perkrmbangan ke kristenan.

Sya melihat, mgkn hanya dri sudut pandangku saja, perkembangan Kekristenan sepertinya hanya jalan di tempat. Jika di bandingkan zaman2 sebelumnya mulai dri jemaat mula2 perkembangan kekristenan itu meningkat tp skrg tudak demikian bahkan kalau dilihat secara global bahwasanya banyak bangku2 gereja kosong dan hanya dihuni para orang2 tua. Banyak.juga gereja2 di eropa tutup. Mengapa demikian? Kesalahannya terletak dimn? Apakah kuasa Tuhan tidak bekerja lagi, apakah ksalahan di liturgi, atau apa?

justru kegerakan Tuhan makin hebat bung !

Korea, india, china, indonesia dan banyak negara lagi sedang mengalami lawatan Tuhan. Tanda kedatangannya benar2 genapi dan semakin dinyatakan

grk kagak tau apa2 akan hal ini karena sudah menyimpang dengan dosa perzinahan rohani yang sudah membumbung tinggi.

klo di gereja saya sih jarang ada bangku kosong,cuma mungkin emang lebih banyak yg tipe Kristen agamawi gitu(cuma sekedar dateng aja ke acara kebaktian/ibadah namun ga mengalami pertumbuhan iman/rohani).

saudara sndri menyaksikannya klaupun saat ini bngku kosong tidak ada tp yg duduk itu lbh bnyak kristen agamawi, saya tangkap mksdnya kristen ktp gtu kan? Nah mengapa demikian?

di indonesia lebih membahana setelah krismon th 1997 ya?
kenapa ya kok bisa gitu

Kekristenan di area bumi bagian manakah ini ? Beda area, mungkin beda penyebabnya.
Misalnya, di Eropa karena makin banyak paham sekularisme, tertarik ama keyakinan lain, dst shg Kristus tak lagi menarik.
Di Indonesia, mungkin juga butuh lebh spesifik lagi di kota mana gitu… :tongue: bisa jadi karena kita gak pernah nginjil yang belum percaya ama Tuhan Yesus, menjual Yesus karena lawan jenis/ dll, pindah ke tempat lain yg kasih beras lebih bnyk/ doorprize yg lbh menarik, dan buanyak lagi.

Yang saudara TS rasakan memang nyata terjadi. Minggu lalu saya ikut sebuah acara, dimana 1000 orang dari sekitar 160 negara berkumpul untuk misi penginjilan.

Disana saya berbincang dengan saudara kita dari Ukraina, Amerika, Kenya, Jepang, Korea, Swedia, Australia, Swiss, German, juga mengalami hal yang sama. There are a lot of “Sunday Christian”.

Contoh di Kenya, 80% populasinya beragama Kristen. Tetapi pada hari minggu jalan raya tidak macet, kemana semua orang Kristen? Padahal setiap hari jalanan macet dan dipenuhi orang, mengapa hari minggu sepi? Kemana 80% orang Kristen?

Fakta yang menyedihkan memang, apa anda tahu “81% orang non Kristen, tidak mengenal secara pribadi orang kristen”
Jadi ada sekitar 4 miliar orang yang belum tahu, tidak tahu, tidak berkesempatan mendengar bahwa Yesus sudah datang 200 tahun yang lalu untuk menebus umat manusia.

Kondisi yang menyedihkan memang, tapi bukan berarti semua berdiam diri. Saya juga menemui banyak orang orang luar biasa selama acara itu, tua, muda, pria, wanita, mereka bahkan mempertaruhkan nyawa mereka demi membagikan kabar baik ini.

Setelah menemui mereka, hati saya pun tergerak. Kita perlu membuat sebuah perubahan, baik dari diri kita pribadi dan orang orang di sekitar kita.

Yang salah itu ada pada diri kita masing masing, jujur selama 3 tahun terakhir saya tidak pergi ke gereja.

Kita merasa baik baik saja, tidak ada yang salah dengan diri kita.

Kita anggap semua normal dan akan baik baik saja.

Kita hanya melihat apa yang baik di mata kita, bukan apa yang baik di mata Tuhan.

Tetapi ketika kita melihat lagi isi kitab suci maka kita akan sadar bahwa semua tidak baik, dan kita harus cepat sadar dan berubah.

Kita harus hidup UNTUK Tuhan dan BERSAMA Tuhan.

Mungkin tulisan ini bisa membantu

Seorang anak sejak dari bayi, batita, balita, anak-anak, pra remaja, remaja, menginjak dewasa dan dewasa mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Pada saat bayi sampai remaja, tinggi badan mecolok terlihat, saat remaja hormon seksual pertumbuhan paling dominan, saat pemuda pikirannya semakin matang dan dewasa ia menjadi sosok yang sempurna. Demikian juga pertumbuhan gereja di dunia, pada masa sekarang ini kita sedang bertumbuh untuk menyatukan pengajaran, iman dan pelayanan antar gereja-gereja dan pelayanan jawatan akan semakin terlihat yang biasa disebut apostolik, selanjutnya seperti yang dijanjikan Allah. Hujan awal dan hujan akhir, hujan awal untuk menumbuhkan gereja pada jaman para rasul Kristus, dan hujan akhir untuk mematangkan adalah pada jaman kita untuk menyambut kedatangan Yesus sebagai Raja.

Jadi jangan mengukur pertumbuhan dengan tolak ukur jumlah dan aktivitas gereja, tetapi lihatlah seperti yang dinasihati oleh Yesus, tentang pohon dan cuaca, rupa alam. Demikian juga perubahan jaman dan pertumbuhan gereja.

Ikut nimbrung :slight_smile:

Harus disadari, sudut pandang kita mengenai pengikut Kristus terdegradasi jadi sekedar lembaga agama. Ini kalau mau dilihat dari sejak awal pengikut Yesus disebut Kristen ya, bukan lembaga agama Kristen.

Sejak kepercayaan dilembagakan menjadi LEMBAGA AGAMA oleh kaisar roma konstantin, jadilah carut marut hampir semua kejadian yang ada sangkut pautnya dengan agama, termaksud yang non Kristen.

Mengenai siapa itu kaisar roma konstantin pendiri agama bisa baca2 di “Kontroversi Seputar Konstantinhttps://forumkristen.com/index.php?topic=38868.0

Sebelum kaisar Konstantin, cikal bakal carut marutnya Kekristenan dimulai sejak jaman kaisar roma nero dan SIMON MAGIS.

Hippolytus:

Murid-murid Simon Magus merayakan ritual sihirnya dan mereka berusaha untuk mengeluarkan mantra.

Simon menipu banyak orang melalui sihirnya, menegur sebagai seorang rasul, dan meletakkannya di bawah kutukan. Dan perjalanannya ke Roma, Simon kembali berkonflik dengan para rasul.

Simon Magus dan Pontifex Maximus Nero
Simon Magus begitu dipercaya oleh Nero dan bahkan ia telah menjadi penjaga dalam hidupnya, kesehatannya. Pada suatu hari, ketika ia sedang berdiri dihadapan Nero, tiba-tiba wajahnya berubah, sebentar nampak tua dan sebentar kiemudian kelihatan muda, dan ketika Nero melihat hal itu, ia menyangka bahwa ia telah menjadi anak Allah. Maka kata Simon Magus ke Nero: Karena engkau tahu saya menjadi putra Allah, perintahkan seseorang untuk memenggal kepala saya dan aku akan muncul lagi pada hari ketiga. Kemudian Nero perintahkan saudaranya untuk memukul kepalanya, dan ketika ia seharusnya Simon dipenggal, ia penggal seekor domba jantan. Simon, oleh seni sihirnya pergi dalam keadaan terluka, dan berkumpul bersama anggota domba jantan itu, dan menyembunyikan dia tiga hari. Di hari ketiga ia datang dan menunjukkan diri kepada Nero, mengatakan: Akulah Dia yang dipenggal, dan yang telah berjanji untuk bangkit pada hari ketiga.

Kadang juga, ketika ia dengan Nero diam-diam di dalam konklaf itu, setan dalam dirinya berbicara serupa tanpa dapat didengar oleh orang lain. Kemudian Roma memuja dia dalam ibadah sehingga mereka membuat gambarnya, dan menulis di atasnya, judul ini: Untuk Simon Allah yang kudus.

Mengenai Simon Magis dan tradisi sucinya dibahas di https://forumkristen.com/index.php?topic=43715.0

Sudut pandang dari yg disebut pengikut Yesus menjadi umat suatu lembaga agama atau anggota gereja sanggup merubah seluruh pengertian Kekristenan.

Menurut anda, bagaimana Kekristenan awal dulu?

Salam

Ikut nimbrung

Bagaimana yang @No_body maksudkan?
Bukankah dengan dilembagakannya kepercayaan menjadi agama maka penganut percaya kepada Kristus masa itu agak terlindungi, tidak lagi dikejar untuk dibunuh oleh kaum pagan?
Lalu pada abad XVI, lembaga keagamaan itu terkoyak sedikit, namun koyakan-koyakan lainnya menyusul sampai sekarang?

Salam olahraga.

klo menurut saya penyebabnya adalah gereja yang tidak mengutamakan ROH KUDUS dalam pelayanan, padahal Roh Kuduslah yang membuat semuanya berhasil, baik dalam penginjilan dan dalam kehidupan sehari-hari serta bergereja :slight_smile:

Setuju.
Karena begitu pula pemahaman saya, maka benak saya tergoda menanyakan pertanyaan di pos#10 di atas.

Yang kutang-kap dari pos#9, khususnya dari yang ku-quote, @No_body menyimpulkan bahwa kecarut-marutan pada agama-agama ketika itu, baik yang Kristen maupun yang Non-Kristen, bersumber dari dilembagakannya “kepercayaan Pengikut Jalan Tuhan” (Kristen) oleh Kaisar Roma - Konstantin.

Padahal, sekilas, pernah kudengar cerita seseorang yang mendalami sejarah Kekristenan, justru setelah dilembagakannya “kepercayaan Pengikut Jalan Tuhan” oleh Kaisar Konstantinlah maka pengejaran kaum pagan kepada kaum Pengikut Jalan Tuhan mulai berkurang, karena pengejar itu akan berhadapan dengan Kekaisaran Romawi. Meski demikian, bukan berarti “Pengikut Jalan Tuhan” identik dengan Kekaisaran Romawi.

Terlalu naif menilai tidak terjadi ‘perselingkuhan’ tata cara pengelolaan Kekaisaran Romawi dengan tatacara yang dianut Pengikut Jalan Tuhan, namun perlu ditegaskan bahwa tatacara Kekaisaran Romawi tidak identik dengan tatacara yang dianut Pengikut Jalan Tuhan. Saya yakin, Pengikut Jalan Tuhan menempuh “jalan tengah”, yang tidak mengorbankan tatacara Jalan Tuhan. Dengan kalimat sederhana, tatacara Kekaisaran Romawi adalah tatacara kenegaraan (kekaisaran), sementara tatacara Pengikut Jalan Tuhan adalah tatacara keagamaan.

Kondisi seperti itu berlangsung seterusnya, hingga tiba saatnya, ada pihak yang menilai bahwa tatacara yang ditempuh oleh Pengikut Jalan Tuhan sudah melenceng, dan harus dimurnikan. Serta, harus dikembalikan seperti yang tertulis dalam Alkitab, dengan memandang bahwa Alkitab itu diturunkan langsung oleh Tuhan, atau didiktekan oleh Tuhan kemudian dicatat, atau disuarakan oleh Tuhan kemudian direkam, atau sejenis itu. Padahal, yang tertulis dalam Alkitab itu sendiri tidak menunjang ‘pemurnian’ termaksud. Konsekuensinya, Pengikut Jalan Tuhan terpecah ( di pos sebelumnya, kusitilahkan dengan terkoyak).

Selanjutnya, semakin banyak para pihak yang menilai bahwa jalan yang ditempuh perlu dimurnikan, maka perpecahan demi perpecahan (kusitilahkan dengan koyakan-koyakan) terus terjadi, mungkin akan sampai kepada akhir zaman. Itu akan terus terjadi sampai semua yang merasa diri Pengikut Jalan Tuhan menyadari sepenuhnya bahwa Tuhan hanya sekali mendirikan jemaat-Nya, dan Tuhan menginginkan domba-domba-Nya menjadi satu kawanan satu gembala.

Kembali ke pernyataan @No_body, “Sejak kepercayaan dilembagakan menjadi LEMBAGA AGAMA oleh kaisar roma konstantin, jadilah carut marut hampir semua kejadian yang ada sangkut pautnya dengan agama, termaksud yang non Kristen”, adakah poster yang berkenan (teristimewa @No_body) untuk memaparkan dasar pernyataan itu?

Salam olahraga.

Justru gara gara Konstantinlah gereja menjadi cemar oleh segala mscam ajaran paganisme.

och gitu
kalo menurut saya gereja cemar gara2 manusia busuk yang suka fitnah2 ajaran orang lain
seperti anda mungkin??

Daripada @sentilun pamer ke-culun-an, di mana seakan-akan @sentilun mengerti hal yang didiskusikan, lalu @sentilun memposkan berbagai pernyataan kosong yang tidak didukung oleh informasi lain, lebih baik @sentilun mingkem.

Salam olahraga.

Contohnya seperti golongan anda yg sudah cemar akan ajaran paganisme itu mas.

Kalau buta sejarah maka hanya beginilah kemampuan berkomentarnya alias tidak bernilai.

och maaf
golongan saya gak pernah fitnah
tapi kalo golongan anda??
pastinya lah
sudah terbukti
bukti??? lihat saja tuduhan hina dan nista anda ??
tapi wajar sich
anda bukan kristen
saya bisa maklum kok

kalau buta sejarah makanya jadi seperti anda begitulah, tulisan tidak bernilai dan menjadi manusia seperti jenis dan level anda itu
ich amit2
ogah banget