Perjamuan Kudus hanya untuk manusia yang memiliki kuasa atas manusia

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus untuk semua.

Dalam perjamuan kudus, roti dan anggur melambangkan tubuh dan darah Kristus.

Dalam berjemaat hanya setiap orang yang memiliki kuasa manusia atas manusia yang berhak memperoleh itu semua.
Tetapi setiap orang yang menerima harus sungguh-sungguh mengetahui maknanya, karena kuasa manusia atas manusia berlaku di bumi dan di surga. Janganlah sampai itu justru menjadi bumerang untuk diri sendiri.
Maksudnya janganlah sampai kuasa itu justru menjadi hakim atas dirimu.

Karena setiap orang yang memakan dan meminum itu, tidak turut menyalibkan Kristus.

Setiap waktu bisa saja terjadi perubahan. Karena selama hidupnya Dua Kasih Terutama harus dipertahankan.
Orang-orang yang bertahan dalam Dua Kasih Terutama layak menerima hal itu lagi, tetapi tidak demikian dengan orang yang tidak bertahan.

Hanya anak-anak Allah saja yang menerima roti dan anggur yang melambangkan tubuh dan darah Kristus.
Dan sahabat Allah dan hamba-hamba Allah akan memuliakan Allah dengan puji-pujian.

Bersungguh-sungguhlah dalam mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Sebab sekalipun hal yang terutama dan pertama adalah mengasihi Allah, dan memang benar hal ini menyebabkan manusia memperoleh kesempatan untuk datang kembali ke dunia untuk ke dua kalinya, tetapi tanpa mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri maka semua akan menjadi sia-sia.

Muliakanlah Allah dengan Dua Kasih Terutama.

Kematian Kristus di atas salib diberitakan di seluruh dunia supaya manusia mengenal Dua Kasih Terutama.

Setelah mengetahui keutamaan Perjamuan Kudus melebihi penyaliban Yesus Kristus, maka sudah tiba saatnya untuk mendahulukan yang terutama.

Hendaknya setiap orang berlomba dalam memperoleh hal ini dan lebih giat lagi dalam mempertahankan kemenangannya.

Perjamuan Kudus akan diadakan satu kali yaitu pada hari Paskah.

Untuk yang gagal mempertahankan kuasa manusia atas manusia yang dimilikinya, ditetapkan pemberian baginya berupa harta benda supaya tidak sampai menolak Dua Kasih Terutama.

Dan setiap orang yang menerima kuasa manusia atas manusia akan membasuh kaki jemaat yang hadir.
Artinya adalah membersihkan hati jemaat supaya dalam menerima hidup dalam Dua Kasih Terutama membaharui kerelaannya.

Kerelaan hati karena mereka tidak termasuk bagian dari anak Allah; hanya sahabat Allah atau hamba Allah.