PERJANJIAN BARU, HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH

Wow… udah seperti cerpen nih panjang nya :smiley:
Thanks…

@ sista Rose
Thanks untuk sarannya sis Rose…
Saya masih belajar sis dan terus terang memang sangat berguna dan cepat jika menggunakan fasilitas tools yang membantu untuk mencari dan mengcompare suatu topik yang dicari, daripada manual…(hehehehe…tau aza sista).
Btw saya menggunakan sabda.

@ kawan Nico,
hahahaha begitu ya brow…,
Btw, karena kawan pernah menanyakan pendapat pribadi saya
ya seperti ini :
Kita mengetahui bahwa HUKUM TAURAT telah berakhir pada saat kedatangan Tuhan Yesus, dan dalam HT banyak terdapat peraturan2 seperti yang sudah dikemukakan rekan Niko di atas seperti :
Hukum Kesehatan, Hukum Sipil, Hukum Sunat, Hukum Upacara dll.
{catatan saya untuk hukum moral sudah disempurnakan. dari hukuman/pembalasan menjadi Kasih (Mat. 5:17; Rm. 8:3 , 10:4), dan peraturan lain sudah DIBATALKAN (Ef 2:15)}
Pendapat pribadi saya adalah boleh2 saja untuk melakukan dan menaati peraturan2 tersebut diatas, namun bagi yang tidak melakukan peraturan2 itu pun tidak berdosa karena kita hanya tunduk kepada HUKUM KASIH (iman kepada Yesus Kristus) dan peraturan2 HUKUM TAURAT tidak menyelamatkan (perbuatan).
Prinsip saya adalah seperti Paulus yaitu melakukan perbuatan yang berguna, membangun dan memuliakan Allah juga tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain.

Karenanya saya mempersilahkan saja bagi yang memilih poin 1, 2 ataupun 3 seperti yang kawan uraikan diatas, adapun istilah perpuluhan memang masih dipakai oleh jemaat yang menggunakannya. :coolsmiley:

Tuhan memberkati. :happy0025:

Syallom…Terimakasih bro…
Inilah komentar saya bro…

  1. Menurut Mazmur 19:8 : “Taurat TUHAN itu SEMPURNA, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.”……………Wah, kok sudah sempurna, apalagi yang disempunakan oleh Yesus? Sebaiknya,(maaf) kalau bro mau berkomentar, mohon dasar ayatnya harus jelas gitu, kalau hanya menurut apa yang diingat, apa yang dikira-kira oleh pikiran manusia yang memang mudah lupa tuh belum tentu sesuai ayat Alkitab bro.
  2. Sebenarnya, Yesus datang ke dunia ini bukan untuk melanggar hukum, atau justru merubah hukum sesuai dengan keinginan orang Israel. KedatanganNya juga bukan untuk mentoleransi kelemahan manusia, justru Dia datang untuk menegakkan, memenangkan Hukum Taurat. Baca
    Mat. 12:18-20 : "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” JADI YESUS DATANG UNTUK MENANGKAN HUKUMNYA, SEBALIKNYA BANYAK PIMPINAN GEREJA MALAH MAU MENGALAHKAN HUKUM TAURAT.
  3. Yesus datang untuk mengajarkan kepada orang Israel untuk kembali tegakkan Taurat. Seperti diketahui, Ahli-ahli Taurat mengabaikan Hukum Taurat walaupun di lain pihak mereka membayar perpuluhan. Matius 23:23 : “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”
    Sekarang ini, BANYAK PIMPINAN GEREJA MENGAJARKAN BAYAR PERPULUHAN TAPI ABAIKAN YANG TERPENTING DARI HUKUM TAURAT. Ini persis seperti apa yang diajarkan orang Ahli Taurat.
    AYAT INI COCOK UNTUK MENJADI TEGURAN BANYAK ORANG KRISTEN.
  4. Bro tetap berkeras untuk menolak Hukum Taurat. Alasan Bro bahwa Hukum Taurat berlaku sampai kedatangan Yohanes(Lukas 16:16). Ayat tersebut tidak salah karena ayat tersebut berhubungan dengan hukum Taurat bayangan yaitu Hukum Upacara yang memang sekarang tak berlaku lagi. Tapi tidak semua bagian Hukum Taurat berakhir saat itu, buktinya Lukas 16 :17(YANG BRO TAK MAU LANJUT SEBUTKAN) mengatakan : “ Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal…” Lagian,kalau memang ayat itu ditujukan untuk semua bagian Hukum Taurat, mengapa Yesus yang datang sesudah Yohanes malah justru akan mengirim para Ahli Taurat…… yang kemudian akan ditolak oleh umat Tuhan(maaf) termasuk bro…seandainya bro masih tetap menolak Hukum itu. Mat.23:34 : ” Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan AHLI-AHLI TAURAT: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,…”
  5. Kis. 7:53 mengatakan :” Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya." Kata-kata ini disampaikan sesudah Yesus naik ke surga, kalau memang Taurat tak berlaku lagi zaman itu, mengapa ayat ini muncul untuk menekankan umat Tuhan atau siapapun agar menurut !
    GBU.

Ha…10x, cukup menarik uraian kawan Niko . :afro:
Bisakah kawan membantu untuk menjelaskan kepada saya mana saja :

  • peraturan dari Hukum Taurat yang sudah dibatalkan? kenapa? :coolsmiley:
    mungkin ini saja dulu…terima kasih.

Tuhan memberkati.

dalam beberapa hari ini saya dalam perjalanan, kalau memang ada waktu akan saya usahakan kita tetap berhubungan. JBUs.

Terimakasih kawan…
Dugaan saya tuh benar, kaya’ nya tulisan saya tidak dibaca dengan teliti apalagi dipahami…maaf kawan ya…soalnya saya sudah tulis mana yang berlaku dan mana yang sudah tidak berlaku. Kawan boleh baca pada tulisan saya yang kedua, yaitu sesudah kawan reply 3x terhadap tulisan saya yang pertama topik ini. Kalau saya ulangi, takut nanti moderator hapus…kaya’nya kejam amat tuh moderator situs ini…ngeri deh…Selamat jalan ya kawan…jalan kemana nih…siapa tau saya boleh ikutan tuh…
Ok. GBU…

Selamat Malam kawan Niko, saya sempatkan untuk ol saat ini.
Saya minta maaf sebelumnya atas pertanyaan saya diatas, karena saya sebenarnya masih belum mengerti kreteria apa yang digunakan untuk memisahkan mana peraturan2 dalam Hukum Taurat yang masih dipakai mana yang tidak, karena kalau hanya berdasar kata “berguna” itu sifatnya relatif kawan.
Sesuatu bisa berguna berdasarkan “kepentingan” sehingga bagi saya mungkin berguna namun tidak bagi kawan Niko, atau bisa juga berdasarkan “waktu” dimana dimasa lalu berguna tapi masa sekarang tidak, atau berdasar hal lainnya.
Nah maksud saya kreteria apa (FT) yang dipakai untuk menyamakan persepsi “berguna” itu, karena kalau tidak jelas maka peraturan itu bisa digunakan sesuka hati.
Dan kalau kita baca semua aturan2 yang dipakai oleh Hukum Taurat itu sangat mendetil sekali.
terima kasih.

JBUs

Terimakasih atas waktunya kawan Sin…Selamat malam juga.
Tentu istilah “berguna” yang tidak bersifat pribadi tapi umum lah…Contoh : 10 Hukum Taurat atau Hukum Kasih, apa gunanya itu kita pelihara? 4 Hukum yang pertama gunanya adalah untuk menyalurkan kasih kita dan penghormatan kita pada Allah, 6 Hukum terakhir untuk menjaga agar kita saling mengasihi dengan sesama manusia yang lain. Hukum Taurat Kesehatan, apa gunanya? untuk menjaga kesehatan kita. Misalnya, dalam Hukum Kesehatan ada aturan untuk kita memisahkan diri dengan orang berpenyakit Kusta. Kalau aturan itu dilanggar, tunggu aja kawan, beberapa bulan kemudian kita kejangkit kusta. Hukum Sipil bagaimana? Kita tidak hidup di negara Israel. Kalau kawan hidup di negara Israel, walaupunbukan orang Israel, kawan pasti harus pakai Hukum Sipil itu sekarang. Tapi kita adalah warga Indonesia, punya Hukum sipil sendiri. Secara prinsip, ada yang sama dan ada yang beda. Sama ataupun beda dengan Hukum sipil Israel, kita harus ikut Hukum Sipil Indonesia (selama hukum itu tak bertentangan dengan iman Kristen ya). Tujuannya agar kita menunjukkan diri kepada negara bahwa kita warga negara yang baik. Hukum Upacara(liturgi potong domba), jelas ini adalah Hukum yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapat pengampunan dosa. Sekarang, domba yang sebenarnya (yang tadinya dibayangkan oleh domba dalam upacara perayaan Paskah dll) telah tercurah darahNya di kayu salib, menggenapi bayangan yang dipakai dulu yaitu domba korban. Untuk apa lagi kita laksanakan upacara itu? Itu adalah kuk, beban, dan selalu mendatangkan dosa, khususnya yang berduit kan mudah aja dia beli domba tiap hari untuk dipotong agar dosanya diampuni terus, jadi di buat dosa terus-terusan. Jadi Hukum ini akhirnya tak mendidik umat Tuhan untuk menghindar dari dosa. Padahal Hukum Taurat Upacara diadakan justru karena orang melkanggar Hukum aturan moral, sipil dan kesehatan agar si pelanggar di ampuni dosanya. Tapi karena ini dijadikan alat bagi yang banyak duit menjadi kesempatan untuk buat pelanggaran terus terhadap Hukum/aturan moral,sipil dan kesehatan…maka tujuan untuk penyucian Israel tidak mencapai tujuannya. Itulah sebabnya pada Ibrani 8 Paulus sebut menjadi usang. Yesus datang untuk bukan saja orang yang melanggar Hukum moral, sipil, kesehatan diampuni tetapi berubah orang itu menjadi hidup baru, ditobatkan dan tidak berbuat dosa lagi atau melanggar Hukum moral, kesehatan, sipil.
Bagaimana kawan…?
GBU.

Istilah “umum” juga subyektif kawan, karena berbeda persepsinya menurut wilayah dan rentang waktu, di Timur Tengah berbeda dengan Eropa dan Asia, waktu dulu berbeda dengan waktu sekarang.

nah saya ambil contoh saja yang gampang.
Kebetulan saya lihat avatar kawan Niko baru dipasang, pakai jas, berwajah ganteng, putih, bersih dan klimis.
Nah ada kebetulan satu ayat yang saya ingat berhubungan dengan penampilan itu.
Ayatnya adalah ini :
Peraturan Tuhan untuk kaum pria:
Im 19:27 Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah engkau merusakkan tepi janggutmu.
gambarnya ini :

http://tbn2.google.com/images?q=tbn:ibXG_qQkmaBzzM:http://www.antisemitism.org.il/upload/images/35624_l.jpg

http://tbn0.google.com/images?q=tbn:kTdkJZctxW2mQM:http://i1.trekearth.com/photos/34216/151.jpg


Nah kalau kawan lihat maka kawan tidak mematuhi peraturan dari Hukum Taurat itu, yang mengharuskan seorang pria untuk memelihara rambut dan janggut.
Karena Tuhan sudah memerintahkan tentu harus dilaksanakan apapun maskudNYA.
Dan peraturan mengenai hal ini (janggut dan rambut) tentunya kalau kita konsekuen belum dihapuskan karena tidak ada kaitannya sama sekali dengan penebusan Tuhan Yesus.

Yang menjadi pertanyaan saya mengapa kawan tidak mengikuti peraturan ini, karena dibeberapa daerah ataupun “golongan” umat kristiani tertentu masih mengikutinya?
Apakah kawan tidak takut DIKUTUK?
Ataukah kawan menganggap peraturan ini sudah tidak berlaku karena “TIDAK BERGUNA” atau karena cuma “TIDAK MAU” padahal pasti ada gunanya menurut Tuhan.

JBUs :coolsmiley:

Terimakasih kawan…Ini pertanyaan yang sangat menarik kawan. Saya biasa berdiskusi Alkitab tapi baru sekarang ada yang bertanya sampai soal rambut… oke kawan…
Coba kita baca 1 Kor. 11:7-15 :“Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.”
ADA HAL-HAL DALAM HUKUM TAURAT DIMANA KITA PERLU PETUNJUK YANG JELAS DENGAN APA KATA YESUS ATAU PAULUS. Kita tidak mendapati jelas bahwa Hari Sabat boleh menyembuhkan orang, kalau kita baca dalam Kitab Perjanjian Lama, dalam prakteknya ternyata Yesus mengatakan boleh, jadi kita dapat kejelasan. Demikian juga tentang baptisan, kita mendapat penjelasan oleh Paulus bahwa baptisan telah menggantikan Sunat. Dalam hal cukur rambut pun kita dapati penjelasan bahwa sekarang para lelaki harus memotong rambut. Kegunaan rambut panjang pada zaman Israel juga kita tidak tahu jelas kenapa demikian… Tetapi yang pasti sekarang kita mendapat petunjuk yang jelas tentang itu oleh Paulus. Bagaimana kawan…?
GBU.

Bagaimana dengan janggut kawan? masih belum terjawab…
dan kalau dibuka satu-persatu dalam peraturan HT, saya pastikan kawan akan kesulitan menjawabnya … :smiley: :coolsmiley:

Oleh karena itu pendapat pribadi saya mengatakan bahwa HUKUM TAURAT sudah DIBATALKAN (Ef 2:15)
Ef. 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

dan hanya berlaku sampai kedatangan Yohanes(Lukas 16:16).
dan ayat2 lain yang dimaksudkan Lukas 16 :17 “ Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal…” maupun Mat. 5:17-18 yang menyatakan HT tetap adalah tidak salah, karena apa?
Karena Hukum Kasih dari Tuhan Yesus sudah mencakup hukum moral dari HT, bahkan terlebih besar, karena sudah disempurnakan/ digenapi:
yang tadinya hukuman/kutuk menjadi pembebasan atau kasih. (Mat 5:38-48 ; lukas 6:27-38).
dan hukum moral (10 perintah Allah) sebenarnya tetap ada karena sudah terpatri dalam hati setiap manusia.
Jadi saya ulangi :
Pendapat pribadi saya adalah boleh2 saja untuk melakukan dan menaati peraturan2 tersebut diatas, namun bagi yang tidak melakukan peraturan2 itu pun tidak berdosa karena kita hanya tunduk kepada HUKUM KASIH (iman kepada Yesus Kristus) dan peraturan2 HUKUM TAURAT tidak menyelamatkan (perbuatan).
Prinsip saya adalah seperti Paulus yaitu melakukan perbuatan yang berguna, membangun dan memuliakan Allah juga tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain.

Tuhan memberkati :coolsmiley:

Begini kawan,
Ayat 7 kita baca. Jelas dikatakan disana istilah “penutup kepala.” Kalau orang tanya sama kawan, dagu terdapat dimana? masa’ kawan mau jawab terdapat di badan atau kaki… pasti kawan sebut ada di kepala kan? Nah, janggut kan menutupi dagu yang adalah bagian dari kepala kan…? Jadi, penutup kepala yang dimaksud adalah rambut di bagian atas dan belakang kepala dan rambut di kepala depan bawah yaitu janggut. Jelas kan?
GBU.

Saya pernah katakan bahwa setiap kita temukan istilah Hukum Taurat dalam Kitab Perjanjian Baru, maka kita harus meneeliti seluruh topik yang dibaca, apakah maksudnya Hukum Moral, Kesehatan, Sipil, Sunat atau Upacara. Efesus 2:15 tuh berhubungan dengan Hukum Sunat, bacalah dari ayat sebelumnya.
Kita baca ayat 11-14 :“Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,…”
Sunat adalah tanda yang memisahkan antara Yahudi dan non Yahudi. Itu dan juga lambang perseteruan antara Yahudi dan non Yahudi. Yang tidak ber sunat tak memiliki Kristus, disebut warga non Israel, tak mendapat ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa Allah. Tapi setelah Yesus mati di salib, maka tak ada lagi pemisah yang disebut sunat. Semua bangsa MENDAPATKAN SEMUA YANG DIJANJIKAN KEPADA ISRAEL YAKNI : MENJADI WARGA ISRAEL(ROHANI), MENDAPAT BAGIAN DLM KETENTUAN SPT PD ISRAEL, ADA PENGHARAPAN, MENJADI MILIK KRISTUS, BERSAMA DENGAN ORANG ISRAEL SEKARANG….
Hukum Moral, Hukum Kesehatan, tidak pernah menjadi lambang pemisah antara Israel dan non Israel, kenapa? Kalau orang tidak membunuh(termasuk hukum moral), apakah kita bisa memastikan bahwa orang itu adalah orang Israel dan bukan orang non Israel? Apakah aturan itu tidak terdapat pada peraturan bangsa non Israel? Begitu juga Hukum Kesehatan, apakah bangsa non Israel, pasti mereka tidak ada aturan tentang (maaf) boleh tidaknya hub. sex saat haid?..
Jadi, Hukum Taurat yang dimaksudkan disini adalah yang berhubungan dengan Sunat.
Mengenai Hukum Taurat yang kawan hanya berpikir tentang “pembalasan saja” itu keliru kawan. Coba ingat Matius 7:12, Isi Seluruh Hukum Taurat adalah KASIH yakni Apa yang kamu ingin orang buat kepadamu, buat juga itu pada orang lain. Baca juga Mat. 23:23, Yang terpenting dari Hukum Taurat, Yesus katakan adalah Keadilan, Belas KASIH dan KESETIAAN, bukan perpuluhan(yang Yesus sebut, justru itu yang dipentingkan orang Yahudi).Mat. 22:36-40 juga Yesus sebut bahwa Hukum Taurat bergantung pada Hukum Kasih. Hukum Kasih ada bukan sejak zaman Yesus aja. Sejak dulu, Hukum Taurat memang berlandaskan Kasih. Inilah yang harus tertanam dalam benak kita, kawan.
Orang Yahudilah yang sudah membuat Hukum Taurat seakan menjadi sesuatu yang membebani, bercitra “pembalasan” karena prinsip kasih dari HT itu dihilangkan oleh mereka. Akhirnya. Sayangnya, kawan merekam ini sebagai “yang sebenarnya” dari Hukum Taurat. Kayaknya apa yang menjadi citra yang diinginkan oleh orang-orang Farisi itu berhasil mempengaruhi pemikiran kawan…Tapi kawan, kalau kita selidiki semua ayat Alkitab, tidak seperti itu…
GBU.

Saya juga mau tanggapi tulisan kawan sebelumnya yang terdapat dalam Roma 3:19-20 yang menyatakan Hukum Taurat ditujukan kepada yang HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT. Disebutkan pada ayat 20 bahwa Hukum Taurat tidak dapat memberikan pembenaran.
Tolong simak baik-baik kawan ….
Hukum Taurat disini berhubungan dengan Hukum Taurat Upacara yang memang ditujukan untuk pembenaran (bayangan). Bila orang Israel berbuat dosa maka harus potong domba. Itu adalah BALASAN /UPAH/SANGSI/HUKUMAN bagi si pelanggar. Setelah melakukan itu, maka Ia dibebaskan dari dosa atau tuntutan dosa/tuntutan pelanggaran Hukum itu. Tapi setelah Yesus yang adalah Domba sebenarnya maka tak perlu lagi lakukan potong domba. Sebab Hukum Upacara tak berlaku lagi, jadi kalau itu masih dilakukan, tak ada pengaruh lagi un tuk tujuan pembenaran.
Istilah HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT adalah istilah yang diberikan kepada PARA PELANGGAR HUKUM TAURAT. Jadi kepada merekalah HUKUM TAURAT UPACARA diberikan. Mereka harus potong domba.
Masalahnya sekarang, yang terrekam pada pemikiran kawan, bahwa istilah HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT adalah para penurut HUKUM TAURAT padahal sebaliknya. Bacalah Gal. 4:21 : “Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat?” J A D I kepada orang-orang itu ditanyakan : tidakkah kamu mau dengarkan Hukum Taurat?
Kalau misalnya, kawan punya anak, lalu dia dengar-dengaran kalau disuruh, kan tidak mungkin kawan tanyakan kepadanya : Heh anakku, tidakkah kamu dengar apa perintah papa? Tapi justru karna tak mau mendengar maka pertanyaan itu patut dilontarkan kepadany.
Kembali ke Gal. 4:21 tadi. Jadi Orang yang hidup dibawah Hukum Taurat adalah pelanggar Taurat. Maka Hukum Upacara diberikan kepada mereka. Di lain pihak, maka Hukum Taurat Moral, Kesehatan, juga patut diingatkan lagi pada para pelanggarnya.
Dengan kata lain, kalau kita kembali ke Roma 3:19, (maaf, saya fikir kawan pasti tak pelihara Hkm Taurat )maka kepada kawanlah, Hukum Taurat ini patut diberikan karena selama ini melanggar Hukum itu. Kawan adalah seorang yang HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT. Kepada saya Hukum Taurat tak perlu ditujukan karena saya memang sudah melaksanakannya. Istilah yang cocok diberikan kepada saya adalah TAKLUK KEPADA TAURAT atau penurut Taurat. Bacalah Galatia 4:4-5 :” Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan TAKLUK kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk MENEBUS mereka, yang TAKLUK kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Seperti Yesus(yang tak pernah buat dosa/tak langgar hukum), Ia disebut TAKLUK KEPADA HKM TAURAT. Dia bukan pelanggar Hkm Taurat tapi penurut.
Kira-kira demikian kawan. GBU.

Trims, sdr. Nikolaus.

Meskipun sy tidak baca keseluruhan tulisan anda dr awal, tapi tampaknya sdr. mengerti betul ttg kehadiran TUHAN Yesus, yang mengajar saya sesuatu tentang kasih. Yaitu bahwa Yesus, yg membawa kelegaan kasih untuk kita semua, karena kasih dan pengorbanannya di kayu salib.
Dan sy mengerti tentang “Berbuat baik dalam hidup sehari-hari.” dalam hal ini ada ketentuan yang bisa dijadikan pedoman untuk berbuat baik, yaitu lewat Hukum Taurat. Meskipun, ketentuan tentang pengorbanan2 yang lama (spt. bakaran) sudah dihapus karena sudah ditebus lewat korban Anak Domba.

Itu yang saya dapatkan.

Ya, hallo…Sdri andrern… Orang yang beriman pada Yesus memang harus lahir baru, menjadi surat Kristus bagi orang lain. Artinya kehidupan Yesus yang penuh kasih itu harus dipancarkan oleh kehidupan kita sehingga orang tau bahwa kita membawa hidup dan teladan Yesus untuk mereka. Tapi ingat, kita tak punya kekuatan untuk menjadi sempurna dalam misi Yesus tersebut tanpa bantuan RohNya. Berdoalah agar kesempurnaan dari Allah berada dalam hidup kita. Kita menjadi anak-anak terang. Apa yang Yesus buat itu juga kita harus buat(1 Yoh.2:6). Itu namanya Kristen.
GBU, Hallelluyah.

C7 @ andern2000 :afro:

@ kawan Niko…
Maaf kawan…saya baru sempat menengok FK.

Ha ha…ternyata kawan sudah dapat mencari jawabnya, memang seperti itu jawabnya. :afro:

Nah, saya akan bertanya lagi, kali ini mengenai pakaian.
Taurat sudah mengatur pakaian untuk kita seperti ini :
Ul 22:11 Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya, yakni bulu domba dan lenan bersama-sama.
Ul 22:12 Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu."
Ul. 22:5 "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu
gambarnya seperti ini :

http://tbn1.google.com/images?q=tbn:Jgk1TpET1dBWhM:http://www.aladdinslamp.net/costumes/seasonal/xmas/josephmary.jpg

Kalau konsekuen, aturan ini juga masih berlaku karena tidak ada hubungan dengan penebusan Tuhan Yesus.

kalau saya lihat kawan mengenakan jas dan pasti memakai kemeja dan jelana panjang.
Kalau istri anda saya pastikan memakai atasan dan bawahan blus, dan saya yakin juga pernah mengenakan celana panjang dalam keseharian.

Jadi sama seperti saya, kawan dan isterimu, kita semua juga pelanggar Hukum Taurat.

?

:afro: C7 kawan.

Orang Yahudilah yang sudah membuat Hukum Taurat seakan menjadi sesuatu yang membebani, bercitra “pembalasan” karena prinsip kasih dari HT itu dihilangkan oleh mereka. Akhirnya. Sayangnya, kawan merekam ini sebagai “yang sebenarnya” dari Hukum Taurat. Kayaknya apa yang menjadi citra yang diinginkan oleh orang-orang Farisi itu berhasil mempengaruhi pemikiran kawan…Tapi kawan, kalau kita selidiki semua ayat Alkitab, tidak seperti itu…
GBU.

Analisa kawan salah, saya hanya mengatakan apa yang tertera dalam aturan Hukum Taurat.
Lalu apa yang Tuhan perintahkan kepada umat Israel ini :
Im 24:13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
Im 24:14 “Bawalah orang yang mengutuk itu ke luar perkemahan dan semua orang yang mendengar haruslah meletakkan tangannya ke atas kepala orang itu, sesudahnya haruslah seluruh jemaah itu melontari dia dengan batu.
Im 24:15 Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri.
Im 24:16 Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.
Im 24:17 Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati.
Im 24:18 Tetapi siapa yang memukul mati seekor ternak, harus membayar gantinya, seekor ganti seekor.
Im 24:19 Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya:
Im 24:20 patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.
Im 24:21 Siapa yang memukul mati seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa yang membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati.
Im 24:22 Satu hukum berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.”
Im 24:23 Demikianlah Musa menyampaikan firman itu kepada orang Israel, lalu dibawalah orang yang mengutuk itu ke luar perkemahan, dan dilontarilah dia dengan batu. Maka orang Israel melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Kalau saya lihat perintah Tuhan kepada Musa dan umat Israel di atas adalah hukum pembalasan.
Perbuatlah kepada orang lain apa yang mereka perbuat padamu.
:coolsmiley:

  1. Apakah itu bukan perintah Tuhan dalam aturan HT?
  2. Apakah kawan juga sudah mematuhi aturan HT itu?

Hallo kawan…Ini pertanyaan yang pernah orang tanya pada kawan kali, tapi kawan nggak bisa jawab ya…lalu, kayaknya kawan lemparkan sama saya ya…kayak ujian nih…he…he…he…
Tapi saya mau tanya dulu…baju yang terbuat dari bulu domba tuh kain apa sih sekarang namanya…lalu kain dari lenan tuh yang baagaimana? Memangnya sekarang ada orang yang memakai dua jenis bahan kain itu sekaligus?..
Selanjutnya, ayat 12 tuh adalah bertujuan agar pakaian yang zaman dulu begitu sederhana itu tercegah dari kemungkinan terbuka dan akhirnya si pemakainya dianggap tak sopan. Sekarang ini dengan berkembangnya cara orang menbuat pakaian yang lebih dapat menjaga kesopanan kan, nggak perlu pakai tali. Kita melihat tujuan orang berpakaian kan untuk menutup aurat…
Sedangkan ayat 5 tuh…berhubungan dengan apa yang kita kenal sebagai gangguan perkembangan mental seseorang. Ada banyak anak-anak yang pada usianya menginjak masa untuk mengenal identitas dirinya, sering menjadi terganggu ketika ia mulai memakai baju yang tidak sesuai dengan kelaminnya. Akhirnya ada yang berujung kepada munculnya apa yang disebut “waria.” Nah sekarang, kawan menyebut tentang pakaian pria dan wanita. Hukum Taurat tidak menyatakan semua celana panjang milik pria, dan rok untuk wanita. So, kalau istri kawan memakai celana panjang, bulkan berarti dia memakai pakaian pria kan…pakaian pria atau wanita ditentukan oleh modelnya bukan jenisnya…Tapi kalau memang modelnya model wanita jangan kawan pakai lah atau pakaian model istri yang dadanya model dada wanita janganlah kawan pakai, nanti disangka waria…heh…he…he…waria kan tidak masuk surga. Jadi, itulah maksud ayat 5 tuh.
Soal melanggar Hukum Taurat, kita semua memang tidak ada yang sempurna dalam melaksanakannya. Tapi Tuhan kan meminta kita berusaha untuk maksimal untuk melaksanakannya. Tentu kita sanggup melaksanakannya hanya dengan bantuan RohNya.
2 Kor 5:9-10 menyatakan:“Sebab itu juga kami BERUSAHA, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, SUPAYA KAMI BERKENAN kepada-Nya.Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”

Namun demikian, sekali lagi, kelalaian manusia ada aja…tapi bukan disengaja lho…
Alkitab mengatakan apa yang kamu tau itu baik untuk dilakukan tapi kita tidak lakukan maka itu menjadi dosa bagi kita…so, buatlah apa yang kita tau kita pasti bisa lakukan, karna banyak orang yang lain sudah melakukannya.Ini bukanlah usaha kita untuk mencari keselamatan lho, tapi usaha kita untuk menyenangkan Allah, dan terutama mempertahankan keselamatan yang Ia sudah berikan(Wahyu 22:18-20).
Tentang Hukum Taurat yang kawan bilang pembalasan (bukan kasih), baca kembali Ulangan 22:1-4:"“Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu. Dan apabila saudaramu itu tidak tinggal dekat denganmu dan engkau tidak mengenalnya, maka haruslah engkau membawa hewan itu ke dalam rumahmu dan haruslah itu tinggal padamu, sampai saudaramu itu datang mencarinya; engkau harus mengembalikannya kepadanya. Demikianlah harus kauperbuat dengan keledainya, demikianlah kauperbuat dengan pakaiannya, demikianlah kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari saudaramu dan yang kautemui; tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu. Apabila engkau melihat keledai saudaramu atau lembunya rebah di jalan, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; engkau harus benar-benar menolong membangunkannya bersama-sama dengan saudaramu itu.”
Apakah ayat diatas adalah pembalasan?
Begini kawan, saya pernah singgung sebelumnya tapi tak apa saya sederhanakan.Hukum adalah peraturan yang mengandung sangsi/tuntutan/dakwaan/BALASAN/karma/atau apalah istilah lainnya…Hukum Taurat juga demikian.
Peraturan Taurat itu untuk menunjukkan KASIH seorang pengikut Allah kepada :1. ALLAH(4hkm dari H.Moral), 2. SESAMA MANUSIA(6 H.Moral), 3. NEGARA(Hkm.sipil dan sunat), 4. DIRI SENDIRI (Hkm Kesehatan).
KALAU ada yang MELANGGAR peraturan-peraturan itu, maka orang itu harus BARU LAH kena BALASAN yang kawan sebutkan. Yaitu :1. Kalau pelanggaran SENGAJA maka orang itu harus mati dibunuh dengan dilontar batu dsb. 2. Kalau TIDAK SENGAJA, barulah melakukan Upacara potong domba. Iinah yang disebut HUKUM UPACARA.
Nah, PERATURAN dalam Taurat sekarang tetap berlaku karena itu tujuannya adalah KASIH. sedangkan BALASANNYA(HKM UPACARA) itulah yang digenapkan oleh kematian Yesus.
Jadi, dari dulu HUKUM TAURAT bersifat KASIH, untuk membuat aturan Hukum Taurat tetap dijalankan, maka dibuatlah SANGSI/BALASAN sebagai PENGAWAL. Tetapi setelah Yesus datang, tak perlu PENGAWAL seperti itu, ROH ALLAH LAH yang membantu HATI kita untuk mampu melakukanNya…
Kira-kira demikian kawan.
GBU.

Niko gerejanya mana se??
he…he… sapa tau sy cocok :mad0261: