secara utuh dan total, tanpa harus terus menerus menerima tubuh dan darah Yesus berkali2 dalam Perjamuan Kudus). Dan karena itu apa yg diajarkan oleh Roma Katolik bertentangan dengan apa yg Injil ajarkan

Saya menghormati orang-orang Katolik Roma dan banyak orang baik yang saya kenal adalah orang-orang Katolik Roma, tapi saya memang terpaksa tidak setuju dengan ajaran pengorbanan Yesus berulang-ulang dalam praktek Perjamuan Kudus.

Dan kalau roti dan angur berubah menjadi tubuh dan darah Yesus, maka selayaknya kita menyembah / mengadorasikan, sebab itu adalah tubuh dan darah Tuhan.

In my opinion,
The wine and bread are indeed the body of Christ ‘spiritually’ not ‘literally’ so we should not adore & worship it.

We should not adore & worship any ‘thing’ even if it simbolises Jesus.

It seems to me that this is similar to the Roman Catholic doctrine. Hanya saja anda menolak aspek2 tertentu dari doktrin tersebut (penyembahan dan adorasi).

It seems to me that this is similar to the Roman Catholic doctrine. Hanya saja anda menolak aspek2 tertentu dari doktrin tersebut (penyembahan dan adorasi).

Dalam hal itu benar-benar tubuh dan darah Yesus, ya.
Dalam hal itu harafiah tubuh dan darah Yesus, tidak.
Dalam hal itu tubuh dan darah Yesus secara spiritual, ya.
Dalam hal penyembahan terhadap roti dan anggur, tidak.
Dalam hal pengorbanan setiap kali perjamuan, tidak.
Dalam hal penghormatan terhadap seluruh proses perjamuan kudus, ya.

Tentu saja itu hanya sekedar mengilustrasikan ketidaktahuan saya akan letak kepentingan/implikasi dari perdebatan doktrin perjamuan. Saya hanya bisa melihat dari sisi makan perjamuan saja tanpa melihat implikasi/kepentingan lain dari doktrin perjamuan tersebut.

Jadi pentingnya pembelaan doktrin ini adalah agar jangan sampai orang kristen menyembah/mengkultuskan roti dan anggur perjamuan karena roti dan anggur itu bukan Kristus. Apakah benar kesimpulan saya ini ?

Jadi implikasinya adalah bila kita meyakini transubstansi maka kita meyakini bahwa pengampunan dosa dan keselamatan yang dikerjakan Yesus belum sempurna sehingga perlu untuk diperbaharui senantiasa. Padahal Alkitab mengajarkan sebaliknya pengampunan dosa dan keselamatan kita sudah sempurna di kayu salib sekali untuk selamanya. Benar demikian ?

Sekarang ijinkan saya bertanya mengenai perbedaan pandangan antara luther dan calvin. Apa kepentingan luther untuk mempertahankan pandangan dia, sehingga dia tidak mau bersatu dengan calvin dkk ? Implikasinya apa dari pandangan luther ini ? Demikian pula mengapa calvin dkk tidak mau menerima pandangan luther ini ? Kepentingannya dimana ? Implikasinya apa ?

Oya saya pernah mendengar/membaca (saya lupa tepatnya) kalau doktrin perjamuan antara calvin dan zwingli sedikit berbeda. Kalo tidak salah calvin menganggap secara spiritual Yesus hadir dalam roti dan anggur tersebut, sedangkan zwingli benar2 menganggap perjamuan seperti makan biasa. Tidak ada kehadiran Yesus secara spiritual apalagi substansial. Apakah benar demikian ?

Yes. Tapi orang Roma Katolik tidak akan setuju dengan ini, sebab menurut mereka gereja mereka adalah satu2nya Gereja yg didirikan oleh Yesus lewat Petrus. Gereja2 Protestan lainnya adalah bukan gereja yg tulen (menurut mereka).

Mereka juga bersikeras berkata bahwa ini adalah ajaran para Bapa Gereja awal, dan itu membuktikan bahwa doktrin mereka benar sebab para Bapa Gereja ini hidup jauh lebih dekat kepada masa para rasul dan Yesus. Mereka beranggapan bahwa semua bapa Gereja mengajarkan hal ini. Tapi sesungguhnya para bapa gereja sendiri berbeda pendapat satu dgn yg lain. Ada yg percaya spt yg Roma Katolik percayai, ada yg percaya spt Lutheran, ada juga yg spt Protestan.

Keberatan Protestan (dan Lutheran) akan doktrin Transubstantiation ini, adalah karena ada unsur “sacrifice” dalam perjamuan Kudus, dimana Yesus kembali menyerahkan tubuh dan darahNya setiap kali perjamuan kudus diadakan. Bayangkan berapa kali Dia harus melakukan hal itu, kalau memang hal itu benar terjadi. Protestan percaya bahwa roti dan anggur yg adalah lambang tidak boleh disembah / diadorasikan, itu adalah penyembahan berhala.

Menurut Protestan, yg dimaksud adanya suatu “sacrifice” dalam perjamuan kudus adalah suatu sacrifice penyembahan, yaitu kita memberikan ucapan penyembahan dan pensyukuran kepada Allah dan Tuhan Yesus saat minum roti dan anggur. Jadi definisi sacrifice antara katolik dan Protestan sendiri sudah berbeda, walaupun penggunaan katanya sama.

Jadi implikasinya adalah bila kita meyakini transubstansi maka kita meyakini bahwa pengampunan dosa dan keselamatan yang dikerjakan Yesus belum sempurna sehingga perlu untuk diperbaharui senantiasa. Padahal Alkitab mengajarkan sebaliknya pengampunan dosa dan keselamatan kita sudah sempurna di kayu salib sekali untuk selamanya. Benar demikian ?

Ya, jadi ini ada sangkut pautnya dengan doktrin keselamatan itu sendiri. Apakah cukup Yesus mati sekali saja dan mengorbankan diriNya sekali saja utk memberikan suatu keselamatan dengan sempurna (doktrin Protestan) ataukah apa yg Yesus lakukan dikayu salib sebagai korban dosa tidak cukup utk menyelamatkan manusia (R.Katolik), melainkan manusia harus menerima tubuh dan darahNya dalam Perjamuan Kudus ini terus menerus, bahkan setiap minggu.
Dan itupun masih belum menjamin keselamatan kekal, sebab Katolik mengajarkan bahwa kalau kita berbuat dosa lagi yg bersifat serius (mortal) maka keselamatan terhilang dan kita harus bertobat dan minum tubuh dan darah Yesus kembali. Jadi bayangkan, bahwa keselamatan itu bisa hilang, bukan satu atau dua kali, melainkan ratusan bahkan ribuan kali selama hidup org itu.

Sekarang ijinkan saya bertanya mengenai perbedaan pandangan antara luther dan calvin. Apa kepentingan luther untuk mempertahankan pandangan dia, sehingga dia tidak mau bersatu dengan calvin dkk ? Implikasinya apa dari pandangan luther ini ? Demikian pula mengapa calvin dkk tidak mau menerima pandangan luther ini ? Kepentingannya dimana ? Implikasinya apa ? Oya saya pernah mendengar/membaca (saya lupa tepatnya) kalau doktrin perjamuan antara calvin dan zwingli sedikit berbeda. Kalo tidak salah calvin menganggap secara spiritual Yesus hadir dalam roti dan anggur tersebut, sedangkan zwingli benar2 menganggap perjamuan seperti makan biasa. Tidak ada kehadiran Yesus secara spiritual apalagi substansial. Apakah benar demikian ?
Luther menolak pandangan Zwingli sebenarnya, yg mengajarkan bahwa roti dan anggur hanya sekedar lambang. Calvin agak lain sedikit dgn Zwingli. Dia percaya bahwa roti dan anggur memang tetap roti dan anggur, tapi Yesus hadir secara spiritual dalam Perjamuan Kudus secara special. Zwingli tidak mengajarkan bahwa Yesus hadir secara khusus, melainkan bahwa Dia hadir seperti sebagaimana Allah memang hadir (maha hadir)

Ketika Calvin mengetahui bahwa Luther tidak mau menerima pandangan Zwingli, bahkan menganggap dia bukan org Kristen tulen, Calvin menulis kepada Luther dan Melancthon (asisten Luther) untuk berupaya menyatukan kedua kubu reformer ini. Tapi usaha dia tidak berhasil, walau Luther memuji Calvin dan berkata seandainya Calvin hadir saat Luther dan Zwingli bertemu sebelumnya, maka ada kemungkinan Luther tidak akan bersifat sekeras itu, dan persatuan kedua camp protestant bisa terjadi.

Calvin sendiri dan Melancthon besahabat baik, tapi sayang dia tidak pernah bertemu muka dgn muka sama Luther.

Oleh karena doktrin Perjamuan Kudus sangat dianggap sebagai doktrin sentral kekristenan, Luther menganggap bahwa jika Zwingli mau berkerja sama melawan Katolik Roma, maka ia juga harus menerima doktrin Luther ini. Zwingli tidak setuju, walaupun dia sangat respect kpd Luther dan bahkan pernah menangis dihadapan Luther spy dia tidak berkeras hati bermusuhan dengan dia. Ini sangat tragis, sebab Luther bersalah dalam hal ini, walaupun kita semua berhutang budi kepada dia sebab dia adalah orang pertama yg mencetuskan reformasi dan doktrin justification by faith alone yg “terhilang” selama berabad-abad oleh karena ajaran Roma Katolik y menentang doktrin ini.

Penolakan calvin dan Zwingli bahwa Roti dan anggur meng-contain tubuh dan darah Yesus oleh karena mereka tidak percaya bahwa tubuh jasmani Yesus bisa terbagi2. Yesus telah berada disurga, dan oleh karenanya maka tidakmungkin tubuh jasmaninya itu juga hadir dalam perjamuan kudus.

Saya sih membayangkan saja (ini hanya bayangan saya, bukan doktrin) ketika jemaat mula2 sedang berkumpul di rumah untuk memecah roti.

Jumlah jemaat yang kumpul di rumah tidak bisa dikatakan sebanyak jemaat gereja seperti sekarang ini.

Pemimpin lalu mengambil sebundar roti yang besar dan berkata :
‘Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”’

Setelah itu si pemimpin memecah-mecahkan rotinya dan membagikannya pada jemaat.
Jemaat melihat bahwa roti dipecah-pecahkan di hadapan mereka (tidak seperti sekarang dimana roti dibagi dalam keadaan sudah terpecah.)

Ketika jemaat melihat roti itu terpecah, apa kira2 yang mereka pikirkan?
Saya berpendapat bahwa mereka akan teringat pada penderitaan Kristus dimana tubuhNya dipecahkan / disiksa sedemikian rupa.

Prosesi pemecahan roti adalah untuk mengingatkan jemaat pada kematian Kristus.

1 Kor 11 : 26
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Tapi bukan mengorbankan Kristus lagi dengan cara memecahkan tubuhNya.

Apa sih tujuan diingatkannya jemaat pada kematian Kristus?
Menurut saya,

  1. Mengingatkan orang betapa Kristus menderita untuk menebus dosa jemaat, betapa mahal jemaat itu dibeli
  2. Mengingatkan orang bahwa saat ini kita adalah bagian dari Tubuh Kristus secara spiritual, yaitu ketika jemaat bersama-sama memakan dari roti yang dipecah2kan itu, bahwa Kristus dipecahkan agar jemaat bisa disatukan
  3. Mengingatkan bahwa kutuk atas daging ditimpakan pada Yesus dan berkat atas tubuh Kristus diberikan pada kita
  4. Mengingatkan agar jemaat siap untuk menderita sama seperti Tuhan telah menderita demi kebenaran

Kemudian, pemimpin mengambil cawan, cawannya hanya satu lalu diedarkan ke seluruh jemaat yang hadir untuk diminum.

Jemaat diingatkan bahwa :

  1. Mereka telah ditebus dan dibeli dengan darah
  2. Segala dosa jemaat telah ditanggungkan pada Yesus dan Ia telah dihukum karena dosa itu
  3. Jemaat meneguhkan perjanjian baru dengan Tuhan yang dimeteraikan oleh darah Yesus
  4. Nyawa yang saat ini mengalir dalam diri jemaat adalah nyawa Kristus

1 Kor 11 : 25
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”’

1 Kor 10:16-17
Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Yesus hadir dalam seluruh prosesi upacara secara khusus karena itulah upacara dari tubuh dan darahNya.

Itulah menurut pendapat saya.
Mungkin bisa diberi masukan.

Aha… sekarang saya paham mengapa kita harus benar-benar stand up dan menentang transubstansi. Karena permasalahannya tidak berhenti pada masalah makan perjamuan saja tetapi lebih jauh dari itu implikasinya sampai kepada masalah keselamatan dan pengampunan dosa. Terima kasih buat pencerahannya. :afro:

Kalo Zwingli berarti perjamuan only for the sake of perjamuan itu sendiri untuk mengenang kematian Kristus saja, tidak memiliki implikasi kepada doktrin yang lain.

Kalo Calvin bagaimana ? Apakah dengan makna spiritualnya berarti perjamuan bisa memberikan dampak tertentu bagi mereka yang menerimanya secara supranatural ? Misalnya pertumbuhan rohaninya terakselerasi atau pengenalan akan Tuhannya meningkat atau apalah. Adakah dampak yang demikian ?

Bagaimana dengan Luther ? Apakah perjamuaannya ada implikasi tertentu terhadap penerimanya ? Kan dia masih mempertahankan kehadiran fisik Kristus sebagai salah satu unsur dari roti tersebut.

The keyword yg penting jika kita membahas doktrin Perjamuan Kudus adalah the Real Presence, dalam arti apakah Yesus sungguh hadir secara special atau dalam arti biasa saja?

Calvin menjawab Yes, Dia hadir secara sungguh tapi bukan secara physical melainkan spiritual. Dan oleh karena Dia hadir secara special, maka tentu ada berkat yg bisa kita dapatkan setiap kali kita datang ke Perjamuan Kudus. Yaitu untuk memberikan kita suatu “spiritual nourishment” yg memberkati keadaan iman dan rohani kita. Disini calvin setidaknya lebih dekat dengan doktrin Luther dibandingkan doktrin Zwingli.

Bagaimana dengan Luther ? Apakah perjamuaannya ada implikasi tertentu terhadap penerimanya ? Kan dia masih mempertahankan kehadiran fisik Kristus sebagai salah satu unsur dari roti tersebut.
Bagi Luther, konsep communion with God sangat penting dan itu ditekankan dalam doktrinnya akan Perjamuan Kudus.

Luther percaya bahwa Perjamuan Kudus adalah saat dimana Yesus memberikan berkat kepada umatNya, yaitu diriNya sendiri. Ini bukan transubstantiation, melainkan suatu yg terjadi akibat janji Allah sendiri, bahwa akan ada suatu “communion” yg terjadi secara special antara Tuhan dan umatNya. Luther percaya bhw akibat dari mengikuti Perjamuan Kudus membuat iman kita menguat dan kita lebih lagi berkomitmen kepada Allah. Mereka yg tidak percaya tapi menerima tubuh dan darah Yesus akan menerima condemnation dan bukannya blessings.