PERJANJIAN BARU, HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH

Ada gereja-gereja zaman ini yang sangat bersemangat mengajarkan bahwa dizaman Perjanjian Baru, Seluruh Hukum Taurat tidak berlaku lagi. Perjanjian Baru menggantikan Perjanjian Lama sehingga Hukum Kasih menggantikan Hukum Taurat. Sementara itu, perpuluhan wajib diberlakukan dalam gereja, padahal itu merupakan bagian dari ajaran Hukum Taurat. Benarkah demikian?
Faktanya adalah bahwa Perjanjian Baru adalah janji Tuhan untuk memasukkan Hukum Taurat dalam hati umatNya, dan Hukum Kasih adalah merupakan bagian dari Hukum Taurat. Mari kita selidiki.
Pertama, tentang PB dan Taurat. Istilah Perjanjian Baru muncul pertama kali sebaliknya, yakni dalam Kitab Perjanjian Lama, Yermia 31:31-33 : “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Jelas, bahwa dengan datangnya Perjanjian Baru, Taurat yang tadinya dalam Perjanjian Lama hanya dalam bentuk loh batu, tetapi dalam Perjanjian Baru Tuhan masukkan dalam dalam loh-loh hati manusia seperti yang ditegaskan oleh 2 Kor. 3:3 : ” Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
Jadi, apakah perbedaan utama antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Dalam Perjanjian Lama,Taurat tertulis pada loh-loh batu, tetapi dalam Perjanjian Baru, tertulis dalam loh-loh hati dan diungkapkan dalam sikap moral sehari-hari sehingga terbaca oleh orang lain sebagai surat Kristus.
Artinya, bahwa hukum Taurat memang tidak ditiadakan dalam zaman Perjanjian Baru. Dan Yesus menyatakan bahwa Dia tidak datang untuk meniadakannya (Mat.5:17). Yesus datang justru untuk membebaskan manusia dari dosa. Dosa adalah pelanggaran akan hukum Allah(1 Yoh. 3:4). Jadi, Yesus datang untuk membuat manusia bebas dari pelanggaran terhadap hukum Allah, mereka menjadi orang-orang yang hidup baru, yang hidup menurut hukum Allah.
Kedua, tentang Hukum Kasih dan Hukum Taurat. Orang-orang Farisi pernah datang pada Yesus. Matius 22:36-40 mengisahkannya. Demikianlah pertanyaan mereka kepadaNya : “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Selanjutnya apa kata Yesus ?
Ayat selanjutnya mengatakan : “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Yesus menyebut bahwa Hukum Kasih adalah hukum yang terutama dalam Hukum Taurat dan kitab para nabi atau kitab Perjanjian Lama. Dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Hukum Kasih bukan muncul di zaman Perjanjian Baru, tetapi sudah diajarkan dalam zaman Perjanjian Lama karena Hukum Kasih justru inti dari Hukum Taurat dan juga kitab Perjanjian Lama !
Apa yang salah dengan Hukum Taurat dan Kitab para nabi sehingga harus dihapuskan ?
Dalam Matius 7:12-14, Yesus menyatakan : “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”
Ajaran seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi, merupakan pintu yang sesak dan jalan yang sempit untuk dilalui, dan sedikit orang yang melalui, tetapi itulah petunjuk yang Yesus ingin kita melaluinya karena menuju kehidupan.
GBU.

Numpang lewat brow :smiley:
menegaskan :
Mat. 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mat. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Mat. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Mat. 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat. 12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
Mat. 22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat. 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Gal. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
Mat. 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Luk. 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
lanjut …

mengapa?
Rm. 3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
Rm. 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
Rm. 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
lanjut …

dan kita dibenarkan bukan karena melakukan HUKUM TAURAT tetapi oleh IMAN kepada Yesus dan KASIH KARUNIA
Rm. 4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.
Gal. 3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
Gal. 3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
Ibr. 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
Ibr. 10:8 Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–.
Rm. 7:14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.
Rm. 7:17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
Rm. 7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
Rm. 7:16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
Gal. 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
Rm. 10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
Gal. 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Ef. 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
lanjut …

jadi
Rm. 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
Rm. 6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!
yaitu
Gal. 2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
Rm. 8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
Gal. 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Tuhan memberkati.

Terimakasih sdr. Sin.
Benar sekali apa yang disebut semua ayat yang Sdr. cantumkan. Sayangnya saya tidak tahu apa pendapat Sdr. Sebab Sdr tidak berkomentar. Semua ayat itu saling mendukung. Istilah Hukum Taurat dalam Alkitab bisa jadi dualisme atau kontradiktif bila kita tidak pelajari baik2. Contoh, Dalam Mat. 7:21 Yesus menyatakan Hukum Taurat tidak ditiadakan, didukung oleh Paulus dalam Roma 3:31. Tapi dalam Lukas 16:16 dan Efesus 2:15 menyatakan sebaliknya. Ayat2 tersebut disebutkan oleh Sdr. Seolah-olah Sdr menjadi bingung mau pilih yang mana… menerima yang “tidak ditiadakan” atau “dibatalkan.”
Kita harusnya berpikir bahwa Alkitab tidak kontradiksi, dan memanglah demikian. Kita harus menerima keduanya, bahwa memang Hukum Taurat ada yang tetap berlaku dan ada yang sudah ditiadakan.
BAGIAN-BAGIAN HUKUM TAURAT YANG BERLAKU DAN YANG TIDAK BERLAKU LAGI ZAMAN INI
Semua gereja saat ini mempunyai pendapat yang berbeda dalam menanggapi pemberlakuan Hukum Taurat. Umumnya pendapat mereka terbagi dalam 3 pendapat.

  1. Kelompok yang menyatakan bahwa Seluruh Hukum Taurat masih berlaku,
  2. Kelompok yang menyatakan bahwa seluruh Hukum Taurat tidak berlaku lagi. (Walaupun anehnya, mereka amat sangat menekankan pemberlakuan ajaran perpuluhan yang merupakan sumber gaji para gembala dan Hukum Kasih. Padahal, jelas bahwa perpuluhan adalah Hukum Taurat(Ibrani 7:5), juga Hukum Kasih adalah Hukum Utama dalam Hukum Taurat itu sendiri(Mat.22:36-40).
  3. Kelompok yang menyatakan bahwa Sebagian Hukum Taurat masih berlaku dan ada yang tak berlaku lagi.
    Manakah dari 3 kelompok ini yang pendapatnya benar?
    Hukum Taurat terdiri atas bagian-bagian. Nehemia 8:18 mengatakan : “Bagian-bagian kitab Taurat Allah itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.”
    Hukum ini terdiri atas :
  4. Hukum Moral, Bacalah Keluaran 20 : 1-17 yang mencantumkan secara lengkap 10 Hukum Taurat ini. Dalam Matius 22:36-38 dikatakan : “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Hukum moral(10 Hukum) mengatur hubungan antara manusia dan Allah(hokum 1-4) dan hubungan antar sesama manusia (hukum5-10).
  5. Hukum Kesehatan, yang mengatur kepentingan kesehatan perorangan dan masyarakat. Meliputi peraturan haram/halal(Imamat 11), lemak dan darah dan bangkai(Im 17:10-15), bahaya anggur dan minuman keras lainnya(Im 10:9), peraturan khusus penyakit kulit (Im13,14)dan haid serta bersalin(Im.12).
  6. Hukum Sipil, yang mengatur hubungan warga dengan Negara. Ini mencakup hukum socialUl.22,23:24-25), hukum perang(Ul.20), ,hukum tentang raja(Ul 17:14-20),hukum pengadilan(Ul.16:18-20,17:8-13,21,25)hukum warisan(Bil 36) hukum pajak,Hukum pertanahan(Ul.19:14), hukum riba(Ul 23:19-20),hukum gadai(Ul24:6), dan lain-lain yang tidak disebutkan disini.
  7. Hukum Sunat. Hukum ini adalah tanda kewarganegaraan sebagai bangsa Israel. Sunat memberi tanda yang membedakan/memisahkan antara orang Israel dan non Israel.
  8. Hukum Upacara. Bilangan 15:22-31 : “Apabila kamu dengan tidak sengaja melalaikan salah satu dari segala perintah ini, yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa, yakni dari segala yang diperintahkan TUHAN kepadamu dengan perantaraan Musa, mulai dari hari TUHAN memberikan perintah-perintah-Nya dan seterusnya turun-temurun, dan apabila hal itu diperbuat di luar pengetahuan umat ini, tidak dengan sengaja, maka haruslah segenap umat mengolah seekor lembu jantan muda sebagai korban bakaran menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN, serta dengan korban sajiannya dan korban curahannya, sesuai dengan peraturan; juga seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa. Maka haruslah imam mengadakan pendamaian bagi segenap umat Israel, sehingga mereka beroleh pengampunan, sebab hal itu terjadi tidak dengan sengaja, dan karena mereka telah membawa persembahan-persembahan mereka sebagai korban api-apian bagi TUHAN, juga korban penghapus dosa mereka di hadapan TUHAN, karena hal yang tidak disengaja itu. Segenap umat Israel akan beroleh pengampunan, juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, karena hal itu dilakukan oleh seluruh bangsa itu dengan tidak sengaja. Apabila satu orang saja berbuat dosa dengan tidak sengaja, maka haruslah ia mempersembahkan kambing betina berumur setahun sebagai korban penghapus dosa; dan imam haruslah mengadakan pendamaian di hadapan TUHAN bagi orang yang dengan tidak sengaja berbuat dosa itu, sehingga orang itu beroleh pengampunan karena telah diadakan pendamaian baginya. Baik bagi orang Israel asli maupun bagi orang asing yang tinggal di tengah-tengah kamu, satu hukum saja berlaku bagi mereka berkenaan dengan orang yang berbuat dosa dengan tidak sengaja. Tetapi orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja, baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya, sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya.”
    Mereka yang melanggar dengan sengaja terhadap hukum-moral, hukum kesehatan, dan hukum sipil tersebut diatas akan dikenakan Hukum Upacara, yakni sangsi hukuman lempar batu sampai mati (hukum maut)- baca Imamat 15 tersebut pada ayat 35, sedangkan yang tidak melakukan dengan sengaja harus melaksanakan pemotongan domba untuk memperoleh pengampunan dosa(hukum dosa)-seperti disebut oleh Roma 8:2.
    Sebagaimana sekarang orang mengenal istilah “hukum” merupakan peraturan yang mengandung sangsi/tuntutan/dakwaan/kutuk atau kuk, demikian juga Hukum Taurat adalah peraturan yang mempunyai sangsi atau tuntutan/dakwaan/kutuk/kuk bila dilanggar. Hukum Upacara merupakan seremonial atau liturgy untuk melaksanakan tuntutan/dakwaan/kuk atau sangsi bagi mereka yang melanggar hukum moral, kesehatan, dan sipil. Hukum Upacara juga merupakan lambang dan bayangan kematian Yesus di kayu salib. Jadi, tujuan daripada Hukum Upacara ini adalah untuk mendapatkan pembenaran kembali atau pengampunan(yang bersifat bayangan) dari Allah. Pelaksanaan hokum upacara ini terdiri atas upacara harian, yakni bagi pelanggar perorangan yang sadar telah melakukan pelanggaran. Sedangkan upacara tahunan dilakukan pada saat merayakan hari raya tahunan yaitu hari raya Paskah, Pondok Daunan, Pendamaian dan hari raya Roti tidak berragi yang merupakan Sabat Yahudi. Terutama untuk memperoleh pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran yang tidak sempat diakui oleh orang Israel secara harian karena tidak disadari. Secara keseluruhan Hukum Upacara bermaksud menjaga bangsa Israel agar tetap benar dihadapan Allah. Kegiatan yang mereka lakukan saat itu adalah pemotongan domba. Sementara itu mereka memakai kain kabung, menaruh debu dikepala sebagai lambing merendahkan diri dan puasa(secara jelas terdapat dalam Imamat 23). Pada zaman Yesus, murid-murid Yesus yang berpuasa(di hari pelaksanaan upacara itu hari raya roti tidak berragi) sampai kelaparan dan akhirnya memetik gandum.
    Hukum Taurat saat ini.
    “Berguna,” itulah istilah yang digunakan Paulus untuk menyatakan tujuan pemberlakuan Hukum Taurat(Ibrani 7:18). Hukum Taurat yang mana yang masih berguna dan yang tidak berguna lagi bagi manusia?
  9. Hukum Moral tentu sangat berguna, karena mengatur hubungan antara manusia dan Allah (4 Hukum pertama, Kasih kepada Allah) dan hubungan sesama manusia(6 hukum terakhir, Kasih kepada sesama manusia).
    Lukas 10:25-28 menceritakan: “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Inti daripada hukum Taurat memang adalah Kasih, Mat.7:12 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Yesus masih menyatakan pemberlakuan Hukum Taurat-Hukum Kasih.
    Paulus pun dalam Roma 13:9-11 mengatakan : “Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.” Jadi Hukum Taurat Moral masih berlaku.
  10. Hukum Kesehatan tentu juga masih berguna, karena Tuhan menginginkan kesucian manusia, Dalam 2 Kor. 6:17 secara jelas Paulus menyatakan : “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” Dan Tuhan menginginkan manusia sehat. Kita pun menginginkan diri kita sehat.
  11. Hukum Sipil, hukum ini dalam pelaksanaannya sudah berkaitan dengan pemerintahan, sehingga setiap orang yang bukan dibawah kekuasaan pemerintahan Israel tentunya tidak terikat lagi dengan peraturan-peraturan ini. Setiap Negara punya sistim sendiri dalam mengatur masyarakatnya, tetapi,tentu pada dasarnya mempunyai jenis hukum sipil yang sama dengan Hukum sipil Israel. Setiap Negara punya hukum pidana, hukum perang, hukum pajak, hukum pertanahan, hukum pertanian dll. Jadi, walaupun hukum sipil Israel tentu saja masih berguna bagi bangsa Israel, sedangkan kita yang bukan bangsa Israel harus tunduk sesuai hukum sipil Negara dimana kita berada.
  12. Hukum Sunat. Sunat adalah tanda/identitas sebagai warga Negara bangsa Israel, “tembok pemisah” antara warga Israel dan non Israel, simbol “perseteruan” Israel dan non Israel. Dalam Kol.2:11 Paulus menyatakan : “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.” Jadi, sunat sudah digantikan dengan baptisan sebagai tanda warga surgawi. Tentu saja ini berguna secara rohani bagi setiap orang percaya. Kalau sunat memisahkan orang Israel dan non Israel, baptisan menyatukan semua bangsa di dalam Yesus Kristus. Inilah yang dimaksudkan oleh Efesus 2:11-20 : “Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”
  13. Hukum Upacara. Hukum ini dilaksanakan sebagai akibat pelanggaran hukum-hukum tersebut diatas. Ini adalah sangsi, dakwaan atau tuntutannya. Karena tujuannya untuk memperoleh penghapusan dosa sekaligus pembenaran kembali di hadapan Tuhan. Tetapi karena makna “penghapusan dosa dan pembenaran kembali “ sifatnya sebagai bayangan, maka setelah yang nyata/wujud sudah terlaksana maka hukum bayangan ini tidak berguna lagi. Yang nyata adalah kematian Yesus, yang dahulu dibayangkan oleh seekor domba. Dengan demikian, sekarang hanya iman percaya kita terhadap kematian Yesus yang dibutuhkan agar dosa kita boleh dihapus, diampuni dan dibenarkan kembali. Ini yang dimaksud dengan Kolose 2:16 yang dengan jelas mengatakan: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Pelaksanaan Hukum Upacara secara massal dilakukan pada setiap hari raya Yahudi yang diatur menjadi Sabat(baca Imamat 23). Dalam tata cara pelaksanaannya juga ada pengaturan tentang makanan dan minuman.
    Dengan demikian, jelaslah bahwa Hukum Taurat ada yang masih berlaku, sesuai Matius 5:17 bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakannya, Paulus juga mengatakan dalam Roma 3:31 bahwa iman justru membuat Taurat bertambah teguh. Tetapi ada yang sudah tidak berlaku, yang disebut dalam Efesus 2:15 “dibatalkan” dengan adanya kematian Yesus, Hukum Taurat yang dimaksud adalah Hukum sunat, sementara itu kita sudah di “merdeka”kan dari Hukum Taurat bayangan yaitu hukum upacara seperti disebutkan oleh Roma 8:2-3 : “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.”

:smiley: jadi, menurut pendapat pribadi bro Niko ikut yang mana? 1,2 atau 3?

Wah, berarti belum baca semua tulisan gue dong…Kawan,…Kalau sudah baca semua, pasti tau pilihan gue dong. Jelas aja kalau kita menerima semua kata Alkitab, tentu ayat yang satu dipakai, yang lain jangan dibuang. Artinya, pilih nomor 3, JK-Win gitu lho… eeh, sorry, maksudnya gue, ya pilih yang ketiga, karena Ayat-ayat Alkitab mengatakan demikian. Ada Hukum Taurat yang masih berlaku dan ada juga yang udah ngga berlaku lagi.
Gue punya pengalaman, diskusi dengan seorang gembala gereja …Beliau ucap bahwa semua Hukum Taurat tak berlaku lagi. Saya tanya beliau, kenapa gerejanya masih pakai Perpuluhan, kan Perpuluhan adalah Hukum Taurat juga. Beliau jawab bahwa perpuluhan tidak masuk Hukum Taurat. Saya tunjukkan Ibrani 7:5, beliau terkejut dan menyatakan baru kali itu membacanya. Juga katanya bahwa Hukum Kasih menggantikan Hukum Taurat. Saya tunjukkan Matius 22:36-40 yg menyatakan bahwa Hukum kasih adalah hukum utama DALAM Hukum Taurat, jadi inti Hukum Taurat adalah hukum Kasih jadi bila Hukum Taurat itu hilang, tentu Hukum Kasih yang terdapat didalamnya ikut hilang. Juga Matius 7:12- 14 yang menyatakan bahwa Hukum Kasih adalah ISI daripada Kitab Taurat dan Para Nabi, yang adalah jalan yang sempit dan sukar untuk diikuti orang. Yesus perintahkan kita untuk menjalaninya. Artinya Hukum Taurat, memang ada yang tetap masih berlaku. Beliau akhirnya baru mau mangakuinya. Katanya, kami belajar Hukum Taurat tidak sejauh itu… gue berharap semua kita sependapat dengan apa kata Alkitab… Itu dulu kawan…GBU.

Hallo saudara Nikolaus dan saudara Sin, saya rasa sharing anda berdua cukup konstruktive dan open, memang beginilah mestinya forum ini digunakan, asal kita focus mau berbagi dan menerma, pasti ada banyak berkat yang kita bisa dapatkan dari forum ini.

Kepada saudara Nikolaus:
Dilihat sekilas dari ulasan2 nya, kayaknya anda sangat akrab dengan Alkitab dan cukup banyak merenungkan isinya, terlihat dari ayat2 yang anda uraikan dan interpretasikan. Saya salut dengan type orang Kristen yang kritis dan mau maju dalam belajar ttg. Firman Tuhan (FT). Karena dihari-hari spt ini gak banyak orang yang benar2 mengasihi FT dengan benar2 mau “menyelidiki dan mempelajari” dan kemudian meng-konfrontasikan dengan kehidupannya sehari-hari. Padahal ini merupakan modal untuk bisa memperoleh kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, pasti inget kan:
(Act 17:11) Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Yang banyak saya temui adalah orang yang mau menjadi “percaya secara instant.” Artinya melihat
sesuatu secara gampangnya saja, yang mudah diambil, yang susah dilupakan. Sisi lain soal iman adalah soal pertumbuhan dan pergumulan hidup, utk dapat dewasa secara rohani harus banyak belajar danditempa, so bila mau bertumbuh gak bisa instant. Event ada FT yang mengingatkan, spt perumpamaan ttg. penabur:
(Mat 13:6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Jika tida berakar, biasanya susah untuk dapat bertahan di waktu2 selanjutnya.
So applaus dan terus pertahankan dan kita saling mendoakan untuk semangat ini tdk padam.

Balik ke diskusinya:
Klu tadi di atas mengenai realita dari orang2 yang mengaku Kristen (pribadi lepas pribadi), di gereja realitanya juga gak jauh berbeda, tentu sj, karena gereja adalah kumpulan orang2 Kristen berbagai kualitas dan non Kristen. Jadi saya sangat percaya cerita saudara Niko dan saya juga sdh mengalaminya, dimana ada praktek2 dalam gereja yang tidak sesuai dengan FT, padaha meeka sudah tau pasti bgmn benarnya.
Untuk itu saya rasa ada orang2 percaya seperti anda dan saya yang senantiasa mencoba dan mencoba untuk ikut “bekerja dalam gereja” di dalam pelayanan apapun demi memberi kontribusi dalam bentuk apapun agar gereja dimana kita berada jadi lebih baik dan boleh istilahnya “back to Bible”.

Jangan pernah lelah dan putus asa.

(1Co 15:58) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
GBU
PS: Maaf mungkin kalau sharing saya jadi melebar dan tidak terlalu relevan mungkin dengan topicnya, saya hanya baca tulisan2 anda secara cepat sj, mohon dimaafkan klu agak keluar dari tema.

Syallom…Wah, tersanjung deh gue…terimakasih mbak rose…Yesus pasti katakan : “kamu pasti akan bersama Aku dalam Kerajaan Surga”…Terimakasih saran motivasi nya. Mbak juga ya…sama-sama kita selidik Alkitab.Gue bukan seorang pendeta atau gembala. Gue pekerja medis, tapi senang menginjil. Tanpa Yesus, gue bukan apa-apa…so, gue harus menginjil agar gue boleh jadi “apa-apa”…he…he…he…

Hi…kawan Niko, selamat bergabung disini…semoga anda betah di FK.
Beberapa hari ini saya baru sibuk mencari data untuk PILPRES…, so
BTT,
Kalau kita melihat memang banyak ayat2 yang saling kontradiksi dan cukup sulit menjelaskannya.
Nah…, mari kita lihat bersama.
HUKUM TAURAT (old convenant) adalah HUKUM PEMBALASAN, ada peraturan dan hukuman, mata ganti mata, gigi ganti gigi, darah ganti darah.
Kel. 21:24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki,
Im. 24:20 patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.
Ul. 19:21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."
Mat. 5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Ul. 27:26 Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!"

hahahaha, semisal dalam hal ini kalau saya ditampar pipi kanan, maka sebagai ganti saya akan pukul balik kepalanya.

HUKUM KASIH (new convenant) adalah HUKUM PEMBEBASAN, belas kasih Allah Bapa, ada peraturan dan hukumannya sendiri sudah ditanggung oleh Bapa kita melalui darah yang telah dicurahkan Yesus Kristus dikayu salib sebagai tebusan, karena Bapa tahu tak seorangpun yang bisa lolos dari HUKUM TAURAT.
Karenanya Tuhan Yesus sendiri menjadi teladan bagi kita dan mengajarkan dalam hal mengampuni dan mengasihi.
Mat. 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Mat. 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Mat. 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Mrk. 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
Luk. 6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
Luk. 17:4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”

Tuhan Yesus sudah menyempurnakan HUKUM TAURAT.(Mat. 5:17-19 ; Rm. 8:3 , 10:4)
Yesus mencengangkan dunia ketika IA mengajarkan kita dengan HUKUM KASIH, dan bagaikan memberikan bara api diatas kepala lawan lawan kita.
Matius
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Lukas
6:27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

lanjut…

dari hal di atas dengan demikian kita tahu bahwa :
1. HUKUM TAURAT (old convenant) berlaku hanya sampai jaman Yohanes sesaat sebelum kedatangan TUHAN YESUS.
Luk. 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
Gal. 3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
2. HUKUM KASIH (new convenant) merupakan penyempurnaan dari HUKUM TAURAT, karena dalam HUKUM KASIH sendiri sudah mencakup HUKUM TAURAT.
Dengan menjalankan HUKUM KASIH secara langsung juga sudah menjalankan HUKUM TAURAT, dan karenanya benar TUHAN Yesus sendiri mengatakan Ia datang bukan untuk meniadakan HT melainkan untuk menggenapinya /menyempurnakannya… (Mat 5 :17-19; Rm3:31)
Rm. 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging

Lalu bagaimana dengan perkataan Paulus yang kontradiksi dengan Mat 5:17-19, yaitu :
Ef. 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
yang dimaksud oleh Paulus disini adalah KONSEKWENSI dari HUKUM TAURAT itu sendiri yaitu penghukuman, dimana
Gal. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Tuhan Yesus telah membatalkan penghukuman dari HUKUM TAURAT dengan pembebasan dari KASIH KARUNIA ALLAH BAPA.

Dasar HT adalah perbuatan :
Gal. 3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
Tetapi dasar HK adalah iman :
Yoh. 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Rm. 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Rm. 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Ef. 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Rm. 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

lanjut …

Jadi kita diselamatkan bukan karena PERBUATAN tetapi karena IMAN,
Lantas apakah kita cukup hanya beriman?
Ya, kita diselamatkan hanya dengan IMAN, namun perbuatan KASIH tetap kita lakukan untuk menunjukkan iman kita kepada Yesus, karena IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI.
Rm. 6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!
Yakobus

2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”
2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati

Lalu bagaimana bila kita melakukan dosa?
1Yoh. 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Lalu bagaimana agar kita tidak jatuh dalam dosa?
Jalan satu2nya adalah bukan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan mengandalkan kekuatan Roh Kudus, dengan persekutuan pribadi setiap saat.
Hal ini bisa dilihat pada tulisan saya mengenai Zombie :


lanjut …

Kita mengetahui bahwa HUKUM TAURAT telah berakhir pada saat kedatangan Tuhan Yesus, dan dalam HT banyak terdapat peraturan2 seperti yang sudah dikemukakan rekan Niko di atas seperti :
Hukum Kesehatan, Hukum Sipil, Hukum Sunat, Hukum Upacara dll.
Pendapat pribadi saya adalah boleh2 saja untuk melakukan dan menaati peraturan2 tersebut diatas, namun bagi yang tidak melakukan peraturan2 itu pun tidak berdosa karena kita hanya tunduk kepada HUKUM KASIH dan peraturan2 HUKUM TAURAT tidak menyelamatkan.
Prinsip saya adalah seperti Paulus yaitu melakukan perbuatan yang berguna, membangun dan memuliakan Allah juga tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain.
1Kor. 8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
Rm. 14:21 Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.
1Kor. 10:23 “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
1Kor. 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
1Kor. 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

Jadi apa yang dikatakan oleh pendeta atas pertanyaan rekan Niko , adalah benar kalau umat Kristen tunduk kepada Hukujm Kasih.
Paradigma saya pribadi mengenai persepuluhan adalah apa yang kita harus berikan kepada TUHAN lebih dari 10%, karena kita sudah ditebus oleh Yesus dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran.
Seorang hamba hanyalah melakukan apa yang disuruh tuannya, seorang hamba tidak mempunyai milik pribadi.
dan seorang hamba hanya memperoleh upah atas hasil kerjanya berdasar belas kasih tuannya.
Seluruh milik kita adalah kepunyaan Tuhan, hal itu sama seperti yang dilakukan oleh jemaat mula mula, mereka menjual miliknya dan semua adalah kepunyaan bersama.
Perpuluhan minimal 10% seperti yang masih dilakukan oleh banyak gereja2 adalah boleh saja, karena gereja butuh pendanaan untuk pembiayaan kelangsungan hidupnya, dan adalah tugas jemaat untuk menyediakan hal itu, namun bukan berarti gereja dan umat Kristen tunduk kepada HT.
Apa jadinya kalau tidak ada seorangpun yang mau memberi untuk gereja, dan tidak ada kesadaran untuk itu, dimana sepanjang yang kita tahu bahwa kita hidup di masyarakat yang individuatistis dan egoisme yang tinggi, himbauan saja tidak dihiraukan apalagi tidak dihimbau, jadi tidak heran kalau ada gereja yang menyangkutpautkan dengan cara kutukan dan mengimingi dengan berkat, karena ada juga orang yang takut kutukan baru tergerak ataupun orang yang ingin mendapat berkat baru tergerak.
Namun untuk di masyarakat tertentu, cara jemaat mula2 dapat diterapkan, mungkin kita dapat temui pada sekte2 Kristen tertentu di Amerika, dimana mereka membuat masyarakat dan kelompok sendiri, dan memenuhi kebutuhan hidup kelompoknya sendiri.

Tuhan memberkati.

Hm…clear enough bro Sin. :char14:

Syallom…Wah, bro…terimakasih komentarnya.
Semua ayat yang bro tulis benar semua. tapi, komentar bro aja yang perlu direnungkan kembalai.
Komentarnya kan akhirnya kontradiksi dengan ayat-ayat lain seperti yang saya sebutkan terdahulu.
Begini bro, setiap kita menemukan istilah “Hukum Taurat” dalam Alkitab, kita harus baca dulu baik-baik seluruh paragraf atau satu topik pembahasannya. Apakah “HT” yang dimaksudkannya adalah Hukum Kasih(moral) atau Hukum Kesehatan atau Hukum sunat ataukah Hukum Upacara. Tidak bisa kita langsung mengatakan setiap istilah itu muncul berarti mencakup seluruh Hukum Taurat.
Saya juga bisa mengklaim bahwa SELURUH HUKUM TAURAT masih wajib berlaku KALAU melihat Matius 12:14-15 yang mengatakan :“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah ISI SELURUH HUKUM TAURAT dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Tapi, tidak, walaupun ada kata SELURUH tapi saya melihat bahwa yang dimaksud istilah HUKUM TAURAT disini adalah Hukum Kasih/10 hukum moral. Bukan Hukum Kesehatan, bukan Hukum Upacara bukan Hukum Sunat.

Hukum Taurat yang tak berlaku adalah yang dibayangkan dengan kematian Yesus, yakni HUKUM UPACARA yang merupakan ritual potong domba melambangkan ritual kematian Yesus. Yesus telah genapkan lewat kematianNya.HUKUM SUNAT juga adalah lambang meterai bangsa pilihan yaitu bangsa Israel, itu digantikan dengan BAPTISAN yang merupakan meterai bangsa Israel rohani yaitu kita yang ikut mati bersama Yesus dan bangkit untuk mau lahir baru.Yesus telah genapkan lewat kebangkitan dari kematian.
Sedangkan Hukum Kasih/moral dan Hukum Kesehatan…apanya yang berhubungan dengan “bayangan” yang harus digenapi Yesus? tidak ada… sehingga itu tetap berlaku. Kalau Hukum Moral hilang, maka bro tak perlu Yesus lagi. Kenapa? justru dengan adanya Hukum Moral maka kita tau kita berdosa. contoh: Saya berkata A padahal sebenarnya B. Bro tuduh saya berdusta, saya katakan “ya” memang saya berdusta, karena saya masih mengakui masih berlakunya Hukum Moral yang menyatakan “jangan berdusta” jadi saya tau saya berbuat dosa, saya membutuhkan kasih karunia dari Yesus. Saya datang pada Yesus dan minta ampun padaNya. Kalau saya mengatakan seluruh Hukum Taurat(artinya termasuk hukum moral)tak berlaku lagi, saya akan mengatakan saya tak berbuat dosa karena tak ada dasar orang menuduh saya berdosa, bukankah tak ada lagi yang menyatakan “jangan berdusta?” Jadi Saya tak butuh pengampunan, tak butuh Yesus lagi dan saya sudah suci. Tapi tidak… Saya mengakui Hukum Taurat moral masih berlaku, jadi saya tau saya masih berbuat dosa. Karena justru dengan adanya Hukum Taurat moral saya menjadi berdosa. oleh karena itu saya tetap butuh pengampunan darah Yesus. Itu maksudnya bro…
Kita menjalankan Hukum Taurat bukan untuk meraih keselamatan bro, tapi untuk pertahankan keselamatan yang sudah kita raih ketika percaya pada Yesus. Wahyu 22:18-20 mengatakan jangan kurangi apa yang tertulis dalam Alkitab, agar bagian kita dalam kota suci itu tidak diambil kembali.Juga Yohanes 14:15 mengatakan bukti mengasihi Dia adalah menurut Hukum Nya. Itulah lahir baru bro…

Tentang makanan, bro boleh baca dalam topik “BABI SUDAH JADI HALAL, MASA’ IYA”…
GBU.

Sorry, saya lupa bro, tentang perpuluhan…
Tetap aja perpuluhan adalah ajaran Hukum Taurat bro. Ibrani 7:5 katakan :“Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.” Klau bro konsekwen dengan kata-kata bro yang menyatakan Hukum Taurat tak berlaku lagi, maka jangan pakai lagi perpuluhan…
Kalau masih mau pakai perpuluhan, maka bro harus mengakui bahwa ada Hukum Taurat yang masih berlaku, termasuk Perpuluhan. Perpuluhan sudah digenapkan oleh kematian Yesus? tidak ada hubungan dengan pelambangan kematian Yesus kan bro? Nah, makanya itu masih tetap berlaku bro…

GBU.

Adakah perintah Yesus dalam Perjanjian Baru bahwa perpuluhan untuk bangsa selain Israel? Hanya satu jawaban pasti bro! Yermia 31:31-33 :“Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan PERJANJIAN BARU dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.Tetapi BEGINILAH perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh TAURATKU dalam BATIN mereka dan menuliskannya dalam HATI mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Tentu saja, ini tak termasuk Hukum Bayangan(Hukum Upacara dan Sunat juga Hukum Sipil) bro…

iya, penjelasannya bagus banget dari sdr Sin, comprehensive.

Karena discussnya cukup menarik, boleh gak sekedar memberi saran kpd sdr Sin dan sdr Niko:

Sy mengamati bahwa keduanya cukup mahir dalam hal ayat2 alkitab (gak tau nih mahir beneran atau pakai tool2 like e-swords ;>). Artinya keduanya menguasai ayat2 Ft dan tau presisnya ayat itu.
Untuk mereka yang tidak terbiasa dengan membaca banyak sekali ayat2, bisa-kah kutipan ayat2nya disederhanakan dan dibuat lebih sedikit, sebagai gantinya alur pemikiran dan sharingnya yang disampaikan lebih jelas. Jika akan mengutip ayat, hanya yang menjadi dasar pemikiran sj, karena bagi sdr Sin dan sdr Niko kan sudah paham apa maksudnya. Kalau ada bagian2 yang mau dikutip banyak, sebutkan sj chapter/kapitel bukunya.

Sbg contoh:
Sy tertarik dengan dasar FT di PB tentang kasih di 1 Kor 13, oleh rasul Paulus, menurut saya cukup comprehensive, dan praktis untuk menjelaskan AGAPAO (kasih ALLAH, tak bersyarat). Sangat mengena bagi permasalahan yang ada di Korintus pada saat itu, bahwa KASIH adalah hal2 yang menyangkut praktek, perbuatan yang dilandaskan Joh 3,16. Sementara org2 Korintus bermegah dan adu kehebatan dengan karunia2 rohani (Kapitel 12 dan 14), R.Paulus menyelipkan kapitel 13 yang terpenting dan menutupnya dengan …“yang terbesar adalah kasih” maksudnya AGAPAO, bukan PHILEA atau apalagi EROS.

OK, semoga saran ini bisa bermanfaat dan memudahkan bagi orang2 lain yang ingin membaca dan ikutan sharing di forum ini.

Tks, selamat mencoba dan GBU.

Syallom…
Terimakasih mbak rose…benar mbak, seharusnya demikian…tapi, supaya jelas dan siapapun membaca tak perlu lagi buka Alkitab untuk menyelidikinya…karena ayatnya udah kelihatan, gitu lho…