PERLINDUNGAN BAGI KELUARGA DGN DIDIKAN, BIMBINGAN, PETUNJUK .

PERLINDUNGAN BAGI KELUARGA DENGAN DIDIKAN, BIMBINGAN, PETUNJUK
Kejadian 6-18 / Ibrani 11:7.

Lebih jauh lagi kita mempelajari tentang keluarga sekarang kita mau belajar mengapa Orang tua perlu melindungi anak-anaknya ?

Karena anak-anak berharga.
Kita tahu segala sesuatu yang berharga perlu perlindungan, agar kepemilikan atasnya bisa berlangsung lama , milik orang tua yang paling tinggi nilainya adalah anak-anaknya , itulah sebabnya sebagai orang tua harus memberikan perlindungan kepada anak-anaknya , upaya perlindungan ini membuktikan cinta kasih kita kepada anak-anak , yang Tuhan titipkan kepada kita. Mazmur 127:3-4.

Karena anak-anak dapat menjadi rusak.
Sama seperti tunas muda yang perlu perlindungan dari terpaan kekuatan alam diudara terbuka, demikian juga halnya seorang anak wajib mendapat perlindungan agar tidak terhempas badai hidup ditengah dunia ini, sebab anak lebih mudah dipengaruhi hal-hal yang merusak karena kurang pengalaman itulah sebabnya mereka perlu perlindungan, dengan cara nasehat, teguran, perhatian kemana ia pergi dengan siapa ia pergi jam berapa ia pulang agar anak-anak tidak mengalami perlakuan kasar ditengah masyarakat , dan pergaulan yang buruk Mazmur 144:12 / Amsal 22:15.

Pengaruh buruk.
Pengaruh buruk ditengah masyarakat bukan hanya dalam pergaulan saja tetapi dari tontonan T.V atau Film dibioskop, atau permainan Play station , nitendo , jenis musik, jenis bacaan. Harus diperhatikan agar mereka tidak dipengaruhi lebih jauh lagi, sebaliknya sedini mungkin terdeteksi oleh orang tuanya.
Yohnaes 17:11-15 / 2 Tesalonika 3:3 / Roma 16:19 / Amsal 19:27.
Itulah sebabnya perlunya orang tua membawa dalam doa kepada anaknya agar ada kekuatan rohani yang melindunginya seperti yang dilakukan Ayub. Ayub 1:5 .
Ada juga pengaruh buruk dari pembawaan dasar anak itu, dalam kasus ini perlu ada disiplin dan didikan dari orang tua dan melibatkan Tuhan dalam doa dan tumpang tangan agar Tuhan menguduskan oleh Kuasa –Nya yang dahsyat itu. Amsal 22:15.

Bagaimana orang tua dapat melindungi anak-anaknya .

• Dengan melibatakan diri dalam kehidupan anak-anaknya jadi sahabat anaknya bukan jadi Tuan atau raja otoriter, supaya mereka mau terbuka menceritakan apa saja termasuk perasaan hatinya sebab kalau sampai cerita kepada teman sebaya maka akan terjadi “ Orang buta menuntun orang buta “ dengan Doa minta ketajaman akan situasi dan gelagat sekecil apapun agar tidak terlanjur dalam memperhatikan tindak tanduk anaknya.agar bahaya yang mengancam bisa dideteksi sedini mungkin.Amsal 2:11 /29:15 /Yakubus 1:5.

• Dengan tukar pikiran , berhubungan baik dengan kalimat gurauan atau serius , bahkan dengan isyarat akan membangun hubungan yang baik antara orang tua dengan anaknya, factor kunci ini memang dimulai dari menempatkan diri sebagai sahabat sehingga anak mau terbuka, sehingga perlindungan bisa diwujudkan . Amsal 1:8 /2:1/ 3:1/ 4:1 ,10,20 / 5:1/6:1/7:1.

• Dengan teladan anak biar bisa melihat bagaiman kita menghindari bahaya dalam pergaulan misal diajak orang yang suka judi ,mabuk-mabukan,bergadang,ketempat yang tidak baik bagaimana orang tua mengatasi ajakan teman-teman itu merupakan teladan paling baik bagi anaknya , atau pengalaman buruk masa lalu diceritakan agar anaknya tidak mengulang kesalahan yang sama dengan dirinya, sebab walau banyak anak tidak mau terjerumus dalam dosa orang tuanya tetapi kecenderungan jatuh dalam dosa yang sama itu selalu mengejar hidupnya ada faktor keturunannya, orangtua harus mewaspadai hal ini, sebab ada roh-roh jahat yang mempengaruhinya. Amsal 9:18./ keluaran 20:5,6 / Ratapan 5:7.

• Dengan pembatasan , orang tua punya hak untuk membatasai gerak anaknya,agar anaknya tidak terjebak dalam kegiatan –kegiatan yang berbahaya, dengan pengalaman orang tua atau teman orang tua sebagai contoh akibat yang dialami dengan pergaulan atau olahraga yang berbahaya.Amsal 6:20-26 / Ulangan 6:24.

• Orang tua tak seyogyanya hanya membatasi anak-anaknya agar tidak terhindar dari malapetaka dikemudian hari tetapi juga bisa memberikan pilihan penganti yang positif, yang berguna ini akan melenyapkan keinginan yang negative yang mengandung bahaya. Roma 12:21.

• Dengan disiplin dan pengajaran , kitab Amsal mengajar bagaimana orang tua mendidik dan mengajar jalan kehidupan kepada anak-anaknya bagaimana berbahayanya jalan yang tidak baik , yang tidak senonoh, pentingnya hal ini kita bisa melihat sampai Allah menetapkan bahwa orang tua boleh menggunakan disiplin dengan paksaan agar anaknya tunduk kepada pembatasan-pembatasan yang ditetapkan oleh orang tuanya, disiplin memang pahit,akan tetapi jauh lebih baik daripada hancur karena kejahatan dikelak kemudian hari anaknya. Amsal 6:32,33 /7:22,23,27 / 23:13,14.

Bersambung …

MEMBERIKAN BIMBINGAN KEPADA ANAK-ANAK

APA BIMBINGAN ITU ?

Bimbingan kepada anak-anak adalah tindakan atau proses memimpin/menunjukkan arah hidup, ini mencakup proses pengontrolan arah hidup secara umum dan mengarahkan anak-anak untuk taat kepada Tuhan dengan segala nasehatnya. Mazmur 25:4-5.
Pusat upaya bimbingan adalah dalam hal menanamkan tata nilai kehidupan yang hakiki kepada anak-anak, dari sejak lahir sampai ia masuk kepernikahan, orang tua wajib memberikan bimbingan tentang sistem hidup yang benar dan langkah-langkah praktis yang spesifik mengenai bagaimana mencapai tujuan yang Tuhan sudah tetapkan dalam hidupnya secara konsisten ( terus menerus ) jadi tidak benar kalau seorang tua menyerahkan tanggung jawab bimbingan ini kepada pihak lain baik sekolahan atau Gereja.

PENTINGNYA BIMBINGAN BAGI ANAK-ANAK adalah :

• Untuk menghindarkan mereka dari kehancuran karena tidak tahu akan bahayanya kehidupan ditengah dunia yang rusak, berbahaya penuh jebakan . Amsal 2: 20-21.

• Untuk menghidarkan anak-anak dari kehidupan yang bingung karena tidak tahu pedoman hidup yang pasti dan jelas, bagaimana seharusnya hidup ini. Yakobus 1:6b.

• Untuk menjamin kepastian hidup diberkati dalam Tuhan bagi anak-anak kita yang kita Bimbing jalan hidupnya seturut kehendak Tuhan. Yesaya 58:11 seperti juga peranan Roh Kudus dalam hidup kita,mengajar,membimbing dan memberitahukan hal-hal yang akan datang. Yohanes 16:13.

BELAJAR DARI CARA ALLAH MEMBIMBING KITA

Melalui petunjuk
• Tuhan memberi petunjuk tentang jalan hidup kepada bangsa Israel agar mereka menikmati janji-janji-Nya dalam perjalanan hidup mereka . Ulangan 28:1-46.

Melalui pengalaman
• Tuhan memberi perintah kepada bangsa Israel agar terus menceritakan pengalaman keluarnya bangsa Israel dari Mesir kepada anak keturunannya.Ulangan 6:20-25.

Melalui kegagalan
• Tuhan mengingatkan kepada Adam dan Hawa akibat kegagalan mentaati perintah-Nya atau memberi tahukan sebab dan akibat dosa . Kejadian 3:14-20./ Amsal 15:31-32.Atau melalui kegagalan orang lain. Amsal 24:30-34.

Melalui teladan.
• Tuhan Yesus memberikan teladan dalam hidup-Nya untuk diikuti jejak-Nya Filipi 2:5-10 Dan Rasul paulus memberi teladan yang sama. 1 Korintus 11:1.

Dalam Aspek apa saja anak-anak perlu bimbingan ? Kel 33:14/Maz 23:2/25:9.

Dalam aspek sosial.
• Bagaimana memilih teman-temannya, sebab tidak semua temannya baik bisa membawa pengaruh buruk bagi anak-anak kita.
• Prinsip membina hubungan dengan orang lain, sopan santun,etika dengan orang tua.
• Bagaimana memulihkan hubungan yang sempat tidak baik, tegang,putus dllnya.
• Kesanggupan membawa diri ditengah masyarakat ,didepan umum, ditengah lingkungan yang majemuk .
• Bagaimana memecahkan persoalan dalam kehidupannya baik persoalan antar teman,memutuskan masalah yang sedang dihadapi, mengambil keputusan dllnya.
• Bagaimana memilih teman hidup kriterianya seperti apa dan bagaimana.

Dalam aspek Kerohanian.
• Bagaimana mengkaitkan Kebenaran Firman Tuhan didalam kehidupan sehari-hari
• Bagaimana hidup diberkati , ketika mentaati jalan hidup yang Tuhan tunjukkan, dan contoh kepahitan hidup bagi mereka yang tidak taat akan jalan Tuhan.
• Arahan dan dorongan untuk terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.
• Bagaimana memimpin orang lain untuk hidup saleh dan mentaati Tuhan.
• Bagaimana mendapat petunjuk Tuhan ketika mengalami persoalan atau kebutuhan hidupnya .

Dalam aspek Pribadi .
• Bagaimana mengatur waktu dalam kehidupan,disiplin, tanggung jawab, jujur tekun setia dalam perkara kecil .
• Bagaimana menjaga kesehatan , bagaimana memilih pekerjaan, bagaimana menilai diri sendiri , bagaimana menghadapi rasa kuatir akan masa depannya, bagaimana mendapat lapangan pekerjaan, dalam hal kebiasaan makan yang tidak sehat dllnya.

Dalam aspek moral
• Bagaimana memahami apa itu seks ( disesuaikan dengan usianya )
• Bagaimana menangulangi kejahatan moral,pelecehan seks dan menghindari diri darii semua hal itu, juga memberi tahu dampak kejahatan moral bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri.
• Menanamkan sikap seorang yang bermoral baik jujur setia dapat dipercaya, sopan santun terhormat,Gentlemen( satria salah mengakui salah ).

Dalam aspek keuangan
• Memberitahukan apa peranan uang dalam hidup ini, seperti uang untuk hidup dan bukan hidup untuk uang, uang adalah hamba dan bukan tuan ( dikuasai dan bukan menguasai )
• Bagaimana memakai uang secara bijaksana, menghemat,menggunakan secara benar,Menyimpan,berapa yang disumbangkan, dan kesetiaan mengembalikan milik Tuhan ( persepuluhan ) dan bagaimana menghindarkan diri dari lilitan hutang.

Bersambung …

MENDIDIK ANAK DENGAN DISIPILIN

Ibrani 12:6-7

Sebetulnya sebagai orang tua kalau punya anak sesungguhnya sedang diberi kepercayaan Tuhan untuk mendidik anak-anak-Nya (sebab anak adalah Milik pusaka Allah Mazmur 127:3 ), dari pembacaan Firman Tuhan ini - Ibrani 12 : 6-7 kita tahu bagaimana cara Mendidik anak seperti yang Tuhan kehendaki yaitu dengan cara menggunakan DISIPLIN !

Mengapa Allah menggunakan cara DISIPLIN dalam mendidik anak-anak-Nya ?
• Allah menghajar anak-anak-Nya karena Ia mengasihi mereka . Amsal 3:11-12?13:24.

• ,Akan tetapi sesudah itu Ia menyatakan kasih-Nya lagi. Yermia 31:18-20/Ayub 5:18.

• Karena mereka gagal mentaati hukum,perintah,ajaran dan ketetapan Tuhan dalam hidup mereka, sehingga Tuhan menerapkan disiplin . Yes 42:24,25/Imamat 26:27,28
Apa alasan utama menerapkan DISIPLIN ?

• Sebab anak-anak terlahir dalam dosa ,secara alami cenderung hidup menurut kehendaknya sendiri Maz 51:5 / Efesus 2:3

• Sebab anak-anak tidak tahu apa yang benar Yermia 10:23.

• Sebab anak-anak yg dibiarkan hidup semaunya sendiri tak akan mampu melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidupnya,melainkan akan memalukan orang tuanya. Amsal 29:15.

• Agar anak belajar menaruh rasa hormat terhadap Tuhan, orang tua dan pihak yang berwewenang ( hukum dan peraturan ) Amsal 23:13,14.
Apa tujuan dari tindakan DISIPLIN ?

• Supaya anak-anak-Nya tidak menyimpang jalannya . Mazmur 119:67/Hosea 7:11-12.

• Untuk menghindarkan anak-anak-Nya dari malapetaka Maz 94:12,13/ 1Kor 11:32.

• Untuk membuat mereka semakin dekat pada-Nya Yesaya 26:16 .

• Untuk memberi mereka hikmat/pengertian akan kehendak-Nya. Amsal 22:15.

• Untuk memberi pengalaman dalam hal kehidupan Ibrani 12:9.

• Untuk menyucikan anak-anak-Nya dari pencemaran hidup. Ibrani 12:10-12 /Mal 3:3.

• Untuk mengajarkan ketetapan Allah bagi hidup mereka. Mazmur 119:71.

• Untuk membuat hidup anak-anak-Nya menghasilkan buah-buah hidup .Yohanes 15:2.

Apabila anak-anak punya pengertian tentang disiplin Allah ini maka mereka akan ; Berbahagia ( Ayub 5:17 ) , Tidak menganggap enteng disiplin ( Ibrani 12:5,6 )
justru suka pada hajaran ( trimakasih atas disiplin ) Amsal 15:10, Tekun dan belajar dari disiplin tersebut ( Ibrani 12:7 ) dan Bertobat dari jalan yang salah. ( Wahyu 3:19 ) sehingga muncullah generasi yang Tuhan rindukan semua itu dimulai dari Keluarga !

Bersambung …

MENDIDIK ANAK DENGAN DISIPLIN
Ulangan 6:6-7

Bagaimana petunjuk dari Tuhan dalam mendisiplin anak ?

• Tindakan disiplin saudara harus dengan dorongan kasih dan rasa prihatin bagi sianak akan masa depannya dan bukan karena dorongan kemarahan semata.

• Pastikan agar tindakan disiplin saudara itu diterapkan dengan maksud mendidik dan melatih sianak supaya berjalan dijalan Allah yang benar jangan sekedar cuma menghentikan kesalahan yang dibuatnya saat itu, beri masukan/petunjuk yang baik, diarahkan hidup dijalan Tuhan.

• Pastikan bahwa saudara sudah meletakkan dasar/ pedoman hidup yang semestinya terlebih dulu sebelum ambil tindakan pendisiplinan tersebut , ditimbang apakah pantas menurut ukuran anak atau remaja dasar pedoman hidup dijalan Tuhan yang kita berikan dan setelah itu dipantau terus pola hidupnya .

• Jangan tunggu hingga tingkah laku sianak terlanjur ngawur ,baru orang tua berupaya mengajarkan tingkah laku yang benar., seorang anak belajar tentang rasa aman apabila ia punya kebenaran-kebenaran dasar yang bisa dijadikan pedoman atau pegangan hidupnya, sedini mungkin.

• Jangan gunakan cercaan /hinaan sebagai cara mengoreksi tingkah laku sianak . Jangan mempermalukan sianak dengan menghajar dia didepan umum , jangan sekali-kali mengata-atai sianak dengan kata, TOLOL,BODOH,BEBAL,BRENGSEK dllnya.

• Jangan saudara berkata “ tidak “ hanya satu hari saja besok sudah berkata “ boleh “ anda harus tegas dalam hal ini.

• Jangan membuat ancaman yang tidak akan saudara lakukan ,hanya sekedar ancaman kosong,kalau mau mendisiplin ancaman saudara harus dilaksanakan.

• tegakkan rasa tanggung jawab pribadi didalam diri sianak, agar dia bertanggung jawab dengan berkata jujur apa kesalahan yang dilakukannya , jangan bertanya padanya “ Kau berbuat itu ya!” atau “ kenapa kau lakukan itu ? “ saudara memberi kesempatan anak untuk berbohong , atau mencari alasan bagi tingkah lakunya yang salah , tetapi tanyalah apa kesalahan yang kau perbuat !!.
• Kalau sianak membuat kesalahan duduk diamlah agar sianak merenungkan , jelaskan kesalahannya dan alasan saudara mendisiplinnya .
• Kalau mendisiplin gunakan rotan atau sejenis yang tidak membahayakan sianak sebagai benda yang netral ( Amsal 23:13,14 ), jangan sekali-kali gunakan tanagan saudara untuk menghukum, tangan hanya digunakan untuk menunjukkan kasih saudara kepadanya, memberi ,membelai dlsbnya. dan jatuhkan pukulan ditempat yang lunak seperti pantatnya, guna menghindari luka , jangan sekali kali menampar wajah atau tempat manapun ditubuh anak saudara , dan jangan tangisan menghentikan hukuman saudara Amsal 20:30 /19:18 .agar anak belajar mengartikan kesalahan dengan rasa sakit.

• Jangan keterlaluan dalam menghajar anak saudara secukupnya saja ( sebab pukulan yang bertubi-tubi tidak selalu membuat sianak jera ) Tunjukkan kasih ,tetapi janganlah hal itu meniadakan disiplin .

• jangan menginjak-injak harga diri sianak, namun doronglah dan sampaikanlah kepadanya tingkah laku yang baik dan benar , dan berdoalah senantiasa bersama sianak bantulah anak doa minta pengampunan kepada Tuhan karena tingkah lakuknya yang tidak baik .

Bersambung …

Mendidik anak dengan PETUNJUK

Amsal 1:1-19.

Kamus mendefinisikan istilah “ Memberi petunjuk “ sebagai memberi pelajaran dan memberi latihan Memberi arahan atau Informasi, jadi istilah memberi petunjuk berarti memperlihatkan cara atau menolong seseorang belajar bagaimana melakukan atau mengerjakan sesuatu sehingga membuat ia tahu atau mengerti.
Aspek paling sulit bagi orang tua dalam tanggung jawabnya mengasuh dan membesarkan anak adalah aspek memberikan “ Petunjuk “ , biasanya ada perasaan tidak mampu , salah paham yang dimiliki banyak orang tua adalah “ Ketergantungan “ yang berlebih-lebihan pada lembaga pendidikan , dan tata nilai yang berubah sesuai perkembangan jaman membuat banyak orang tua menjadi berkecil hati dalam hal bertanggung jawab memberikan petunjuk kepada anaknya , sehingga Anak tidak bisa menerima petunjuk yang dimata mereka “ Kuno “ ada yang berpendapat menjalani hidup sebagai teladan dan dipadukan dengan upaya memberikan anak kepada pendidikan sekolah yang bermutu akan bisa menghasilkan petunjuk hidup bagi anaknya. Sehingga banyak orang tua yang mengirimkan anaknya kesekolah bermutu rela bayar harganya lebih mahal.
Memang tidak disangkal bahwa upaya seperti itu amat penting dan baik, akan tetapi perlu kita ketahui Dalam hidup seorang anak tak ada yang bisa menggantikan peranan petunjuk pribadi yang diberikan orang tuanya sendiri.

Mari kita lihat apa kata Alkitab tentang memberi petunjuk kepada anak ini :

Ulangan 4:1-40
Petunjuk dari orang tua adalah KUNCI keberhasilan generasi yang akan datang, itulah sebabnya Tuhan memerintahkan orang tua untuk memberikan petunjuk kepada anak-anaknya bagaimana hidup yang berkenan dihadapan Tuhan.
Amsal 1:8
“ Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu,dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu “
Amsal 13:1
“ Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya .”
Amsal 15:5
“Anak yang bodoh menolak didikan ayahnya.”
Amsal 23:22
“ Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua “
Efesus 6:4
“ Bapa-bapa hendaklah mendidik/ mengasuh anak-anaknya dalam ajaran ( didikan ) dan nasehat ( Petunjuk ) Tuhan.

Oleh sebab itu selaku orang tua kita harus :

• Memberikan kepada anak kita suatu pendidikan dasar mengenai penghidupan ini, supaya mereka siap .

Bersambung …

Sambungan Mendidk anak dengan petunjuk …

Menghadapi tanggung jawab hidup kelak kalau mereka sudah dewasa , orang tua wajib membekali Anaknya dengan pengetahuan tentang apa yang orang tua alami / pelajari secara pribadi dalam kehidupannya dan sekaligus mengawasi apa anaknya mengikuti petunjuknya atau tidak

Dalam hal apa saja orang tua memberi petunjuk kepada anak-anaknya :

DALAM HAL PENGETAHUAN

Orang tua bertanggung jawab mewariskan pada anak-anaknya fakta-fakta serta informasi tentang semua aspek pokok kehidupan , ini mencakup aspek hidup lahiriah,aspek rohaniah , hidup dengan sesama manusia,melestarikan alam,lingkungan dengan menjaga kebersihannya, berkomunikasi dengan masyarakat, ( Toto Kromo ) aspek mengelola keuangan, kebiasaan-kebiasaan dimasyarakat.

DALAM HAL PENGERTIAN

Orang tua bertanggung jawab mengajarkan pengertian mengenai penghidupan pada anak-anaknya , yaitu memberi penerangan bagaimana asal usul dunia ,bumi ini diciptakan , dan bagaimana cara kerja alam semesta ini, seperti Matahari ,bulan dan bintang, awan dan hujan,musim pengetahuan yang umum. Sehingga anak mulai tahu betapa luar biasanya Tuhan kita.

DALAM HIKMAT .

Orang tua bertanggung jawab mengembangkan dalam diri anak-anaknya kesanggupan untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat ,ini juga termasuk mengembangkan kecakapan sianak dalam berbagai aspek kehidupan,dalam pergaulan,dalam bermasyarakat dalam menggunakan kepandaian yng didapat, secara baik dan benar dan adil.

Bagaaimana caranya orang tua memberi petunjuk.

DENGAN MENGEMBANGKAN WAKTU IBADAH YANG BERMAKNA.

Pelbagai cara membaca Alkitab,menghafalkan ayat-ayat Firman Tuhan , membagikan pengalaman rohani ,menyanyikan pujian,berdiskusi , dan berdoa bersama dapat digunakan untuk mengajarkan Kebenaran kepada anaknya

DENGAN BELAJAR DARI KEHIDUPAN ORANG LAIN.

Mengisahkan cerita-cerita , drama-drama,buku-buku dan bahkan rekaman buatan sendiri dapat menjadi cara yang efektif,juga kesaksian hidup orang –orang yg kita kenal

DENGAN MEMANFAATKAN SITUASI HIDUP SEBAGAI PENGALAMAN BELAJAR.

Situasi-situasi yang membingungkan,kegagalan,keberhasilan,suka cita,maupun duka cita, adalah kesempatan emas untuk menanamkan hikmat dan pengertian kepada anak kita, ini berhubungan dengan situasi yang dihadapi anak maupun orang tuanya sendiri.

Bersambung …

Sambungan mendidik anak dengan petunjuk …

DENGAN MENGGUNAKAN PERTANYAAN – PERTANYAAN.

Seringkali anak bertanya kesempatan itulah memberikan petunjuk , dan harus diresponi dengan sungguh –sungguh supaya anak-anak mau lebih membuka diri . orang tua juga ada baiknya mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk merangsang ingin tahu anak-anaknya.

DENGAN MEMBAGIKAN PENGALAMAN SAUDARA SENDIRI.

Pengalaman-pengalaman yang dialami baik oleh saudara, maupun keluarga saudara hendaknya menjadi “ Harta Karun “ keluarga yang perlu diturunkan kepada anak-anak dan kegenerasi berikutnya.

DENGAN MELIBATKAN ANAK-ANAK DALAM HAL-HAL YANG ANDA LAKUKAN .

Entah itu pekerjaan yang tidak berbahaya,atau hobby,tugas-tugas rumah tangga atau dalam rekreasi ,anak –anak saudara akan senang melakukannya bersama-sama saudara dan akan bersikap terbuka atas saran dan petunjuk yang saudara berikan lewat kegiatan bersama itu… atau membuat proyek permainan, menyusun, membentuk sesuatu yang mendidik dllnya.

DENGAN MENCIPTAKAN SUASANA RUMAH YANG MERANGSANG NAFSU BELAJAR.

Musik acara-acara permainan,bahan bacaan,gambar-gambar ,piagam,T.V dan radio dapat digunakan untuk menghadirkan lingkungan yang membuat anak suka belajar. dllnya . Amin


INILAH TANGGUNG JAWAB ORANG TUA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA KELUARGANYA .

Orang tua memegang peranan penting bagi Allah dalam rangka menaklukkan dan menguasai Bumi, dalam konteks mempengaruhi lingkungan sekitarnya dengan hal-hal yang baik . Kejadian 1:28.
Itulah sebabnya ada tugas orang tua untuk :

• Bertanggung jawab mengembangkan diri dengan perkara yang baik bersama anak keturunannya untuk itu dalam keluarga ada kehidupan yang baik menurut standart Allah.

• Mengupayakan pembentukan watak yang saleh dan kedewasaan jiwa yang matang bagi anggota-anggota dalam keluarganya.

• Memunculkan bakat-bakat dan potensi-potensi (talentanya ) yang Allah sudah bekalkan dalam diri anak-anaknya.

• Menjadi perantara sementara dari perjanjian Allah bagi anggota-anggota keluarganya,sampai mereka mengenal secara pribadi siapa Allahnya.

Karena peranan orang tua begitu penting bagi Allah sebagai alat-alat membawa anak keturunan-Nya Maka Tuhan sendiri akan melindungi mereka setara Tuhan melindungi para Pemimpin-pemimpin.
Keluaran 21:17 / Imamat 19:3 /20:9 / Efesus 6:2.

TANGGUNG JAWAB SEBAGAI ORANG TUA.

Karena peranannya yang penting bagi kepentingan kerajaan Allah maka sebagai orang tua tidak bisa semau gue melainkan harus memerankan peranan sebagai orang tua yang bertanggung jawab yaitu :

• Wajib memberikan nafkah/pemeliharaan bagi keluarganya dalam bidang kehidupan ,aspek rohani keluarganya , aspek intelektualnya, aspek emosinya, aspek sosialnya, bimbingan kejuruan apa bagi anak-anaknya , dan moralnya yang bisa menjadi teladan bagi lingkungannya.

• Memberikan perlindungan dan kesejahteraan,rasa aman dari kuasa-kuasa yang ingin menghancurkan keutuhan pribadi yang utuh dari anggota keluarganya baik itu secara , JASMANI,JIWANI,ROHANI. 1 Tes 5:23 . memberikan perlindungan anggota keluarganya dari dosa ,pertikaian,kemalasan,keduniawian,ketidak jujuran,( Kebohongan ) kebencian, moral yang najis dan apa saja yang akan menghambat akan tercapainya maksud tujuan Allah dalam diri anak-anaknya.

• Memberikan didikan dengan memberikan waktu kepada siapa saja yang ada didalam rumahnya atau yang ada dibawah pengawasan mereka ( anak asuh, Pembantu,sebagai guru )
Memang semua orang tua secara umum pasti memberikan didikan secara formal tetapi jarang orang tua yang memberikan didikan untuk kesalehan hidup dengan cara :

• Keteladanan hidup yang baik yang ditunjukkan kepada anggota keluarga. Maz 101:2-4.

• Dengan pengajaran secara langsung. Ulangan 4:9-10.

• Tindakan disipiln dengan landasan kasih. Amsal 13:24 .

• Anak-anak banyak belajar dari orang tua juga antara lain dari :

 sikap dan kehidupan orang tuanya dalam menjalani kehidupan dari hari kesehari.

 Bagaimana orang tuanya menghadapi persoalan mereka pribadi maupun persoalan orang lain dalam pembicaraan dikeluarga.

 Bagaimana orang tuanya memberikan tanggapan akan situasi-situasi tertentu ,kasus-kasus tetangganya dllnya.

 Bagaimana orang tua saling memberi tanggapan satu dengan yang lain dengan sopan atau kasar, saling menghargai atau menang-menangan sendiri.

• Memberikan bimbingan sebagai orang tua Tuhan mengharapkan tidak membiarkan anak-anaknya meraba-raba jalan hidupnya tanpa bimbingan , orang tualah yang wajib memberikan pertolongan kepada anak-anaknya arah tujuan hidup yang jelas , membekali mereka kemampuan dalam proses-proses hidup yang membutuhkan pengambilan keputusan , dengan jalan menyumbangkan kebijaksanaan dan pengalaman mereka sendiri kepada anak-anaknya.

• Apabila orang tua mau mengambil tanggung jawab semua aspek ini baik dalam memberikan Nafkah/Pemeliharaan, perlindungan, pendidikan, bimbingan maka orang tua telah mempersiapkan suatu lingkungan yang baik bagi datangnya kesalehan , perubahan hidup yang baik dimasa depan bagi anak-anaknya.

Sebaliknya kalau orang tua mengabaikan hal-hal ini atau gagal menjalankan tanggung jawabnya , bisa dipastikan bahwa keturunannya akan menghadapi masa depan yang suram ( Kutuk ) dan bukan berkat.
Keluaran 20:5 / Imamat 20:4-5/ Yesaya 14:21-23/ Yermia 9:14 / Ratapan 5:7.
Dan akan menghasilkan generasi yang membenci orang tuanya atau generasi yang akan mendatangkan rasa malu . Amsal 30:11-14 / 29:15.

Hak-hak istimewa dan upah yang diberikan Tuhan kepada orang tua yang menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua seperti yang Tuhan kehendaki yaitu :

• Hati anak-anak akan berbalik kepada orang tuanya. Malekahi 4:6.

• Anak-anak akan menyebutnya berbahagia. Amsal 31:28.

• Anak-anak akan tumbuh seperti tunas pohon zaitun. Mazmur 128:3. AMIN .