[Perjanjian Lama] Lahir di bangsa yang salah. Adilkah?

Ucup lahir di bangsa yg tidak mengenal Tuhan Israel. Atau bangsa yg memusuhi Israel.
Setiap hari Ucup diajari orang tuanya bahwa ini loh Tuhan kamu, jangan sembah Tuhan lain.
Ucup sempat ikut berperang melawan Israel, namun kalah. Ucup mati dan dimasukkan ke neraka selama-lamanya.

Pertanyaannya:
Assume Tuhan Israel adalah yg membuat Ucup lahir di bangsa yang salah.
Bukankah tak adil menyalahkan Ucup yg tak menyembah-Nya?

*Perlu diingat bahwa itu konteks zaman itu di mana belum ada teknologi seperti sekarang.

Neraka adalah tempat yang telah disiapkan untuk menghukum iblis dan malaikat2nya.

Bagaimana Ucup bisa dimasukkan ke sana?, ada juga Ucip (hanya pemisalan) dia hidup diluar bgs Israel juga, dia tinggal di suatu dusun terpencil jauh dari hiruk pikuk peperangan saat itu bahkan dia menderita down syndrome apakah Ucip juga dimasukkan neraka?.

Sorga dan Neraka adl tempat untuk makhluk2 roh, tempat itu tdk bisa di huni oleh makhluk2 fana (manusia alami dan hewan), artinya makhluk2 yg ber roh yg diciptakanNya lah yang niscaya akan sampai kesana.

Jadi pada dasarnya alam sementara ini adl sebagai tempat transit sementara untuk makhluk2 roh yg diciptakanNya agar mencapai suatu growth yg dikehendakiNya dimana dg growth itu makhluk roh itu (the inner men) akhirnya bisa memuliakanNya ,didalam proses mencapai pertumbuhan (rohani) itu perlu adanya media sebagai sarananya dan itu adl alam sementara ini ,jadi mrk (the inner men) sengaja di tempatkanNya pada tempat dan waktu menurut kehendakNya (the inner men di wadahi fisik fana manusia alami/jadi tdk semua manusia alami dipakaiNya sbg wadah ) bila dalam waktu proses pemurnian yg Dia kerjakan thd the inner men itu terlampaui (diibaratkan sbg 40 th di padang gurun) mk the inner men ybs di sebut sbg kalah dan sejak itu dia tdk lagi menjadi milikNya dan namanya akan dihapus dr kitab kehidupan mrk yg kalah ini akan terbukti di penghakiman terakhir (the great white thrown) + juga iblis dg bukti penyesatannya selama dunia sementara ini ada (bukti material ini bisa diperoleh krn iblis niscaya mendiami manusia alami juga sbg kendaraannya/makanannya Kej3:14 tanpa adanya bukti material ini iblis pasti tdk bisa dihakimi , iblis yg di hakimi dipehakiman terakhir ini sangat penting krn pada saat itu lah the inner men milikNya yg menang itu juga sedang menghakimi iblis dan malaikat2nya).
Dengan penjelasan singkat ini semoga menjawab akan pertanyaan pada judul thread.

Salam.

Menggelitik.
Tapi, mungkinkah ada suatu kelompok yang memerangi bangsa lain karena sesembahan bangsa itu? Katakanlah Israel memerangi suatu kaum ketika Israel berjalan mengikuti petunjuk Tuhan ke tanah terjanji (Kanaan), adakah Israel memerangi kaum itu karena sesembahan bangsa kaum itu? Sependek yang dapat kutangkap, Israel tidak memerangi kaum yang dilalui menuju Kanaan bedasarkan karena sesembahan kaum itu. Demikian juga, maka menurut pendapatku, tidak ada suatu kaum yang memerangi Israel hanya berdasarkan sesembahan bangsa Israel. Jika ada kaum yang memerangi Israel karena sesembahan Israel adalah Allah Yang Esa, maka bangsa itu adalah bangsa gila atau bangsa yang psikopat.

Maka, mustahillah asumsi @atheismforbetterfuture tentang adanya seseorang yng ikut memerangi Israel hanya karena Israel menyembah Allah Yang Esa. Apabila ada kaum memerangi Israel, bisa dipastikan, adalah karena hal lain selain karena sesembahan Israel adalah Allah Yang Esa. Mungkin karena kekayaan Israel, ato karena menilai Israel sombong, atau hal lain.

Jadi, peristiwa peperangan yang terjadi sebelum kalahiran Yesus Kristus, tidak kait mengkait dengan sorga atau neraka. Dan lagi, kepada orang-orang yang sudah mati sebelum kelahiran Yesus Kristus, atau bahkan setelah kelahiran Yesus Kristus namun orang itu tidak mengetahui dan tidak mengenal Yesus Kristus, kepada mereka Yesus Kristus akan datang memberitkan Injil. Pemahaman seperti itu ditarik dari 1 Pet 4:6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

Menurut pendapatku, yang akan dimasukkan ke neraka ialah mereka yang mengetahui dan mengenal Yesus Kristus, namun mereka tidak menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sudah mengetahui kebaiikan dan kejahatan, namun memiih sikap jahat. Kelompok ini termasuk orang yang sudah mati kemudian diberitakan Injil kepadanya, namun dia menolak berita Injil termaksud.

Salam olahraga.

Tepat seperti itulah pemikiran sy yg menyebabkan sy banyak menyampaikan ide annihilasionisme di forum ini. Annihilasionisme menjawab masalah logika seperti yg sdr. sampaikan.

Logika lain berkata seperti ini:

Mengapakah orang yg hanya hidup “adem2 aja” ga pusing2 mikirin soal agama harus dimasukkan ke neraka hanya karena ketidakpedulian terhadap agama secara umum dan Yesus Kristus secara khusus? Bagaimana jika dia atheis namun dia sering ber-filantropi (seorang pemberi/dermawan/pembuat kebajikan)?

Contoh lain (ini kenyataan yg sy alami): Mengapa ibu bapak sy yg notabene turun temurun nonKristen harus disiksa selama2nya hanya utk sesuatu yg sudah digariskan sejak nenek moyang nonKristen? Ya sy tentu percaya sy harus terus berusaha meyakinkan ortu, tapi katakanlah, tidak berhasil. Lantas apakah seenaknya saja disiksa begitu saja selama2nya di neraka?? Sungguh tidak adil. Karena itu sy lebih percaya neraka model anihilasionisme. Sy percaya Allah adil dan dia tidak akan menyiksa selama2nya. Hukuman selama2nya tidak akan merubah seseorang yg sudah di neraka menjadi lebih baik.

@acidking001, boleh kukomentari posmu, ya?

Kupikir, dengan ayat Yoh 4:16 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, kiranya jelas bahwa untuk dapat sampai kepada Bapa(kehidupan kekal)[/i] hanya melalui Yesus Kristus. Dengan demikian, maka bagi mereka yang “adem2 aja” ga pusing2 mikirin soal Yesus Kristus yang adalah jalan satu-satunya untuk dapat sampai kepada Bapa, akan di-“adem2 aje”-kan oleh Yesus Kristus pada akhir zaman. Jangankan yang meng-“adem2 aje”-kan, yang mengadakan nubuat, mengusir setan, dan mengadakan mujizat demi nama Yesus Kristus sekalipun, dienyahkan. Mat 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Yesus Kristus sudah memberi kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya kepada murid-Nya, Mat 28:20 ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman," dan di sisi lain, Yesus Kristus mengatakan bahwa orang yang menyambut rasul-Nya[sup](yang diserai sampai kepada akhir zaman) sama dengan menyambut Yesus Kristus. Mat 10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Berdasarkan kedua ayat itu, kiranya layak disimpulkan, bahwa pada era informasi sekarang, sudah tidak ada, atau sangat sedikit orang yang belum pernah mendengar tentang Yesus Kristus. Tiap orang harus menentukan sikap, menerima atau menolak. Masing-masing sukap mempunyai konsekuensi.

Kupikir, cukup jelas, bahwa pada waktu saatnya sudah tiba, yaitu pada akhir zaman, manusia dikelompokkan memnjadi dua, yaitu yang layak bagi Bapa, dan yang tidak layak bagi Bapa. Setelah masa itu, sudah tidak ada perubahan. Jika seseorang masuk neraka, bukan untuk berubah lagi. Masa bagi dia sudah lewat, tinggal mengutip hasil.

Salam olahraga.

Yang menjadi permasalah utama oleh sdr. AtheismForBetterFuture adalah keadilan. Dan itu jg yg sy pertanyakan. Coba baca ulang post sy dan coba memahami maksud post sy tersebut. Keadilan.

Masalah lanjutannya : keadilan itu standarnya apa?

bagi manusia saja keadilan itu beda2

ada yang bilang pembunuh itu harus dihukum mati supaya adil
ada yang bilang pembunuh gpp dihukum seumur hidup saja
yang mana yang kamu mau sebut keadilan Tuhan?
malah tersirat Tuhan mengatakan “nyawa ganti nyawa”

Sekarang kalo orang benar itu rewardnya hidup selama2nya
sedangkan orang tidak benar itu rewardnya mati selamanya apakah itu adil?
ya blom tentu juga
kalau mau adil seadil2nya ya yang satu hidup kekal selamanya, yang satu dihukum selamanya
bisa saja logika demikian masuk juga

manusia ngga bakalan ngerti benar keadilan Tuhan
mana bisa juga debat sama Tuhan
hukumNya dia yang bikin, kita cuma bisa nurut

Keadilan versi manusia, apakah Anda persamakan dengan keadilan versi Tuhan?
Sebelum kelahiran Yesus Kristus (dan itu pula yang @atheismforbetterfuture maksudkan), ada kisah Alkitab, tapi entah di kitab mana, saya sudah lupa (Perjanjian Lama kurang sering kucermati), seorang yang berupaya mencegah kejatuhan Tabut Perjanjian dari pikulan saat dipindahkan, ‘dibunuh’ karena sebelumnya sudah dilarang dan tidak ditugaskan menyentuh Tabut Perjanjian. Adilkah itu menurut pengertian manusia? Dengan ketulusan hatinya, dia ingin mencegah kejatuhan Tabut Perjanjian, tapi dia ‘dibunuh’, adilkah?

Bandingkan dengan, setelah Yesus Kristus lahir, dan Yesus Kristus mengajarkan segala sesuatu, termasuk ayat-ayat yang menggambarkan kisah pada akhir zaman, di mana, seluruh bangsa dikelompokkan menjadi dua bagian, di kiri dan di kanan Yesus Kristus, seperti mengelompokkan kambing dari domba. Adilkah itu menurut pengerian manusia?

Kupikir, adil atau tidak adil menurut pengertian manusia, jika sudah diajarkan oleh Yesus Kristus, itulah kebenaran yang seadil-adilnya. Dan lagi, dalam hal itu, kupikir, Yesus Kristus bukan tidak memberi contoh atau teladan kepada manusia. Dan manusia tetap merdeka hendak menerima Dia atau menolak-Nya. Masing-masing sikap memiliki konsekuensi. Lalu, di akhir zaman, hal itu terjadi, di bagian mana ketidakadilannya?

Salam olahraga.

Baiklah sy coba lagi supaya sdr/i semua jelas. Sebenarnya analogi sdr. Atheism sudah sangat jelas. Kami bisa dibilang sepaham namun mungkin dia atheis namun sy Kristen.

Sebenarnya topik seperti ini ujung2nya akan membahas neraka lagi yg mana sudah berulang2 terjadi di sini…

Coba kalau Anda yg menjadi bangsa Amalek, bangsa Filistin, bangsa Mesir? Anda akhirnya mati dalam keadaan berdosa utk sesuatu yg sudah “ditakdirkan” bagi Anda. Ya okelah Anda mungkin pernah mendengar tentang Tuhan Israel tapi porsinya tidak seimbang, Anda terlanjur sudah masuk ke dalam kebiasaan dan kepercayaan orang Amalek/Filistin, dsb. Dan Anda sendiri menganggap kepercayaan Anda lah yg benar.

Dan juga pertimbangkan ini, bukankah bisa dibilang sdr/i yg uda dilahirkan dari keluarga Kristen harus bersyukur? Bagaimana dengan org2 yg dari "sono"nya nonKristen. Bukankah dia tidak mendapat pengajaran yg seimbang tentang Yesus? Tentu dia akan lebih menuruti tradisi atau agama turun temurun nenek moyangnya?

Bagaimana mungkin orang seperti Mahatma Gandhi yg turun temurun nonKristen disiksa selama2nya sama saja dgn para pembunuh, pemerkosa, dll?? Bukankah ini tidak adil bagi Mahatma Gandhi, mengapakah dia harus dilahirkan sbg seorang nonKristen hanya utk menjalankan “rencana Tuhan” di bumi namun akhirnya akan “berenang” di dalam danau api neraka? Oleh karena itu perihal penyiksaan di neraka selama2nya adalah topik yg membuat sy sedikit berpikir agnostik dan merasa anihilasionisme mungkin model yg lebih biblikal.

Logika mengatakan bahwa: boleh2 saja orang2 Amalek “ditakdirkan” utk menjadi musuh Israel dan utk tidak menyembah Allah yg benar. Yah itu karena genetik mereka yg uda turun temurun memusuhi Israel yah otomatis mereka jg menyembah Allah yg tidak benar. Jangan kita mengatakan itu bukan takdir tapi kehendak mereka sendiri, mau bagaimana pun bebasnya kehendak orang Amalek mereka hanyalah hasil atau produk dari ortu mereka sendiri yg kalau ditelusuri adalah dosanya Adam dan Hawa dan kalau mau ditelusuri lagi adalah akibat Tuhan yg menciptakan manusia dengan kehendak bebas.

Oleh karena Allah Maha Adil dan Maha Tahu bahwa manusia akan berdosa bahkan sebelum dia diciptakan maka tidak mungkin Allah yg sudah tau tersebut akan menyiksa manusia selama2nya. Dia akan menghukum namun tidak akan selama2nya karena itu melanggar naturNya sendiri yg adalah Maha Adil.

menurut yang ku Pahami.
karena Tuhan mengasihi bangsa bangsa lain, itulah kenapa Tuhan memilih satu umat, supaya melalui umat yang dipilih-Nya itu, bangsa bangsa lain diberkati dan dapat mengenal Tuhan.

Setiap hari Ucup diajari orang tuanya bahwa ini loh Tuhan kamu, jangan sembah Tuhan lain. Ucup sempat ikut berperang melawan Israel, namun kalah. Ucup mati dan dimasukkan ke neraka selama-lamanya.

menurutku lagi.
tidak ada di ajari di dalam Firman Tuhan, seperti kutipan brother itu.
ajaran Firman Tuhan yang kutahu adalah, masing masing manusia akan dihakimi berdasarkan terang yang dia ketahui. (apakah dia orang Israel maupun yang bukan Israel) Ibrani 4:13

Assume Tuhan Israel adalah yg membuat Ucup lahir di bangsa yang salah.

kalau menurutku, semua bangsa adalah bangsa yang bersalah.

Bukankah tak adil menyalahkan Ucup yg tak menyembah-Nya?

hanya Tuhan-Lah yang layak untuk mengatakan si Ucup itu salah atau benar.

dan memang sangat tidak adil untuk mempersalahkan si Ucup.
oleh karena itu janganlah mempersalahkan si Ucup itu.

salam
TYM

intinya sama aja

apa yang anda anggap adil belum tentu Tuhan anggap adil dan sebaliknya

mendingan turutin aja FirmanNya apa adanya

lagian udah jelas dikatakan jalanKu bukan jalanmu

Kalau ada kesempatan kedua, saya masih setuju. At least bisa remedy mereka yg terlanjur lahir bukan di Israel pada saat itu. Sebab konsep dihukum selama2nya itu infinitely unfair menurutku.

Kalau kita memakai analogi hukum dunia, maka pelanggaran apa pun, apakah itu membunuh atau pun hanya melanggar lampu merah, semua dihukum penjara seumur hidup. Itu tidak adil.

Ijin nimbrung, terkait pada yang tebal.

Pernahkah @acidking001 baca kisah di Alkitab mengenai pekerja yang dipekerjakan mulai pagi sampai sora, dipekerjakan mulai siang sampai sore, dan dipekerjakan hanya beberapa menit, semua pekerja itu dibayar dengan nominal yang sama? Adilkah itu menurut pengertian manusia?
Tentang porsi pemberitaan Tuhan Israel yang Anda maksudkan, menuruti kisah para pekerja itu, yang mendapat porsi sedikit dan banyak, tidak menjadi pertimbangan. Yang menjadi pertimbangan ialah, apakah menerima atau menolak kabar mengenai Tuhan Israel itu. Dalam halnya Yesus Kristus, perimbangannya bukan pada lama atau tidak lamanya seseorang mendapat berita mengenai Yesus Kristus, melainkan tergantung pada penerimaan atau penolakan orang itu terhadap Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Maka, meskipun seseorang “yang sudah mati” kemudian hanya sebentar dikabari Injil oleh Tuhan Yesus Kristus, hasil akhirnya adalah tergantung pada penerimaan atau penolakannya terhadap Ketuhanan dan Kejuruslamatan Yesus Kristus.

Salam olahraga.

Sy memang membaca Alkitab dan belum ada kutemukan kejelasan nasib pendosa. Kalau sy disuruh menuruti apa kata Alkitab maka sy harus memilih dari dua kemungkinan utama (selain kemungkinan2 kecil lainnya). Perkiraan kasar adalah ada sekitar 40% ayat siksaan kekal dan 60% ayat kebinasaan. Sy tdk dogmatik dgn posisi saya. Tapi sy merasa kebinasaan sdikit lebih Alkitabiah. Kt tdk boleh mengatakan siksaan kekal itu sudah pasti.

sama saja kalo begitu
anda pun ngga boleh mengatakan mati selama2nya itu sudah pasti

siapa tahu ada kedua2nya?

Orang2 dari bangsa lain, punya pilihan dan kesepatan untuk menyembah Allah yang benar. Contoh “Rahab” dari Yerikho, Ruth orang Moab, bahkan nama mereka tercatat dalam Silsilah Sang Mesias.

Allah juga mengirim Nabi untuk percaya kepada-Nya, contoh: pengutusan Yunus ke Niniwe di negeri Asyur, ada juga kesempatan & pilihan bagi bangsa lain untuk diselamatkan. Dan, di Perjanjian Lama, lazim ada bangsa2 lain menjadi bagian dari jemaat Allah. Mereka adalah kaum Proselit.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/kaum-proselit-vt479.html#p940

Makasih Pak Bambang buat jawabannya. :slight_smile:

mencoba sharing, kalau tidak salah hukum pada zaman itu sudah ada,
(Keluaran 24:12b) maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka." (Keluaran 31:18b) kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
(2Raja-raja 17:13) TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi.”
Jadi saya kira bukan dari lahir sebagai bangsa yang salah, tetapi bangsa yang tidak mau mendengar, adilkah?
Mazmur 19:9. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, GBU :slight_smile: :char11:

Sbetulnya hal adil atau tidak adilnya itu tidak terlalu penting sepanjang masih di bumi. Hal yg tidak adil adalah masa depan nanti di akhirat. Kira2 spt ini urutan kejadiannya:

  • si A dilahirkan sebagai seorang Filistin yg menyembah dewa2
  • si A tidak pernah atau sangat sedikit mendengar tentang kebenaran dari Tuhan Israel.
  • si A tetap menganggap Tuhannya orang Filistin yg benar
  • pada waktu penghakiman di akhirat, si A menjalani kekekalan berenang dalam danau lautan api

Atau mungkin yg ini (jauh lebih “apes”)

  • si B dilahirkan sebagai seorang Buddhis yg sangat baik hati, ramah, dermawan, suka menolong, dll.
  • si B tidak pernah atau hanya sedikit mendengar tentang Yesus Kristus.
  • si B menganggap semua agama sama2 baik, tidak ada yg lebih baik dari yg lain, hanya bagaimana penganutnya menjalaninya.
  • jadi si B tetap pada Buddhisme
  • pada waktu penghakiman di akhirat, si B menjalani kekekalan berenang dalam danau lautan api (sama seperti si A)

Mungkin kasus A dapat dimaklumi tapi kasus B bagaimana? Ini menjadi renungan bagi orang2 Kristen, percaya atau tidak kasus B juga dipercayai akan terjadi oleh orang2 Kristen.

Jadi bukan menjadi bahasan penting mengenai keadilan kehidupan di bumi, tetapi menjadi persoalan “maha serius” apabila uda mencapai akhirat.